FILM TIGA SEKAWAN : MENGUNGKAP MISTERI HANTU DI RUMAH TUA

Posted 30 Jan 2013 — by
Category Kisahku, Rekomendasi

Saya akhirnya memenuhi keinginan 2 buah hati tercinta untuk menonton film ini, Sabtu (26/1) di XXI Mall Lippo Cikarang. Mereka penasaran melihat aksi 3 sekawan mengungkap misteri hantu setelah menonton iklannya di Televisi.

Film ini mengangkat cerita 3 orang siswa Sekolah Dasar, Jo (Dandy Rainaldy), Flo (Stefhani Zamora Husen) dan Zee (Rizky Black) yang memiliki latar belakang sosial serta karakter yang berbeda-beda. Mereka disatukan oleh hasrat dan rasa penasaran tentang misteri keberadaan mahluk-mahluk supernatural.

Obsesi ini timbul ketika Jo yang memang hobi menonton film-film horor merasa tertantang untuk menyusuri keberadaan hantu yang dianggapnya hanyalah merupakan imajinasi belaka. Flo yang meski terlihat cuek namun diam-diam memiliki minat serupa dengan Jo.

Berbeda dengan kedua rekannya, Zee yang merupakan anak dari seorang buruh cuci (diperankan oleh Tike Priyatnakusumah) selalu dikejar rasa takut terutama ketika membahas hal-hal yang terkait dengan dunia hantu.Tak ayal ia pun kerapkali menjadi bahan godaan teman-temannya.

Saat itu tiba ketika mereka yang tergabung dalam organisasi kepramukaan disekolah berencana melakukan kegiatan perkemahan di kawasan Jatinangor. Sebagai langkah “pemanasan” menjelang pelaksanaan acara perkemahan tersebut, Jo mengajak Flo dan Zee untuk latihan berkemah di sebuah desa tempat pembantu Jo bermukim. Seperti biasa, Zee yang menolak mentah-mentah usulan tersebut. Meski akhirnya ia ikut dalam petualangan tersebut, ketiga sahabat ini mendapatkan pengalaman seru dan luar biasa dalam mengungkap misteri hantu di rumah tua yang penghuninya konon tewas dalam sebuah perampokan 25 tahun silam.

Film ini mengeksplorasi interaksi antara ketiga sahabat dalam bingkai petualangan seru membuktikan keberadaan hantu di rumah tua. Film berdurasi 116 menit dan disutradarai oleh Ivan Alvameiz (yang juga menuliskan naskah ceritanya)  menyajikan cerita dengan alur yang sederhana dan cenderung “standar”. Meskipun begitu aksi horor yang disajikan relatif tidak sampai membuat kedua anak saya menjerit ketakutan karena diramu sedemikian rupa hingga terlihat tak terlalu mengerikan. Pada beberapa adegan malah membuat saya dan istri tertawa karena aksi sang hantu terlihat lebih terasa menggelikan daripada mengerikan.

Aplikasi teknologi digital virtual yang digunakan oleh anak-anak dalam film ini merepresentasikan betapa tinggi kemampuan anak-anak masa kini dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Saya cukup takjub menyaksikan kecanggihan percakapan Jo dan Flo atau Jo bersama kedua orang tuanya melalui virtual chat di perangkat tablet atau laptop masing-masing.

Ketiga pemeran film ini juga mampu dengan baik mengartikulasikan setiap adegan yang diperankannya. Dukungan sejumlah artis senior seperti Rizky Hanggono, Virnie Ismail, Tike Priyatnakusumah sampai penampilan spesial Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf juga sangat membantu dalam mendukung film “Tiga Sekawan”. Saya dan keluarga sangat terhibur dan puas menyaksikan film ini.

 

Add Your Comment