BERKUNJUNG DAN BERDISKUSI DI KANTOR UC WE-MEDIA

Cuaca di Jakarta terlihat begitu “ramah” saat saya memasuki lobi DBS Bank Tower Ciputra World kawasan Mega Kuningan, Kamis (27/7) siang. Setelah menukar kartu identitas dengan ID Card khusus, saya lalu menuju ke lantai 21 lokasi kantor UC Web We-Media untuk memenuhi undangan berdiskusi bersama tim UC News We-Media mewakili kontributor konten “lifestyle”. Sebagaimana sudah dijelaskan disini Program UC We-media adalah sebuah platform layanan gratis yang bertujuan untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan mendukung kebebasan berpendapat.  UC News sendiri adalah bagian dari UCWeb Inc, anak perusahaan Alibaba Mobile Business Group Company. Program sebelumnya ini telah sukses dijalankan di negara lain dengan membawa sudut pandang dari para selebritis, bloggers, key influencers dan juga masyarakat luas ke dalam satu platform. Saya sendiri belum lama bergabung sebagai kontributor konten disini (sejak 15 Januari 2017).

Seperti diungkap di Daily Social, dimulai 6 Januari 2017, seluruh penyedia konten di UC News yang telah memenuhi persyaratan akan mendapatkan kompensasi untuk artikel blog mereka. Kompensasi yang dimaksud adalah penghargaan berupa finansial atas penerbitan karya terkait ke kanal UC News. Kompensasi diberikan dalam tiga hal, (1) berupa bagi hasil iklan mingguan berdasarkan trafik dan kategori konten, (2) kompensasi untuk konten berkualitas dan terbaik dan (3) kompensasi untuk perekrutan anggota baru. Untuk memantau hasil karyanya, pengguna juga akan disuguhkan dengan sebuah dashboard komprehensif untuk analisis trafik dan pembaca. Termasuk untuk mendapatkan insight topik menarik untuk pembuatan artikel selanjutnya dari ketertarikan pengguna.

Saya disambut hangat oleh mbak Erine Yovinda, Assistant Community Manager Ali Baba Mobile Business Group dan diajak masuk bergabung ke ruang meeting bersama penulis lainnya yang sudah hadir seperti mas Andre (konten Teknologi), mas Juli (konten komik), mas Irfan (konten hiburan) dan mas Eno (konten otomotif). Diskusi berjalan santai dipandu oleh mbak Erine dan mas Moritz.

Kami masing-masing diminta memberikan pendapat, kesan, berbagi pengalaman dan kritik tentang layanan UC News dimana kami bergabung sebagai kontributor konten pada bidang kompetensi masing-masing. Yang cukup menarik adalah, sebagian besar berpendapat bahwa impresi yang berkembang di khalayak pembaca khususnya netizen Indonesia terhadap profil UC News adalah tidak terlalu antusias bahkan ada yang merasa jengah karena beberapa posting yang hadir di newsfeed UC News kebanyakan adalah artikel-artikel dengan konten dangkal serta judul seronok yang nampaknya bertujuan mengejar reader traffic tinggi.  “Ini tentu saja akan kontraproduktif bagi upaya membangun brand image yang baik dimata netizen, olehnya itu sangat diharapkan agar konten-konten tulisan yang baik, mencerahkan dan berkualitas tinggi agar diberi prioritas juga,” ungkap Andre.

Diskusi kami kemudian berkembang ke soal copyright . Andre menyatakan pernah mengalami masalah ketika artikelnya dijiplak oleh media online lainnya. Bahkan konon ada yang sampai menduplikasinya dalam bentuk narasi pada sebuah tayangan video Youtube. Menanggapi hal tersebut saya mengungkapkan bahwa resiko tulisan kita diduplikasi di dunia online adalah sebuah hal yang tak bisa dihindari. Hanya saja, sepanjang pada artikel tersebut mencantumkan backlink ke rujukan tulisan asli tentu tidak masalah. Dengan spirit berbagi pengetahuan dan informasi hal ini masih dapat ditolerir. Persoalannya jika ada oknum yang mengklaim tulisan kita sebagai tulisan sendiri maka ini mesti ditindaklanjuti secara serius. Pak Tony, sebagai pucuk pimpinan di UCNews Indonesia menyatakan tidak segan-segan memberikan tindakan tegas atas pelanggaran ini.

Perbincangan semakin hangat dan memikat saat kami mendengarkan pemaparan Pak Tony mengenai rencana ke depan UC News. “Kami akan mengutamakan penulis-penulis yang menghasilkan kualitas tulisan bagus dan mendalam. Tentu saja niat untuk mendapatkan tingkat keterbacaan tinggi di UCNews dari pembaca tetap jadi prioritas namun kami berharap agar dari waktu ke waktu, konten tulisan yang berkualitas, inspiratif dan aktual terus bertumbuh seiring perkembangan UCNews di Indonesia.  Kompensasi dan apresiasi yang setimpal, transparan serta adil akan kami berikan sementara disaat yang sama akan terus melakukan evaluasi serta inovasi yang diperlukan tentu dengan dukungan tim penulis/kontributor sebagai mitra kami. Walau kami masih baru menapakkan jejak di Indonesia, saya meyakini UCNews akan kelak terus berkembang  ini terlihat dari konsumsi konten We-Media yang sudah ada pada bulan Desember 2016 terhitung enam kali lebih tinggi dibandingkan bulan September 2016.,”ujar Pak Tony dengan mata berbinar.

Pada kesempatan tersebut saya juga mengemukakan pentingnya UCNews mengembangkan komunitas secara lebih luas, termasuk komunitas blogger. Bahkan, tidak hanya itu, jika dimungkinkan bisa menyasar komunitas siswa di sekolah dengan memberikan peluang kepada mereka mengekspresikan diri melalui tulisan lewat kanal khusus yang dibuat di UCNews. Olehnya itu interaksi dan pendekatan kepada komunitas blogger serta netizen lainnya menjadi esensil untuk exposure UCNews lebih luas serta menjaring lebih banyak kontributor di media ini. Verifikasi akun juga menjadi hal yang cukup esensil untuk menjaga integritas konten serta mencegah penyalahgunaan di kemudian hari.

Rangkaian acara diskusi ditutup dengan foto bersama para kontributor konten dan pengelola UCNews.

Catatan:

Contoh tulisan saya di UCNews:

http://tz.ucweb.com/7_21aQm

http://tz.ucweb.com/7_1XkjQ

http://tz.ucweb.com/7_1VaH6

Related Posts
MERAWAT BANGSA, BUKAN DENGAN SLOGAN (Kompas Siang,14 Agustus 2013)
Catatan: Ini adalah kali kedua tulisan saya dimuat di rubrik FORUM Kompas Siang, setelah sebelumnya dimuat tanggal 6 Agustus 2013 (baca disini) Saya kembali menulis dan dimuat di rubrik yang sama di ...
Posting Terkait
CATATAN DARI KOMPASIANA NANGKRING JAKARTA
Setelah melewatkan kesempatan mengikuti acara MoDis (Monthly Discussion) Kompasiana bersama Pak Jusuf Kalla hari Senin (22/2) karena kesibukan dikantor, kemarin sore (27/2), saya bertekad menghadiri even kopdar ala Kompasiana yang ...
Posting Terkait
PROFESIONAL BLOGGER, PILIHAN KARIR MASA DEPAN
Ketatnya persaingan di dunia kerja dewasa ini akibat terbatasnya lapangan pekerjaan, belum lagi ditambah dengan Krisis Keuangan Global yang menyebabkan efek berantai berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan sebagai ekses ...
Posting Terkait
Kawan-kawan, Dibawah ini, saya akan menyajikan semacam "kaleidoskop" atau napak tilas perjalanan saya sepanjang melaksanakan aktifitas blogging sepanjang tahun 2009. Sekedar sebuah dokumentasi yang mudah-mudahan tidak sekedar untuk dikenang-kenang tapi juga ...
Posting Terkait
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
Edi Taslim (General Manager Kompas Cybermedia) didampingi Pepih Nugraha memberikan penjelasan soal Kompas Phone dan QR Code Kompas dalam kesempatan Kopdar kedua Kompasiana bertempat di JHCC, Minggu,14 Juni 2009 Hari Minggu ...
Posting Terkait
MENGASAH NYALI DAN KREASI DI POKI.COM
alah satu website game online interaktif yang disukai anak saya, Rizky dan Alya,  beberapa waktu terakhir ini adalah Games Keren. Mereka kerap menjajal sajian beragam permainan didalamnya dengan antusias baik ...
Posting Terkait
TAMAN LAUT DI RAJA AMPAT
Photo credits - Gunawan Wicaksono/Tempo Siapa bilang di tanah Papua tidak ada objek pariwisata bahari yang memukau? Selama ini Papua lebih dikenal dengan eksotisme kebudayaannya yang sederhana serta sumber daya alamnya ...
Posting Terkait
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA DJALIL
Judul Buku : Cintaku Lewat Kripik Balado Penulis : Linda Djalil Prolog : Putu Wijaya Epilog : Jodhi Yudono Penerbit : Penerbit Buku Kompas , Juni 2011 Halaman : xii + 244 Halaman Ukuran : 14 ...
Posting Terkait
DARI WORKSHOP PENGADAAN BARANG & JASA PTK 007 DI INDUSTRI MIGAS: TKDN, SALAH SATU KEBERPIHAKAN NYATA PADA PRODUK DALAM NEGERI
khirnya saat itu tiba. Sudah lama saya berharap bisa mengikuti training tentang Tender Management Pengadaan Barang dan Jasa sesuai PTK 007 Revisi II yang diselenggarakan atas kerjasama Koperani Bina Petro ...
Posting Terkait
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?
Tune, Piyo-Piyohu Ngana Uti ? emikian ucapan yang kerap saya dengar dari ayah saya di Makassar pada ujung telepon saat menanyakan kabar saya bersama keluarga di Cikarang. Ucapan dalam bahasa ...
Posting Terkait
MERAWAT BANGSA, BUKAN DENGAN SLOGAN (Kompas Siang,14 Agustus
CATATAN DARI KOMPASIANA NANGKRING JAKARTA
PROFESIONAL BLOGGER, PILIHAN KARIR MASA DEPAN
MY BLOGGING KALEIDOSKOP 2009
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
MENGASAH NYALI DAN KREASI DI POKI.COM
TAMAN LAUT DI RAJA AMPAT
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA
DARI WORKSHOP PENGADAAN BARANG & JASA PTK 007
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *