BUKU FLYING TRAVELER: “JURUS ANTI MAINSTREAM” ALA JUNANTO HERDIAWAN

flyingtrave
Judul Buku : Flying Traveler (Berburu Momen Anti Mainstream)

Penulis : Junanto Herdiawan

Penerbit : B First (PT Bentang Pustaka)

Penyunting : Sian Hwa dan Qha

Tebal : 150 halaman

ISBN : 978-602-8864-97-8

Selalu menyenangkan membaca buku-buku karya mas Junanto Herdiawan ini. Sejak peluncuran buku perdananya “Japan After Shock” , “Shocking Japan”hingga buku terbarunya “Flying Traveler ini, saya senantiasa terpesona pada kemampuan ekonom Bank Indonesia yang kini bertugas di Surabaya ini dalam mengolah kata dan menyajikannya dalam bentuk bacaan yang memikat. Berbeda dengan buku sebelumnya, mas Junanto mengemas buku “Flying Traveler” dengan memadukan cerita pengalaman travelingnya bersama kemampuannya berlevitasi.

Pada halaman pengantarnya, mas Junanto mengungkapkan apa itu Levitasi. Menurutnya, Levitasi adalah seni berpose yang nyata, bukan dengan trik ataupun aplikasi. Levitasi dilakukan dengan sebuah gerak fisik yang mengharuskan kita”melayang” secara riil. Pada bagian lain, mas Junanto menambahkan bahwa Levitasi berbeda dengan “jump shot”. Dalam “jump shot” wajah dan tubuh seseorang memperlihatkan ekspresi meloncat, sedangkan dalam teknik levitasi, ekspresi wajah terlihat natural. Hal inilah yang membuat seseorang terkesan mengambang dalam foto.


1003272_10151682137922348_160176066_n
Saya menjadi kian penasaran untuk membaca lembar demi lembar buku ini. Petualangan mas Junanto menjelajah berbagai negara dan wilayah di tanah air diwarnai dengan foto aksi levitasinya yang mengagumkan membuat saya begitu menikmati cerita-cerita yang dipaparkan di buku ini. Bab pertama menceritakan kisah ekonom Bank Indonesia yang bekerja di Surabaya ini bertemu dengan Natsumi Hayashi sang “legenda” Levitasi yang menjadi salah satu inspiratornya di daerah Ebisu, Tokyo Jepang. Natsumi yang juga dijuluki “The Floating Girl From Tokyo” ini bercerita bahwa dalam melakukan proses levitasi ia mengambil tema sehari-hari, seperti di taman, di jalan,kantor, gedung, restoran bahkan kereta api. Konon, ia sempat disangka orang gila karena loncat-loncat sendirian di depan toko.

Di bab berikutnya mas Junanto berkisah tentang pengalamannya menyusuri wilayah Jepang, termasuk tentu saja aksi-aksi levitasinya. Di bab ini saya terpukau pada paparan informasi yang disajikan tentang sejumlah tempat eksotis di Jepang, khususnya di Tokyo. Aksi levitasinya di Tokyo Skytree dan Tokyo Station yang masing-masing mewakili tema antar waktu : masa depan & kejayaan masa lalu, sungguh menakjubkan. Sudut pandang foto yang diambil sangat tepat dan menggambarkan spirit bangunan dilatar belakangnya. Cerita dan pengambilan levitasi lainnya yang membuat saya takjub adalah ketika mas Junanto berpose di depan patung”Big Budha”, patung budha tertinggi kedua di Jepang. Cukup susah mengambil foto disini karena lokasinya selalu ramai dan penuh dengan turis. Saya sempat membayangkan tingkat kesulitan pengambilan fotonya 🙂 .Untunglah saat pengambilan gambarnya saat solo levitasi disana suasana sedang sepi.

Petualangan berlanjut ke China di bab berikutnya. Saya terpesona pada gaya levitasi mas Junanto sambil menggunakan pakaian ala Kaisar China. Saya sempat terbayang film-film kungfu China klasik dimana para pendekarnya mampu terbang dengan ilmu meringankan tubuh yang mumpuni. Posenya pun sungguh memikat dilatarbelakangi pos penjagaan tembok besar China. Perjalanan levitasi mas Junanto kali ini juga tak hanya melibatkan dirinya sendiri dan kawan-kawan, namun juga anak dan istri yang ber-levitasi secara bersama-sama dengan latar belakang Temple of Heaven di China. Mengagumkan.

kamakuralevi7-681x1024

Dalam perjalanannya di Korea Selatan, mas Junanto menceritakan pengalaman serta membagi foto-foto levitasinya di beberapa tempat eksotis. Salah satu pose levitasi yang saya suka adalah pose ketika berfoto bersama kereta super cepat ala Shinkansen Korea : KTX. Gaya “terbang”-nya didepan moncong KTX tiba-tiba mengingatkan saya pada gaya terbang si manusia baja Superman. Di bab berikutnya, mas Junanto juga menceritakan pengalamannya menyusuri Mongolia. Gaya melayang mas Junanto dengan pakaian dingin tebal dan busana ala Mongolia tepat didepan patung Genghis Khan sedang menunggang kuda begitu memikat. Hamparan salju putih yang ada didekatnya semakin menambah dramatisasi foto yang ditampilkan.

Pada bab selanjutnya, mas Junanto menampilkan sejumlah cerita dan aksi levitasinya di berbagai wilayah di Nusantara. Mulai dari aksi Horizontal Levitation di Bromo & Gili Trawangan, Spiritual Levitation di Muaro Jambi, Perpustakaan Bank Indonesia Mayangkara, House of Sampoerna, Masjid Cheng Ho Surabaya, Asta Tinggi Madura hingga eksotisme kawah ijen. Semuanya begitu menawan dipadu dengan kisah-kisah menarik seputar tempat pengambilan gambar dilakukan. Tak heran jika pengelola blog Instagram sangat mengapresiasi, bahkan sempat mewawancarainya dan meminta izin untuk re-gram (menayangkan ulang foto seorang instagrammer) untuk menampilkan foto-foto mas Junanto di situs web instagram. Tak hanya itu mas Junanto dipilih oleh situs Buzzfeed sebagai salah satu dari 21 akun instagram paling kreatif 2013.

Secara umum buku ini layak dibaca dan dimiliki. Tidak hanya menyajikan pengalaman perjalanan “anti mainstream” berlevitasi ria, namun juga foto-foto berwarna yang begitu menakjubkan. Uraian informasi yang disajikan disampaikan dengan menarik, lugas dan mudah dimengerti. Di bagian akhir buku ini, mas Junanto membagi informasi mengenai tips dan trik fotografi levitasi.

Salut dan sukses buat mas Junanto, ditunggu buku selanjutnya !

 

Related Posts
VIDAFEST 2017 : MENISCAYAKAN KAWASAN HUNIAN KOLEKTIF YANG LEBIH HUMANIS
Hari Sabtu (30/9) siang, saya berkesempatan menghadiri kegiatan Vidafest 2017, sebuah event Festival tahunan yang digelar di kawasan Insitu-Bumi Wedari Vida Bekasi. Ini adalah acara rutin tahunan yang ketiga kalinya ...
Posting Terkait
Konvoi Sweeoing Buruh yang lewat melintasi depan kantor saya tadi pagi, Jum'at (20/1)
agi ini aksi demo buruh di Cikarang kembali terjadi. Menyusul demo yang terjadi kemarin (seperti yang saya tuliskan disini) tampaknya aksi buruh yang terjadi kali ini bergerak dengan lebih massif dan ...
Posting Terkait
CEPAT & PRAKTIS, APLIKASI ALAT SEMBELIH HEWAN KURBAN BERTENAGA HIDROLIK DI CIKARANG
uasana pelataran timur masjid Al Madani di Perumahan Cikarang Baru Desa Jayamukti, Kamis (24/9) terlihat begitu ramai. Hari ini, tepat di perayaan Idul Adha 1436 H dilaksanakan prosesi penyembelihan hewan ...
Posting Terkait
MENUJU KE BALI, BESOK..
a, besok, Jum'at (24/2) hingga Minggu (26/2) akan menjadi pengalaman tak terlupakan buat saya dan teman-teman kantor di PT Geographe Energy Indonesia karena kami akan menyelenggarakan acara Employee Gathering di ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2010 (4) : “MENYULAP” SAMPAH MENJADI BERKAH
Tidak jauh dari UKM Boneka adalah lokasi kunjungan para peserta Amprokan Blogger berikutnya, yaitu Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sumur Batu yang letaknya bersebelahan dengan TPA Bantargebang. Di benak para peserta ...
Posting Terkait
CATATAN DARI PELATIHAN BLOG GURU KOMUNITAS BLOGGER BEKASI, IKATAN GURU INDONESIA & INDOSAT
atahari bersinar cerah, Minggu (30/10) saat saya tiba di kawasan Islamic Center Bekasi. Di halaman gedung terlihat begitu ramai orang berkumpul dan kendaraan yang diparkir. Rupanya mereka adalah rombongan pengantar ...
Posting Terkait
MEMPERKENALKAN : KAMUSITAS
  Sebuah situs berbasis User Generated Content baru saja diluncurkan. Namanya Kamusitas alias Kamus Komunitas. Alamatnya ada disini. Pengembang situs ini adalah PT. Prima Softindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang ...
Posting Terkait
STRATEGI JITU MELAMPIASKAN NGIDAM
Sejak Istri saya dinyatakan hamil oleh dokter--setelah penantian kami yang cukup panjang selama 3 tahun--maka sebagai suami yang berbahagia (karena perkasa) telah berhasil "membuahi" istri tercinta, saya begitu bersemangat memanjakan ...
Posting Terkait
FILM DESPICABLE ME-2 : KEGALAUAN GRU DAN AKSI KOCAK THE MINIONS
abtu siang (6/7), saya dan istri mengajak kedua anak saya (Rizky & Alya) menonton film "Despicable Me-2" di XXI Mal Lippo Cikarang. Kami menonton pada pertunjukan pukul 15.35 di studio ...
Posting Terkait
BAJAJ BAJURI THE MOVIE : KEHEBOHAN YANG KOCAK & MENGGEMASKAN
udah lama saya "mengincar" untuk menonton film ini. Sebagai salah satu serial komedi yang ditayangkan sejak tahun 2002 di TransTV, saya senantiasa menjadi penggemar setia untuk menantikan serial televisi kegemaran ...
Posting Terkait
VIDAFEST 2017 : MENISCAYAKAN KAWASAN HUNIAN KOLEKTIF YANG
LAGI, DEMO BURUH TERJADI KEMBALI DI CIKARANG HARI
CEPAT & PRAKTIS, APLIKASI ALAT SEMBELIH HEWAN KURBAN
MENUJU KE BALI, BESOK..
AMPROKAN BLOGGER 2010 (4) : “MENYULAP” SAMPAH MENJADI
CATATAN DARI PELATIHAN BLOG GURU KOMUNITAS BLOGGER BEKASI,
MEMPERKENALKAN : KAMUSITAS
STRATEGI JITU MELAMPIASKAN NGIDAM
FILM DESPICABLE ME-2 : KEGALAUAN GRU DAN AKSI
BAJAJ BAJURI THE MOVIE : KEHEBOHAN YANG KOCAK

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *