HARI BLOGGER NASIONAL, SETELAH TUJUH TAHUN BERLALU

atgMerayakan Hari Blogger Nasional ketujuh,  27 Oktober 2014 hari ini, setidaknya ada 2 hal aktual yang bisa dijadikan momentum dalam peringatannya. Yang pertama adalah meroketnya popularitas blog Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden RI ketujuh Pak Jokowi. Blog yang beralamat di www.misterkacang.blogspot.com dan bertajuk “Diary Anak Kampung” ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena gaya penyajiannya yang lepas, kocak dan ceplas-ceplos. Kaesang menulis dengan cirinya tersendiri tanpa harus “tersandera” untuk “Jaga Image” sebagai putra sang presiden. Ia menyampaikan opini serta kesan-kesan pribadinya secara lugas—bahkan mungkin terkesan alay—kepada para pembacanya dan membaginya ke dunia maya, begitu ekspresif namun menghentak.

Yang kedua adalah pertemuan blogger yang bertajuk #kumpulblogger dan dilaksanakan di Hotel Harris Tebet pada hari Sabtu,25 Oktober 2014. Sayang saya tidak bisa memenuhi undangan pada pertemuan tersebut karena berada di Yogya untuk menghadiri pernikahan adik ipar. Kendati demikian saya cukup aktif menyimak linimasa bertagar #kumpulblogger di twitter yang menceritakan apa saja yang terjadi dalam pertemuan bertema “Kenangan Blogger vs Blogger Kenangan” itu. Banyak hal menarik yang bisa menjadi catatan antara lain sejauh mana peran blogger Indonesia dalam memberdayakan kiprahnya tak hanya sebagai media berekspresi secara online namun juga sebagai sarana berbagi dan menggalang gerakan kepedulian sosial kemasyarakatan.  Selain itu disoroti pula mengenai kecenderungan ngeblog yang belakangan ini telah berubah spiritnya sebagai ladang mencari uang lewat profesi buzzer maupun blog monetizing.

Teknologi komunikasi memang telah mengubah wajah dunia.  Sadar atau tidak, kita telah terkoneksi satu sama lain. 19 tahun silam, Michael Hauben yang saat itu baru berusia 22 tahun menulis mimpinya tentang kehidupan sosial masyarakat dimasa depan yang saling terhubung melalui internet. Hauben menulis : “Nantinya banyak orang yang akan menjadi bagian dari komunitas online, memberikan kontribusinya untuk menghidupkan dunia internet dan membangun kesejahteraan dengan ide dan nilai-nilai yang terkandung dalam Netizenship”. Pernyataan itu kian mendapatkan pembenaran empiris saat ini karena seseorang sekarang tak sekedar hanya mempunyai  identitas kewarganegaraan (citizenship) tapi juga memiliki identitas sosial di dunia internet (netizenship)

299506_10150318533318486_1191893110_n

Netizen menyajikan lanskap baru dalam dunia interaksi digital yang “horizontal”. Mereka terkait ke dalam dunia maya secara online dan realtime. Bagi Netizen adalah tidak terlalu penting lagi mempersoalkan perbedaan vertikal yang dipersonafikasikan dalam bentuk status sosial,pangkat, jabatan, bangsa, usia, suku bahkan agama. Kesempatan berkomunikasi secara “many-to-many” membuat Netizen yang berasal dari berbagai Citizen besatu padu  membentuk komunitas tersendiri yang kerapkali memiliki daya tawar kuat dan masif untuk mempengaruhi kebijakan di ranah citizen yang dianggap tidak adil bagi kemanusiaan maupun hubungan sosial.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Potensi yang dimiliki negeri ini sungguh besar. Menurut Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Septriana Tangkary dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif (Incakap) yang mengusung tema “Membangun Budaya Internet Sehat dan Aman (INSAN) Menuju Masyarakat Cerdas, Kreatif dan Produktif” kerjasama antara Kementerian Kominfo dengan relawan teknologi informasi dan komunikasi Provinsi Lampung dan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya di Bandar Lampung, Rabu (7/5/2014),” pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dengan capaian tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-8 di dunia. Dari jumlah pengguna internet tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun. Untuk pengguna facebook, Indonesia di peringkat ke-4 besar dunia”.

Bagaimana dengan dunia blog di Indonesia? Data terakhir dari salingsilang.com tahun 2011 menyebutkan ada 5.270.658 blog di Indonesia. Jumlah ini meningkat begitu signifikan sejak pencanangan hari blogger nasional tahun 2007 yang waktu itu hanya berkisar 500.000 blog. Merebaknya media sosial lain misalnya Facebook, Twitter atau Path disinyalir menyebabkan gairah ngeblog di Indonesia relatif menurun.  Dengan kemampuan interaksi yang lebih reaktif, cepat dan praktis melalui smartphone dan akses internet yang harganya kian terjangkau, media sosial ini mampu membuat penggiat blog berpaling dan cenderung mulai mengabaikan rencana untuk update blognya secara periodik (termasuk saya ..hehehe 🙂 )

Setelah tujuh tahun berlalu memang sudah banyak yang berubah dalam dinamika dunia blog di Indonesia. Bagi saya kecenderungan merebaknya media sosial lain yang kian menggerus popularitas blog sebagai media berbagi dan berekspresi serta konten blog yang kian banyak diisi oleh sarana promosi produk, seyogyanya menjadi tantangan para blogger untuk tetap memelihara idealisme dan konsistensinya untuk secara rutin mengisi blog dengan konten-konten berkualitas dan memikat.

Pada awal saya memulai ngeblog memang sudah saya niatkan sebagai sebuah monumen kenangan untuk menyimpan hal-hal penting (dan juga tidak penting) sepanjang perjalanan hidup saya selama ini. Blog adalah sebuah “sidik jiwa” yang memahat setiap serpih-serpih fragmen kehidupan yang saya jalani dan berbeda dengan apa yang dialami oleh orang lain, dalam sebuah catatan online. Episode-episode kehidupan itu boleh jadi akan menjadi referensi bermanfaat buat orang lain, setidaknya menjadi “jembatan hati” yang menghubungkan pengalaman kami masing-masing pada sebuah ruang waktu dan tempat berbeda.

Fungsi blog juga saya jadikan pula sebagai tempat dokumentasi online terbaik bagi karya-karya saya. Dengan “arsip online” seperti ini saya tak perlu risau bila suatu waktu dokumen saya rusak dimakan rayap, misalnya. Kapan saja bila saya ingin membacanya kembali, tetap bisa membukanya, dimana saja sepanjang koneksi internet tersedia. Termasuk melalui fasilitas smartphone yang saya miliki.

Dengan menulis di Blog saya menjadi “penguasa otonom” atas apa yang saya tulis. Tidak ada campur tangan editor atau penguasa media yang mengatur saya seharusnya menulis ini dan tak boleh menulis itu. Sentuhan personal seperti ini justru menghasilkan ikatan interaksi kolegial antara saya dan pembaca-pembaca blog saya. Lihatlah, betapa terharunya saya ketika dengan tak terduga mendapat respon pembaca yang tiba-tiba membatalkan niatnya menceraikan sang istri hanya setelah membaca posting di blog saya yang membahas perjuangan saya mendapatkan anak melalui usaha medis maupun mistis, Atau betapa bahagianya saya menyaksikan seorang kawan tertawa terpingkal-pingkal saat membaca tulisan saya menjadi Papi Sitter untuk kedua anak saya. Dan disaat saya merayakan ulang tahun perkawinan, persembahan surat cinta terbuka buat istri tercinta yang saya tulis di blog menjadi hadiah romantis paling manis buatnya. Begitulah, blog menjelma menjadi sebuah ruang kontemplasi  humanis dengan sentuhan personal. Ngeblog telah membuat saya berekspesi sebagai diri sendiri, menjadi Netizen di era cyber yang terus bergemuruh.

Ngeblog juga membuka horison pertemanan baru buat saya. Berbagai interaksi online yang terjadi melalui blog membuat saya berada ditengah-tengah kawan-kawan yang memiliki hobi sama, lintas profesi, usia dan jabatan. Berbagai event kopdar saya hadiri dan menjadi bagian integral masyarakat informasi global saat ini. Dan itu, sungguh membahagiakan.

 

Ngeblog & Pilihan untuk “Menjadi”

Walau banyak kalangan yang menilai ngeblog sudah kian bergeser spiritnya sebagai media untuk mempromosikan produk dan sudah tidak memiliki daya tarik lagi dibanding piranti media sosial yang lain, buat saya ngeblog adalah sebuah pilihan untuk “menjadi”. Saya memilih ngeblog karena saya menyukai aktifitas tersebut sebagai bagian dari passion, “gairah berbagi” lewat dunia maya dan menjadi “diri” saya sesungguhnya, seutuhnya, dalam bingkai tulisan yang saya sajikan.

Saya memang tak memungkiri bahwa dalam beberapa kesempatan saya juga menerima tawaran sebagai buzzer produk, namun tetap saya berusaha untuk tidak meninggalkan ciri dan karakter saya dalam menulis serta lebih menonjolkan unsur “user experience” dan tentunya semangat berbagi dengan sentuhan personal.

Fenomena sang putra presiden yang menyajikan gaya penulisan yang renyah dan lugas di blognya menjadi sebuah indikasi blog menjadi sarana untuk menyalurkan ekspresi personal dan berdialog secara interaktif bersama pembacanya. Sampai kapanpun. Blog telah menjelma sebagai bagian dari komunitas online dengan spirit luhur: membangun kesejahteraan dengan ide dan nilai-nilai yang terkandung dalam Netizenship

Selamat Hari Blogger Nasional !

 

Related Posts
Pemotongan Tumpeng HUT Pertama Politikana oleh Enda Nasution, salah satu pengelola situs politik web 2.0
Tadi malam (27/4)--disela-sela kesibukan pindahan gedung kantor-- saya hadir dan menjadi saksi sebuah sejarah peringatan ulang tahun pertama Politikana, sebuah situs politik Web 2.0 yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan ...
Posting Terkait
KISAH PERJALANAN KE PERTH (3) : KINGS PARK BOTANICAL GARDEN, TAMAN KOTA YANG MEMUKAU !
amis pagi (29/8), rombongan kami sudah siap berkemas-kemas untuk check-out dari hotel. Hari ini adalah hari terakhir kami di Perth. Rencananya, sore harinya, kami akan terbang kembali ke Jakarta dengan ...
Posting Terkait
UNTUK MEREKA, YANG MENYISAKAN JEJAK INDAH DI BATIN
HARI ini, 2 Mei 2008, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, izinkan saya membagi sebagian serpih-serpih kenangan tentang beberapa orang guru saya sejak SD hingga Universitas yang telah menorehkan jejak ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (2) : MENYINGKAP “MISTERI” BATIK GENTONGAN MADURA
erjalanan kami para peserta Cultural Trip Potret Mahakarya Indonesia terus berlanjut. Setelah makan siang di Bebek Songkem Bangkalan, bis yang kami tumpangi terus melaju menuju Tanjung Bumi. Sambil duduk di ...
Posting Terkait
PENGALAMAN BERKURBAN (2) : ANTARA SAPI,PARTISIPASI DAN MUTILASI
Dua tahun silam, sama seperti pernah saya ceritakan disini, hari ini Rabu (17/11) tepat di Hari Raya Idul Adha 1431 H saya kembali berpartisipasi berpatungan bersama 6 orang warga RT ...
Posting Terkait
JEDA KARIR DAN UPAYA MEREVITALISASI “MOVE-ON”
emberitahuan itu datang tak terduga di Jum'at siang, 18 Maret 2016. Meski terus terang, sebenarnya saya sudah mempersiapkan fisik maupun mental menerima segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi dengan mengamati situasi ...
Posting Terkait
PENGALAMAN MENCONTRENG DI PILPRES 2009: ASTAGA, MASIH JADI BRONDONG LAGI !
Hari Kamis pagi (8/7), bersama"pasukan" rumah, saya bersiap menuju Tempat Pemungutan Suara yang terletak dibelakang rumah kami. Lapangan bulutangkis yang berada tepat didepan Mushalla Al-Ishlah RT 02 "disulap" menjadi arena ...
Posting Terkait
MAJU TERUS BLOGGER NUSANTARA !
anggal 9-11 November 2012 mendatang sebuah momen penting akan digelar di Kota Daeng, Makassar. Kopdar Blogger Nusantara yang untuk kali kedua diadakan setelah sebelumnya dilaksanakan di Sidoarjo, menjadi momentum penting ...
Posting Terkait
MENDADAK “BREKELE”!
Catatan : Foto diambil di Hypermart Mall Lippo Cikarang, Sabtu (7/6) dalam rangka promosi pembelian obat nyamuk Baygon. Pokoknya yang penting gaya!. Keriting itu sexy juga kok! 😀
Posting Terkait
POSTER FILM SERAM DIPINGGIR JALAN
Tadi pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor dari atas bis AC 132 Jurusan Bekasi Timur-Lebak Bulus, saya menemukan sebuah pemandangan menarik dan sempat bikin bulu kuduk merinding. Pada Pojok Perempatan ...
Posting Terkait
DARI ULTAH PERTAMA POLITIKANA : MERIAH, HEBOH DAN
KISAH PERJALANAN KE PERTH (3) : KINGS PARK
UNTUK MEREKA, YANG MENYISAKAN JEJAK INDAH DI BATIN
WISATA BUDAYA MADURA (2) : MENYINGKAP “MISTERI” BATIK
PENGALAMAN BERKURBAN (2) : ANTARA SAPI,PARTISIPASI DAN MUTILASI
JEDA KARIR DAN UPAYA MEREVITALISASI “MOVE-ON”
PENGALAMAN MENCONTRENG DI PILPRES 2009: ASTAGA, MASIH JADI
MAJU TERUS BLOGGER NUSANTARA !
MENDADAK “BREKELE”!
POSTER FILM SERAM DIPINGGIR JALAN

12 comments

  1. Nih, yang selalu bikin saya senang berkunjung ke blognya Bang Amril, tulisannya selalu cadas, bernas dan lugas.

    Selamat Hari Blogger, Bang Amril, jangan pernah berhenti menuliskan hal-hal yang inspiratif ya 🙂

  2. Di Makassar, Hari Blogger Nasional (HBN) tidak ada yang merayakannya. Entah lupa atau tidak ada yang tahu.

    Btw, walaupun sudah lewat, selamat HBN 2014 Daeng. Tulisan ini sangat bagus dan satu-satunya yang saya baca tentang HBN 2014.

    Salam dari Makassar.

  3. Keep Blogging, om ATG
    Sudah lama sekali gak dengar advices dan cerita2 menarik seputar Blogging dari om nih…

    Sampai ketemu lagi yah Om…
    Ini ada salam dari Salfa, ponakan Om yang akan terdidik jadi Blogger juga insya Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *