SELARIK KENANGAN DI BONE-BONE

SAYA menggunakan kesempatan pulang ke Makassar tanggal 24-25 November 2007 lalu untuk mencari dan mengoleksi foto-foto lama saya. Untuk menghindari kerusakan dan agar tetap lestari sepanjang masa, saya membawa beberapa foto untuk di-scan dan disimpan dalam format digital.

Diantara foto-foto, hampir semuanya membangkitkan kenangan masa kecil yang indah. Seperti foto saya dibawah ini.

bonebone-resize.jpg

Foto diatas diambil didepan rumah kami di Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu (kurang lebih 500 km dari  Makassar) sekitar tahun 1979. Kami sekeluarga bermukim disana mulai tahun 1978-1981, mengikuti ayah yang dipindahkan bekerja ke IPS (Irrigation Project Scheme) Departemen Pertanian. Pada latar belakang foto itulah kantor ayah saya dan “gubuk” kecil didepannya adalah tempat generator listrik yang dinyalakan setiap malam tiba.

Saya dan ketiga adik saya melewatkan masa kecil yang indah di Bone-Bone. Kami menempati sebuah rumah dinas kopel dengan dua pohon akasia yang tumbuh rimbun didepannya. Dibelakang rumah, nun jauh disana, pegunungan Velbeek berdiri kokoh. Sementara disamping rumah kami terdapat kebun ketela rambat, singkong dan pisang yang dikelola bersama oleh ayah saya dan Pak Pasaribu, staff ayah saya di IPS yang tinggal tak jauh dari rumah kami.

Gaji ayah saya sebagai pegawai negeri yang dikirim via wesel pos kerapkali terlambat dan bila ini terjadi, kami makan hasil kebun berupa ketela rambat dan singkong yang diramu secara dashyat oleh ibu saya menjadi sajian yang nikmat. Bisa berupa sop ubi, singkong goreng atau “popolu” (makanan khas gorontalo yang terbuat dari ketela rambat rebus, kelapa parut dan gula merah),

Tidak hanya itu, untuk menghemat pembelian solar generator listrik, kami menggunakan lampu teplok (saya masih ingat betul, hidung saya menghitam terkena jelaga lampu teplok saat belajar malam).

Untuk membantu perekonomian keluarga, ibu saya menerima jahitan. Tugas rutin saya sebagai anak terbesar adalah mengantar jahitan untuk diobras pinggir atau mengantar jahitan yang sudah selesai ke pelanggan-pelanggan ibu saya. Dengan sepeda mini berwarna jingga, saya menunaikan tugas itu dengan ceria. Tak jarang saya mendapatkan tambahan tip dari pelanggan-pelanggan ibu saya.

Kenangan yang masih lekat dalam ingatan saya selama di Bone-Bone adalah, saya dan adik saya, Budi, bersama kawan-kawan cilik kami selalu mandi sore di saluran irigasi berair jernih yang berada tak jauh dari rumah kami. Biasanya sebelum mandi disana, kami bermain bola dulu di lapangan hingga berkeringat. Rasanya begitu segar langsung menceburkan diri di “kali irigasi” serta bersendau gurau bersama.

Selain radio, satu-satunya sarana hiburan di Bone-Bone adalah Bioskop MURNI yang dikelola oleh Pak Amir. Jarak bioskop itu dari rumah sekitar 1,5 kilometer. Biasanya lebih banyak memutar film-film india yang diiklankan lewat mobil pick-up secara berkeliling. Bioskop tersebut dibangun dari dinding-dinding papan dengan tempat duduk berupa bangku kayu. Ayah pernah mengajak kami sekeluarga nonton film “Ratapan Anak Tiri” disana. Kami duduk berjejer dibangku kayu dalam pemutaran perdana film tersebut dibioskop MURNI. Seluruh bangku hampir dipenuhi penonton. Kedua adik perempuan saya, Yayu dan Yanti, yang masih kecil-kecil dibawa ikut menonton film. Saya, sebagai anak tertua bertugas menjaga mereka jangan sampai hilang dalam kerumunan penonton karena mereka berdua sangat senang berlari-larian didalam bioskop. Tak jarang, saya mesti “memburu” mereka dibawah-bawah bangku penonton. Saya masih ingat betul, kepala saya pernah dijitak seorang penonton yang kesal karena beraksi mengejar kedua adik perempuan saya dibawah bangku.

Sekolah saya berada dibelakang bioskop MURNI. Suatu hari, adik saya Budi yang juga bersekolah ditempat yang sama dan masih duduk dikelas 1 SD melapor baru saja dipukul oleh teman sekelas saya di kelas 3 SD. Tampaknya teman sekelas saya itu dendam karena tidak saya pinjamkan catatan dan kemudian “mengincar” adik saya Budi.

Dengan amarah “mendidih”, saya lalu mendatangi kawan sekelas saya itu (kalau tidak salah namanya Baco) dan menantangnya duel didepan bioskop MURNI sepulang sekolah. Baco menyanggupi tantangan saya. Dan tepat pukul 13.00 siang, saat sekolah usai, saya dan Baco dengan ditemani oleh sejumlah kawan pendukung, bertemu ditempat yang sudah kami sepakati sebelumnya untuk berduel : didepan bioskop MURNI.

Sebelum duel berlangsung, kami berdua membuka baju masing-masing (agar tidak kotor). Budi menonton kakaknya dibalik sepeda jingga kami dengan harap-harap cemas. Pertarungan pun dimulai dengan ditingkahi sorak-sorai penonton yang juga adalah kawan-kawan sekolah kami. Beberapa kali saya berhasil menghunjamkan pukulan ke tubuh Baco yang berperawakan lebih besar dari saya dan sebaliknya beberapa pukulan serta tendangan dia mendarat ditubuh saya. Wajah kami berdua babak belur. Pertarungan kami mendadak berhenti saat seorang guru sekolah memergoki kami berdua yang tengah bergelut seru ditanah.

Kami berdua lalu digiring ke sekolah kembali dan masuk ke ruang kepala sekolah. Tak lama kemudian ayah saya dan ayah Baco datang tergopoh-gopoh. Setelah mendapat nasehat seperlunya, ayah membawa saya dan Budi pulang. Sepanjang jalan, sembari menuntun sepeda jingga kami, ayah “memborbardir” kami dengan omelan.

Tahun 1981, kami sekeluarga meninggalkan Bone-Bone menuju ke tempat penugasan ayah yang baru di BPSB VI (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) Kabupaten Maros. Begitu banyak kenangan indah terpatri disana. Diatas mobil yang membawa kami ke Maros, saya menatap sedih rumah kopel, gubuk generator, saluran irigasi, kebun singkong, bioskop MURNI dan pegunungan Velbeek yang memukau. 

Related Posts
KISAH PERJALANAN KE PERTH (1) : NIKMATNYA KULINER NUSANTARA DI NEGERI ORANG
enangan indah terpatri di benak saat saya kembali dari perjalanan ke Perth tadi malam (29/8). Sejak keberangkatan untuk tugas kantor ke wilayah Barat Australia ini pada tanggal 25 Agustus 2013 ...
Posting Terkait
Berfoto dulu sebelum berangkat ke Hongkong
  Hari Kamis sore 17 Maret 2011, kegairahan saya untuk "menjemput impian" jalan-jalan ke Hongkong Disneyland begitu membuncah. Sebuah impian yang sesungguhnya dapat terwujud secara tak terduga berkat aktifitas dan konsistensi ...
Posting Terkait
ME @ MAJALAH TEMPO
Minggu lalu, saya menerima email dari Wartawati Tempo Andari Karina Anom. Bukan lewat email reguler yang saya miliki, namun melalui fasilitas email di Facebook saya. Rupanya, ini ada hubungannya dengan ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (3) : KEHEBOHAN PAGELARAN SENI TARI TOPENG DI TENGAH SAWAH
enja melingkupi ibukota Kabupaten Sumenep saat rombongan Cultural Trip Potret Mahakarya tiba. Bis yang membawa kami memasuki halaman hotel C1 tempat kami kelak akan menginap. Saya menyempatkan diri meluruskan pinggang ...
Posting Terkait
MENGAYUH SEPEDA ONTEL, MENYUSURI RUANG KENANGAN
Sebulan lalu, Ahmad, adik ipar saya datang membawa berita gembira. Ia akhirnya menemukan sepeda onthel bekas pesanan saya di Yogya dan rencananya akan membawakan langsung ke rumah bersamaan dengan mobil ...
Posting Terkait
Kenanganlah yang akan menuntun kita berjalan kedepan meski ia selalu tertegun melihat kita menjauh meninggalkannya dan tak sekalipun marah jika kita datang lagi mengusiknya. Kenangan, sahabat sejati. Kenangan, kekasih sejati -- ...
Posting Terkait
CERPEN : BADAI DALAM KARUNG
atatan: Cerpen saya ini pernah dimuat di Harian Suara Pembaruan, Minggu, 22 November 1998 dengan judul "Badai". Saya tayangkan kembali diblog ini untuk mendokumentasikannya secara virtual dan agar dinikmati oleh para ...
Posting Terkait
PESAN TIKET PESAWAT YANG PRAKTIS DAN BANYAK DISKON DI PEGI-PEGI
erencanakan perjalanan di awal secara seksama dengan mempertimbangkan berbagai opsi yang tersedia, senantiasa menjadi prioritas saya, agar perjalanan yang kelak akan dilakukan lebih nyaman, menyenangkan, murah dan tentu saja menghalau ...
Posting Terkait
FILM HABIBIE AINUN : ROMANTISME DALAM BINGKAI CINTA SEJATI
udah lama sebenarnya niat untuk menonton film ini bersama istri tercinta terpendam dalam hati. Akhirnya, pada hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (24/1), kami sekeluarga akhirnya menonton film ...
Posting Terkait
BLOGSHOP KOMPASIANA : SEMANGAT BELAJAR YANG TANPA BATAS
Blogshop Kompasiana yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya Hari Sabtu (8/8) bertempat di ruang training Gedung Kompas Gramedia Unit II Lantai 5 menyisakan kesan yang sangat mendalam buat saya. Ditengah hiruk ...
Posting Terkait
FILM TIGA SEKAWAN : MENGUNGKAP MISTERI HANTU DI RUMAH TUA
aya akhirnya memenuhi keinginan 2 buah hati tercinta untuk menonton film ini, Sabtu (26/1) di XXI Mall Lippo Cikarang. Mereka penasaran melihat aksi 3 sekawan mengungkap misteri hantu setelah menonton ...
Posting Terkait
BLOGGER MAKASSAR DAN KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI MENGGELAR SEMINAR SOSIALISASI PENGEMBANGAN ASEAN
Pada Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 ASEAN di Hanoi tanggal 30 Oktober 2010, Indonesia secara resmi menerima jabatan keketuaan ASEAN dari Vietnam. Dengan resminya jabatan keketuaan dipegang Indonesia maka sosok ...
Posting Terkait
“DUSUN VIRTUAL” BAGI PENGGIAT KOMPASIANA
Sekitar dua minggu silam, saya berinisiatif membangun portal komunitas penggiat (Penulis, Komentator, dan Pembaca) Kompasiana di www.kompasiana.ning.com yang bertagline "Rumah Sehat untuk Semua". Saya memanfaatkan situs gratisan di www.ning.com untuk ...
Posting Terkait
MERIAH DAN LANCAR PELAKSANAAN PILKADES JAYAMUKTI CIKARANG
3 Calon Kepala Desa Jayamukti didampingi istri masing-masing duduk dengan takzim diatas panggung area parkir Pasar Bersih Cikarang, pada Hari Minggu (20/1). Wajah mereka terlihat sumringah. Juga berpenampilan gagah. Mereka ...
Posting Terkait
KOTA DELTAMAS : MENUAI KETEDUHAN ALAMI DALAM GEMURUH KOTA TERPADU BERBASIS INDUSTRI
abupaten Bekasi, khususnya wilayah Cikarang, terus tumbuh menjadi kawasan hunian, industri dan komersial yang terintegrasi. Sejak 16 tahun tinggal disini, saya merasakan secara langsung berbagai perubahan yang terjadi dan menunjukkan ...
Posting Terkait
NOSTALGIA SMA, YANG TAK TERLUPAKAN
nda masih menyimpan memori-memori indah saat masih SMA dulu? Sayangnya, sejumlah foto-foto lama saya --termasuk masa-masa SMA-- masih tertinggal di Makassar. Sebenarnya, sudah ada niat di hati saya untuk  memboyong semuanya ...
Posting Terkait
KISAH PERJALANAN KE PERTH (1) : NIKMATNYA KULINER
MENJEMPUT IMPIAN KE HONGKONG DISNEYLAND
ME @ MAJALAH TEMPO
WISATA BUDAYA MADURA (3) : KEHEBOHAN PAGELARAN SENI
MENGAYUH SEPEDA ONTEL, MENYUSURI RUANG KENANGAN
MEMAKNAI KENANGAN, MENGHARGAI KEHIDUPAN
CERPEN : BADAI DALAM KARUNG
PESAN TIKET PESAWAT YANG PRAKTIS DAN BANYAK DISKON
FILM HABIBIE AINUN : ROMANTISME DALAM BINGKAI CINTA
BLOGSHOP KOMPASIANA : SEMANGAT BELAJAR YANG TANPA BATAS
FILM TIGA SEKAWAN : MENGUNGKAP MISTERI HANTU DI
BLOGGER MAKASSAR DAN KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI MENGGELAR
“DUSUN VIRTUAL” BAGI PENGGIAT KOMPASIANA
MERIAH DAN LANCAR PELAKSANAAN PILKADES JAYAMUKTI CIKARANG
KOTA DELTAMAS : MENUAI KETEDUHAN ALAMI DALAM GEMURUH
NOSTALGIA SMA, YANG TAK TERLUPAKAN

29 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.