madura3

Saat sedang menjaga putri bungsu saya, Alya, yang sedang sakit Typhus di rumah sakit Harapan International Cikarang di pekan pertama Desember 2013, mata saya “tertancap” di situs Potret Mahakarya Indonesia, yang menampilkan nama saya sebagai salah satu dari 4 pemenang Grand Prize Kompetisi Blog yang dilaksanakan selama 10 minggu berturut-turut tersebut untuk berwisata budaya ke Madura .Saya memang berhasil memenangkan kompetisi blog di minggu kesembilan dan memang sama sekali tidak memiliki ekspektasi tinggi bisa memenangkan hadiah Grand Prize mengingat peserta kompetisi blog ini cukup banyak serta memiliki kualitas tulisan yang bagus pula. Makanya saya nyaris tak percaya atas apa yang saya lihat di monitor laptop!. Sampai-sampai sempat mengucek-ngucek mata, siapa tahu hanyalah ilusi optik belaka :). Tapi benar. Ini nyata. Saya memekik kecil dengan riang seraya mengepalkan tangan. Impian saya akan terwujud!.

Sudah lama sebenarnya saya memendam keinginan untuk mengeksplorasi lebih dalam suasana tradisi dan budaya di Madura yang konon memiliki karakter masyarakatnya nyaris sama dengan karakter khas masyarakat Makassar yang terkesan keras, berani dan dinamis. Saya jadi ingat Pak Koyyim, pengelola limbah kayu di kantor lama saya di PT Nofmas Chemical Industries Cibitung 13 tahun silam. Lelaki asal Bangkalan Madura ini saya kenal dekat karena biasanya mengambil kayu bekas yang kerap dipakai untuk support barang import didalam kontainer. Kayu-kayu bekas ini digunakan dan diolah Pak Koyyim menjadi furniture berkualitas tinggi di rumahnya yang sederhana di Tambun, Bekasi.

Beliau pernah menghadiahkan saya sebuah lemari kecil yang indah hasil buatan tangannya sendiri sesaat sebelum saya keluar dari perusahaan tersebut. “Ini lemari saya buat sendiri buat sampeyan, gak usah bayar, sebagai nang-kenangan supaya sampeyan sekeluarga biar bisa ingat terus sama saya, dan siapa tahu bisa sampeyan berkunjung ke kampung saya di Bangkalan, Madura,” kata Pak Koyyim dengan senyum tulus serta logat khasnya, dan tak pernah terlupakan hingga kini. Harapan Pak Koyyim–dan juga kemudian jadi harapan saya itu, kemudian bisa terwujud. Saya akhirnya bisa melancong ke Madura.

Dan demikianlah. Hari Jum’at pagi, 13 Desember 2013, Pukul 04.30, saya sudah tiba di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta. Saya sengaja datang lebih awal, karena trauma ketinggalan pesawat seperti yang pernah saya alami sebelumnya saat mengikuti acara Blogger Nusantara di Yogyakarta akhir November silam. Setelah check in, saya lalu berjumpa dengan teman-teman yang akan ikut di Gate 7. Saya melihat ada salah satu pemenang lomba ini Daeng Ipul Gassing, juga ada juri lomba blog mas Barry Kusuma dan Simbok Venus serta budayawan muda mas JJ Rizal. Selain kami juga ada Pak Bram Kushardjanto beserta timnya dari GELAR Cultural Trip yang akan memandu kami selama perjalanan ke Madura, juga teman-teman media (Koran Sindo, Kompas, Media Indonesia dan Majalah Panorama). Tak lama kemudian, muncul salah satu pemenang lomba lainnya, mas Danan Wahyu Sumirat. Travel Blogger yang pernah memenangkan lomba blog ADIRA Face of Indonesia ke Wamena tahun 2012 ini tiba dari Jambi sehari sebelumnya, dan langsung memperkenalkan dirinya kepada kami.

Pesawat Garuda Indonesia GA 304 menuju Surabaya berangkat tepat waktu pukul 06.10 pagi. Saya duduk di kursi 36-C dan berdampingan dengan mas Barry Kusuma. Saya lalu berdiskusi dengan fotografer handal ini tentang perkembangan dunia blog di Indonesia sepanjang perjalanan. Tanpa terasa setelah menempuh waktu sekitar 1 jam 20 menit, kami akhirnya tiba di Bandara Djuanda Surabaya. Ada begitu banyak perubahan signifikan pada Bandara yang terakhir saya kunjungi tahun 2011 silam saat menjadi narasumber di acara Blogilicious di UPN Veteran Surabaya.  

BbVhhBkCUAA3hC_.jpg largeDi Bandara Djuanda, kami bertemu dengan seorang pemenang lomba blog lainnya, mbak Nengbiker yang datang dari Malang. Rombongan kami yang berjumlah 23 orang kemudian bergerak menuju bis yang tersedia tak jauh dari lobi depan Bandara. Sudah lama sebenarnya terpendam keinginan untuk melihat langsung Jembatan Suramadu yang fenomenal dan kali ini dalam perjalanan darat menuju Madura, keinginan saya akhirnya kembali terpenuhi. Setelah melalui jalanan yang macet kurang lebih 1,5 jam, kami akhirnya sampai pula di jembatan Suramadu, yang memiliki panjang 5.438 m, dan merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu menyediakan empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter. Jembatan ini juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor disetiap sisi luar jembatan. Saya begitu terpesona menyaksikan Jembatan yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 10 Juni 2009 ini dengan takjub dari atas bis.

madura6

madura12Rencana semula, kami bermaksud makan siang di Bebek Sinjai, salah satu kuliner paling terkenal di Madura. Sayang sekali, rumah makan tersebut tutup di Hari Jum’at. Akhirnya, rombongan kami mampir di Restoran Bebek Songkem Pak Salim di Bangkalan. Di tempat ini, Bebek Songkem disajikan dalam 2 varian, yaitu dikukus dan digoreng. Tidak hanya Bebek, restoran ini juga menyediakan Ayam kukus dan goreng. Seperti diungkapkan di tautan ini pembuatannya sangat unik dan istimewa:

Proses pembuatan bebek songkem ini relatif sederhana. Pertama kita harus memilih bebek yang akan kita sembelih. Usia yang lebih pas untuk dibuat bebek songkem adalah usia sekitar dua bulan. Kemudian bebek yang sudah disembelih dicuci bersih dan diberi bumbu yang terdiri dari lombok, garam, bawang merah dan bawang putih. Lalu ulekkan bumbu dioleskan ke seluruh daging bebek di luar dan dalam, Selanjutnya bebek dibungkus dengan daun pisang dan diikat erat agar aromanya menyatu saat dilakukan pengukusan. Daging bebek yang sudah dibungkus tersebut, kemudian dimasukkan kedalam bak yang di dalamnya telah diberi potongan pelepah daun pisang. Selanjutnya daging bebek dikukus selama 3-4 jam tanpa diberi air, agar daging dan bumbunya betul-betul meresap dan daging bebek menjadi empuk. Proses pembuatan bebek songkem ini dilakukan pada pagi hari.

madura7Rasa bebek Songkem ini memang sungguh nikmat menggoyang lidah. Sensasinya makin terasa lengkap dengan sambal mangga dan nasi yang hangat. Tekstur bebeknya terasa lembut dengan bumbu-bumbu yang meresap hingga ke daging. Di warung makan terbuka ini, kami merasakan semilir angin alami yang menerpa saat menyantap makanan. Sungguh sebuah pengalaman kuliner yang mengasyikkan.

BbVz_D2CQAAYTYT.jpg largeSetelah puas menuntaskan kuliner bebek Songkem Pak Salim, kami lalu bergegas naik kembali ke atas bis. Disana ada ibu Yeli, dari Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia menyampaikan kata sambutan sebelum kami melanjutkan perjalanan ke Tanjung Bumi. Seperti yang pernah beliau ungkapkan dalam Blogger Gathering awal November silam, Cultural Trip ini diberikan secara ekslusif kepada 4 orang pemenang terbaik lomba blog Potret Mahakarya Indonesia untuk melakukan perjalanan ke destinasi wisata pilihan di Indonesia. Madura menjadi dijadikan target perjalanan kali ini karena merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan dan keunikan budaya yang menarik untuk dicermati.

Diharapkan, lanjut Bu Yeli, seusai perjalanan ini, tidak hanya menambah wawasan pengetahuan tentang khazanah budaya Madura, namun juga dituliskan dan dibagikan kembali di blog masing-masing sebagai bagian dari promosi kepariwisataan. Setelah itu giliran Pak Bram dari GELAR menceritakan secara sekilas destinasi kunjungan berikutnya yakni Batik Gentongan khas Madura di Tanjung Bumi Bangkalan. Pak Bram juga membagikan hand-out yang menjadi referensi bacaan kami diperjalanan seputar kegiatan Cultural Trip ini.

Wah, bakal lebih seru lagi nih tujuan selanjutnya, saya membatin dalam hati.

(Bersambung)

 

Related Posts
WISATA BUDAYA MADURA (3) : KEHEBOHAN PAGELARAN SENI TARI TOPENG DI TENGAH SAWAH
enja melingkupi ibukota Kabupaten Sumenep saat rombongan Cultural Trip Potret Mahakarya tiba. Bis yang membawa kami memasuki halaman hotel C1 tempat kami kelak akan menginap. Saya menyempatkan diri meluruskan pinggang ...
Posting Terkait
PUISI : SEPINGGAN KANGEN DI SUDUT KOTA SUMENEP
elah lama kita menikmati setiap rasa yang mengalir yang kerapkali merambati sekujur tubuh, saat kita bertemu Bersama kaldu kokot yang kental dan lezat sate Madura, kita menyelami kenangan pada sepinggan kangen yang dihidangkan ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (4) : KEMEGAHAN KERATON SUMENEP DAN PESONA MASJID JAMI’ YANG MENGGETARKAN
atahari bersinar cerah, hari Sabtu (14/12), saat kami semua berkumpul di ruang makan Hotel Family Nur Sumenep. Badan saya relatif sudah terasa lebih segar, seusai sarapan dan tidur cukup setelah ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (2) : MENYINGKAP “MISTERI” BATIK GENTONGAN MADURA
erjalanan kami para peserta Cultural Trip Potret Mahakarya Indonesia terus berlanjut. Setelah makan siang di Bebek Songkem Bangkalan, bis yang kami tumpangi terus melaju menuju Tanjung Bumi. Sambil duduk di ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (5) : EKSOTISME ASTA TINGGI & SENTRA PERAJIN KERIS SUMENEP YANG MENGESANKAN
eusai menunaikan Sholat Dhuhur di Masjid Jami' Sumenep, rombongan kami kemudian bergerak ke kompleks Pemakaman Raja-Raja Sumenep dan kerabatnya, Asta Tinggi, yang ditempuh kurang lebih 10 menit dengan bis. Asta ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (6) : KEMERIAHAN UPACARA PETIK LAUT & DAHSYATNYA JAMU MADURA!
ujan yang mengguyur kawasan Sumenep dan sekitarnya, Sabtu (14/12), seusai dari sentra pengrajin Keris di desa Aeng Tong-Tong membuat kami terpaksa mengurungkan niat untuk berkunjung ke salah satu destinasi wisata ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (3) : KEHEBOHAN PAGELARAN SENI
PUISI : SEPINGGAN KANGEN DI SUDUT KOTA SUMENEP
WISATA BUDAYA MADURA (4) : KEMEGAHAN KERATON SUMENEP
WISATA BUDAYA MADURA (2) : MENYINGKAP “MISTERI” BATIK
WISATA BUDAYA MADURA (5) : EKSOTISME ASTA TINGGI
WISATA BUDAYA MADURA (6) : KEMERIAHAN UPACARA PETIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

December 2013
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Profil di LinkedIn

Arsip

My Karaoke @ SoundCloud

Kicauanku di Twitter

Iklan

Creative Commons License

Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi. Silakan anda mengambil atau mengutip sebagian maupun seluruh isi blog ini asalkan jangan lupa mencantumkan sumber asli tulisannya. Terimakasih atas pengertian anda

Recent Comments

    My Instagram

    Good Reads Book Shelf

    Amril's books

    Nge-blog Dengan Hati
    3 of 5 stars
    Blogisme ala Ndoro Kakung Judul Buku : Ngeblog Dengan Hati Penulis : Wicaksono “Ndoro Kakung” Editor : Windy Ariestanty Penerbit : Gagas Media, Terbitan : Cetakan pertama, 2009 Jumlah Halaman : 142 Di ranah blog Indonesia, nama N...

    goodreads.com

    Page Rank Checker

    Free Page Rank Tool Pagerankchecker.com — Check your Pagerank Website reputation
    Alexa rank,Pagerank and website worth
    Powered by WebStatsDomain
    Blog

    Live Traffic Feed

    badge