NIKMATNYA BERENANG DI WATERBOOM LIPPO CIKARANG

Posted 08 Mar 2011 — by
Category Kisahku

Sabtu pagi (5/3), kedua anak saya,Rizky dan Alya datang “menghadap” kepada sang ayah yang sedang duduk menyeruput kopi panas pagi hari.

“Pa, katanya mau ke Waterboom hari ini” tagih si bungsu Alya dengan tampang merajuk.

Saya pura-pura cuek, meski terus terang hati saya langsung luluh menyaksikan wajah memelas sang bidadari mungil itu.

“Ih..sebel deh sama Papa, kan’ udah janji minggu lalu, ini udah Alya siapin baju renangnya,” seru gadis kecil saya itu sambil memperlihatkan pakaian renangnya.

“Jauh ah, yang dekat-dekat aja, di kolam renang Golf Jababeka ya?” saya menyahut, masih pura-pura cuek.

“Papa gitu deh!,” Rizky sang kakak, ikut-ikutan aksi solidaritas bersama adiknya. Mereka berdua memandangi saya dengan sorot mata yang seakan-akan berkata “please-papa-mari-kita-ke-waterboom-cikarang”.

Ah, saya pun meleleh..

Maka demikianlah, kami berempat berangkat menuju Waterboom Lippo Cikarang

Suasana teduh dan rindang kami temui pertama kali ketika memasuki kawasan seluas 3,4 Ha yang terletak di Jalan Madiun Kav.115 Lippo Cikarang ini. Pepohonan dengan dedaunan yang rimbun serta ditata apik dan asri dengan nuansa Bali yang kental terlihat saat langkah kami menapak memasuki wahana kolam bermain anak-anak. Kami sebelumnya melewati Kolam Ceria, sebuah kolam yang memiliki level kedalaman tertinggi di kawasan ini yakni 1,5 meter. Ada jala (net) volley terbentang di kolam tersebut yang memungkinkan pengunjung bisa bermain bola volley bersama-sama disana.

Terdapat beberapa buah tenda kecil dipinggir kolam anak-anak yang berisi meja dan empat buah kursi yang bisa segera ditempati pengunjung. Kami segera menempati salah satunya. Dikolam anak-anak berkedalaman 60 cm ini terdapat miniatur perahu yang dinamakan Siba Terompah, ada pula Keong Kompyang yang merupakan luncuran yang berbentuk mirip keong. Kedua anak saya sangat menikmati Bukit Rimbun (hilly forest) dan prosot tebing berupa luncuran mini khusus anak-anak yang meliuk-liuk menyusuri kontur tebing. Mereka berdua berkali-kali naik ke atas tebing lalu meluncur seraya berteriak riang melewati wahana prosot tebing yang melewati rimbun pepohonan dan tanaman.

Di sisi kiri dan kanan kolam anak-anak terdapat sungai kecil buatan. Banyak diantara pengunjung menyewa pelampung besar baik yang berkapasitas satu atau dua orang kemudian menikmati sensasi menyusuri sungai sembari berbaring santai diatasnya, membiarkan arus sungai membawa mereka bergerak mengitari sisi kolam anak-anak tersebut.Mengasyikkan memang, apalagi kita pun bisa menikmati kesejukan pepohonan yang tumbuh lebat dan rindang. Tak usah risau bila tenggelam karena kedalaman sungai ini hanya 1,2 meter.

Tak jauh dari situ, kita bisa mencoba wahana pita debar-debar yang terdiri atas 3 papan luncuran. Satu papan luncuran terletak paling tinggi yaitu hingga 16 meter sementara 2 lagi lebih pendek. Diwajibkan oleh pengelola, untuk bisa meluncur dari papan luncuran teratas mesti menggunakan pelampung demi menjaga keselamatan dan keamanan. Petugas menara langsung memperingatkan bila aturan ini tidak dipatuhi.

Sementara itu, untuk dua papan luncuran lain yang disebut “Pita Gurita” tidak diperlukan memakai pelampung. Jadi silakan langsung meluncur. Saya sendiri mencoba wahana ini dan memang ternyata sangat mengasykkan. Meluncur dari ketinggian dan menikmati setiap liuk tikungan lalu terhempas jatuh ke air sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Di area yang luas ini saya begitu terkesan dengan penataan eksterior Waterboom Lippo Cikarang dengan mengadopsi budaya Bali yang eksotis. Pernak-pernik khas “pulau dewata” termasuk suara gending khas Bali terdengar samar-samar ditelinga. Waterboom yang berkapasitas hingga 3500 orang ini juga menyiapkan tempat untuk outbound dan fasilitas pelatihan.Tidak hanya itu, tersedia pula fasilitas Aqua Spa, Ruang Ganti, Toilet serta mushalla yang bersih dan baru saja dibuka bioskop 4D (sayang kami belum sempat masuk menonton kesana).

Tak perlu khawatir bila anda kelaparan seusai berenang karena pihak Waterboom Cikarang menyiapkan aneka hidangan makanan yang lezat dengan menu bervariasi. Kami sempat memesan Pempek Palembang, Batagor dan sate/lontong untuk mengisi perut yang minta diisi setelah letih bermain di kolam renang.

Bekerjasama dengan berbagai bank penerbit kartu kredit/debet serta perusahaan, Waterboom Cikarang menyediakan diskon bervariasi antara 10% hingga 35%. Untuk mencapai tempat yang berjarak kurang lebih 45 km dari Jakarta ini, anda tinggal keluar tol Cikarang Barat kemudian seusai lampu merah belok ke kanan. Anda bisa menggunakan angkot No.33 atau 17 jurusan kawasan perumahan Lippo Cikarang untuk mengantar ke Waterboom.Bila menggunakan kendaraan pribadi dibutuhkan waktu sekitar 20-an menit dari mulut tol Cikarang Barat menuju lokasi ini.  Waterboom Lippo Cikarang buka Senin-Minggu mulai pukul 09.00-18.00 dengan tiket seharga Rp 45.000/orang (hari biasa) dan Rp 60.000/orang (Sabtu,Minggu dan Hari Libur Nasional).

Setelah sekitar 3 jam berada disana, kami pun membasuh diri dan bersiap-siap pulang. Alya dan Rizky terlihat sangat puas bermain air di Waterboom Lippo Cikarang. Kami mampir dulu makan siang di Restorant “Bumbu Desa” di Mall baru Cikarang Citiwalk yang jaraknya hanya sekitar 1,5 km dari Waterboom.

 

7 Comments

  1. Dhiemazt

    waw… nampak cerianya si kecil….
    Papa teladan :D

    Reply
  2. tempat menarik, ntar kalo sudah punya anak istri bawa ke sana jg :D hehe
    masa orang dewasa ke sana tanpa anak istri hehehe :D

    Reply
  3. Suuuuuwejuk ya gan….Coba berkunjung ke waterboom garut..ga kalah bagus ko…pke air panas alami lg…

    Reply
  4. aaaaah. paid review detected. hihihihi. tapi memang saya akui pengalaman di waterboom menyenangkan :D

    Reply
  5. Wah asik banget, aku jg pernah sekali ke water boom cikarang… mantab bro!

    Reply
  6. papa yang baik…keluarga yang bahagia.
    udah coba ke kolam renang cilenyi blum???coba dh.itu juga ga kalah bagus,airnya anget udaranya sejuk.;)

    Reply
  7. Aisha rheavashti

    waterboom LC mang bguzz…apalagi suasananya yg seperti bali, dan udaranya sejuk…aku jg pernah ke sana, breng saudara2ku yg di ckrng

    Reply


Add Your Comment