FLASH FICTION : ROBOT

Posted 09 Jan 2008 — by
Category Flash Fiction

Seperti yang pernah saya lakukan diblog lama, saya akan menayangkan karya flash-fiction saya diblog ini secara teratur, paling tidak minimal 2 minggu sekali. Contoh koleksi flash-fiction lama saya bisa anda lihat disini.

robot.jpg

Oya..jika masih bingung apa itu flash-fiction, bisa lihat uraiannya disitus penerbit Escaeva.

So..here we go : ROBOT 

Professor botak bermata nyalang itu tersenyum puas menyaksikan karya agung terbarunya : sebuah robot anti kebohongan. Robot itu bertampang sangar dan menyeramkan. Matanya berbentuk segitiga terbalik. Tajam menikam dengan sorotan lampu kecil berwarna merah.  Cukup membuat gentar hati siapapun yang melihatnya.

“Mulut”-nya yang menganga lebar dengan gigi geligi tajam yang terlihat mengerikan. Kedua tangan Robot itu terbuka lebar seperti siap menampar siapapun yang melakukan kebohongan.

“Tak akan ada kebohongan lagi. Setidaknya didalam lingkaran keluargaku!,” gumam sang Professor geram.

Mendadak dari arah pintu sang putra sulungnya muncul.

“Darimana kamu? Sudah tengah malam begini baru pulang!”, bentak Sang Profesor garang. Matanya mendelik tajam.

Sang anak kaget. Wajahnya spontan memucat.

“Da..dari..rumah teman, Pa!” kilah sang anak gugup.

“Ngapain kamu disana, baru pulang malam-malam begini?”

“Yaa..belajarlah, Pa. Emangnya mau ngapain?”, sahut sang anak mencoba bersikap lebih santai.

“Jangan Bohong kamu!. Robooottt!! Sini!!”,  dengan amarah meluap, sang profesor memanggil Robot baru ciptaannya itu.

PLAKK!!

Sekonyong-konyong sebuah tamparan keras mendarat di pipi sang anak. Ia terjengkang kebelakang dan meringis kesakitan.

“Kamu nonton film porno disana. Tidak Belajar. Kamu bohong!”, tukas si Robot.

Sang profesor tersenyum penuh kemenangan.

“Kamu jangan coba-coba bohong sama Papa ya? Ini robot baru ciptaan Papa yang bisa tahu kamu bohong atau tidak. Papa jadi heran, waktu masih sebesar kamu, Papa tidak pernah melakukan kenakalan seperti yang kamu lakukan,” omel sang Profesor pada sang anak.

Mendadak..PLAKK!!

Si Robot menampar sang Profesor dengan keras. Ia jatuh persis disebelah sang anak.

Belum habis rasa terkejut dan bingung sang Profesor, tiba-tiba muncul sang istri dari balik pintu kamar yang penasaran menyaksikan semua keributan itu.

“Tuh..kan? Ternyata “buah” itu jatuh tak jauh dari pohonnya. Makanya jangan macam-macam. Bagaimanapun itu kan’ anak kamu juga,”ujar sang istri dengan nada tinggi.

Namun tiba-tiba..PLAKK!!

Sebuah tamparan dari sang robotpun melayang keras ke pipi sang istri.

Lalu semuanyapun diam.

Gambar diambil dari sini. 

2 Comments

  1. kak Amril
    qta baca cerpen di Kompas minggu kemaren, betapa sederhana dan dangkal topiknya. Saya menggeram sehabis membacanya, kenapa karya kita taK pernah nongol di situ???

    sory, OOT comment nya…:)

    Sabar, Daeng. Ini sedang diusahaken, jadi didoaken saja ya? :D

    Reply
  2. wah lah koq gampang banget “PLAKK” dan ” PLAKK”..

    hehe makin kreatif nih daeng

    Thanks ya Laks.

    Reply


Add Your Comment