“SOP KONRO BAGI JIWA”, BUKU KEDUA KOMUNITAS BLOGGER MAKASSAR

Posted 16 Nov 2009 — by
Category Artikel, Informasi

konro-kirimkan

Perjalanan lahirnya buku “Sop Konro untuk Jiwa” ini berawal dari keinginan anggota komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri (www.angingmammiri.org) untuk mempersembahkan tulisan-tulisan inspiratif pembangun dan penyemangat yang mampu mencerahkan jiwa guna menandai usia ketiga tahun komunitas ini yang diperingati setiap tanggal 25 November.

Kenapa mengambil istilah Sop Konro?

Kami memilih nama salah satu hidangan kuliner khas ala Makassar ini sebagai “ikon” buku ini selain untuk mengabadikan nama makanan ala Makassar itu, juga menjadikan judul buku ini memiliki “cita rasa” unik dan berbeda dengan buku-buku serupa yang sudah beredar..

Sop Konro sendiri adalah berupa sop berkuah dengan bahan-bahan dasar seperti tulang rusuk sapi atau kerbau, dimasak/dibakar dengan bumbu ketumbar, jintan, sereh, kaloa, bawang merah, bawang putih, garam, vitsin yang sudah dihaluskan. Sop Konro pada umumnya disajikan/dimakan bersama nasi putih dan sambal. Rasanya sangat eksotik dan nikmat.

Kami lalu membentuk tim penyeleksi naskah yang terdiri dari 4 orang Daeng di Komunitas Anging Mammiri yakni saya sendiri, Amril Taufik Gobel “Daeng Battala”, Khalid Mustafa “Daeng Kulle”, Muh.Ruslailang Noertika”Daeng Rusle” dan Syaifullah”Daeng Gassing” sebagai “koki” dan merumuskan format yang tepat untuk “meracik” hidangan “Sop Konro untuk Jiwa” bagi para pembaca.

Kami lalu menyepakati untuk membuat tiga tema besar dan nantinya masing-masing berisi 15 tulisan, yaitu tema Tentang Cinta, Pengorbanan dan Persahabatan , Tentang Sudut Pandang dan Pengajaran , Tentang Rasa Sakit, Kehilangan dan Ketabahan .

Pengumuman “Perburuan Naskah” keroyokan untuk buku ini pertama kali kami rilis pada tanggal 19 Februari 2009 dan berakhir hingga 19 April 2009. Pemilihan naskah kami dasarkan pada Kesesuaian isi tulisan dengan tema, Cara Penyajian dan Orisinalitas.

Di akhir masa pengumpulan naskah, kami menerima total 98 naskah untuk ketiga kategori ini. Dengan dibantu oleh Anhie Wardhani, sebagai “Sekretaris” para Daeng Koki, kami lalu memilih naskah-naskah terbaik yang bisa kami tampilkan dalam buku ini. Dan ternyata ini sungguh tidak mudah. Pengumuman Naskah yang semula kami rencanakan sebulan sesudah masa akhir pengumpulan terpaksa molor hingga 2 bulan. Melalui koordinasi via email dan chatting, saya, Daeng Rusle dan D