SEWINDU ANGINGMAMMIRI : MENJAGA KONSISTENSI BERBAGI EKSPRESI & INSPIRASI

Komunitas Blogger Makassar, Anging MammiriTanpa terasa usia Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri, memasuki  delapan tahun  pada tanggal 25 November 2014. Sebuah tanggal yang selalu saya hafal karena merupakan ulang tahun ibunda saya tercinta dan juga anak pertama saya, Rizky. Perjalanan Komunitas Blogger yang lahir sewindu silam ini memang cukup fenomenal. Bukan sekedar karena komunitas ini merupakan komunitas blogger pertama di Indonesia Timur namun yang paling penting adalah AngingMammiri masih tetap membuktikan eksistensinya di dengan rangkaian kiprah baik di dunia nyata maupun dunia maya hingga kini ketika sejumlah komunitas blogger berbasis daerah tidak menunjukkan geliat aktifitas se-gegap gempita saat pertama kali muncul dulu.

Saya masih ingat betul saat Komunitas ini pertama kali muncul di jagad blog Indonesia 8 tahun silam. Baru segelintir orang yang bergabung saat Irayani Queencyputri menggagas kehadiran komunitas yang mengambil nama khas “Anging Mammiri” yang berarti angin sepoi-sepoi ini. Nama ini terinspirasi dari salah satu lagu daerah Makassar yang begitu terkenal dimana hembusan angin laut yang berdesir lembut kerapkali dinikmati warga orang-orang do Makassar sembari menyaksikan mentari tenggelam dari tepi pantai Losari.

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

Sebagaimana diungkap pada arsip tautan di Yahoo Indonesia 3 tahun lalu:

Awalnya, komunitas Blogger Makassar terbentuk karena rasa ‘iri hati’ melihat komunitas-komunitas blogger di kota lain yang sudah berkembang lebih dulu. Komunitas ini berawal dari beberapa blogger Makassar yang terdaftar pada komunitas blogger Blogfam (Blogger Family). Ini salah satu pionir komunitas blogger di Indonesia, yang didirikan oleh Labibah Zain, yang lebih dikenal dengan nama Maknyak.

Suatu hari di bulan November 2004, Maknyak datang mengadakan riset penelitian sekaligus bertemu dengan para blogger yang ada di Makassar. Kopi darat yang dihadiri beberapa anggota Blogfam di Makassar itu lalu berlanjut ke kopi-kopi darat selanjutnya, lalu ide untuk membentuk komunitas blogger Makassar.
Ide itu lumayan makan waktu untuk terealisasikan. Setelah berbulan-bulan, akhirnya bibit komunitas muncul dengan dibukanya milis blogger Makassar di http://groups.yahoo.com/group/blogger_makassar. Lalu menyusul situs angingmammiri.org pada 16 Oktober 2006, yang dilengkapi slogan “Tempat Kumpulna Blogger Makassar”, yang bukan dimaksudkan sebagai pembatas geografis, namun sebagai “merek” untuk mengikat blogger yang memiliki jejak historis di Makassar, meski ia bisa saja tinggal di belahan dunia lainnya.

Komunitas ini kemudian diresmikan sebagai Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri.org pada tanggal 25 November 2006. Dari 114 blogger di situs angingmammiri.org, dan 100 blogger yang terdaftar di mailing list Blogger Makassar, jumlah itu kini menjadi lebih dari 1000 blogger di situs angingmammiri.org, dan 623 blogger yang terdaftar di mailing list blogger Makassar.

talkshow-3.jpgSaya sangat antusias untuk bergabung di komunitas ini, tidak hanya karena alasan romantik : saya lahir dan besar di Makassar namun saya merasa komunitas blogger Makassar Anging Mammiri memiliki spirit yang selaras yakni semangat berbagi ekspresi dan inspirasi melalui blog. Di komunitas ini bergabung para blogger yang  tak hanya tinggal di Makassar, pernah tinggal di Makassar, berasal dari Makassar, tetapi juga memiliki ikatan khusus dengan Makassar. Batasan umur, tingkat pendidikan maupun latar belakang profesi tidaklah menjadi kendala berarti, semuanya berbaur dan berinteraksi secara aktif baik komentar melalui mailing list maupun di blog. 

Komunitas Blogger AngingMammiri berhasil membuktikan kalau komunitas ini tidak hanya untuk bersenang-senang dan kumpul-kumpul belaka, Berbagai kegiatan amal dan sosial sampai kegiatan serius pun telah dilakoni. Beberapa diantaranya adalah pelatihan tentang blog, sosialisasi tentang blog, seminar dan bincang-bincang IT dan Blog, serta kunjungan ke panti asuhan . Anging Mammiri membuktikan bahwa hanya dengan bermodalkan tekad yang kuat yang disertai kebersamaan dan kekeluargaan yang tinggi di antara para anggota, tidak ada hal yang sulit untuk diwujudkan. Komunitas non profit ini tumbuh di atas akar yang kuat bernama kebersamaan dan kekeluargaan. Blogger-blogger yang sebagian besar berusia muda ini disatukan dengan sebuah semangat untuk lebih memperkenalkan dan membudayakan blog yang punya banyak manfaat sebagai ajang berbagi informasi, ekspresi dan inspirasi.

Saya masih ingat betul ketika hadir merayakan ulang tahun pertama komunitas ini,25 November 2007 yang ditandai dengan talkshow “Blog: Voice of Freedom” di MTC Karebosi bersama mas Budi Putra (saat ini menjadi CEO Jakarta Post Digital)  dan kak Moch.Hasymi Ibrahim (Penggagas situs jurnalisme warga “Panyingkul” dan juga Budayawan Makassar). Kemudian di tahun berikutnya saya kembali datang merayakan ulangtahun kedua sekaligus peluncuran buku kompilasi karya blogger Makassar “Ijo Anget-Anget” yang diterbitkan oleh Gradien Mediatama.

iaa_kerbau_ngikik-resize

Hingga saat ini Anging Mammiri terus menorehkan berbagai kiprah termasuk secara rutin menggelar acara diskusi/sharing bertajuk Tudang Sipulung setiap bulan yang mengangkat tema-tema aktual, memikat dan spesifik serta menjadi fasilitator pada sejumlah pelatihan blog bekerjasama dengan sejumlah lembaga terkait.

Ajang nasional temu “Blogger Nusantara” tanggal 9-11 November 2012 merupakan salah satu tonggak yang begitu bersejarah dimana Komunitas Blogger Anging Mammiri menjadi penyelenggara sekaligus tuan rumah yang baik dalam menggelar acara berskala besar. Event ini merupakan ajang keakraban para pegiat dan pekerja maya yang mau menyempatkan diri untuk bertemu secara langsung dari persahabatan yang sudah terjadi di internet. Peserta datang dengan biaya sendiri dan berasal dari seluruh Indonesia, baik dari komunitas-komunitas blogger yang terbentuk di kota-kota besar, blogger individual maupun dari pengguna internet.

Hadirnya perhelatan akbar pertemuan blogger berskala nasional yang diselenggarakan pertama kalinya diluar Jawa ini memegang makna penting karena kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa Makassar yang kerap disebut sebagai “Pintu Gerbang Indonesia Timur” mampu melaksanakannya dengan rangkaian acara yang memikat lewat kepanitiaan yang dimotori oleh rekan-rekan Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri. Apalagi momen ini bertepatan dengan Hari Jadi Kota Makassar tanggal 9 November.

Menjelang perayaan Sewindu Anging Mammiri harapan saya agar kehadiran komunitas ini akan memberikan implikasi sosial yang efektif terutama bagi tumbuh dan berkembangnya iklim & budaya menulis, mengungkapkan aspirasi serta pendapat secara terbuka, demokratis dan elegan lewat blog serta menjadi pelopor lahirnya blogger-blogger baru yang “menularkan” semangat kebangsaan yang positif. Dalam skala yang lebih luas, diharapkan Anging Mammiri menghasilkan inisiatif strategis dan taktis untuk memberikan kontribusi lebih luas bagi upaya mengembangkan kebebasan berekspresi, terbuka dan bertanggung jawab di Internet pada tingkat regional dan global.

Selamat Ulang Tahun Kedelapan Anging Mammiri !


 

Related Posts
ROMANTIKA MUDIK KE MAKASSAR (2) : MENIKMATI SENJA TERAKHIR RAMADHAN DI PANTAI LOSARI
i penghujung Ramadhan 1434 H, Rabu (7/8), saya menikmati sajian sahur yang dibuat oleh isteri dan ibu saya dengan penuh rasa syukur. Betapa damai rasanya hati ini menyaksikan kedua orang ...
Posting Terkait
TRADISI TUMBILOTOHE YANG MENGESANKAN
enangan masa remaja itu masih melekat di hati hingga kini. Menjelang akhir Ramadhan, saat baru saja tamat SMA , saya berkunjung ke tanah kelahiran kedua orang tua saya — juga kampung ...
Posting Terkait
MUDIK LEBARAN KE YOGYA (3) : DARI MUSEUM BENTENG VREDEBURG HINGGA KE KOMPLEKS MAKAM RAJA IMOGIRI
ekitar pukul 11.30 siang, Rabu (30/7), kami check-out dari hotel Malioboro Palace dan dengan menumpang taksi kami pulang ke Kuncen. Disana kami bertemu dengan kakak Ipar saya, mas Sukarjana yang ...
Posting Terkait
Talkshow tentang Sumpah Pemuda 2.0, dipandu oleh Jaya Suprana
Sudah lewat seminggu lalu acaranya, namun kenangan masih membekas begitu nyata di benak. Ya, acara Sumpah Pemuda 2.0 yang digelar oleh XL, sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka negeri ini bertempat di ...
Posting Terkait
Kemarin pagi sebuah email yang cukup menghentak masuk ke inbox saya. Judulnya "I'm (offically) taking off my high heels". Email itu datang dari sahabat saya, Sandy Tiara, Application Engineer pada ...
Posting Terkait
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?
Tune, Piyo-Piyohu Ngana Uti ? emikian ucapan yang kerap saya dengar dari ayah saya di Makassar pada ujung telepon saat menanyakan kabar saya bersama keluarga di Cikarang. Ucapan dalam bahasa ...
Posting Terkait
PENGALAMAN JADI KHATIB KULTUM DAN IMAM TARAWIH DI MUSHALLA
awaran itu datang akhir bulan lalu. Pak Yuliusman, salah satu pengurus Mushalla Al-Ishlah RT 02/RW 10 Perumahan Cikarang Baru yang terletak persis dibelakang rumah, meminta saya untuk mengisi Kultum (Kuliah Tujuh ...
Posting Terkait
SEMARAK BLOGILICIOUS KITO PALEMBANG
agi di Palembang terlihat begitu bersahabat "menyambut" kedatangan saya di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Sabtu (4/6). Setelah mengurus bagasi, bersama 2 pembicara dari Jakarta lainnya, mas Iman Brotoseno dan ...
Posting Terkait
CATATAN DARI NONTON BARENG “RUMAH TANPA JENDELA”
Minggu pagi (27/2), kami sekeluarga sudah bersiap-siap berangkat ke Jakarta untuk menghadiri acara nonton bareng film "Rumah Tanpa Jendela" yang dilaksanakan oleh Komunitas Mata Sinema. Syukurlah sebagai anggota blogger Bekasi, ...
Posting Terkait
DARI TALKSHOW DI PERPUSTAKAAN BANK INDONESIA ; MENULIS ITU MENYENANGKAN !
"unia Menulis sesungguhnya Dunia Orang Biasa!," demikian ujar mas Junanto Herdiawan, penulis buku "Shocking Japan", "Shocking Korea" dan "Japan After Shock" ini dalam acara Talkshow "Menulis Itu Menyenangkan" yang diselenggarakan ...
Posting Terkait
ROMANTIKA MUDIK KE MAKASSAR (2) : MENIKMATI SENJA
TRADISI TUMBILOTOHE YANG MENGESANKAN
MUDIK LEBARAN KE YOGYA (3) : DARI MUSEUM
CATATAN TERTINGGAL DARI SUMPAH PEMUDA 2.0 (Bagian Pertama)
SHE JUST TAKING OFF HER HIGH HEELS
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?
PENGALAMAN JADI KHATIB KULTUM DAN IMAM TARAWIH DI
SEMARAK BLOGILICIOUS KITO PALEMBANG
CATATAN DARI NONTON BARENG “RUMAH TANPA JENDELA”
DARI TALKSHOW DI PERPUSTAKAAN BANK INDONESIA ; MENULIS

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *