FILM “SUPER DIDI” : ROMANTIKA SANG “PAPI SITTER”

065982000_1456807275-super_didi_2

Hari Sabtu, 23 April 2016, kami sekeluarga menonton film “Super Didi” di XXI Botani Garden Bogor. Film bergenre komedi ini mendadak mengingatkan saya pada aktifitas saya dulu sebagai “Papi Sitter” saat mengasuh kedua buah hati saya Rizky dan Alya (bisa baca kisahnya disini dan disitu). Menggantikan peran ibu sementara dalam menjaga anak-anak, memang tak mudah dan tentu saja perlu berlapis-lapis kesabaran untuk dapat memenuhi serta mengatasi keinginan anak-anak secara bijak.

Adalah Arka (Vino.G.Bastian) ayah dua putri Anjani (Anjanique Reney) dan Velia (Aviela Reyna), seorang arsitek berkarir cemerlang, terpaksa harus menjaga sang buah hati ketika istrinya, Wina (Karina Nadila), meninggalkan mereka ke Hongkong untuk sebuah urusan. Awalnya Arka merasa sangat percaya diri, namun belakangan semua tak segampang seperti yang dibayangkan, keadaan menjadi kacau balau dan tak terkendali. Arka semakin kebingungan terlebih pada saat yang sama dia harus menghadapi tenggat waktu sebuah proyek penting yang harus diselesaikan segera.

0773c47cf766d7008bd5309e1642fefb-033976200_1456806811-super_didi

Sebagai ayah muda yang ganteng, Arka kelabakan menghadapi aksi agresif ibu-ibu muda saat mengantar anaknya ke sekolah, mewakili Wina dalam arisan ibu-ibu sosialita yang super heboh, belum lagi sang pembantu mbak Ami (Tizza Radia) yang menganggap tugas menjaga anak tidak masuk ke dalam “scope of work”-nya di rumah serta tingkah Oma Sayang (Ira Maya Sopha) dan Opa (Mathias Muchus) yang lebih menikmati kebersamaan dan kemesraan berdua ketimbang mengurus lebih serius cucu tercinta.

5f6492d5d86b3cef9e48617d7c558ae83Untung saja, Arka mendapatkan teman terbaik yaitu para “Pembajak” alias Perhimpunan Bapak-Bapak Jaga Anak yang menunjukkan solidaritas yang kuat membantu Arka menyelesaikan masalahnya, termasuk persoalan yang cukup mendasar : bagaimana menguncir rambut anak perempuan yang baik dan benar.

Secara umum, film ini menyajikan tontonan keluarga menarik yang sangat menghibur. Aksi Vino.G.Bastian yang kerepotan menghadapi tingkah kedua anaknya sangat ekspresif. Pada saat yang sama Anjanique Reney dan  Aviela Reyna yang memerankan anak Arka tampil begitu natural.Yang cukup mencorong juga aktingnya adalah Joe P-Project yang memerankan atasan Arka. Joe berhasil membuat saya terpingkal-pingkal dengan gayanya sebagai bos yang protektif namun juga kocak ketika menghadapi sikap sang istri yang dominan.

IMG_20160415_021026

e2913963-1983-48bf-a653-ee733d30a6f7Dua sutradara wanita yang mengarahkan film ini Hadrah Daeng Ratu dan Adis Kayl Yurahmah berhasil mengeksplorasi kegalauan seorang ayah menghadapi masalah pengasuhan anak saat ditinggal sang ibu dan dikemas dalam “gaya bertutur” yang ringan, sederhana serta mengalir indah. Dari sisi sinematografis, film ini menyajikan gambar-gambar yang memikat didukung oleh tata suara apik dari Hendrianus Eko serta penata musik Mirta Ramelan.

Berbeda dengan beberapa film yang juga mengedepankan kedekatan sosok ayah dan anaknya, seperti film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir, Sang Pemimpi, dan Mencari Hilal, Superdidi menghadirkan film yang menampilkan problematika keseharian yang kerap dialami keluarga muda masa kini dengan “rasa komedi” yang pas dan bisa dinikmati semua kalangan.

Buat saya sendiri yang pernah mengalami masa-masa sebagai “Papi Sitter” film ini terasa “gue banget” terutama saat adegan Arka kesulitan menguncir rambut sang anak serta bagaimana strategi meredakan ngambek putri tercinta yang keinginannya tak dapat dipenuhi segera. Tiba-tiba saya ingat tingkah Alya, putri bungsu saya saat masih kecil. Reymond Levy, sang produser film Superdidi dan membawakan salah satu program di sebuah radio bertajuk Profil Papa Paling Keren (P3K) tampaknya berhasil mendapatkan referensi dan inspirasi parenting yang menarik melalui program tersebut lalu menampilkannya secara memukau pada film yang dirilis sejak 21 April 2016 ini.

Adegan akhir film Superdidi begitu menyentuh perasaan. Ayah memiliki peran yang sangat penting, tak hanya sebagai kepala keluarga yang memberikan nafkah, namun juga pada saat yang sama ayah adalah sosok pelindung dan panutan terbaik bagi anak-anaknya.

Related Posts
FILM “PLANES” : SEMANGAT KEBANGKITAN SANG PESAWAT “PECUNDANG”
ari Minggu (8/9) silam, saya bersama istri dan anak-anak menonton film "Planes" di XXI Mal Lippo Cikarang. Rizky dan Alya, kedua anak saya memang "mengincar" film ini sejak melihat Trailer-nya ...
Posting Terkait
ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN
Judul Buku : Gaul Jadul (Biar Memble Asal Kece) Penulis : Q Baihaqi Penerbit : Gagas Media ISBN : 979-780-346-5 Jumlah halaman : viii + 280 halaman Cetakan : Pertama, 2009 Ukuran : 13 x 19 ...
Posting Terkait
AYAHMU BULAN, ENGKAU MATAHARI : KISAH PEREMPUAN DALAM NARASI YANG MENGGETARKAN
Judul : Ayahmu Bulan, Engkau Matahari (Kumpulan Cerpen) Karya : Lily Yulianti Farid Cetakan : Pertama,Juli 2012 Halaman : 255 halaman Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama ISBN : 978-979-22-8708-0 enang sekali saat menerima buku ini ...
Posting Terkait
FILM HOTEL TRANSYLVANIA : INDAHNYA MENGHORMATI PERBEDAAN
"iptakanlah Surgamu sendiri, anakku", demikian kata Dracula (Adam Sandler) pada putri tercintanya Mavis (Selena Gomes) --yang menjadi sebuah kutipan manis dari film "Hotel Transylvania". Film ini saya tonton tadi ...
Posting Terkait
RESENSI BUKU “ARUS DERAS” : SENARAI KISAH TENTANG MISTERI CINTA DAN HIDUP YANG TAK MUDAH
Judul Buku : Kumpulan Cerpen “Arus Deras” Karya : Agnes Majestika, Ana Mustamin, Kurnia Effendi, Kurniawan Junaedhie Jumlah halaman : 172 halaman Penerbit : Kosa Kata Kita, 2017 ISBN : 978-602-6447-16-6 KETIKA buku ini tiba ...
Posting Terkait
FILM “SURGA YANG TAK DIRINDUKAN” : KETIKA BERBAGI HATI MENGHALAU ILUSI
emarin siang, Minggu (9/8), saya dan istri menyempatkan diri menonton film "Surga yang Tak Dirindukan" di Studio 5 Cinemaxx Orange County Cikarang. Kami berdua memang penggemar karya-karya Asma Nadia, termasuk ...
Posting Terkait
GULLIVERS TRAVELS : RAKSASA CENTIL DI NEGERI LILIPUT
ebuah motivasi romantik menjadi alasan saya untuk penasaran menonton film Gulliver’s Travel ini tanpa perlu membaca resensi filmnya lebih dulu di beberapa media, seperti biasa. Kisah Gulliver di Negeri Liliput ...
Posting Terkait
FILM “ATHIRAH” : SIMPONI SUNYI PEREMPUAN TEGAR DARI BUKAKA
ari Sabtu (1/10) silam, saya mengajak isteri dan kedua anak saya menonton film "Athirah" di Studio 4 Cinemaxx Mal Lippo Cikarang. Setelah melihat trailer filmnya, kami jadi penasaran untuk menyaksikan ...
Posting Terkait
FILM ICE AGE-4 (CONTINENTAL DRIFT): KISAH PERSAHABATAN DAN KESETIAAN JANJI YANG MENYENTUH
ari Sabtu (14/7) lalu, kami sekeluarga nonton bioskop. Ya, kami benar-benar doyan mengisi akhir pekan dengan menikmati tayangan film-film animasi dan anak-anak sepanjang liburan sekolah. Setelah Madagascar 3, Ambilkan Bulan, ...
Posting Terkait
FILM 3 SRIKANDI : TENTANG MEREKA YANG MENYALAKAN NYALI
epat pada peringatan hari Kemerdekaan Indonesia ke-71,  saya mengajak isteri dan kedua anak saya menonton film "3 Srikandi" arahan sutradara dan juga rekan sesama blogger Iman Brotoseno. Seusai ananda Alya ...
Posting Terkait
FILM “PLANES” : SEMANGAT KEBANGKITAN SANG PESAWAT “PECUNDANG”
ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN
AYAHMU BULAN, ENGKAU MATAHARI : KISAH PEREMPUAN DALAM
FILM HOTEL TRANSYLVANIA : INDAHNYA MENGHORMATI PERBEDAAN
RESENSI BUKU “ARUS DERAS” : SENARAI KISAH TENTANG
FILM “SURGA YANG TAK DIRINDUKAN” : KETIKA BERBAGI
GULLIVERS TRAVELS : RAKSASA CENTIL DI NEGERI LILIPUT
FILM “ATHIRAH” : SIMPONI SUNYI PEREMPUAN TEGAR DARI
FILM ICE AGE-4 (CONTINENTAL DRIFT): KISAH PERSAHABATAN DAN
FILM 3 SRIKANDI : TENTANG MEREKA YANG MENYALAKAN

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *