Lelaki itu duduk didepanku dengan wajah tertunduk lesu.

Terkulai lemas diatas kursi.

Mendadak lamunanku terbang melayang ke beberapa tahun silam. Pada lelaki itu yang telah memporak-porandakan hatiku dengan pesona tak terlerai.

Tak hanya ketampanan sensasional yang dimilikinya, tubuh yang tinggi kekar namun aura yang memancar gemilang dari setiap tingkahnya –juga gombalannya–membuatku luluh terpikat dalam sebuah cinta terlarang.

Aku mengabaikan segala kehidupan sempurna, mewah dan megah bersama suami dan anak-anakku, hanya untuk dia.

“Jangan tinggalkan aku..tak sanggup hidup tanpamu,”ucapku lirih ke telinganya.

Lelaki itu kemudian meraih dan memelukku erat diatas pembaringan. Desah nafasnya terasa di ubun-ubunku, ia lalu membelai rambutku perlahan. Tanpa kata. Tapi buatku, ini membuatku percaya padanya.

Tak lama setelah itu, dia menghilang. Pergi entah kemana.

Semua saluran komunikasi yang menghubungkan kepadanya tak terjawab. Sirna.

Aku terpuruk. Tak percaya bisa kehilangan dia. Selamanya.

Untunglah aku bisa bangkit kembali berkat suami dan anak-anakku yang setia mendampingiku.

Dan kini dia duduk dihadapanku.

Tak ada rindu lagi kepadanya. Tak ada lagi harapan untuknya.

Semua harus selesai sampai disini.

“Ibu hakim, maaf, silakan dibacakan tuntutannya kepada terdakwa,” salah seorang angota majelis hakim mendadak berbisik kepadaku mengingatkan. 

Related Posts
FLASH FICTION: BUKAN JODOH
Berkali kali lelaki itu merutuki kebodohannya. Mengabaikan perasaannya paling dalam kepada perempuan sederhana namun rupawan yang dia sukai, hanya demi harga diri sebagai lelaki kaya, tampan dan terkenal--lalu kemudian, ketika semua ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : TRAGEDI BISUL
Aku meradang. Merah. Juga bernanah. Sudah tiga hari aku bercokol disini, di bokong sebelah kiri salah satu penyanyi dangdut terkenal ibukota, Nana Daranoni. Sang pemilik bokong tampaknya kurang merasa nyaman atas kehadiranku. ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : AKHIR SEBUAH MIMPI
Lelaki itu berdiri tegak kaku diatas sebuah tebing curam. Tepat dibawah kakinya, gelombang laut terlihat ganas datang bergulung-gulung, menghempas lalu terburai dihadang karang yang tajam. Sinar mentari terik menghunjam ubun-ubun ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : SEPERTI JANJIMU
Seperti Janjimu Kita akan bertemu pada suatu tempat, seperti biasa, tanpa seorang pun yang tahu, bahkan suamimu sekalipun. Kita akan melepas rindu satu sama lain dan bercerita tentang banyak hal. Apa ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: SAAT REUNI, DI SUATU WAKTU
Takdir kerapkali membawa keajaibannya sendiri. Seperti saat ini, menatap wajahnya kembali pada sebuah reuni sekolah menengah pertama. Paras jelita yang seakan tak pernah tergerus waktu, meski hampir setengah abad telah terlewati. Diajeng ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : ROBOT
Seperti yang pernah saya lakukan diblog lama, saya akan menayangkan karya flash-fiction saya diblog ini secara teratur, paling tidak minimal 2 minggu sekali. Contoh koleksi flash-fiction lama saya bisa anda lihat ...
Posting Terkait
Dibawah ini adalah Flash-Fiction saya yang merupakan "modifikasi" dari salah satu posting saya dalam lanjutan cerita estafet (cerfet) forum blogfam yang berjudul "Bayang Hitam"  Nah..selamat menikmati: My Momma always said: Life was like ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : CINTA SATU MALAM
Baginya, cinta adalah nonsens. Tak ada artinya. Dan Sia-sia. Entahlah, lelaki itu selalu menganggap cinta adalah sebentuk sakit yang familiar. Ia jadi terbiasa memaknai setiap desir rasa yang menghentak batin tersebut sebagai ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : TAHI LALAT RANO KARNO
Istriku uring-uringan dan mendadak membenciku dua hari terakhir ini. "Aku benci tahi lalatmu. Tahi lalat Rano Karnomu itu!" cetusnya kesal. "Pokoknya, jangan dekat-dekat! Aku benciii! Benciii! Pergi sanaa!", serunya lagi, lebih galak. Aku ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: PACAR PERTAMA
Sebuah pesan tampil atraktif di layar handphone ku. Dari Rita, pacarku dan ia dengan yakin menyatakan aku adalah pacar pertamanya. "Kapan bisa ketemu say? Bisa hari inikah?" Aku menggigit bibir, memikirkan jawaban yang ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: BUKAN JODOH
FLASH FICTION : TRAGEDI BISUL
FLASH FICTION : AKHIR SEBUAH MIMPI
FLASH FICTION : SEPERTI JANJIMU
FLASH FICTION: SAAT REUNI, DI SUATU WAKTU
FLASH FICTION : ROBOT
FLASH FICTION : KESEMPATAN KEDUA
FLASH FICTION : CINTA SATU MALAM
FLASH FICTION : TAHI LALAT RANO KARNO
FLASH FICTION: PACAR PERTAMA

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.