FLASH FICTION: PELET

Hancur!. Hatiku betul-betul hancur kali ini. Berantakan!

Semua anganku untuk bersanding dengannya, gadis cantik tetanggaku yang menjadi bunga tidurku dari malam ke malam, lenyap tak bersisa.

Semua gara-gara pelet itu.

Aku ingat bulan lalu, aku mendatangi seorang dukun pelet terkenal yang tinggal di pinggiran kota.

Tujuanku hanya satu: meminta bantuannya mengirimkan ajian pelet kepada Ratna, gadis manis tetangga rumahku yang telah memikat hatiku dan beberapa kali menolak permintaanku menjadi pacarnya.

Aku berharap ajian pelet dari dukun sakti itu akan menaklukkan hati sang gadis untuk mencintaiku.

Apa boleh buat, ini jalan terakhir yang mesti aku tempuh setelah berbagai cara telah kucoba untuk membuatnya suka padaku.

“Kamu yakin atas apa yang akan kamu lakukan ini?. Tidak menyesal?” ujar sang dukun seraya mengembalikan foto Ratna kepadaku setelah melihatnya sekilas.

Aku mengangguk kencang.

“Yakin..ini jalan terakhir, setelah semua cara gagal total” sahutku tegas.

Dukun itu menyeringai. Ada kesan licik terlihat dimatanya.

Sesaat kemudian, ia memberikan padaku serbuk ramuan khusus yang diminta untuk ditaburkan di depan rumah Ratna saat malam hari.

“Pastikan tidak ada orang yang melihatmu saat menaburkan ramuan ini,”pesan sang dukun setengah berbisik.

Aku kembali mengangguk kencang-kencang sembari memberikan uang jasa kepadanya.

Dan kini..

Aku terluka.

Menyesali apa yang sudah aku lakukan.

Didepan mataku, hari ini, aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri sang dukun menggandeng mesra Ratna, gadis impianku itu disebuah mall.

Related Posts
FLASH FICTION: PENEMBAK JITU
Dia baru saja menuntaskan tugasnya sore itu: melubangi kepala seorang boss besar dengan peluru yang ditembakkan olehnya dari jarak jauh, atas order boss besar yang lain. Dia puas menyelesaikan tugasnya dan ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: HATI-HATI DI JALAN
Menjelang berpisah, perempuan itu, yang sudah memiliki hatiku sepenuhnya, tersenyum samar. Pandangannya tajam namun mesra. "Kamu tetap sayang aku kan'?", tanyanya manja. Disentuhnya daguku pelan. Aku tersenyum. "Jawab dong, jangan hanya senyum doang",rengeknya. "Tentu ...
Posting Terkait
Teng!-Teng! Tubuhku dipukul dua kali. Begitu selalu. Setiap jam dua dini hari. Biasanya aku terbangun dari lelap tidur dan menyaksikan sesosok lelaki tua, petugas ronda malam kompleks perumahan menatapku puas dengan ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: TUNTUTAN
Lelaki itu duduk didepanku dengan wajah tertunduk lesu. Terkulai lemas diatas kursi. Mendadak lamunanku terbang melayang ke beberapa tahun silam. Pada lelaki itu yang telah memporak-porandakan hatiku dengan pesona tak terlerai. Tak hanya ...
Posting Terkait
Dibawah ini adalah Flash-Fiction saya yang merupakan "modifikasi" dari salah satu posting saya dalam lanjutan cerita estafet (cerfet) forum blogfam yang berjudul "Bayang Hitam"  Nah..selamat menikmati: My Momma always said: Life was like ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: BUKAN JODOH
Berkali kali lelaki itu merutuki kebodohannya. Mengabaikan perasaannya paling dalam kepada perempuan sederhana namun rupawan yang dia sukai, hanya demi harga diri sebagai lelaki kaya, tampan dan terkenal--lalu kemudian, ketika semua ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: AYAH
Memanggilnya Ayah, buatku sesuatu yang membuat canggung. Lelaki separuh baya dengan uban menyelimuti hampir seluruh kepalanya itu tiba-tiba hadir dalam kehidupanku, setelah sekian lama aku bersama ibu. Berdua saja. "Itu ayahmu ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : TRAGEDI BISUL
Aku meradang. Merah. Juga bernanah. Sudah tiga hari aku bercokol disini, di bokong sebelah kiri salah satu penyanyi dangdut terkenal ibukota, Nana Daranoni. Sang pemilik bokong tampaknya kurang merasa nyaman atas kehadiranku. ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : SEPERTI JANJIMU
Seperti Janjimu Kita akan bertemu pada suatu tempat, seperti biasa, tanpa seorang pun yang tahu, bahkan suamimu sekalipun. Kita akan melepas rindu satu sama lain dan bercerita tentang banyak hal. Apa ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : AKHIR SEBUAH MIMPI
Lelaki itu berdiri tegak kaku diatas sebuah tebing curam. Tepat dibawah kakinya, gelombang laut terlihat ganas datang bergulung-gulung, menghempas lalu terburai dihadang karang yang tajam. Sinar mentari terik menghunjam ubun-ubun ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: TAKDIR TAK TERLERAI
Hening. Sunyi. Di ujung telepon aku hanya mendengar helaan nafasnya yang berat. "Jadi beneran mbak tidak marah?", terdengar suara adikku bergetar. "Lho, kenapa harus marah?", sergahku gusar "Karena Titin melangkahi mbak, menikah lebih dulu,"sahutnya ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: AYAHKU, IDOLAKU
Bangga rasanya menjadi anak seorang dukun terkenal di seantero kota. Dengan segala kharisma dan karunia yang dimilikinya, ayah memiliki segalanya: rumah mewah, mobil mentereng dan tentu saja uang berlimpah hasil ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: BARANGKALI, CINTA
Gadis itu menulis diatas secarik kertas dengan tangan bergetar. Ia mencoba menafsirkan desir-desir rasa yang menggerayangi kalbu nya, menerbitkan rasa nyaman dan juga kangen pada lelaki yang baru akan diperkenalkannya pada ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : FACE OFF
“Segini cukup?” lelaki setengah botak dengan usia nyaris setengah abad itu berkata seraya mengangsurkan selembar cek kepadaku. Ia tersenyum menyaksikanku memandang takjub jumlah yang tertera di lembaran cek tersebut. “Itu Istrimu? ...
Posting Terkait
FLASH FICTION : ROBOT
Seperti yang pernah saya lakukan diblog lama, saya akan menayangkan karya flash-fiction saya diblog ini secara teratur, paling tidak minimal 2 minggu sekali. Contoh koleksi flash-fiction lama saya bisa anda lihat ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: SETAN KREDIT
Aku menyeringai puas. Bangga. Sebagai Debt Collector yang disegani dan ditakuti, membuat debitur bertekuk lutut tanpa daya dan akhirnya terpaksa membayar utangnya merupakan sebuah prestasi tersendiri buatku. Sang debitur, lelaki tua dengan ...
Posting Terkait
FLASH FICTION: PENEMBAK JITU
FLASH FICTION: HATI-HATI DI JALAN
FLASH FICTION : TIANG LISTRIK
FLASH FICTION: TUNTUTAN
FLASH FICTION : KESEMPATAN KEDUA
FLASH FICTION: BUKAN JODOH
FLASH FICTION: AYAH
FLASH FICTION : TRAGEDI BISUL
FLASH FICTION : SEPERTI JANJIMU
FLASH FICTION : AKHIR SEBUAH MIMPI
FLASH FICTION: TAKDIR TAK TERLERAI
FLASH FICTION: AYAHKU, IDOLAKU
FLASH FICTION: BARANGKALI, CINTA
FLASH FICTION : FACE OFF
FLASH FICTION : ROBOT
FLASH FICTION: SETAN KREDIT

Leave a Reply

Your email address will not be published.

18 + six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.