MENGGAGAS STRATEGI PROMOSI ONLINE PARIWISATA SUL-SEL

Posted 26 Mar 2012 — by
Category Artikel

Tak dapat dipungkiri, perkembangan aktifitas dan interaksi online di Indonesia terus berkembang secara gesit dan eksponensial. Tahun lalu, berdasarkan informasi yang saya peroleh lewat tautan ini, menggambarkan sangat jelas profil “kekuatan” dunia maya di negeri kita. Lihat saja infografik diatas yang begitu fantastis menyajikan sejumlah fakta aktual dan signifikan mengenai geliat aktifitas online di Indonesia dimana pengguna internetnya meningkat dari 42 juta orang di tahun lalu dan kini menjadi 55 juta.

Dengan jumlah penduduk 240 juta orang, ini berarti terdapat 23% penetrasi internet yang didominasi oleh penduduk di kota-kota besar. Dari tautan tersebut juga disebutkan bahwa dari jumlah 55 juta pengguna internet tersebut terdapat 29 juta pemakai perangkat mobile. Ini bisa dimaknai pula bahwa 50% pengguna internet di Indonesia melakukan browsing melalui perangkat mobile. Jumlah ini terus bertambah seiring semakin murahnya perangkat akses internet juga daya jangkauan sinyal kian memadai.

/ Ada satu lagi fakta menarik. Berdasarkan berita di Tribun Timur (edisi 1 Juni 2010) disebutkan bahwa:

Kota Makassar mengungguli dua kota terbesar Indonesia, Jakarta dan Surabaya, dalam pertumbuhan penggunaan akses internet melalui telepon genggam (mobile internet) di kuartal pertama tahun 2010. Data ini merupakan hasil survei dan riset parsial yang dilakukan Yahoo! Indonesia yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres (TNS) Indonesia yang dilansir di Jakarta, Senin (31/5).

Yahoo! adalah salah satu perusahaan online terbesar dunia. Sedangkan TSN lembaga riset pasar ternama asal Amerika yang berdiri sejak tahun 1960.

Adalah Karthik Venkatakrishnan, Business Director & Group Head TNS Indonesia, yang memaparkan beberapa temuan riset terbaru tersebut. Makassar berada di posisi ketiga, di bawah Semarang (Jawa Tengah) dan Bandung (Jawa Barat). Di tahun 2009, pertumbuhan pengakses mobile internet di Semarang hanya sekitar 29 persen.  Namun di tahun 2010 ini jumlahnya meningkat menjadi 70 persen. Sementara di Bandung tumbuh 62 persen yang tahun lalu hanya di angka 42 persen. Sedangkan Makassar pertumbuhanya mencapai 52 persen atau naik drastis dibandingkan tahun lalu yang hanya 15 persen.

Ketiga kota di atas melebihi Jakarta yang pertumbuhannya tahun ini mencapai 51 persen sedangkan tahun lalu 25 persen.

Dari informasi yang disajikan diatas bisa menjadi salah satu dasar kajian bagaimana menggagas strategi pemasaran online pariwisata di Sulawesi-Selatan. Dengan “pasar” yang sangat potensil dan terbuka lebar, hal ini menjadi peluang penting untuk merancang rencana aksi yang lebih konkrit dalam hal promosi lewat dunia maya. Pada bulan Maret 2011 lalu, di Indonesia bahkan telah diadakan E-Tourism Summit yang digelar di Jakarta dan Bali, yang menunjukkan indikasi kesadaran pemerintah dan pelaku bisnis pariwisata tentang pentingnya promosi online produk-produk pariwisata.

Sebelum membahas lebih lanjut kajian promosi online Pariwisata di Sulawesi Selatan, ada baiknya kita melihat kembali bagaimana sesungguhnya profil pemasaran online itu dimaknai. Pada awalnya asumsi pemasaran online tak lebih dari sekedar “memindahkan” iklan konvensional yang selama ini beredar di majalah, televisi atau suratkabar ke media internet. Namun dalam perkembangannya, hasil maksimal ternyata bisa didapatkan dengan melakukan optimalisasi iklan di internet dengan memanfaatkan karakteristik unik dari pemasaran online itu sendiri dimana banner iklan tidak lagi sekedar dipasang namun memerlukan sejumlah aksi-aksi “simultan” penuh muatan kreativitas serta konvergensi beragam kemungkinan dan strategi pendekatan lainnya melalui target audiens yang spesifik seperti : viral marketing melalui email, membuat webtorial pages (terpisah dari situs korporat) termasuk halaman khusus “produk” tertentu di facebook, sinergi dengan mobile marketing, dan online survey/pooling.

Merumuskan kebijakan strategi pemasaran online pariwisata khususnya di Sulawesi Selatan seyogyanya mengacu pula pada arah pemasaran pariwisata di Indonesia sebagaimana yang diuraikan pada tautan ini:

Direktorat Jendral Pemasaran Pariwisata untuk periode 2010-2014 hendak melaksanakan kegiatan pemasaran dengan tiga basis utama, yaitu: (1) Meningkatkan jumlah wisatawan