PROSESI UPACARA”MOMEATI” ANANDA ALYA DWI ASTARI GOBEL DI MAKASSAR

DSCN0133 (Copy)Akhir tahun silam, tepatnya tanggal 25-26 Desember 2016, kami sekeluarga melaksanakan liburan ke Makassar sekaligus menyelanggarakan prosesi adat Gorontalo “Momeati” atau baeat untuk putri bungsu saya Alya yang baru saja memasuki masa akil balighnya. Rencananya prosesi “Momeati” Alya ini akan dirangkaikan dengan syukuran sunatan keempat sepupu laki-lakinya yaitu Febrian Suratinoyo , Fanny, putra adik saya @tri wahyuni gobel serta Aldy putra dari adik bungsu saya Diah Ramayanti Gobel dan Raihan putra adik lelaki saya @Buddy Gobel.

Gorontalo yang kerap dijuluki sebagai “Serambi Madinah” ini memiliki kekayaan adat dan budaya yang khas dan unik. Termasuk diantaranya prosesi adat momeati yg diperuntukkan bagi anak perempuan yang baru saja mengalami haid pertama.

Pada hari Minggu (25/12) bertempat di kediaman orang tua saya di Antang, diselenggarakan prosesi adat nan sakral itu dipandu oleh Tante Zako yang memang biasa menangani adat Momeati ini.

Beberapa atribut acara didatangkan khusus dari Gorontalo oleh keluarga yang datang dari sana, sehingga kami tidak perlu bersusah payah mencarinya di Makassar.

Acara diawali dengan kegiatan Momonto (Pemberian air suci) dimana air yang berasal dari campuran cairan kuning telur, kapur dan air diberikan tanda di dahi sebagai perlambang Tiada menyembah sesuatupun selain Allah SWT, lalu tanda di leher di bagian bawah tenggorokan yg bermakna tidak makan makanan yg haram, tanda di bahu, dan lekukan2 tangan serta kaki bermakna tidak akan melakukan perbuatan tercela yang dilarang Agama. Saya dan istri tak luput juga mendapatkan tanda tersebut sebagai pernyataan bertanggung jawab atas keselamatan anak sebagai amanat Allah SWT.

Selanjutnya prosesi Momuhuto (siraman air kembang) yg terdiri atas 7 macam ramuan bermakna yg diharapkan membalut kemulusan budi pekerti sang putri: Molomahu to pi’ili (kepribadian yg anggun), Molumboyoto to ayuwa (keramahan/kehalusan budi pekerti), mopiduduto to syare’ati (kemantapan pada syariat Islam), Modu’oto to hilawo (berprinsip teguh), Molimomoto to akali (pemikiran yg jernih), Moulintapo to karaja (terampil dalam pekerjaan), Moponuwa to’u motomele (kasih sayang pada rumah tangga). Alya dimandikan denga air kembang tersebut oleh kedua orang tua, Opa/Oma dan sesepuh di Makassar.

Lanjut kemudian setelah berganti pakaian dengan pengajian. Alya diminta melantunkan ayat2 suci Al qur’an. Kemudian disambung dengan kegiatan “Mopohuta’a to Pingge” (menginjakkan kaki diatas piring).

Dengan dipayungi sang kakak Muhammad Rizky Aulia Gobel , Alya menginjak dengan pelan 7 buah piring yg melambangkan 7 aspek pertahanan seorang gadis dalam kehidupannya.

Piring pertama berisi tanah dan po’otoheto yg diistilahkan Huta wawu Tilihula bermakna kehidupan di bumi dimana sang putri diharapkan memperkuat pendirian, ketakwaan dan keimanan, piring kedua berisi jagung bermakna sang putri wajib mempertahankan kesucian dan kehormatan dirinya. Piring ketiga berisi beras bermakna kerendahan hati, piring keempat berisi Tala’a Ngala’a yang berisi uang yang beragam nilainya bermakna penghematan dan membeli sesuatu sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Piring kelima berisi daun piring (polohungo) artinya sang putri harus memahami pantangan adat mulai dari remaja hingga berumahtangga. Antara lain menghindari Umobulilo (perbuatan janggal) dan Umo’olito (yang memalukan diri sendiri dan keluarga)

Piring keenam berisi bakohati umonu (lulur/bedak harum) bermakna penataan diri sejak remaja hingga berumah tangga. Piring ketujuh berisi Bulowe bermakna keharuman nama dan keluarga perlu dijaga baik saat gadis maupun setelah berumah tangga.

DSCN0008 (Copy)

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan do’a oleh ustadz. Alya nampak melalui semua prosesi tersebut dengan antusias didampingi sang kakak dan para adik sepupunya.

Keesokan harinya, Senin (26/12) bertempat di MaxOne Hotel Makassar diselenggarakan resepsi syukuran sunatan dan baeat Alya yang diawali dengan penyampaian nasehat agama oleh ustadz kepada Alya, Yayan, Fani dan Aldi. Di kesempatan itu ikut bergabung pula Raihan, anak adik saya Buddy Gobel yang datang dari Balikpapan.

DSCN0147 (Copy)

Kurang lebih 200-an orang tamu undangan datang menghadiri acara tersebut, mulai dari keluarga dekat hingga handai tolan. Rangkaian acara resepsi ditutup dengan perayaan ulang tahun serentak kepada paman saya Miki Igirisa , Aldi dan ayah saya Karim Gobel yang berulang tahun di bulan desember. Tidak hanya kue tart ada juga Kaddo’ Minnya’ hidangan khas ala Bugis Makassar dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah. seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses.

Catatan :

Keterangan rangkaian adat Momeati ini saya ambil dari buku karya H.Reinyers Bila berjudul “Tatacara Pembeatan (Momeati) pada masyarakat adat suku Gorontalo.Adat  

Related Posts
SATU TAHUN KOMUNITAS BLOGGER BEKASI : SEBUAH MIMPI YANG MENJADI
Gelap Malam telah melingkupi kawasan pintu Tol Jatibening dan sekitarnya saat saya dan Mas Yulyanto yang mengendarai mobil Isuzu Panther melintasinya. Tak terlalu banyak kendaraan yang melewati pintu tol tersebut ...
Posting Terkait
“GEBRAKAN” SASTRA DARI MAKASSAR
Media citizen journalism Panyingkul! (www.panyingkul.com), kafe baca Biblioholic, penerbit Nala Cipta Litera dan Forum Tenda Kata meluncurkan inisiatif Sastra dari Makassar, upaya yang dikerjakan secara independen dengan mengandalkan partisipasi lembaga ...
Posting Terkait
DARI TEMU BLOGGER ABN, KOMPAS DAN ANCOL : UPAYA MEMBANGUN SINERGI
Sambutan dari Pak Budi Karya (Direktur Utama Ancol) didampingi Pak Taufik Mihardja (Executive Director Kompas-Gramedia) dalam Diskusi antara blogger Asia Blogging Network, Kompas dot com dan Managemen Ancol, Jum'at (11/7) SMS ...
Posting Terkait
SALING SILANG YANG AKHIRNYA MENGHILANG..
inggu lalu (9/1), saya dikagetkan oleh berita ini yang menyebutkan bahwa Saling Silang , situs yang sebelumnya dikenal merangkum peristiwa di media sosial Indonesia ditutup secara resmi sejak berkiprah tahun 2011. ...
Posting Terkait
CATATAN DARI OBROLAN LANGSAT:MENYOAL KISRUH N7W DAN NOMINASI TN KOMODO
"Selama perjalanan karir saya sebagai pengacara, ini adalah untuk pertama kalinya saya menangani kasus hukum soal Komodo," demikian seloroh Bang Todung Mulya Lubis, pengacara kondang negeri ini yang kini ditunjuk ...
Posting Terkait
Pada hari kedua training di Singapura (Selasa,30/6), suasana terasa lebih cair dibanding kemarin yang relatif lebih kaku karena belum kenal satu sama lain. Natasha, satu-satunya wakil dari Rusia yang terkesan ...
Posting Terkait
“PROFESI SAMPINGAN”DAENG BATTALA!
Pasca kenaikan harga BBM yang kian mencekik, tampaknya Daeng Battala perlu memikirkan alternatif lain untuk mencari penghasilan tambahan agar "dapur" rumah tetap mengepul. Jadi beginilah profesi baru Daeng Battala', menjadi pengemudi odong-odong ...
Posting Terkait
SUNGGUH TAK MUDAH MENJADI AYAH
MENJADI ayah sungguh sangat tidak mudah. Terutama ketika mengatasi pertanyaan-pertanyaan tak terduga dari Putra sulung saya, Rizky. Bocah yang akan memasuki usia kelima tanggal 25 November nanti ini nampaknya memang ...
Posting Terkait
CATATAN KECIL DARI WORDCAMP INDONESIA 2009
Pukul 08.15 pagi, Sabtu (17/1) saya sudah tiba di halaman Erasmus Huis Jl.HR.Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan. Pusat Kebudayaan yang dikelola oleh Kedubes Belanda itu masih relatif sepi. Beberapa orang ...
Posting Terkait
JADI GURU DAN SISWA, SAMA SUSAHNYA!
Ketika tengah asyik "tidur-tidur ayam" diatas bis 132 jurusan Bekasi-Lebak Bulus yang adem tadi pagi, mendadak saya dikejutkan oleh gosip dua orang ibu separuh baya yang duduk persis di sebelah ...
Posting Terkait
SATU TAHUN KOMUNITAS BLOGGER BEKASI : SEBUAH MIMPI
“GEBRAKAN” SASTRA DARI MAKASSAR
DARI TEMU BLOGGER ABN, KOMPAS DAN ANCOL :
SALING SILANG YANG AKHIRNYA MENGHILANG..
CATATAN DARI OBROLAN LANGSAT:MENYOAL KISRUH N7W DAN NOMINASI
SURAT DARI ORCHARD (2)
“PROFESI SAMPINGAN”DAENG BATTALA!
SUNGGUH TAK MUDAH MENJADI AYAH
CATATAN KECIL DARI WORDCAMP INDONESIA 2009
JADI GURU DAN SISWA, SAMA SUSAHNYA!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *