PEPOHONAN YANG MELANTUNKAN PUISI DI CENTRAL PARK NEW YORK

central-park-new-york-wallpaper1Featureless people glide with dim motion through a quivering blue silver;
Boats merge with the bronze-gold welters about their keels.
The trees float upward in gray and green flames.
Clouds, swans, boats, trees, all gliding up a hillside
After some gray old women who lift their gaunt forms
From falling shrouds of leaves.

Thin fingered twigs clutch darkly at nothing.
Crackling skeletons shine.
Along the smutted horizon of Fifth Avenue
The hooded houses watch heavily
With oily gold eyes.

Autumn Dusk in Central Park by Evelyn Scott (1893-1963)

Central Park, sebuah nama yang segera melengket di benak dan terlontar di mulut, apabila seseorang menanyakan pada saya jika beruntung diberikan kesempatan jalan-jalan ke New York, Amerika Serikat,suatu ketika, tempat mana yang akan saya datangi pertama kali?. Lantas kenapa harus taman fenomenal ini jadi pilihan diantara sekian banyak tempat eksotis lainnya di salah satu kota terbesar di negeri Paman Sam itu ?

Saya punya banyak alasan. Salah satunya saya begitu menyukai hijau pepohonan dan taman asri yang ditata rapi. Kesejukan udara yang disajikan oleh taman kota ini seakan menjadi oase dari keangkuhan rimbun hutan beton di kota metropolitan yang selalu sibuk tersebut. Menjadi penawar gelisah saat ketegangan demi ketegangan hidup datang mendera. Cobalah untuk jeda sejenak dari rutinitas,sembari duduk di bangku taman disamping pohon nan teduh sambil membaca buku seraya sesekali menyaksikan orang berlalu lalang didepan atau anak-anak bermain bola di rerumputan yang lapang sungguh menjadi sebuah pengalaman mengasyikkan. Tiba-tiba saya ingat larik-larik kata indah yang saya kutip dari Novel Saman karya Ayu Utami yang kurang lebih menggambarkan kenyamanan itu:

Central Park, 28 Mei 1996

Di taman ini, saya adalah seekor burung. Terbang beribu-ribu mil dari sebuah negeri yang tak mengenal musim, bermigrasi mencari semi, tempat harum rumput bisa tercium, juga pohon-pohon, yang tak pernah kita tahu namanya, atau umurnya.

central9

Central Park adalah taman umum yang terletak di pusat Manhattan, New York City. Taman ini dibuka pada tahun 1857, menempati lahan seluas 315 hektar dan sekarang semakin luas mencapai 341 hektar. Pada tahun 1858, Frederick Law Olmsted dan Calvert Vaux memenangkan kompetisi desain dalam rangka pengembangan taman dengan tema Greensward Plan. Keduanya juga dikenal sebagai perancang Taman Prospect di Brooklyn yang letaknya berdekatan. Proyek ini selesai pada tahun 1873. Sejak itu, Central Park menjadi taman publik yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Amerika Serikat dengan rata – rata kunjungan 35 juta per tahun.

ny_central_park

Central Park yang sering dijadikan obyek lokasi film dan bahan liputan di televisi dikelola organisasi swasta nirlaba Central Park Conservancy yang dikontrak oleh Departemen Taman dan Rekreasi New York City. Terletak di jantung kota Manhattan, lanskap taman nampak begitu natural, walau dirancang & dibangun oleh campur tangan manusia, dilengkapi dengan danau buatan, kolam dan jalan setapak. Aktifitas jalan kaki, jogging maupun bersepeda, atau bersepatu roda, ramai dilakukan pengunjung taman khususnya di akhir pekan Pada musim dingin, Kolam renang Lasker yang terletak di antara 106th dan 108th Street “disulap” menjadi arena es skating. Terdapat 2 batu besar di bagian selatan Central Park yang populer disebut sebagai Rat Rock dan Cat Rock kerapkali dipakai arena latihan memanjat oleh peminat olahraga panjat tebing/batu. Jika ingin menuju Central Park Anda dapat naik kereta N, R dan W dan turun di 59th street, kereta jalur 2 dan 3 turun di Central Park North/110th street.

Taman ini memang menyajikan nuansa romantisme tersendiri. Bukan hanya karena Justin Bieber, bintang muda kontraversial pernah memproklamirkan diri akan melamar kekasihnya disana atau tempat ini kerapkali digunakan Orkes Philharmonic New York menggelar konser langit terbuka setiap tahun di musim panas (juga sejumlah konser musik dan drama lainnya), tetapi penataan taman kota yang memperhitungkan harmoni dengan kawasan sekitarnya, menciptakan nuansa adem, menenangkan dan membuat betah.Semuanya ditampilkan dengan kreasi rancangan yang memadukan kesempurnaan eksotis alam dan modernitas kota metropolitan.

Saya membayangkan menulis puisi bersama rindang pepohonan yang ada disana, menyaksikan dedaunan berayun pelan ditiup angin dan lanskap hijau begitu kontras dengan pantulan cahaya mentari dari kaca-kaca gedung-gedung bertingkat disekelilingnya. Ah, jadi kepengen mau kesana. So, are you IN or OUT ? 🙂

Sumber Foto : Time & The Mark Hotel, kutipan data dari sini

 

Related Posts
IDBLOGNETWORK YANG “YUNOMISOWEL”
Keberangkatan saya ke Hongkong Disneyland besok hingga Hari Minggu (20/3) nanti yang di-inisiasi oleh IDBlognetwork, merupakan sebuah "lompatan karir blogging" saya yang luarbiasa setelah hampir 8 tahun menekuni hobi menulis ...
Posting Terkait
FILM “ANAK MUDA PALSU” : TENTANG KESETIAKAWANAN DAN IKHTIAR MERAIH IMPIAN
ari Kamis petang, 11 Juli 2019, seusai jam kantor, saya bergegas menuju ke Blok M Square, Jakarta Selatan. Disana, tepatnya di Studio XXI lantai 5, saya bergabung dengan teman-teman alumni ...
Posting Terkait
VIDAFEST 2017 : MENISCAYAKAN KAWASAN HUNIAN KOLEKTIF YANG LEBIH HUMANIS
Hari Sabtu (30/9) siang, saya berkesempatan menghadiri kegiatan Vidafest 2017, sebuah event Festival tahunan yang digelar di kawasan Insitu-Bumi Wedari Vida Bekasi. Ini adalah acara rutin tahunan yang ketiga kalinya ...
Posting Terkait
CATATAN DARI HALAL BI HALAL KOMUNITAS TDA & BLOGGER BEKASI
Sabtu pagi (31/8), sekitar pukul 10.15, saya tiba di Nic's Cafe Bekasi bersama-sama dengan juragan Netcomm Computer Pak Darmawan Syaefullah alias Pak Wawan. Kami memang janjian berangkat bareng dari Cikarang, ...
Posting Terkait
MERAYAKAN ULANG TAHUN KE-44 BERSAMA PESTA DEMOKRASI INDONESIA
epat tanggal 9 April 2014, saya merayakan ulangtahun ke empat puluh empat. Sebuah perayaan yang mengesankan karena tepat di hari yang sama merupakan hari Pemilu Legislatif dan juga ditetapkan pemerintah ...
Posting Terkait
Komodo (sumber : Kompas.com)
Menarik sekali membaca blog Mas Priyadi yang membahas soal Fakta-Fakta di Balik New 7 Wonders yang digagas oleh sebuah perusahaan privat di Swiss untuk melakukan pemilihan 7 keajaiban dunia baru ...
Posting Terkait
NGEBLOG ADALAH SALAH SATU CARA SAYA MENSYUKURI KEHIDUPAN
alam acara Blogilicious Jakarta yang diselenggarakan akhir Juni silam, saya sempat terhenyak pada pertanyaan seorang peserta kepada saya yang ketika itu membawakan materi mengenai "Tips Blogging". Peserta tersebut menanyakan, "Apakah ...
Posting Terkait
GOOD BYE 2008, HELLO 2009!
Selalu ada kesedihan sekaligus kegembiraan menyeruak di dada ketika pergantian tahun tiba.  Dan di penghujung tahun ini, saya kembali merasakan sensasi serupa. Kesedihan karena akhirnya meninggalkan tahun yang penuh kesan dan ...
Posting Terkait
“OLEH-OLEH” DARI WORDCAMP : LIVE PERFORMANCE ZARRO & FRIEND’S
Pada Hari kedua acara Wordcamp Indonesia di Erasmus Huis Hari Minggu tanggal 18 Januari 2009, usai makan siang, secara spesial ditampilkan Zarro & Friend's yang menyanyikan lagu-lagu beraliran Brazilian Jazz selama ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (5) : EKSOTISME ASTA TINGGI & SENTRA PERAJIN KERIS SUMENEP YANG MENGESANKAN
eusai menunaikan Sholat Dhuhur di Masjid Jami' Sumenep, rombongan kami kemudian bergerak ke kompleks Pemakaman Raja-Raja Sumenep dan kerabatnya, Asta Tinggi, yang ditempuh kurang lebih 10 menit dengan bis. Asta ...
Posting Terkait
IDBLOGNETWORK YANG “YUNOMISOWEL”
FILM “ANAK MUDA PALSU” : TENTANG KESETIAKAWANAN DAN
VIDAFEST 2017 : MENISCAYAKAN KAWASAN HUNIAN KOLEKTIF YANG
CATATAN DARI HALAL BI HALAL KOMUNITAS TDA &
MERAYAKAN ULANG TAHUN KE-44 BERSAMA PESTA DEMOKRASI INDONESIA
NEW 7 WONDERS DAN KONTRAVERSI YANG MENYERTAINYA
NGEBLOG ADALAH SALAH SATU CARA SAYA MENSYUKURI KEHIDUPAN
GOOD BYE 2008, HELLO 2009!
“OLEH-OLEH” DARI WORDCAMP : LIVE PERFORMANCE ZARRO &
WISATA BUDAYA MADURA (5) : EKSOTISME ASTA TINGGI

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *