Catatan Dari Hati

NUANSA KEHANGATAN HALAL BI HALAL KERUKUNAN KELUARGA SULAWESI SELATAN-CIKARANG RAYA 2018

Bertempat di kediaman Ketua KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) Cikarang Raya, Budi Hartawinata, di kawasan cluster Tropikana Perumahan Cikarang Baru Kota Jababeka, Minggu sore (22/7), dilaksanakan acara Halal bi Halal dan Silaturrahmi antar sesama warga Sulawesi Selatan di perantauan khususnya yang berada di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Kegiatan rutin tahunan yang digelar KKSS Cikarang Raya ini bertema “Tingkatkan Ukhuwah, Meraih Berkah Dunia Akhirat”. 

Acara dimulai pukul 16.00 setelah sebelumnya tamu undangan yang hadir menunaikan sholat Ashar berjamaah di halaman belakang rumah milik pimpinan PT Artha Mas Graha Andalan yang luas dan sejuk tersebut. Hadir dalam kegiatan ini H.Zulkarnaen Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat KKSS , Hj.Sri Asri Wulandari Ketua Badan Pengurus Wilayah KKSS Jawa Barat, artis Machica Muchtar, serta sejumlah tokoh KKSS lintas wilayah dan juga dihadiri oleh kurang lebih 100 orang warga KKSS Cikarang Raya dan sekitarnya. Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dan terjemahan, setelah itu dilanjutkan dengan Sambutan Ketua Panitia Muhammad Amin (Doni).

“Walaupun persiapan Halal bi Halal ini praktis hanya dua minggu namun berkat partisipasi aktif, teman-teman warga KKSS Cikarang Raya termasuk Pak Budi yang sudah menyiapkan tempat pelaksanaan, Alhamdulillah acara ini bisa terlaksana dengan baik,”ucap Daeng Doni bersemangat.

Dalam kata sambutannya, Ketua KKSS Cikarang Raya, Budi Hartawinata, menyatakan rasa bangga dan bahagia, karena kegiatan ini menjadi wadah silaturrahmi yang sangat baik antar sesama warga Sulawesi Selatan di perantauan. “Solidaritas warga KKSS Cikarang Raya untuk mendukung seluruh kegiatan sangat tinggi, tahun lalu bahkan menyumbangkan mobil Ambulance hasil urunan bersama, yang dapat digunakan tidak hanya warga KKSS Cikarang namun juga masyarakat secara luas. Tentunya kekompakan ini saya harapkan bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan di masa-masa mendatang,” tuturnya dengan mata berbinar.

“KKSS merupakan salah satu wadah organisasi warga masyarakat daerah di perantauan yang terbesar di Indonesia, bahkan cabangnya pun sudah tersebar hingga ke luar negeri. KKSS terus melakukan introspeksi dan revitalisasi di organisasinya yang bergerak dinamis, termasuk memberikan kesempatan pada generasi muda untuk mengambil peran strategis di kepengurusan. KKSS Jawa Barat salah satunya, dimana saya sebagai Ketua Wilayah diberikan kepercayaan untuk memimpin daerah yang memiliki cakupan relatif besar. Saya berharap kegiatan-kegiatan konstruktif yang dilaksanakan oleh KKSS Cikarang terus dilaksanakan dan ditingkatkan kualitasnya serta menjadi inspirasi terbaik bagi kepengurusan KKSS lainnya,” kata Ketua BPW KKSS Jawa Barat, Hj.Sri Asri Wulandari dengan antusias serta memimpin yel-yel KKSS Jawa Barat bersama hadirin.

Sementara itu, H.Zulkarnain, yang mewakili Ketua DPP KKSS Pusat memberikan apresiasi pada pengurus KKSS Cikarang Raya atas kegiatan yang dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya dan swadaya warga KKSS di sekitar. “Sebagai organisasi warga terbesar di Indonesia, KKSS memiliki misi untuk merangkum segenap potensi masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik untuk Indonesia. Spirit inilah yang perlu selalu kita jaga. Nilai-nilai luhur warisan kearifan lokal daerah kita yang menjadi inspirasi dalam berbuat dan bertindak, mesti senantiasa menjadi acuan dan hal seperti ini akan menyatukan kita dalam sebuah visi bersama untuk membangun Indonesia lebih baik lagi,”ujar H.Zulkarnain yang juga adalah Ketua PA’MAI (Perkumpulan Anak Maros Indonesia).

Penyanyi Machicha Muchtar yang turut hadir dalam acara ini ikut memeriahkan suasana dengan menyanyikan lagu andalannya “Ilalang” dan lagu daerah berjudul“Bulu Alauna Tempe”. Setelah itu tampil perwakilan dari KKSS wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi menyampaikan kata sambutan.

Seusai Sholat Maghrib, hadirin menyantap hidangan khas Bugis-Makassar yang disediakan seperti Coto, Sop Saudara, Kapurung, es Cendol dan kue-kue tradisional Sulawesi Selatan seperti Barongko’, Bolu Peca’, Jalangkote, Roko-Roko Unti, dan lain-lain. Ustadz Ir.Amin Bakri, MT menyampaikan tausyiah setelah para peserta menyimak video kompilasi rangkaian kegiatan KKSS Cikarang Raya dalam 2 tahun terakhir. 

Dalam ceramahnya, Ustadz Amin Bakri membahas tema acara Halal bi Halal KKSS Cikarang yang bertajuk “Tingkatkan Ukhuwah, Meraih Berkah Dunia Akhirat”. Menurutnya, tema ini sangat sesuai dengan filosofi Bugis Makassar “Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi” dimana Sipakatau bermakna Sikap yang memanusiakan manusia seutuhnya dalam kondisi apapun. Kita seharusnya saling menghormati sesama manusia tanpa melihat dia miskin atau kaya atau dalam keadaan apapun. Sipakainge merupakan sifat saling mengingatkan yang harus dimiliki oleh setiap manusia demi keseimbangan kehidupan. Sementara itu sifat Sipakalebbi ini adalah wujud apresiasi. Sifat yang mampu melihat sisi baik dari orang lain dan memberikan ucapan bertutur kata yang baik atas prestasi yang telah diraihnya. Dalam syariat Islam, menurut dosen Perguruan Tinggi Swasta di Bekasi tersebut, sifat-sifat ini sangat selaras dan upaya meningkatkan ukhuwah baik antar sesama warga Sulawesi Selatan di perantauan dan warga setempat seyogyanya juga menerapkan sifat ini dalam interaksi sosial bermasyarakat secara luas.Semakin malam, acara semakin seru. Setelah hadirin menunaikan Sholat Isya berjamaah, sang tuan rumah, Budi Hartawinata, mengundang empat orang pengusaha Sulawesi Selatan yang berhasil di bidang masing-masing yaitu Daeng Ikram, Daeng Makmur, Daeng Kahar dan Daeng Usman. Ulasan yang cukup menarik datang dari Daeng Ikram. Lelaki Difabel asal Enrekang ini menuturkan perjuangannya meraih kesuksesan di ibukota dengan segala keterbatasan yang dimilikinya hingga memiliki perusahaan sendiri. Kisah-kisah yang tak kalah seru datang dari Daeng Makmur, Daeng Kahar dan Daeng Usman. Cerita mereka kerapkali dimeriahkan oleh tawa dan tepuk tangan hadirin yang terkesan atas pengalaman mereka “bertarung” di tanah Jawa dengan penuh semangat dan percaya diri. Rangkaian acara Halal bi Halal warga KKSS Cikarang Raya berakhir pukul 22.00 malam.

 

Related Posts
Manusia atau Mesin: Dilema Emosional Generasi yang Tumbuh Bersama Pendamping Digital
da sebuah ironi yang menghantui zaman kita. Di era ketika jutaan orang terhubung melalui layar sentuh, jutaan hati justru terasa semakin sunyi. Seorang gadis berusia 22 tahun di Jakarta menghabiskan ...
Posting Terkait
Jejak Pahlawan dalam Setiap Pondasi Bangsa: Memaknai Hari Pahlawan dari Kacamata Pembangunan Indonesia
"A nation's culture resides in the hearts and in the soul of its people." - Mahatma Gandhi Setiap tanggal 10 November, kita menundukkan kepala mengenang para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2010 (7) : EDUKASI DAN PENGALAMAN KUNCI PENERAPAN CYBERCITY
Di Hari terakhir Amprokan Blogger 2010, Minggu (7/3) para peserta terlihat tetap segar dan bersemangat. Rombongan peserta dari komunitas blogger daerah yang menginap di Asrama Haji Bekasi diangkut dengan satu ...
Posting Terkait
Ketika Jempol Mengkhianati Hati: Perjuangan Melawan Kecemasan Digital
"The single biggest problem in communication is the illusion that it has taken place." – George Bernard Shaw i ruang yang sunyi pada tengah malam, cahaya biru layar smartphone memancar terang, ...
Posting Terkait
Abraham Samad dan Paradoks Penegakan Hukum di Era Demokrasi
"Keadilan bukanlah sekadar hukum yang tertulis, tetapi keberanian untuk mempertahankan kebenaran bahkan ketika dunia berpaling." - Martin Luther King Jr. angsa ini kembali dihadapkan pada dilema moral yang mencengangkan ketika seorang ...
Posting Terkait
Dua Pilar Energi Indonesia Bersinar di Kancah Global: Refleksi Pencapaian PLN dan Pertamina
i balik hiruk pikuk Jakarta yang tak pernah sunyi, sebuah keajaiban ekonomi sedang terukir dengan tangan-tangan pekerja yang tak kenal lelah. Pada tahun 2025 ini, dunia menyaksikan pencapaian bersejarah yang ...
Posting Terkait
Dari Badai Digital ke Ketahanan Nyata: Kisah Industri Konstruksi Indonesia di Persimpangan Zaman
"Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts." – Winston Churchill i sebuah pagi penuh embun di Jakarta, seorang manajer proyek berdiri di ...
Posting Terkait
Negeri Rayuan Pulau Kelapa Bangkit: Jalan Panjang Menuju Kedaulatan Ekonomi Kerakyatan
"Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa merdeka kalau makan pangan tergantung bangsa lain." Begitu tegas Presiden Prabowo Subianto menyatakan pentingnya kedaulatan pangan. Kalimat ...
Posting Terkait
20 TAHUN & MENUA BAHAGIA BERSAMAMU
Kita telah melewati tahun demi tahun pernikahan dalam suka dan duka, istriku Perjalanan yang tak mudah, karena hidup kerap tak sesederhana yang kita fikirkan Merayakan Ulang Tahun ke 20 kita hari ini ...
Posting Terkait
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?
Tune, Piyo-Piyohu Ngana Uti ? emikian ucapan yang kerap saya dengar dari ayah saya di Makassar pada ujung telepon saat menanyakan kabar saya bersama keluarga di Cikarang. Ucapan dalam bahasa ...
Posting Terkait
Indonesia 80 Tahun: Menyulam Harapan di Tengah Gejolak Global
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya, tetapi juga tidak terpaku padanya. Ia harus berani melangkah ke masa depan dengan keyakinan dan keberanian." – Soekarno etika mentari kembali bersinar ...
Posting Terkait
Era Baru Partisipasi Politik: Fenomena Generasi Digital Indonesia
"Demokrasi bukanlah sekadar sistem pemerintahan, melainkan cara hidup yang menghargai martabat setiap individu" - Franklin D. Roosevelt i tengah hiruk pikuk demonstrasi yang mengguncang Jakarta pada akhir Agustus 2025, muncul sebuah ...
Posting Terkait
Menghadiri Wisuda Profesi Insinyur di Baruga Kampus UNHAS Tamalanrea
eptember 1994, saya mengikuti prosesi wisuda sebagai sarjana Teknik Mesin Universitas Hasanuddin kampus Unhas Tamalanrea. 31 tahun kemudian, saya hadir kembali di Kampus Unhas Tamalanrea, pagi ini, Selasa (15/7) untuk menghadiri ...
Posting Terkait
Resonansi Nusantara: Radio Sebagai Jembatan Persatuan di Era Digital
"Radio adalah teater pikiran, film televisi adalah teater mata dan telinga bersama-sama, tetapi radio lebih berharga karena memungkinkan imajinasi pendengar untuk berpartisipasi." - Franklin Delano Roosevelt etika dunia terjebak dalam hiruk ...
Posting Terkait
Dari Konservatif Menuju Progresif: Transformasi Manajemen Keuangan Negara Era Purbaya
alam lanskap politik ekonomi Indonesia yang dinamis, September 2025 mencatat babak baru yang mengguncang dunia keuangan nasional. Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, ...
Posting Terkait
Ketika Cahaya Langit Menerangi Kegelapan Bumi: Isra’ Miraj dan Krisis Kemanusiaan Kontemporer
Perjalanan vertikal Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik menembus tujuh lapis langit menuju Sidratil Muntaha, bukan sekadar narasi spiritual yang mengambang di awan. Ia adalah kompas ...
Posting Terkait
Manusia atau Mesin: Dilema Emosional Generasi yang Tumbuh
Jejak Pahlawan dalam Setiap Pondasi Bangsa: Memaknai Hari
AMPROKAN BLOGGER 2010 (7) : EDUKASI DAN PENGALAMAN
Ketika Jempol Mengkhianati Hati: Perjuangan Melawan Kecemasan Digital
Abraham Samad dan Paradoks Penegakan Hukum di Era
Dua Pilar Energi Indonesia Bersinar di Kancah Global:
Dari Badai Digital ke Ketahanan Nyata: Kisah Industri
Negeri Rayuan Pulau Kelapa Bangkit: Jalan Panjang Menuju
20 TAHUN & MENUA BAHAGIA BERSAMAMU
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?
Indonesia 80 Tahun: Menyulam Harapan di Tengah Gejolak
Era Baru Partisipasi Politik: Fenomena Generasi Digital Indonesia
Menghadiri Wisuda Profesi Insinyur di Baruga Kampus UNHAS
Resonansi Nusantara: Radio Sebagai Jembatan Persatuan di Era
Dari Konservatif Menuju Progresif: Transformasi Manajemen Keuangan Negara
Ketika Cahaya Langit Menerangi Kegelapan Bumi: Isra’ Miraj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *