PUISI : TENTANG SENJA, DETIK YANG BERGUGURAN DAN ALUNAN MUSIM

Posted 13 Oct 2011 — by
Category Puisi

Langit dan senja, katamu, adalah paduan cerita tentang harapan dan rindu

yang terserak antara tepian cakrawala hingga batas dimana mentari meredupkan cahayanya

Kita menyaksikan detik-detik berguguran bersama alunan musim yang berlalu dengan perih

Seperti sayatan biola kidung melankolis seorang violis, menyanyikan bait demi bait sajak

tentang asmara yang mengapung pada sebatas pandang

tentang gigil kangen yang kerap membeku pada lidah kelu

tentang asa yang luluh dan jatuh satu-satu disepanjang perjalanan

juga tentang sekeping hati yang rapuh dan sendiri di pucuk malam

Mendung dan hujan, katamu, adalah sebuah lanskap kesunyian

yang menjelma lirih dalam setiap rintik air menerpa kaca jendela

bersama airmata yang merebak bening di tebing pipimu

sementara semesta seakan bersekutu untuk tak peduli

seperti langkahmu, langkah kita,  yang juga mencoba abai

pada desir angin yang menghempas deras dan gemuruh ombak yang menghadang

karena pada senja, hujan, detik yang berguguran bersama alunan musim

kita mendendangkan lagu, bersama, melalui selasar waktu tanpa berpaling

Cikarang,111011

  

6 Comments

  1. Puisi yang yang indah dan tepat dalam pemasangan gambar fotonya Mas.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    Reply
  2. selalu suka dengan puisi-puisi mas amril. Pilihan bahasanya selalu indah….

    Reply
  3. selalu suka dengan puisi-puisi mas amril. Pilihan bahasanya selalu indah….

    Reply


Add Your Comment