SELAMAT JALAN MBAK AJENG, BLOGGER SEJATI YANG TAK PERNAH LETIH BERJUANG

jengkol-1Kabar duka itu datang begitu menyentak nurani.

Tadi malam saat membaca informasi dari mbak Mira Sahid di WA Grup Blogger Bekasi tentang meninggalnya mbak Ajeng (nama lengkapnya Raden Ajeng Nunuk Purwaningsih) sekjen ASEAN Blogger dan Pengurus Blogger Bekasi, saya seperti tak percaya : sosok perempuan cerdas dan tangguh itu telah berpulang ke haribaanNya.

Mbak Ajeng–begitu saya memanggilnya –wafat karena sakit gagal ginjal yang dideritanya, hari Rabu sore (16/3) dan telah dimakamkan di Tambun, Bekasi pada hari yang sama. Tiba-tiba mata saya basah dan kenangan indah bersama mbak Ajeng mendadak berkelebat cepat di benak.Kesedihan terasa begitu menikam di dada.

“Mas Amril harus yakin pada apa yang kita perjuangkan. Kalau memang kita yakin dapat menyelenggarakan ASEAN Blogger Festival (ABFI) di Solo, yo wes, ayo, kita jalankan. Jangan mundur. Jangan setengah-setengah. Kita tidak sedang membuktikan apapun disini. Kalaupun ada, kita buktikan keyakinan kita, perjuangan kita mewujudkannya !,” tegas mbak Ajeng dengan mata menyala penuh semangat mencoba melerai kegundahan saya menjelang pelaksanaan pre-event ABFI yang dilaksanakan di Gedung Carakaloka, Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI, hari Sabtu (20/4/2013).

Saya memang menyimpan keraguan dalam hati untuk melaksanakan kegiatan akbar yang akan melibatkan ratusan blogger ini di Solo. Tidak hanya karena keterbatasan sumber daya panitia yang terlibat, waktu persiapan yang singkat namun juga kepastian sponsor yang akan ikut menyokong acara ini belum diperoleh. Tapi apa yang diungkapkan mbak Ajeng seperti membangunkan saya dari pesimisme tak beralasan.

10660202_10154044000867959_807429597372869266_n

Saya menyaksikan kesungguhan di raut wajah mbak Ajeng dan spontan membangkitkan semangat saya untuk mewujudkan impian kami itu bersama-sama. Alhamdulillah, event ABFI 2013 yang dilaksanakan di Solo tanggal 9-12 Mei 2013 berjalan lancar dan sukses, dihadiri oleh 300-an blogger seluruh Indonesia dan perwakilan blogger negara ASEAN.

“Tuh kan mas acara ABFI semuanya berjalan lancar. Tak ada yang tak mungkin kalau kita yakin dan berusaha,juga terus berdoa,” kata mbak Ajeng sambil tersenyum seusai acara makan malam perpisahan bersama wakil blogger negara ASEAN di Restoran Goela Kelapa (11/5).

Saya begitu takjub pada keuletan dan keteguhan sikap perempuan yang juga adalah staf pengajar di Fak.Kedokteran UI Salemba ini dalam memperjuangkan sesuatu yang diyakininya. Tidak semata pada kegiatan ASEAN Blogger saja, namun saat-saat awal ketika kami di komunitas blogger Bekasi menggagas pertemuan nasional Amprokan Blogger 2010 serta rangkaian acara blogger bekasi lainnya, mbak Ajeng selalu memberikan ide-ide segar dan orisinil, bahkan langsung menuangkannya dalam bentuk proposal yang aplikatif dan terperinci. Tak heran di komunitas kami, mbak Ajeng menjadi “Spesialis Proposal Kegiatan” yang handal. Jejaring dan pergaulannya yang berasal dari kalangan beragam membuat mbak Ajeng dikenal luas. Tak berhenti di komunitas Blogger, mbak Ajeng ikut pula menjadi aktifis Gerakan Nasional Anti Miras bersama ibu Fahira Idris serta berbagai gerakan sosial lainnya.

Saya mulai mengenal mbak Ajeng sejak Pesta Blogger kedua tahun 2008. Waktu itu, ia juga terlibat aktif di komunitas blogger Multiply. Dalam beberapa kali kesempatan acara “Blogilicious” (workshop blog yang diselenggarakan oleh IDBlognetwork) tahun 2011-2012 saya dan mbak Ajeng kerap kali diundang mengisi acara sebagai narasumber di berbagai kota di Indonesia.

12512484_10153996432048486_3066707315494235425_n

Mbak Ajeng bukanlah sosok yang pelit berbagi ilmu dan pengalaman. Kemampuannya berkomunikasi dan berinteraksi menjadi bekal berharga sebagai narasumber dalam event Blogshop. Semangatnya yang pantang menyerah adalah karakter khas yang melekat pada dirinya. Saat kami menjadi narasumber Blogilicious di Palembang bulan Juni 2011 , mbak Ajeng tetap memaksakan tampil membawakan materi meski ketika itu kakinya sedang bengkak karena asam urat. “Gak apa-apa mas Amril, saya bisa kok. Malah nambah sakit kalau sampai saya gak bisa membawakan materi. Ini amanah yang harus dijalankan,” katanya sambil tersenyum.

Pulang dari Palembang, dari bandara Soekarno Hatta kami berdua naik taksi ke arah Bekasi. Kebetulan kami tinggal searah dan saya berkeras untuk mengantarnya langsung ke rumah. “Saya diturunkan di Tol Bekasi Timur saja mas, saya titip motor saya di salah satu penitipan motor dekat tol. Mas Amril langsung terus aja ke Cikarang. Tidak apa-apa kok, kaki saya sudah mendingan,” kilahnya halus meski saya tetap berusaha memaksanya untuk antar ke rumah. Dari dalam kabin taksi saya melihat mbak Ajeng melambaikan tangan seraya tertawa ringan dan melangkah dengan agak terpincang ke tempat penitipan motor.

Mbak Ajeng adalah sosok yang tegar dan tak ingin berkeluh kesah secara berlebihan apalagi di media sosial. Sedapat mungkin ia berusaha untuk menyembunyikan sakit yang dialami.  “Saya tak mau banyak menyusahkan orang lain mas,” katanya lirih suatu ketika di sela-sela persiapan acara Amprokan Blogger Bekasi tahun 2011.  Tiga tahun silam mbak Ajeng pernah dirawat di salah satu rumah sakit di Cibitung dan nanti pada hari ketiga setelah perawatan kami baru tahu kondisi sebenarnya.

418578_361778070517118_136273118_n

Saya tidak ingat benar kapan terakhir pertemuan kami secara fisik. Namun sekitar Oktober 2015 silam saya sempat meneleponnya sekedar menanyakan kabar. Sayang perbincangan kami tak lama karena mbak Ajeng ada keperluan mendadak. Saat mulai heboh Pilpres 2014, saya meneleponnya soal pilihan politik yang diambil dan ternyata berbeda dengan pilihan politik saya. “Kita tetep temenan lho mas Amril walaupun “jagoan” kita (di Pilpres) berbeda. Pokoknya santai aja deh,mas,” seloroh perempuan yang juga aktif sebagai kader di salah satu Partai Politik Indonesia ini di ujung telepon. Suaranya terdengar renyah dan ramah. Mbak Ajeng memang tidak berubah.

Dalam suasana kesedihan yang mendalam, saya berdoa semoga arwah mbak Ajeng Khusnul Khotimah, mendapatkan tempat terindah dan terbaik di sisi Allah SWT, diampunkan dosa-dosanya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Ada banyak kesan yang diwariskan oleh penyuka lagu “Tak Kan’ Terganti (Kahitna)” ini, terutama semangat juang untuk meraih impian dengan penuh keyakinan.

Selamat jalan mbak Ajeng. Terimakasih atas segala kebaikan, ketulusan persahabatan dan inspirasi kehidupan yang mengalir deras kepada kami.

Dan malam ini, saya membaca ulang puisi yang pernah dituliskan mbak Ajeng di blognya 7 tahun silam. Sebuah puisi yang menyiratkan banyak makna dan hikmah terutama untuk kita yang telah ditinggalkannya:

Perlahan tubuhku ditutup tanah
Perlahan semua pergi meninggalkanku
Masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
Aku sendirian di tempat gelap yang tak pernah terbayang
sendiri … menunggu keputusan

Kekasih belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Kawan dekat .. rekan bisnis … atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Kekasihku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Mereka menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,

Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini
menunggu perhitungan

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma’af pun tak bakal didengar
aku benar-benar harus sendiri

Tuhanku,
[entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat denganNya]

Jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,
Jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milikMu
beberapa hari saja

Aku harus berkeliling, memohon ma’af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar
dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milikMu
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati
mereka

maafkan aku ayah dan ibu
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan kekasihku
untuk sungguh sungguh beramal soleh

Aku sungguh ingin bersujud dihadapMu,
bersama mereka ….
begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
Penuh kesia – siaan
Kesenangan yang pernah kuraih dulu
Tak ada artinya sama sekali
Mengapa ku sia sia saja, waktu hidup yang hanya sekali itu
Andai ku bisa putar ulang waktu itu

Aku dimakamkan hari ini
Dan aku harus sendiri
Untuk waktu yang tak terbayangkan

Related Posts
Tadi siang (11/5), Bidadari kecil di keluarga kami yang riang dan penuh vitalitas, Alya Dwi Astari Gobel, terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan International Cikarang karena sakit Typhus. Mohon ...
Posting Terkait
JUMPA JOKOWI, PADA SUATU KETIKA
aya sungguh beruntung bisa mendapatkan dua kali kesempatan berkenalan bahkan berbincang langsung dengan Joko Widodo (Jokowi), Calon Presiden Nomor Urut Dua dalam pemilihan presiden 2014 ini. Kesempatan pertama adalah ketika ...
Posting Terkait
SEPEDA GEMBIRA YANG MENYENANGKAN
ari Sabtu (17/11) menjadi hari yang cukup padat kegiatan buat kami sekeluarga. Saat fajar merekah dan kesejukan pagi menyelusup hingga ke pori-pori tubuh, kami sudah bersiap dengan sepeda masing-masing menuju ...
Posting Terkait
KEMERIAHAN PERAYAAN TAHUN KEDUA FUTSAL IKA TEKNIK UNHAS
ari Minggu (20/12) saya bersama si sulung, Rizky, datang ke acara Silaturrahmi dan perayaan tahun kedua futsal IKA Teknik Unhas di hanggar Arena Pancoran Jakarta. Suasana terlihat meriah saat itu. ...
Posting Terkait
BLOG KOMIK UNIK
Ini adalah sebuah hasil Poli-Blog-ami saya lagi.Setelah blog foto jadul masa kuliah, kini saya baru saja membuat blog khusus komik-komik iseng saya yang diolah dengan software ComicLife versi Windows dari ...
Posting Terkait
KETIKA RIZKY DAN ALYA NAIK PENTAS SENI GALAKSI
ebyar Aktifitas Lakon dan Kreatifitas Siswa (Galaksi) kembali digelar di SDIT An Nur Cikarang, Sabtu (29/3). Kedua anak saya Rizky (kelas 5) dan Alya (kelas 3) dengan antusias mengikuti kegiatan ...
Posting Terkait
BUKU SHOCKING SERIES & “KELINCAHAN” MENANGKAP FENOMENA
Sabtu kemarin (31/3) seusai berenang bersama anak-anak di Snowbay Taman Mini Indonesia Indah, kami sekeluarga mampir di Gramedia Matraman untuk menghadiri peluncuran buku "Shocking Series" ("Shocking Japan", 'Shocking Korea", "Shocking ...
Posting Terkait
SHALAWAT TARHIM DAN KENANGAN SUBUH YANG BERGEMA DARI MASA LALU
Hari ini, Pak Ananto, seorang kawan di mailing list Cikarang Baru, mengirimkan email mengenai shalawat Tarhim kepada kami semua. Membacanya kembali dan mendengarkannya setelah mengunduh dari link ini, membuat batin ...
Posting Terkait
MEMPERKENALKAN : BLOG KUMPULAN PUISI CINTA
Kawan-kawan, Hari ini saya baru saja meluncurkan blog khusus kumpulan Puisi Cinta saya di www.puisicinta.dagdigdug.com. Blog ini akan menampilkan sejumlah puisi-puisi bertema cinta yang telah saya buat dan tayangkan diblog ini. Niat saya adalah ...
Posting Terkait
DELLIANI : “MY NEW BLOGGING WEAPON”
Kehadiran si Delliani, sebuah nama yang saya sematkan pada Netbook DELL Inspiron Mini 9 yang saya terima kemarin sebagai hadiah doorprize saat peluncuran produk Dell Terbaru di Plaza FX tanggal ...
Posting Terkait
ALYA SAKIT, MOHON DOANYA
JUMPA JOKOWI, PADA SUATU KETIKA
SEPEDA GEMBIRA YANG MENYENANGKAN
KEMERIAHAN PERAYAAN TAHUN KEDUA FUTSAL IKA TEKNIK UNHAS
BLOG KOMIK UNIK
KETIKA RIZKY DAN ALYA NAIK PENTAS SENI GALAKSI
BUKU SHOCKING SERIES & “KELINCAHAN” MENANGKAP FENOMENA
SHALAWAT TARHIM DAN KENANGAN SUBUH YANG BERGEMA DARI
MEMPERKENALKAN : BLOG KUMPULAN PUISI CINTA
DELLIANI : “MY NEW BLOGGING WEAPON”

9 comments

  1. Melihat semangat dan motivasinya yang sangat gigih, sungguh sosok Almarhumah dapat menjadi panutan bagi kita semua. Sampai detik-detik terakhir hidupnya pun tak ada seorangpun teman2 tahu akan kondisinya. Tiba2 saja dapat kabar duka Almarhumah telah meninggal dan dikebumikan. Semoga Allah mengangkat derajat Mbak Ajeng dan memberi tempat yang lapang di sisi-Nya. Amin… Al-Fatihaah…

  2. Walau tidak mengenal sosok beliau, dari apa yang daeng tuliskan di sini, tergambarkan dengan jelas bahwa beliau adalah sosok yang spesial. Turut berduka cita, semoga amal ibadah beliau diterima Allah Swt, amin.

  3. inalillahi wainailaihi rojiun semoga amal beliau diterima disisinya, baca tulisannya mas amril jadi ikut sedih dan bikin merinding 🙁

  4. Turut menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas kepergian Mbak Ajeng. :'(

    Saya jadi merinding ketika membaca pusisi Mbak Ajeng, seolah juga menjadi pengingat bagi saya pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *