JIWA INDONESIA DALAM HENTAKAN RITMIS TARIAN GANDRANG BULO

 

 Saya (paling kiri) bersama kawan-kawan TK Aisyah Makassar menarikan Gandrang Bulo, 1976

 Masih terbayang di benak saya kenangan 39 tahun silam. Saat itu, saya bersama kawan-kawan di TK Aisyah Makassar menarikan tarian Gandrang Bulo di TVRI Makassar. Saya masih ingat betul, menjelang pertunjukan yang merupakan debut pertama saya tampil di layar kaca, ibu mendandani saya dengan serius. Segala detail diperhatikan, termasuk mengoleskan bedak di pipi dan merapikan songkok khas penari yang menjulang dan memastikan saya tampil dalam kondisi “ganteng maksimal” 🙂  Pokoknya sang putra sulung tercinta mesti tampil setampan mungkin di depan kamera dengan kostum khas ala Makassar yang eksotik.

Kurang lebih sebulan lamanya kami berlatih tarian bertempo cepat dan kocak itu di sekolah. Seorang pelatih khusus didatangkan. Saya lupa namanya, namun saya masih ingat ekspresi wajah lelaki itu yang ramah dan murah senyum. Kami kerapkali tertawa terpingkal-pingkal ketika ia memberi contoh cara bertingkah laku lucu dalam tarian Gandrang Bulo. Kami pun kemudian berusaha menirukan gerak-geriknya semirip mungkin ditambah berbagai “improvisasi” untuk menambah dramatisasi tari.

Ini merupakan sebuah penampilan yang cukup bergengsi dan saya bangga menjadi satu diantara sekian banyak murid TK Aisyah terpilih menarikan Gandrang Bulo yang kelak akan dinikmati banyak pemirsa televisi khususnya di Makassar. Konon, agar si putra sulung tercinta bisa disaksikan menari di Televisi, ayah saya sampai meminta teman-teman kerjanya di Departemen Pertanian Makassar menonton acara yang diadakan mulai jam 17.00 sore itu. Kedua orangtua saya ikut mendampingi saat pementasan tarian ini di studio.

5 tahun lalu, tepatnya 30 Oktober 2010, saat ajang pembukaan Pesta Blogger yang dilaksanakan di Rasuna Episentrum Walk disajikan tarian Gandrang Bulo yang spektakuler. Sekitar 15 anak dengan pakaian merah mencorong menarikan tari ini dengan penuh semangat diiringi musik tradisional ala Makassar. Sangat memukau. Keharuan menikam begitu dalam di batin saya saat menyaksikan aksi mereka. Terbayang kembali masa kecil yang indah bergoyang dengan tarian yang sama, berjoged lepas tanpa beban dengan senyum senantiasa mengembang lalu melontarkan dialog-dialog lucu yang kental dengan kritik atau sindiran disertai gerak anggota badan yang kocak. Ini sangat pas dengan representasi para blogger yang menulis lepas di blog masing-masing dengan melontarkan kritik pada fenomena sosial yang terjadi di masyarakat saat ini secara independen.

Gandrang memiliki makna menabuh atau memukul, bulo berarti bambu. Pada awalnya Gandrang Bulo belum diringi dengan tabuhan gendang, rebab, kecapi dan terompet, tetapi dengan sejenis bambu berbentuk sederhana yang ditabuh secara ritmis. Gandrang Bulo, adalah kesenian rakyat yang menggabungkan unsur musik, tarian dan dialog kritis nan kocak merupakan sebuah tarian terkenal dengan gerak dinamis dan seringkali dipentaskan dalam acara-acara perhelatan besar baik di Makassar, Nasional bahkan Internasional. Pementasan gandrang bulo diiringi musik tradisional yang terdiri dari potongan bambu yang diadu secara serentak, gendang, dan suling atau alat gesek tradisional Makassar.

Tarian ini amat populer, dimainkan oleh beberapa orang, umumnya 14 sampai 18 penari, dengan gerak tubuh yang membuat penontonnya tertawa. Para pemain gandrang bulo mengenakan pakaian tradisional. Pemain membawakan karakter lucu seperti orang idiot atau orang kampung yang lugu berhadapan dengan pemeran pejabat atau orang berkuasa yang angkuh. Orang idiot dan orang kampung itu selalu berhasil mencibir si pejabat. Begitu lucu gerak-gerik para pemain sehingga orang yang dikritik pun ikut tergelak tertawa. Terkadang kritikan seniman gandrang bulo begitu keras dan radikal. Namun dikemas dalam banyolan segar yang mengundang gelak tawa.

“Gandrang Bulo menjadi tempat mengeluarkan unek-unek mereka, merespon kondisi sosial di sekitarnya,” demikian kata Djumakkara, seorang pimpinan grup Gandrang Bulo Remaja Paropo seperti yang saya kutip dari link ini. Menurutnya, sebagian besar seniman Gandrang Bulo berasal dari masyarakat pinggiran yang acapkali menghadapi kesulitan-kesulitan saat berhadapan dengan para pejabat seperti kepala desa, tentara, dokter atau oknum-oknum pemerintah yang tak menghiraukan mereka. “Merasa tak berdaya mereka tak menyikapi langsung dalam kehidupan nyata, tapi dengan cerdas menampilkannya di atas panggung,” lanjut Djumakkara.

Pada awalnya Gandrang Bulo sebenarnya sekadar tarian yang diiringi oleh gendang. Seiring waktu tarian ini diiringi pula lagu-lagu jenaka, dialog-dialog humor namun sarat kritik dan ditambah gerak tubuh yang mengundang tawa. Kadangpula diselipkan Tari Se’ru atau Tari Pepe pepeka ri makka yang acap kali tampil sendiri di berbagai panggung pertunjukan, namun begitu oleh masyarakat sekitar tetap saja ia dikenal sebagai bagian pertunjukan Gandrang Bulo.

Menurut Daeng Naba, salah seorang seniman Gandrang Bulo di Makassar seperti yang saya kutip dari tulisan di Harian Fajar Sabtu 30 Juni 2007 kerjasama dengan Yayasan Desantara,  saat ini, perubahan Gandrang Bulo bukanlah hal yang aneh. Lantaran perubahan itu, tuturnya, untuk merespon dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Sekitar 1942, misalnya, ketika perang melawan penjajah berkobar, kaum seniman pun tak mau kalah. Mereka membangun basis-basis perlawanan dari atas panggung. Gandrang Bulo pun disulap bukan sekadar tari-tarian, melainkan tempat pembangkit semangat perjuangan dengan mengejek dan menertawakan penjajah dan antek-anteknya. Gandrang Bulo, ketika itu, lantas menjadi kesenian rakyat yang amat populer.

Baru sekitar akhir 1960-an, Gandrang Bulo mengalami kreasi ulang. Menurut Kalimuddin Dg Tombong yang juga seorang seniman asal Gowa, kreasi baru itu dikomandani oleh Dg Nyangka, seniman asal Bontonompo, Gowa. Mulai saat itu Gandrang Bulo dikenal dalam pentas-pentas tarian dalam acara-acara seremonial. Gandrang Bulo macam inilah yang belakangan ini kerap tampil di acara-acara resmi pemerintah maupun partai-partai politik. Namun begitu, meski diterpa berbagai perubahan, toh Gandrang Bulo Ilolo Gading maupun Gandarng Bulo 1942 ini tak pernah kehilangan tempat. Grup-grupnya tersebar di berbagai tempat seperti Gowa, Makassar, Maros, dan Takalar. Gandrang Bulo, demikian mengutip Kalimuddin Dg Tombong, menjadi tempat bebas seniman kampung mengekspresikan problem mereka sehari-hari.

Jiwa Indonesia yang jujur, berani, gigih, gotong royong dan kreatif terwakilkan lewat tarian yang menghentak dinamis ini. Kejujuran mengungkapkan kebenaran, keberanian menyampaikan pendapat, kegigihan meraih cita-cita, gotong royong dalam spirit kebersamaan dan kreatifitas tinggi mengemas tarian ini menjelma tak sekedar menjadi produk budaya namun juga sebagai representasi upaya melontarkan aspirasi secara kocak, tajam, independen namun elegan. Buat saya inilah sebuah perwujudan Mahakarya Indonesia nan agung dan heroik.

Ingatan saya kembali menerawang jauh, nun 39 tahun silam. Saat saya bersama teman-teman Taman Kanak-Kanak menarikan Gandrang Bulo, sembari menyanyikan lagu “Ma’Rencong-Rencong” dengan riang dan penuh semangat…

Battu rate ma’ ri bulang…
ma’ rencong-rencong, ma’ rencong-rencong….
ma ku ta’nang ri bintoeng…..
apa kananna attudendang baule…
“Bunting lompo jako sallang”…

Aku baru tiba dari bulan…
Disana aku menari-nari…
aku bertanya kepada bintang-bintang…
tahukah kamu apa jawabnya kawan…
“Kamu akan berpesta pernikahan yang sangat meriah”…

 

Related Posts
SRIKANDI BLOGGER 2013 : INSPIRASI UNTUK AKTUALISASI PEREMPUAN INDONESIA DI ERA DIGITAL
uasana aula pertemuan lantai 6 Gedung F Kemendiknas Jl.Jenderal Sudirman Jakarta Selatan, Minggu (28/4), terlihat semarak ketika saya, bersama isteri dan kedua buah hati (Rizky dan Alya) tiba dilokasi. Setelah ...
Posting Terkait
MEMPERTANYAKAN TANGGUNG JAWAB DAN NURANI SANG PELAKU TABRAK LARI
aya terhenyak saat membaca berita yang tertera di mailing list Cikarang Baru setelah kami sekeluarga baru keluar menonton film "Brandal-Brandal Ciliwung"  Jum'at (17/8) sore. Saya memang baru menyalakan Blackberry dan ...
Posting Terkait
MENGAYUH SEPEDA ONTEL, MENYUSURI RUANG KENANGAN
Sebulan lalu, Ahmad, adik ipar saya datang membawa berita gembira. Ia akhirnya menemukan sepeda onthel bekas pesanan saya di Yogya dan rencananya akan membawakan langsung ke rumah bersamaan dengan mobil ...
Posting Terkait
CATATAN PERJALANAN DARI MAKASSAR : TUDANG SIPULUNG DAN REFLEKSI CINTA YANG MENGGUNUNG
Suara tetabuhan gendang khas ala Makassar membuka ajang Tudang Sipulung (yang berarti bahwa "duduk bersama")--sebuah program acara diskusi paling anyar yang bakal digelar sebulan sekali oleh Komunitas Blogger Makassar Anging ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2010 (7) : EDUKASI DAN PENGALAMAN KUNCI PENERAPAN CYBERCITY
Di Hari terakhir Amprokan Blogger 2010, Minggu (7/3) para peserta terlihat tetap segar dan bersemangat. Rombongan peserta dari komunitas blogger daerah yang menginap di Asrama Haji Bekasi diangkut dengan satu ...
Posting Terkait
MEMBUKA TAHUN BARU DENGAN BERBAGI DI AKBER BEKASI
ahun 2013, saya buka dengan kegiatan berbagi, di kelas keduabelas Akademi Berbagi (Akber) Bekasi, pagi tadi, Sabtu (5/1) bertempat di Gedung H Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi. Tepat pukul 08.30 ...
Posting Terkait
BUKU KOPI SUMATERA DI AMERIKA : MENGEJA AKSARA KEHIDUPAN DI NEGERI PAMAN SAM
Judul Buku : Kopi Sumatera di Amerika Penulis : Yusran Darmawan Penerbit : Noura Books Cetakan : I, Desember 2013 Tebal : xiii + 251 halaman ISBN : 978-602-1606-08-7 Saya selalu menyukai gaya menulis Yusran Darmawan ...
Posting Terkait
MENIKMATI SEKEPING SURGA DIRUMAH
SAYA selalu menikmati "ritual" harian itu.  Setiap malam di hari kerja, usai pulang kantor, saat membuka pintu pagar rumah, kedua anak saya, Rizky dan Alya datang menyambut kedatangan saya dengan kegembiraan ...
Posting Terkait
JOKOWI : DENGAN 10 PEMUDA TERBAIK, SIAP “MENGGUNCANG” JAKARTA
inggu siang (10/6) dengan kilau mentari yang tidak terlalu terik, saya tiba di Gelanggang Olahraga Jakarta Timur di Jalan Otista. Saya mendapat undangan menjadi salah satu narasumber dalam  talkshow "Kaum ...
Posting Terkait
DAPAT HADIAH JERSEY BARU & SEPEDAAN PUN SEMAKIN SERU !
ungguh sebuah kebahagiaan dan kejutan luar biasa buat saya dapat hadiah spesial berupa Jersey (kaos khusus bersepeda) dari Pak Faisal Mahbub, salah satu anggota mailing list Cikarang Baru dan anggota ...
Posting Terkait
“PROFESI SAMPINGAN”DAENG BATTALA!
Pasca kenaikan harga BBM yang kian mencekik, tampaknya Daeng Battala perlu memikirkan alternatif lain untuk mencari penghasilan tambahan agar "dapur" rumah tetap mengepul. Jadi beginilah profesi baru Daeng Battala', menjadi pengemudi odong-odong ...
Posting Terkait
1. Hanya Tiga Kata Ya, cukup 3 kata untuk mendeskripsikan siapa anda atau kawan anda. Ini sebentuk media sosial gaya baru yang unik dengan menyajikan deskripsi mengesankan tentang seseorang dalam tiga ...
Posting Terkait
DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA BLOGGER MAKASSAR (2)
Budi Putra, sang profesional blogger pertama di Indonesia membawakan materi di breakout session bersama Pepih Nugraha  Memasuki lokasi acara Pesta Blogger 2008, "aroma" kemegahan acara ini begitu kental terasa. Di beberapa ...
Posting Terkait
“CATATAN DARI HATI” ADA DI STORIAL
E-Book di Storial baru saja saya luncurkan. Bertajuk "Catatan Dari Hati" E-Book ini berisi 90 tulisan-tulisan non fiksi pilihan yang saya kumpulkan dari blog saya www.daengbattala.com. Tulisan-tulisan yang saya buat dalam rentang ...
Posting Terkait
KATA i4 SMARTPHONE : TAMPILAN ELEGAN, KINERJA MENAWAN
enang sekali rasanya mendapat kesempatan eksklusif "mencicipi" smartphone Kata i4. Saat pertama kali tiba di genggaman, saya tak sabar untuk segera membuka kemasan gadget anyar seberat 161 gram ini. Ketika ...
Posting Terkait
MEMPERKENALKAN : BLOG RIZKY DAN ALYA
Setelah membaca uraian di blog Ndoro Kakung dan Paman Tyo, saya akhirnya berhasil membuat blog buat kedua anak saya, Rizky dan Alya di Dagdigdug hosting gratisan ala Indonesia berbasis wordpress ...
Posting Terkait
SRIKANDI BLOGGER 2013 : INSPIRASI UNTUK AKTUALISASI PEREMPUAN
MEMPERTANYAKAN TANGGUNG JAWAB DAN NURANI SANG PELAKU TABRAK
MENGAYUH SEPEDA ONTEL, MENYUSURI RUANG KENANGAN
CATATAN PERJALANAN DARI MAKASSAR : TUDANG SIPULUNG DAN
AMPROKAN BLOGGER 2010 (7) : EDUKASI DAN PENGALAMAN
MEMBUKA TAHUN BARU DENGAN BERBAGI DI AKBER BEKASI
BUKU KOPI SUMATERA DI AMERIKA : MENGEJA AKSARA
MENIKMATI SEKEPING SURGA DIRUMAH
JOKOWI : DENGAN 10 PEMUDA TERBAIK, SIAP “MENGGUNCANG”
DAPAT HADIAH JERSEY BARU & SEPEDAAN PUN SEMAKIN
“PROFESI SAMPINGAN”DAENG BATTALA!
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (40)
DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA BLOGGER MAKASSAR
“CATATAN DARI HATI” ADA DI STORIAL
KATA i4 SMARTPHONE : TAMPILAN ELEGAN, KINERJA MENAWAN
MEMPERKENALKAN : BLOG RIZKY DAN ALYA

6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.