FILM “ANAK MUDA PALSU” : TENTANG KESETIAKAWANAN DAN IKHTIAR MERAIH IMPIAN

Hari Kamis petang, 11 Juli 2019, seusai jam kantor, saya bergegas menuju ke Blok M Square, Jakarta Selatan. Disana, tepatnya di Studio XXI lantai 5, saya bergabung dengan teman-teman alumni Universitas Hasanuddin yang akan melaksanakan Nonton Bareng (Nobar) film “Anak Muda Palsu” hasil arahan sutradara Ihdar Nur ini.

Tiba di lokasi, suasana sudah terlihat ramai dan meriah. Puluhan alumni Unhas dari berbagai latar belakang Fakultas, yang sudah mendaftarkan diri sebelumnya untuk ikut Nobar film yang bersetting dunia kemahasiswaan di Universitas Hasanuddin itu, telah hadir dan berkumpul bersama dalam beberapa kerumunan. Nada antusias terdengar dari sejumlah percakapan mereka, yang ingin kembali bernostalgia mengenang masa-masa saat kuliah di kampus dulu.

Adegan film dibuka cukup menghentak dan sekaligus menyibak tabir karakter para tokoh utama film ini.  Pusat edarnya berada di empat mahasiswa Universitas Hasanuddin “kadaluarsa”. Adalah Tumming (Tumming) mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur, Abu (Abu) mahasiswa Fakultas kedokteran, Darwis (Hisyam Hamsir) mahasiswa Fakultas hukum, dan Illank (Reo Ramadhan) mahasiswa Fakultas Sastra menghadapi persoalan yang pelik untuk segera menuntaskan kuliah mereka dan menghindari ancaman “drop-out” dari kampus.

Keempat mahasiswa tadi tinggal bersama di rumah kos yang dimiliki oleh ibu Kos (diperankan oleh Luna Vidya) yang terkenal judes dan galak. Ternyata mereka masing-masing mempunyai problem pribadi yang juga tak kalah rumit, disamping harus menyelesaikan kuliah secepatnya. Dengan tekad akan mengikuti wisuda bersama-sama, keempat mahasiswa ini, berjuang sekeras mungkin untuk meraih impian sebagai sarjana.

Di tengah-tengah perjuangan mereka, berbagai kendala datang menghadang. Illang misalnya mengalami masalah keuangan berat karena keterbatasan finansial keluarganya hingga bisa terancam putus kuliah, Abu mengalami beban mental untuk menuntaskan kuliahnya sebagai dokter atas desakan keluarganya yang juga berprofesi dokter sementara dirinya sendiri takut melihat darah serta disaat yang sama , fokusnya mendadak “terganggu” karena terlibat jalinan asmara dengan salah satu mahasiswa cantik.

Tumming menghadapi kegalauan menghadapi sang asisten dosen yang ternyata juga adalah teman seangkatannya sendiri sedangkan Darwis kebingungan menghadapi sikap sang dosen pembimbing yang ribet dan “terjebak” di suasana era 80-an.  Silang sengkarut problem keempat mahasiswa ini meletupkan berbagai konflik, termasuk konflik dengan ibu Kos mereka sendiri.

Film bergenre Komedi berdurasi 103 menit dan diproduseri oleh rumah produksi Finisia Production ini berhasil “meledakkan” tawa penonton yang hadir dalam Nobar Alumni Unhas di Studio 5 XXI Blok M Square.  Celetukan-celetukan dengan aksen khas Makassar juga aksi-aksi konyol keempat tokohnya sungguh menghibur dan menyegarkan. Memang, untuk menikmati humor-humor beraksen Makassar di film ini, para penonton yang berasal bukan dari daerah yang sama akan kesulitan “mencerna”-nya, namun ada “subtitle” yang menyertai setiap adegan untuk lebih memahami konteks kelucuan yang ditampilkan.

Sebagai ibu kos yang super galak namun ternyata berhati mulia, Luna Vidya berhasil memainkan perannya dengan sangat baik. Perubahan ekspresi wajah dan lakon yang dibawakan begitu natural dan impresif. Dari keempat tokoh utama, sosok Tumming yang relatif menonjol membawa “nyawa” sosok mahasiswa teknik yang urakan, ceplas-ceplos, pemberani dan setiakawan. Kolaborasi bersama ketiga kawannya menghasilkan parade adegan yang apik serta mengesankan.

Secara sinematografis, film “Anak Muda Palsu” yang tayang di bioskop sejak tanggal 4 Juli 2019 ini menampilkan berbagai sudut-sudut kampus Universitas Hasanuddin dan kota Makassar dengan memukau. Walau ide ceritanya boleh dikatakan relatif klise karena sebelumnya ada film komedi lain yang mengangkat romantika kehidupan mahasiswa (misalnya film “Jomblo”), namun menurut saya, film ini menyajikan keunikan dan menawarkan gagasan baru dengan atmosfir suasana setting kota Makassar dan kampus Unhas yang memiliki daya tarik berbeda serta eksotisme tersendiri. Pesan moral yang ditampilkan dalam film ini juga sangat menyentuh, tentang kesetiakawanan, keikhlasan dan ikhtiar keras menggapai impian.

Terus terang, ada sejumlah ekspektasi yang saya harapkan sebelum menonton film ini, salah satunya adalah menyaksikan kembali Kampus Teknik Unhas di Tamalanrea (sekarang Kampus Teknik Unhas sudah pindah ke Gowa). Walau tampilannya tak banyak, namun beberapa adegan di kampus Unhas Tamalanrea sudah cukup mengobati rasa kangen saya pada kampus tempat saya menuntut ilmu 30 tahun silam. Hal lain, kecemerlangan Tumming memainkan dan menjiwai peran sebagai mahasiswa teknik, membuat saya tertawa sendiri mengenang masa lalu, termasuk mengingat sahabat saya tercinta, almarhum Maksum Kararok yang memiliki karakter dan sosok persis seperti Tumming.

Akhirnya, salut untuk sineas Makassar yang telah menghadirkan film “Anak Muda Palsu”, sebuah karya monumental nan memikat. Ditunggu karya-karya selanjutnya!

 

Related Posts
KETIKA RIZKY MENJALANI OPERASI USUS BUNTU
ada Rabu siang (11/11), anak tertua saya Rizky yang baru pulang sekolah mengeluh sakit pada perutnya di bagian sebelah kanan bawah kepada sang bunda. "Ma, sakit sekali kalau jalan, lari ...
Posting Terkait
GOOD BYE 2008, HELLO 2009!
Selalu ada kesedihan sekaligus kegembiraan menyeruak di dada ketika pergantian tahun tiba.  Dan di penghujung tahun ini, saya kembali merasakan sensasi serupa. Kesedihan karena akhirnya meninggalkan tahun yang penuh kesan dan ...
Posting Terkait
IDUL FITRI DAN “PENGGELEDAHAN DIRI”
dul Fitri bagi saya adalah sebuah “jalan” untuk penggeledahan diri. Introspeksi, melihat lebih dalam sejauh mana saya memaknai hari kemenangan itu dalam nuansa perenungan tentang kualitas ibadah yang saya lakoni ...
Posting Terkait
KEGANTENGAN IDENTIK DENGAN KEMENANGAN?
SUNGGUH menarik mencermati hasil quick-count Pilkada Jawa Barat 2008 kali ini. Pasangan HADE (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) yang menurut analisa sejumlah kalangan tidak diunggulkan untuk memenangkan Pilkada Jawa Barat ...
Posting Terkait
Saya memandu Seminar Sosialisasi Pengembangan ASEAN di Makassar, 10 Desember 2010
Hari Kamis, 9 Desember 2010, pukul 14.30, saya tiba di terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta. Pada hari ini, saya akan berangkat ke Makassar bersama rombongan Kementerian Luar Negeri RI ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA BUAT ISTRIKU (Merayakan 12 Tahun Pernikahan)
Istriku sayang, Membuka bulan keempat di tahun 2011 yang juga merupakan bulan penuh kenangan dimana cinta kita berdua dikekalkan dalam ikatan suci pernikahan, kita menyaksikan betapa malapetaka berupa bencana alam serta ...
Posting Terkait
TESTIMONI PENUH CINTA DARI CHINCA
Thanks ya Chinca dan juga Monyet Pinter! :))
Posting Terkait
HOTEL SANTIKA CIKARANG DAN UPAYA MENANGKAP PELUANG DI KOTA MANDIRI
Sabtu (1/3) siang, saya bersama kawan-kawan Komunitas Blogger Bekasi dan Cikarang diundang untuk menghadiri peresmian hotel Santika Cikarang yang terletak di jalan Cibarusah No.11, tidak jauh dari pintu tol Cikarang ...
Posting Terkait
THE A TEAM (2010) : MEREKA BERAKSI LAGI!
"Murdock, ada paket film 3D untukmu, dari Annabele Smith!," kata seorang perawat rumah sakit jiwa di Jerman pada seorang pasien bertopi baseball yang bertampang lugu. Lelaki yang dipanggil itu mendadak terperangah, ...
Posting Terkait
PROGRAM CSR PT.CSI DIMULAI DENGAN PELETAKAN BATU PERTAMA RUANG KELAS SDN KARANGBARU 06 CIKARANG UTARA
endung menggelayut di langit Cikarang ketika saya bersama rombongan PT Cameron Service International (CSI) tiba di SDN Karang Baru 06, Cikarang, Kamis pagi (6/12). Dalam hati sempat terbersit rasa khawatir ...
Posting Terkait
KETIKA RIZKY MENJALANI OPERASI USUS BUNTU
GOOD BYE 2008, HELLO 2009!
IDUL FITRI DAN “PENGGELEDAHAN DIRI”
KEGANTENGAN IDENTIK DENGAN KEMENANGAN?
OLEH-OLEH PERJALANAN DARI MAKASSAR (1)
SURAT CINTA TERBUKA BUAT ISTRIKU (Merayakan 12 Tahun
TESTIMONI PENUH CINTA DARI CHINCA
HOTEL SANTIKA CIKARANG DAN UPAYA MENANGKAP PELUANG DI
THE A TEAM (2010) : MEREKA BERAKSI LAGI!
PROGRAM CSR PT.CSI DIMULAI DENGAN PELETAKAN BATU PERTAMA

3 comments

Leave a Reply to Nur Terbit Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *