CATATAN DARI SIMPOSIUM MIGAS NASIONAL 2015 MAKASSAR (1)

IMG_8099 (Copy)Ballroom Phinisi Hotel Clarion Makassar terlihat ramai dan meriah, Hari Rabu pagi (25/2) saat saya tiba untuk menghadiri perhelatan akbar Simposium Migas Nasional (SNM) yang digelar Komunitas Migas Indonesia (KMI) chapter Sulawesi Selatan. Ketua KMI Sulsel, Ilham Hasan dan Ketua Panitia SNM Makassar, Deddy Irfan, menyambut saya dengan hangat. Saya kemudian menyapa Pak S.Herry Putranto, Ketua Komunitas Migas Indonesia Pusat juga Prof.DR.Ir.Syamsir Abduh dari Dewan Energi Nasional yang duduk di kursi bagian depan. Tidak hanya itu saya juga bertemu dengan DR.Ir.Ilham Alimuddin, rekan “seperjuangan” saya saat Mahasiswa dulu dan kini menjadi dosen Teknik Geologi Unhas. “Setelah 20 tahun berlalu, baru kali ini kita ketemu lagi ya,” katanya sambil tersenyum lebar lalu menjabat tangan saya dengan erat.

IMG_8107 (Copy)

IMG_8104 (Copy)Acara yang bertema “Perkembangan, Potensi dan Tantangan Sektor Migas di Kawasan Timur Indonesia”ini menghadirkan sejumlah pembicara yang berkompoten dalam bidang masing-masing. Tepat pukul 09.30 acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama tim Paduan Suara Mahasiswa Unhas dilanjutkan dengan Tari Padduppa yang dibawakan unit seni mahasiswa Unhas. Tarian selamat datang ini disajikan dengan memukau.

IMG_8111 (Copy)

Pada kesempatan berikutnya tampil Ketua Panitia Pelaksana Dedy Irfan yang melaporkan kegiatan Simposium Nasional Migas ini sebagai bagian dari upaya untuk mendapatkan masukan dan informasi mengenai potensi serta tantangan sektor migas khususnya di Indonesia Bagian Timur. Menurutnya, Simposium ini memiliki makna penting dalam hal membangun jaringan yang harmonis dan konstruktif diantara pelaku & praktisi migas tanah air.

IMG_8114 (Copy)

Ketua Komunitas Migas Indonesia, S.Herry Putranto di kesempatan berikutnya berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan industri migas ke daerah timur Indonesia. Dengan begitu maka akan terjadi transfer teknologi dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, kata Herry, perlu dukungan dari pemerintah pusat ataupun daerah untuk memberikan kemudahan investasi di sektor migas.

DR.Ir.Nasruddin Salam, MT selaku kepala Lembaga Kajian & Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin, mewakili Rektor Unhas pada kesempatan menyampaikan kata sambutannya sangat berharap agar hasil simposium ini bisa segera ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang komprehensif. “Tentunya Unhas akan siap menjadi mitra strategis dalam upaya-upaya konstruktif mengembangkan industri migas di Kawasan Timur Indonesia,” lanjut mantan Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan ini bersemangat.

Sementara itu, dalam kata sambutannya,mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan Gunawan Palaguna  menyambut baik dan sangat mengapresiasi pelaksanaan Simposium ini yang merupakan simposium migas berskala nasional yang pertama kali diadakan di Makassar. “Harapan saya, kedepan, Makassar bisa menjadi “hub” industri migas di kawasan Timur Indonesia dengan menyiapkan infrastruktur yang memadai dan menunjang segala aktifitas yang dibutuhkan,”katanya bersemangat. Beliau kemudian menambahkan informasi pada tahun ini di Sulawesi Selatan ada aktivitas eksplorasi minyak ataupun gas bumi. Rencananya akan ada sembilan sumur gas yang akan dieksploitasi menjadi gas alam cair (liquefied natural gas/ LNG) dan hasil produksinya diekspor, dengan tahap awal sebesar 500 ton pada Desember 2015.

IMG_8124 (Copy)

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM dalam sambutannya yang diwakili Kasubdit Pengawasan Eksploitasi Dirjen Migas Patuan Alfon Simanjuntak mengatakan memahami kendala administratif berupa kerumitan birokrasi dan regulasi yang kerap menjadi masalah dalam industri migas. “Kami terus mendorong upaya penyederhaan dan kemudahan berinvestasi di industri migas. Salah satu upaya yang sedang dilakukan pemerintah adalah melakukan revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi. Kami juga sedang mengkaji perizinan satu pintu untuk menghindari hambatan birokrasi,” ujarnya antusias. Seusai menyampaikan kata sambutan beliau kemudian membuka acara Simposium dengan memukul gong yang sudah disiapkan.

(Bersambung)

Related Posts
CATATAN DARI SIMPOSIUM MIGAS NASIONAL 2015 MAKASSAR (2)
eusai prosesi pembukaan Simposium Migas Nasional, dilanjutkan dengan Diskusi sesi pertama yang masing-masing menghadirkan Didi Setiarto (Kepala Divisi Pertimbangan Hukum dan Formalitas SKK Migas), Prof.DR.Ir.Syamsir Abduh (Dewan Energi Nasional), Prof.Hikmahanto ...
Posting Terkait
CATATAN DARI SIMPOSIUM MIGAS NASIONAL 2015 MAKASSAR (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *