Tag Archives: Puisi

Purnama yang mengapung di rangka langit malam ini
seperti bercerita
tentang sebuah kehilangan yang pedih
dan jejak-jejak luka yang tertinggal
pada sepanjang bias cahaya lembutnya

Purnama yang menggigil di kelam malam
adalah pilu kegetiran yang kau sematkan pelan-pelan
pada rerumputan pekarangan
dimana embun dini hari
menyesapnya dalam-dalam, lalu membawanya pergi
seiring terik mentari esok pagi

Purnama yang menangis terisak di pucuk malam ini
mengantar segala nyanyian duka dan airmatamu
mengalir di sepanjang sungai kenangan
menuju muara yang jauh
dimana, katamu dengan lidah kelu,
“Aku tak tahu, apakah disana segalanya kelak
menjadi hangat mendamaikan
atau malah menjadi hangus tak bersisa”

Jkt,121009

closeroad.jpg 

Sudah lama, aku menyulam khayalan pada tirai hujan
menata wajahmu disana serupa puzzle,
sekeping demi sekeping, dengan perekat kenangan di tiap sisinya
lalu saat semuanya menjelma sempurna
kubingkai lukisan parasmu itu dalam setiap leleh rindu
yang kupelihara di sudut hati dengan rasa masygul
dari musim ke musim

“Cinta selalu memendam rahasia dan misterinya sendiri,
pada langit, pada hujan,” katamu lirih terbata-bata.
Dan seketika, linangan air matamu menjelma
bagai deras aliran sungai yang menghanyutkanku jauh ke hulu
dimana setiap harapan kita karam disana

Sudah lama, aku memindai sosokmu pada derai gerimis
memastikan setiap serpih mimpiku untuk bersama
membangun surga di telapak kakimu dapat menjadi nyata
tapi selalu, semuanya segera berlalu
dan sirna bersama desir angin di beranda

“Percayalah, aku ada dinadimu seperti kamu ada didarahku,”bisikmu pelan
ketika bayangmu, perlahan memudar dibalik rinai hujan..

Sumber Gambar

Catatan:
Puisi diatas saya tulis sekitar awal Agustus 1994 (ketika sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan sidang skripsi) dan secara tak sengaja saya temukan pada arsip dokumen sertifikat yang dikirimkan ayah saya minggu lalu dari Makassar. Saya menuliskannya di secarik kertas lusuh (lalu menyelipkannya di tumpukan arsip sertifikat) ketika dilanda ketegangan dan stress menjelang detik-detik paling penting dalam perjalanan nasib saya sebagai mahasiswa. Sebuah puisi patah hati yang sebenarnya diperuntukkan untuk diri sendiri kala itu.

Sebenarnya puisinya belum selesai dan dengan sedikit “modifikasi” saya menyelesaikannya disela-sela rintik hujan yang melanda deras Cikarang tadi malam serta rasa kantuk yang mendera.

yusnawir

Selalu, aku rasa,
kita akan bercakap dalam senyap
Dengan bahasa langit yang hanya kita yang tahu
serta menyemai setiap harap yang kerap datang mengendap
lalu meresapinya ke hati dengan getir

Selalu, aku rasa,
kamu tersenyum disana, ketika akupun tersenyum disini
dan kita, dengan bahasa langit yang kita punya itu,
secara bersahaja, menyapa larik-larik kenangan
dan meniti setiap selasar waktu
bersama desir rindu menoreh kalbu

Selalu, aku rasa,
kita tak dapat menafikan batas yang membentang
dimana jarak membingkainya lalu menjadikannya nyata
serta membuat kita sadar
bahwa pada akhirnya,
dalam pilu kita berkata:
Biarlah, kita menyesap setiap serpihan senyap
dan menikmatinya, tak henti, hingga lelap
tanpa tatap, tanpa ratap

Jkt,150109

Sumber Gambar

Catatan:

Puisi ini akan dimuat di salah satu episode Saberin (Kisah Bersambung Interaktif) berjudul “Cinta dan Jalan Pulang Tak Bertepi”

gaza,mother and dead sonBermimpilah yang indah, anakku

saat kucium keningmu dengan mata basah

lalu kukalungkan selendang berkotak pada lehermu

dimana serpih mortir Israel laknat itu menembusnya

dan membuatmu meregang nyawa

lalu menyebut nama ibu dan ayah berulang-ulang

menahan rasa perih menikam tulang


Bermimpilah yang indah, anakku

Ada ayah yang telah syahid menunggumu di gerbangNya

Airmata ibumu akan menjelma seumpama titian pelangi

membawamu kesana, ke haribaanNya yang kekal

bersama doa-doa yang ibu lantunkan

setiap saat, setiap kali,

saat membasuh pelan darah yang mengucur dari lehermu


Bermimpilah yang indah, anakku

Kamu tak akan sendiri

Ibu selalu hadir untukmu, disampingmu

menyenandungkan tembang-tembang syahdu

disela-sela gemuruh pesawat tempur merobek langit

dan dentum suara bom menggetarkan bumi

Ibu selalu ada bagimu

bersama lirih dzikir dan takbir penuh tawadhu’


Bermimpilah yang indah,anakku

dalam lelap tidur panjang,

kasih ibu menemanimu

bagai pendar cahaya dalam sepimu dan juga

pada riuh perang yang tak berkesudahan

sumber foto

–Teriring salam dukacita mendalam untuk anak-anak Palestina yang menjadi kekejaman Israel di Jalur Gaza.Semoga Allah SWT menerima arwah mereka dan mendapatkan tempat yang mulia disisiNya. Amin..


IMG_4112

Dalam Diam, kau termangu
Sepotong senja dibatas cakrawala memaku pandangmu
“Di akhir tahun, selalu ada rindu yang luluh disana, sejak dulu”
katamu, pilu

Terlampau cepat waktu berderak
hingga setiap momen tak sempat kau bekukan dalam hati
tapi tidak untuk ini
selalu ada ruang buatnya dipojok sanubari
dimana kangen itu kau kemas
bersama serpih-serpih kenangan
yang terserak dan telah kau simpan rapi
pada lanskap langit atau kerlip bintang di bentang lazuardi
hingga ketika saat itu tiba
kau memetiknya satu-satu
dengan asa menyala, juga senyum getir
seraya mengurai lamunan
“Kalau saja mesin waktu bisa diciptakan, selalu
akan ada kesempatan berikut”, igaumu pelan.
Begitu banyak garis batas memuai
saat kau terbuai

Dan ketika rindu itu terbenam bersama mentari senja,
sekali lagi, setiap waktu di akhir tahun tiba,
kau kembali diam dan termangu dipagut sepi yang menikam
serta sesal tak bertepi

Cikarang, 25-12-2008, 05:40 AM

Catatan:Foto Senja di Pantai Losari diambil dari sini

sampul-istri-kontrak-789739.jpg
Pada Saatnya

Pada Saatnya,
Ketika musim berganti
Dan gugusan mendung yang ranum
Menitikkan tetes hujan pertama
Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu
Menyibak kabut keraguan
Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu

Pada Saatnya,
Di ujung perjalanan
Akan kubingkai binar matamu
Bersama gelegak gairah jiwaku
Menjadi lukisan indah di lekuk cakrawala
Dalam leleh cahaya bulan melumuri langit
ditingkah semilir angin laut
dan tarian ombakmembelai lembut kristal pasir pantai

Pada Saatnya,
Akan kubuatmu terjaga dari lelap tidur
lalu bersama merajut impian yang tak segera usai,
Dalam genangan cinta dipalung kalbu
Dan getar cumbu tak berkesudahan

Amril Taufiq Gobel, Jkt-120806

Tentang Kehilangan, Tentang Pengorbanan

Ceritakan padaku tentang pedihnya sebuah kehilangan
Yang terbang diatas awan senja merah saga
Dan menyisakan ngilu menikam didada
Dalam derap waktu yang bergegas
Agar segera kubaluri hatimu
Dengan sejuk bening embun
Dan tulus cintaku
Ceritakan padaku tentang perihnya sebuah pengorbanan
Yang membakar habis segenap asamu
Dan meninggalkan sepotong lara mengendap di dasar kalbu
Agar kubuatkan untukmu
Rumah diatas awan
tepat dipuncak larik pelangi
Yang kubangun dari setiap desir rindu dan
Khayalan merangkai impian bersamamu
Dari bilik hatiku, yang senantiasa percaya
Kebahagiaan kita adalah
keniscayaan tak terlerai

Amril Taufiq Gobel, Jkt-130806 Read More…

Pada Bening Kilau matamu, istriku
Selalu kutemukan telaga jernih
yang melerai galau hati
dan lembut embun pagi
menyejukkan jiwa
serta gerimis di penghujung musim semi
yang selalu menghimbauku untuk lekas pulang


Pada merdu suaramu, istriku
Senantiasa kurasakan getar dawai cinta
mengalun hingga pucuk langit tertinggi
dan melambungkanku bagai kapas yang menari anggun dibalik pelangi
serta membuat anak-anak kita yang lahir dari hangat rahimmu
tertidur pulas dalam senyum damai yang tak akan usai

Pada wajah teduhmu, istriku
Selalu kutemukan lukisan senja menawan
yang membuatku disergap rasa haru
dan segera ingin mendekapmu
melewatkan malam yang senyap
bersama kerlip kunang-kunang di beranda
serta tawa anak-anak kita yang berlari riang menikmati bintang

Selamat Ulang Tahun ke 34, Istriku ..

Kamu begitu cantik hari ini

Cikarang, selepas sahur,25 September 2008   

August 2016
M T W T F S S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Profil di LinkedIn

Arsip

My Karaoke @ SoundCloud

Kicauanku di Twitter

Iklan

Creative Commons License

Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi. Silakan anda mengambil atau mengutip sebagian maupun seluruh isi blog ini asalkan jangan lupa mencantumkan sumber asli tulisannya. Terimakasih atas pengertian anda

My Instagram

Good Reads Book Shelf

Amril's books

Nge-blog Dengan Hati
3 of 5 stars
Blogisme ala Ndoro Kakung Judul Buku : Ngeblog Dengan Hati Penulis : Wicaksono “Ndoro Kakung” Editor : Windy Ariestanty Penerbit : Gagas Media, Terbitan : Cetakan pertama, 2009 Jumlah Halaman : 142 Di ranah blog Indonesia, nama N...

goodreads.com

Page Rank Checker

Free Page Rank Tool Pagerankchecker.com — Check your Pagerank Website reputation
Alexa rank,Pagerank and website worth
Powered by WebStatsDomain
Blog

Live Traffic Feed

badge