Category Archives: Featured

12046846_10153619058148486_1373601005497224337_n
Suasana pelataran timur masjid Al Madani di Perumahan Cikarang Baru Desa Jayamukti, Kamis (24/9) terlihat begitu ramai. Hari ini, tepat di perayaan Idul Adha 1436 H dilaksanakan prosesi penyembelihan hewan kurban yang berjumlah 13 ekor sapi dan 40 ekor kambing. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini sebuah alat berbentuk plat baja persegi dan dilengkapi dengan mekanisme hidrolik yang akan difungsikan sebagai alat bantu penyembelihan hewan kurban telah disiapkan di tengah lapangan. Sejumlah warga nampak penasaran dan antusias mengamati alat tersebut dengan seksama lebih dekat.

Read More…

FGD4
Suasana ruang Agung Business Center Hotel Sultan sudah terlihat ramai saat saya tiba, kemarin malam, Jum’at (7/11). Saya langsung menyapa Pak S.Herry Putranto, Ketua Komunitas Migas Indonesia yang telah tiba lebih dulu serta sejumlah rekan-rekan lain panitia Lokakarya Energi Nasional IKA Unhas yang banyak didominasi oleh praktisi dunia migas. “Apa kabar Pak Amril, lama juga ya kita tak bertemu,”kata Pak Herry menjabat tangan saya dengan hangat. Sejak pelaksanaan Workshop Tender Managemen Pengadaan Barang dan Jasa Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) sesuai PTK SKK Migas Revisi 2 Tahun 2011. di Bandung, tahun lalu ini adalah pertemuan kami kembali. Malam itu, kami mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang merupakan bagian dari Pre-Event pelaksanaan Lokakarya Energi yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 3 Desember 2014.

Acara dibuka oleh Ketua Panitia, Mulyawan Samad, yang memaparkan tujuan pelaksanaan FGD ini antara lain untuk menggali lebih dalam topik khususnya disisi hulu migas nasional guna kian “mempertajam” materi yang kelak dibahas dalam lokakarya. Menurutnya dalam lokakarya yang akan “membedah” solusi praktis migas nasional akan dibagi menjadi 3 pokok utama pembahasan yaitu : sektor Hulu, Hilir Migas dan Energi Terbarukan. Diungkapkan oleh Mulyawan bahwa sebelum FGD ini, tim panitia lokakarya telah melakukan pertemuan dikantor Lemigas untuk audiensi sekaligus berdiskusi tentang persoalan migas nasional serta seputar persiapan Lokakarya Energi IKA Unhas.

Read More…

Pesona Parade Lampu yang memukau dalam Symphoni of Light (sumber : www.tourism.gov.hk)

Sahabatku yang baik,

Bagaimana kabarmu? Semoga tetap sehat ya.

Hongkong tak banyak berubah sejak kepergianmu. Gedung-gedung tinggi menjulang bagaikan hutan beton menyelimuti seantero kota masih berdiri kokoh dan nuansa Tiongkok Moderen yang kental dan sempat membuatmu melontarkan pendapat bahwa aku telah menjadi salah satu “korban mode” dengan dandanan ala Harajuku yang terlalu ekspresif dan tidak sesuai dengan kulit tubuhku yang berwarna sawo matang (mudah-mudahan kamu masih ingat betapa pedas cubitanku mendarat di pinggangmu sesaat setelah melontarkan pernyataan itu :)) juga masih tetap eksis bahkan kian berkibar.

Yang jelas, sejak pertemuan kita terakhir itu aku kembali menekuni pekerjaanku sebagai tenaga kerja Indonesia disini. Mencari nafkah dengan harapan semuanya akan bergelimang berkah, buatku, buat keluargaku dan buat negeri kita tercinta. Sebuah rutinitas yang berusaha untuk kucintai begitu dalam, tidak sekedar sebagai profesi, namun lebih dari itu — menjadi bagian dari ibadah menggapai RidhaNya yang agung. Aku menikmati dan menghayati semuanya dengan tulus.

Aku menulis surat ini kepadamu untuk memberitahukan tentang pelaksanaan kegiatan #HKSummerSpectacular yang rutin dilaksanakan dalam rangka menyambut musim panas. Sebagai kawasan yang beriklim subtropis, Hongkong memiliki ciri khas perbedaan cuaca yang relatif ekstrim.Di musim dingin bisa mencapai 10 derajat celcius dan dimusim panas bisa lebih dari 31 derajat celcius.Pada bulan Juni hingga Agustus merupakan bulan dengan suhu tertinggi, dan pada masa-masa inilah sejumlah event dilaksanakan dalam rangka menyambut hadirnya musim panas di Hongkong. Bunga-bunga lotus bermekaran musim ini menambah keindahan harmoni di kota yang memiliki luas wilayah 1.104 km2.tersebut.

Aku selalu menyukai suasana musim panas di Hongkong, dimana kilau mentari bersinar terik memantul cemerlang pada dinding kaca gedung bertingkat, cuaca yang hangat dan nuansa semangat bergelora terlihat pada senyum orang-orang berlalu lalang di sepanjang keteduhan boulevard. Aku ingin mengajakmu kesini kembali, merasakan aura summer spirit yang sungguh sangat berbeda ketika kamu ke Hongkong bulan Maret tahun lalu.

Read More…

image-4ce251af4396a-klaKla Project bagi saya, adalah sebuah legenda yang berdiri kokoh diatas kegemilangan jejak yang sudah ditorehkan dengan manis di jagad musik negeri ini lebih dari dua dekade. Sejak pertama kali grup ini memperkenalkan album terbarunya “Kla” tahun 1989 dengan lagu andalan “Waktu Tersisa”, “Tentang Kita” dan “Rentang Asmara”, saya langsung jatuh hati pada grup yang dibentuk oleh Katon Bagaskara, Lilo Radjadin, Adi Adrian, dan Ari Burhani pada tahun 1988 di daerah Tebet, Jakarta tersebut. Warna musik yang “beda” dan diperkuat oleh lirik lagu yang puitis serta sarat makna, menjadikan grup ini menjadi idola masyarakat saat itu. Termasuk saya.

Lagu-lagu melankolis yang hits dan dipopulerkan sejumlah penyanyi seperti Pance Pondaag, Obbie Messakh, Dian Piesesha, dan lain-lain pada masa Kla Project masuk pertama kali ke blantika musik Indonesia ketika itu begitu populer. Dan “gebrakan” Kla Project dengan warna lagu yang “beda” menyajikan corak baru dalam musik Indonesia di tengah merebaknya citra lagu bertema “seragam” dan cenderung mendayu-dayu.

Read More…

atg&family

Ada begitu banyak cara menikmati hidup.

Yang murah, menenangkan,menyenangkan dan melegakan.

Salah satunya adalah leyah-leyeh atau bersantai tanpa melakukan apa-apa. Just Doing Nothing.   

Saya tidak mengajarkan anda untuk bermalas-malasan dan menelantarkan pekerjaan. Tapi layaknya barisan huruf dan kata, yang akan kehilangan makna dan keindahan tanpa spasi diantaranya, maka leyah-leyeh adalah sebentuk tamasya batin. Sebuah tetirah untuk melakukan jeda sejenak dari segala rutinitas kehidupan yang menyesakkan. Membuat jiwa kita sekedar beristirahat dari kepenatan menanggung beban hidup yang kian berat dari waktu ke waktu.

Modalnya cukup dengan hanya sedikit waktu luang, tempat yang tenang dan hati yang lapang. Saya kerap melakukan ini bila baru saja usai menunaikan sholat malam. Ketika jiwa baru saja pulang “berkunjung” ke haribaan sang Khalik, ketika itu waktu yang tepat untuk berleyah-leyeh. Tidak perlu lama-lama, 15-30 menit sudah cukup untuk membuat batin menjadi segar kembali.

Di atas hamparan sajadah masih mengenakan kopiah, sarung dan baju koko,  saya tidur bertelekan kedua lengan dikepala sembari memandang langit-langit kamar, menyesapi kesunyian, mendaki puncak-puncak kenangan.

Read More…


marah2.thumbnailYang Paling saya tahu tentang Marah adalah, dia lebih banyak melukai diri sendiri ketimbang orang yang kita marahi  

— Oprah Winfrey, Pembawa acara TV Terkenal (dikutip dari Majalah Intisari Maret 2007)

Kejadian 12 tahun silam itu masih membekas di ingatan.

Dari tempat kos di Cawang, saya bermaksud menumpang Metromini ke Mall Kalibata untuk membeli buku.

Matahari bersinar sangat terik waktu itu. Rasanya ubun-ubun kepala bagai terbakar. Saya merutuk kesal lupa membawa topi yang sudah saya siapkan sebelumnya dikamar kos.

Saat akan turun, terjadilah musibah itu.

Bis yang saya tumpangi itu melaju kencang sebelum kaki saya benar-benar menapak kokoh dijalan. Tak ayal saya pun jatuh terguling-guling diatas aspal. Masih untung, saya memiliki “peredam kejut” yang lumayan mumpuni berupa bokong yang padat montok sehingga ketika tubuh jatuh berdebum di aspal tidak terlalu menghasilkan akibat yang parah.

Tapi tetap saja sakit.

Celana Jeans saya kotor dan ditambah rasa malu bukan main disaksikan sejumlah orang yang berada di depan mall.

Kemarahan saya seketika memuncak. Saya lalu berlari mengejar Metromini itu yang kebetulan sedang berjalan pelan karena tepat didepannya ada pintu perlintasan kereta api.   Akhirnya saya berhasil naik ke atas metromini dan langsung menuju tempat pengemudi berada.

Dengan geram saya langsung mencengkram kerah kaos kumal supir yang berperawakan lebih kecil dari saya itu seraya menatap tajam kepadanya. Sang kondektur mencoba membantu tapi ia tidak berani ketika saya sudah memasang kuda-kuda untuk menghajarnya bila ia mau mendekat. Saya telah siap menerapkan ilmu beladiri yang pernah saya pelajari untuk mengantisipasi segala kemungkinan terburuk. Termasuk resiko bila dikeroyok.

Sang supir sangat ketakutan. Saya lalu melontarkan sejumlah makian pedas dan sumpah serapah terhadapnya telah memperlakukan penumpang secara tidak manusiawi, masih untung saya—lelaki muda, kekar dan sehat  😀 —yang jadi korban, bagaimana jika seorang ibu hamil, anak-anak atau orang cacat yang mengalami nasib serupa?.Bukankah hasinya akan lebih fatal?.

Read More…

14-blog-field-of-money.jpg

Saya (tengah) bersama Agus Hery Prasetyo (paling kanan) membawakan materi talkshow bertajuk Blog:Field of Money yang digelar oleh Komunitas Blogger Makassar (AngingMammiri) dan dipandu oleh moderator Asri Tadda serta disiarkan langsung oleh Radio Fajar FM Makassar, Minggu (23/11) (Foto oleh Syaifullah)

Usai istirahat dan sholat dhuhur, acara dilanjutkan kembali. Sebelumnya, saya menyempatkan diri menyapa dan ngobrol bersama “pasukan” Anging Mammiri yang bertugas sebagai panitia.  Ada keletihan sekaligus kegembiraan tergambar diwajah mereka. Terus terang saya sangat kagum dan salut atas kerja keras dan kinerja mereka yang dengan gigih dan “militan” mempersiapkan acara ini dengan baik. Bagi saya, apa yang telah dilakukan anak-anak muda Makassar ini merupakan sebuah wujud cinta yang nyata kepada komunitas AM dan tentu saja mempersembahkan kontribusi terbaik bagi daerah tercinta,  Makassar. Tentang suka duka Panitia bisa dibaca di blog AngingMammiri.

Ada yang istimewa di sesi kedua ini yaitu penampilan tarian 3 etnis (Makassar, Bugis dan Toraja) oleh Biro Kesenian Mahasiswa Unhas. Penampilan enam penari yang masing-masing dua orang diantaranya memakai busana khas Makassar, Bugis dan Toraja (3 etnis terkenal di Sulsel) sangat memukau. Diiringi musik khas ala Makassar seperti tetabuhan, seruling dan suara merdu sang “pesinden” membuat penampilan kelompok tari ini sangat memukau dan memikat perhatian serta tepuk tangan meriah hadirin.

tari3etnis.JPG

Tarian 3 etnis yang memukau, membuka sesi talkshow Blog:Field of Money

Read More…

banner angingmammiri

Hari ini, 25 November 2008, saya merayakan 3 hari ulangtahun sekaligus.

Selain Ulang Tahun keenam anak saya yang pertama, Muhammad Rizky Aulia Gobel dan Ulang Tahun ke-68 ibunda saya tercinta Aminah Gobel, juga tepat pada hari ini pula merupakan hari ulang tahun kedua Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri, dimana saya menjadi salah satu jajaran penasehatnya.

Hanya dalam 2 tahun komunitas ini tumbuh pesat, tidak hanya dari jumlah anggotanya (dari 114 orang di tahun 2006 hingga mencapai 800 orang di tahun 2008) tapi juga padatnya kegiatan yang digelar komunitas blogger terbesar di Indonesia Timur ini selama 2 tahun menorehkan kiprahnya.

Semoga komunitas ini tetap eksis hingga kapanpun dan tetap bersemangat melakukan aktifitasnya.

Selamat Ulang Tahun Kedua Anging Mammiri! Ewako!

2658_57396443485_4122937_nSETELAH prosesi resepsi pernikahan yang sakral kami jalani di gedung wayang Kekayon Jl.Raya Yogya Wonosari, 10 April 1999, babak baru kehidupan sudah menyongsong didepan mata. Saya telah menjadi suami dari Sri Lestari, gadis yogya yang memiliki senyum memikat dan memboyong anak kelima dari Bapak/Ibu Harjoijoyo itu ke rumah kontrakan saya yang kecil dan sempit di Jl.DR.Sutomo didepan UKI-Cawang.

Ketika itu, saya baru saja bekerja sebagai karyawan di PT.Framas Plastic Technology Cibitung setelah sebelumnya terkena PHK dari PT.Timori Putra Bangsa (sebuah perusahaan otomotif milik Tommy Soeharto yang berencana membuat pabrik sepeda motor nasional) pasca krisis moneter 1998. Alhamdulillah, saya diterima di PT.Framas tepat ketika pengumuman PHK keluar. Dengan demikian, saya tidak perlu menyandang predikat “penganggur”. Bahkan sempat mendapat pesangon/uang jasa dari PT.Timori yang kemudian kelak saya jadikan “modal” untuk menikah.

Rumah kontrakan kami sangat kecil. Hanya sebuah kamar pengap berukuran 2 x 3 meter (karena tepat di seberang jendela, berdiri tembok tinggi rumah sebelahnya), ruang tamu 2 x 2 meter dan kamar mandi/WC berukuran 1.5 x 2 m. Rumah kontrakan itu memang tidak terurus dengan baik. Sejak menempati sebulan sebelumnya dan pindah dari tempat kost saya tak jauh dari situ, sang pemilik kontrakan sudah menjelaskan kondisi rumah tersebut sebenarnya. Kumuh dan terdapat sejumlah tempelan lumut di tembok bagian atas. Sebagian rumah retak. Tapi tak apalah, setidaknya kami mendapat tempat berteduh yang layak, untuk sementara. Saya menyewa dari pemiliknya yang kebetulan punya rumah tepat dibelakangnya seharga Rp 1,2 juta/pertahun. Sebelum menikah, saya sudah “mengisi” rumah kontrakan itu dengan sebuah tempat tidur kayu, seperangkat alat dapur dan makan, lemari serta sebuah TV 21″.

Read More…

bersama almilham

Saya bersama Almarhum Ilham, duduk disebuah acara Bazaar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNHAS, sekitar bulan Juli tahun 1992

Judul posting diatas diucapkan oleh Agus Kuncoro Adi, pemeran Azzam pada sinetron “Para Pencari Tuhan Jilid 2” di SCTV kemarin subuh (Rabu, 10/09). Sebuah ucapan yang cukup menghentak kesadaran dan menjadi ironi, terlebih ketika itu, saya baru saja tertawa terpingkal-pingkal saat Bang Jack (Deddy Mizwar) memperagakan cara menghadapi mati “yang baik dan benar” kepada ketiga anak angkatnya Chelsea, Barong dan Juki (Grup Lawak Bajaj). Ucapan Azzam itu begitu menggetarkan dan membuat saya duduk terpaku di kursi. Termenung dalam diam.

Saya tiba-tiba terkenang pada salah seorang sahabat saya, rekan satu angkatan di Teknik Mesin UNHAS, yang telah lebih dulu “pergi” menghadap sang Pencipta, Ilham (1970-2003).

Kepedihan mendalam saya rasakan saat menerima kabar kematian Ilham disebuah siang yang lengas tahun 2003. Di ujung telepon, Arief Muqarrabin, rekan satu angkatan saya dan juga pasangan satu skripsi Ilham mengabarkan kabar duka itu. Suaranya bergetar menahan keharuan. Tenggorokan saya tercekat, tak sabar mendengar berita yang akan disampaikan. “Fik, Ilham telah wafat, tadi malam karena kecelakaan kerja di Jambi”, ujar Arief pelan. Kami mendadak tercekam dalam sebuah kebisuan panjang. Dada saya terasa sesak, begitu deras rasanya kesedihan dan keharuan melanda hati. Saya hampir tak bisa berkata apa-apa lagi. Nyaris tak percaya rasanya, sahabat akrab saya itu wafat dalam usia relatif muda.

Read More…

April 2017
M T W T F S S
« Feb    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Profil di LinkedIn

Arsip

My Karaoke @ SoundCloud

Kicauanku di Twitter

Iklan

Creative Commons License

Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi. Silakan anda mengambil atau mengutip sebagian maupun seluruh isi blog ini asalkan jangan lupa mencantumkan sumber asli tulisannya. Terimakasih atas pengertian anda

Recent Comments

    My Instagram

    Good Reads Book Shelf

    Amril's books

    Nge-blog Dengan Hati
    3 of 5 stars
    Blogisme ala Ndoro Kakung Judul Buku : Ngeblog Dengan Hati Penulis : Wicaksono “Ndoro Kakung” Editor : Windy Ariestanty Penerbit : Gagas Media, Terbitan : Cetakan pertama, 2009 Jumlah Halaman : 142 Di ranah blog Indonesia, nama N...

    goodreads.com

    Page Rank Checker

    Free Page Rank Tool Pagerankchecker.com — Check your Pagerank Website reputation
    Alexa rank,Pagerank and website worth
    Powered by WebStatsDomain
    Blog

    Live Traffic Feed

    badge