PUISI : DALAM RINDU, MENGENANGMU, SELALU…

Posted 28 Jan 2009 — by
Category Kisahku

 

–Untuk Perempuan yang Menyimpan Lembut Cahaya Bulan di Matanya

Mengenangmu, perempuanku..
Seperti berkelana jauh menjelajah bintang
memetik setiap noktah-noktah cahayanya
yang membentuk wajahmu dirangka langit
lalu melukiskannya kembali
di kanvas hati, dengan lembut cahaya bulan
yang terbit dari indah matamu

Mengenangmu, perempuanku..
Bagai menikmati setiap tetes bening embun
yang menyebar rata pada rumput pekarangan
lalu menuainya satu-satu
dan kupintal rapi bersama desir rindu
yang terus mengalun meski mata sudah terjaga
dari rangkaian mimpi indah tentangmu

Mengenangmu, perempuanku..
Laksana menikmati larik pelangi dibatas cakrawala
Yang melengkung sempurna serupa senyummu
lalu dari sana, kujadikan setiap bilah warnanya
menjadi seikat puisi, yang kukirimkan padamu
bersama derai gerimis dan desah pilu tak berkesudahan

Mengenangmu, perempuanku
Seperti mengayuh sampan kecil di danau yang sepi
Dimana setiap kali kayuhnya yang jatuh
memercik menerpa air
Adalah detak-detak jantungku
yang telah lelah menghitung waktu
sejak dirimu berlalu
dan meninggalkan jejak lembut cahaya bulan
juga serpih kenangan,
mengendap didasar hati,
dari matamu…

Jkt,270109

Catatan :
Puisi ini akan dimuat dalam salah satu episode Kisah Bersambung Interaktif (Saberin) berjudul “Cinta dan Jalan Pulang Tak Bertepi”.

Sumber Gambar Diambil dari sini 

5 Comments

  1. rafi mom

    wow..termehek mehek deh ..puisinya bagus bget…kak upik emang salah satu laki2 ter romantisss he he

    –Thanks ya Umi.Selamat ya atas kelahiran anak keduamu. Iya memang sih, walau bertampang Rambo, kakakmu ini berhati Rinto..hehehe

    Reply
  2. 5oe-Chy

    Puisiny Mang OK..

    Reply
  3. luedvi

    bgues bguet piutis buanget,bkinin puisi yg gak prn pcran tp sllu trpenda \m

    Reply
  4. wawqww…………..puisi keren bangat untuk mengigat kakaku yg pergi selama2nya kerennn….kerennn….dan sedihhhh…

    Reply
  5. Puisi yang sangat bermanfaat saya akan sesering mungkin berkunjung keweb daeng tuk hadir membaca puisi daeng battala

    Reply


Add Your Comment