KETIKA PUISI-PUISI “BERPERANG”

Sebuah tantangan “menggairahkan” datang di kolom komentar posting saya di blog “Multiply”. Tantangan itu datang dari Kalonica, salah satu blogger wanita dan komentator di blog saya yang menayangkan Puisi “Kita, Katamu”. dan mengajak “adu tanding” puisi setelah ia sendiri  menayangkan puisi karyanya tepat dibawah Puisi yang saya tayangkan. “Temanya, kasih tak sampai”, […]

Read more

PUISI : KITA, KATAMU…

  Kita, Katamu Bagai dua ilalang liar yang tumbuh di hamparan rumput halus dimana embun enggan beranjak  dari selusur daunnya walau terik mentari hangat menyengat Kita, Katamu Adalah bau tanah basah seusai hujan pagi yang meruap perlahan mendekati jendela terbuka pada bilik sepasang pengantin baru yang lantas menghirup wanginya bersama  […]

Read more

PUISI : MENGHAYATI BENING NUANSAMU

Adakah kerlip bintang di langit dan spektrum cahayanya yang berkilau menerangi jernih bola matamu adalah tanda harapan masih terbersit disana? Setelah luka kehilangan itu perlahan pudar jejaknya dan kita kembali mengais-ngais remah-remah kenangan yang tersisa lalu menyatukannya kembali di kanvas hati “Rindu selalu bisa melenyapkan jarak, juga pilu,” katamu pelan […]

Read more

PUISI : DALAM RINDU, MENGENANGMU, SELALU…

–Untuk Perempuan yang Menyimpan Lembut Cahaya Bulan di Matanya Mengenangmu, perempuanku.. Seperti berkelana jauh menjelajah bintang memetik setiap noktah-noktah cahayanya yang membentuk wajahmu dirangka langit lalu melukiskannya kembali di kanvas hati, dengan lembut cahaya bulan yang terbit dari indah matamu Mengenangmu, perempuanku.. Bagai menikmati setiap tetes bening embun yang menyebar […]

Read more

PUISI-PUISI DARI MASA LALU

Dibawah ini, saya mencoba mendokumentasikan dan menayangkan ulang sejumlah puisi-puisi lama saya yang pernah di muat di suratkabar di Makassar, 17 tahun silam: IRAMA HATI Kususuri jejak-jejak cinta kita Udara terluka, tembok-tembok lusuh dan fatamorgana hitam menghadang perjalanan Kuteguk keterasingan itu dan kupagut erat kecemasan yang melanda diri Nyanyian jiwaku […]

Read more

PUISI-PUISI CINTA – RELOADED

Pada Saatnya Pada Saatnya, Ketika musim berganti Dan gugusan mendung yang ranum Menitikkan tetes hujan pertama Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu Menyibak kabut keraguan Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu Pada Saatnya, Di ujung perjalanan Akan kubingkai binar matamu Bersama gelegak gairah jiwaku Menjadi lukisan indah di […]

Read more
1 3 4 5