PERKENALKAN : POLISI LALULINTAS CILIK BERGIGI OMPONG :)

Posted 17 Jul 2009 — by
Category Kisahku

Hari ini, Jum’at (17/7) saya mengantar Rizky ke sekolah dengan seragam polisi lalu lintas. Kebetulan hari ini adalah hari terakhir Masa Orientasi Sekolah (MOS) di SDIT An Nur dan dihari terakhir, para murid baru tersebut diminta berseragam profesi pilihan masing-masing.

Gagah benar penampilannya, meski ketika tertawa menampilkan gigi ompong karena tiga gigi susu depannya sudah tanggal sejak bulan lalu. 

Tapi tak apa, “keompongan” ini tak mengurangi kebanggaan saya padanya : putra lelaki yang menjadi “versi revisi” dari saya. Anggap saja, Amril ver.2.0 

Seragam polisi ini disewa harian dan sejak malam sebelum dia tampil, sudah mematut-matut diri di cermin. “Ganteng ya pak?”, kata “Komisaris Besar”Polisi Rizky sambil berkacak pinggang. Dan saya spontan menyahut,”Iyaa doong, anak Papaaa..!”.  Ah, saya terkenang saat masih SMA dulu tahun 1987 sempat ditugaskan sekolah sebagai Patroli Keamanan Sekolah (PKS) . Walau akhirnya tak jadi polisi beneran (malah jadi tukang insinyur) spirit itu ternyata diwarisi Rizky. Terbukti saat ditanya dia mau pake seragam apa di Hari Jum’at, Rizky yang hobi main games di komputer ini langsung berkata tegas : “Mau jadi Polisi!”.

Pada waktu masih di TK Amanah dulu, Rizky selalu ikut mobil jemputan sekolah dan sejak mulai bersekolah di SD Islam Terpadu An-Nur Cikarang, saya menjadi “tukang ojek” bagi sang putra sulung ini. Selain karena lokasinya dekat rumah, juga bersamaan waktunya dengan saat saya berangkat ke kantor.

Dan begitulah, rutinitas setiap pagi saya di hari kerja akan ditambah dengan  kegiatan harian mengantar Rizky (sementara Alya, karena jadwal masuk sekolahnya lebih siang dan jaraknya lebih dekat lagi dari rumah, maka ia diantar ibunya). 

Tak banyak memang para ayah yang mengantar sang anak kesekolah di SDIT An Nur. Lebih banyak ibu-ibu. Untuk tahap awal, saya mengantar Rizky sampai depan pintu kelasnya (Kelas I B) tapi untuk selanjutnya, cukup hanya di gerbang sekolah. Yang penting, saya berusaha untuk menerapkan konsep “Cinta Yang Menumbuhkan, Cinta Yang Memberdayakan” seperti pernah ayah dan ibu saya lakukan pada anak-anaknya dulu. Semoga segala impian dan cita-citamu tercapai, nak. Insya Allah, ayah dan ibu akan mengawalmu menggapai semuanya.. 

1 Comments

  1. hahahahhaa….
    priiiiiit1

    keren Daeng!

    Reply


Add Your Comment