MARI BERSELANCAR MENELUSURI KATA DI KATEGIO !

Posted 17 Jun 2009 — by
Category Artikel, Informasi, Rekomendasi

Tampilan Muka Situs Kategio

Setelah sebelumnya saya membuat artikel tentang perkenalan Kamusitas atau Kamus Komunitas di Kompasiana, kali ini saya ingin memperkenalkan kepada anda dengan Kategio.

Bingung dengan istilah ini?. Sama, saya juga pada awalnya. Namun setelah saya menelusuri situsnya, ternyata ini adalah singkatan dari Kamus, Tesaurus dan Glosarium Bahasa Indonesia. Situs “open source” interaktif yang masih dalam versi BETA ini digagas oleh Bung Ivan Lanin seorang aktivis Wikipedia Indonesia bersama beberapa rekannya.

Saya melihat bahwa situs ini sangat membantu khususnya dalam bidang Penulisan Kreatif dimana seseorang bisa mencari definisi atau sekedar padanan kata dalam bahasa Indonesia. Tidak hanya itu situs ini pula menyajikan sejumlah rangkaian peribahasa beserta maknanya.

Dihalaman depan situs Kategio per hari ini sudah terdapat koleksi 191.064 Glossarium, 70588 entri Kamus dan Tesaurus serta 1961 entri Peribahasa. Kita tinggal memasukkan kata yang kita cari pada sisi kanan atas, pilih kategorinya (Glosarium, Kamus atau Peribahasa) lalu klik “Cari”.

Sebagai contoh, saya mencoba memasukkan entri “Tanggung Renteng” dan memilih kategori Glossarium lalu klik “Cari”. Beberapa saat kemudian muncul hasilnya di lima kolom masing-masing arti dalam bahasa asing, bahasa indonesia, kata kunci, bidang dan sumber. Dalam bahasa asing istilah ini dipadankan dengan “Accountability” yang dirujuk langsung ke sumber informasinya di Wikipedia. Dalam bahasa Indonesia didefinisikan sebagai “Tanggung Gugat” dan pada kata kunci merujuk pada sejumlah kata yang terkait dengan istilah tersebut. Sementara pada kolom bidang tertera rujukan bidang/wilayah pembahasan dimaksud. Untuk kolom sumber merujuk pada orang yang memasukkan kategori tersebut di Kategio.

Saya lalu mencoba-coba memasukkan kata “sumur” dan memilih kategori Peribahasa lalu klik “cari”. Tak lama kemudian secara otomatis muncul hasilnya berupa peribahasa yang mengandung kata “sumur” yaitu “Sumur Digali, Air Terbit” dan bermakna “Beroleh Sesuatu Lebih dari yang diharapkan”.

Ketika saya mengetik kata “Pelangi” dibagian pencarian dengan kategori “Kamus”, maka muncul 6 entri hasil dan dari situ, kita bisa melakukan pencarian lebih spesifik berdasarkan kelas (Nomina-Kata Benda, Verba-Kata Kerja, Adjectiva-Kata Sifat, Adverbia-Kata Keterangan, Pronomina-Kata Ganti, Numeralia-Kata Bilangan dan Lain-lain) juga berdasarkan Tipe (Kata Dasar, Kata Berimbuhan dan Kata Majemuk). Saya kemudian mengetik Pelangi, memilih kelas “Kata Benda” dan Tipe “Kata Dasar” lalu klik “Cari” dan menghasilkan satu hasil “Pelangi” dan merujuk pada sebuah link.

Dari link diatas, saya menelusuri dengan meng-klik-nya. Hasilnya, saya mendapatkan dua definisi berdasarkan rujukan KBBI yang mendefinisikan “pe·la·ngi n 1 lengkung spektrum warna di langit, tampak krn pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan atau embun; bianglala; 2 ki warna yg beraneka macam; 3 kain atau selendang yg bermacam-macam warnanya; 4 ikan hias yg bermacam-macam warna sisiknya; dan — kecil ikan laut berwarna pelangi dng tubuh kecil”, yang terletak disisi kanan, sementara disisi Kiri ada hasil berupa definisi, kelas, sumber dan rujukan pranala luar (Wikipedia Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris). Dibawahnya ada Tesaurus berupa “Sinonim” dan “Gabungan Kata”. Sementara dibagian bawahnya lagi ada Glossarium yang menyajikan pengertian pelangi dalam bahasa Indonesia, Asing, Kata Kunci, Sumber dan Bidang.

Meski masih baru versi Beta, saya kira ini sebuah inovasi baru yang bermanfaat khususnya bagi sosialisasi istilah dan tesaurus bahasa Indonesia secara online. Terlebih situs ini membuka peluang bagi siapapun untuk berkontribusi–mirip dengan spirit wikipedia–memberikan masukan. Sayangnya, belum secara spesifik dijelaskan bagaimana prosedur dan kriteria berkontribusi disana. Tampilan situs inipun masih relatif sederhana, namun dengan konten informasi yang sudah relatif banyak saya kira, tampilan bukanlah sesuatu yang esensil sepanjang informasi yang diberikan cukup kaya dan interaktif. Harapan saya Kategio bisa terus dikembangkan dari versi Beta yang masih ada saat ini serta tetap dipertahankan eksistensinya sebagai situs non komersial.

Semoga dengan hadirnya Kategio kita akan semakin menghargai penggunaan bahasa nasional kita, bahasa Indonesia. 

3 Comments

  1. dah ke sana … wah ternyata bagus sekali … ide yang brilian … seandainya nanti memang terbuka untuk menambahkan perbendaharaan kata, jadi tambah bagus lagi nih …
    saya sudah coba kamusnya dengan memasukkan kata “pempek” … ternyata ada … hehehe … dan itu yang benar … bukan “empek-empek” seperti yang sering diucapkan orang …

    btw, gak salah daeng nulisnya “kategio” dengan huruf “i” … bukannya “kateglo” dengan huruf “l” (el) … :)

    –Wah..iya terimakasih Mas atas koreksinya, iya mestinya Kateglo dan bukan kategio

    Reply
  2. Udah nyoba juga hehehehe mantab banget, Pak :) thx for informing (tsahhhh bahasa gueee :p) huehehehehe…. Internet mencerdaskan anak bangsa :D hueekekekekek

    Reply
  3. Terima kasih ulasannya, Daeng :)

    Tampilan Kateglo sekarang sudah diubah jadi sedikit lebih “manis.” Malah ada salah satu pengguna yang menyumbang desain untuk Kateglo [1].

    Mudah-mudahan fiturnya bisa lebih ditambah nanti.

    http://daus.trala.la/2009/06/usulan-desain-untuk-kateglo/

    Reply

1 Trackbacks/Pingbacks

  1. FENOMENA RAINBOW : personalblog 10 12 09

Add Your Comment