Oleh : W.S.Rendra 

kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam

o Allah!
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin

204434p.jpg 

kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan

seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran

o Allah!
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin

o Allah!
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca

o Allah!
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam

o Allah!
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu

Sajak ini, saya persembahkan penuh cinta buat alm.Daeng Basse’ (35 tahun) dan Bahir (5 tahun), semoga damai senantiasa bersama kalian besertaNya, disana.

Saya juga turut berdoa agar tak ada lagi “Daeng Basse’ dan Bahir” yang lain pasca kejadian memilukan ini. 

Catatan : Sajak ini dikutip dari Cafe Novel dan foto bayi dengan gizi buruk diambil dari Kompas Online 

Related Posts
THE ART (AND THE POWER) OF DOING NOTHING
Ada begitu banyak cara menikmati hidup. Yang murah, menenangkan,menyenangkan dan melegakan. Salah satunya adalah leyah-leyeh atau bersantai tanpa melakukan apa-apa. Just Doing Nothing.    Saya tidak mengajarkan anda untuk bermalas-malasan dan menelantarkan pekerjaan. Tapi layaknya barisan ...
Posting Terkait
JADI BLOGGER ITU MEMBAHAGIAKAN…
Mata saya mendadak basah membaca email yang tiba di sekitar pertengahan bulan Agustus 2007. Email tersebut datang dari seorang suami yang tinggal di Jakarta dan telah 10 tahun menjalani kehidupan ...
Posting Terkait
Di Hari Ibu tahun ini, hati saya kembali gerimis. Saya begitu merindukan beliau, perempuan bermata rembulan yang telah melahirkan saya 38 tahun silam. Sebuah do'a saya lantunkan untuk ibu usai sholat ...
Posting Terkait
Pernahkah anda mengalami lapar yang amat sangat ditengah malam?. Saya pernah. Sering malah, bahkan masih saya idap hingga kini. Kawan-kawan "begadang" saya di Makassar waktu mahasiswa dulu memberi istilah "penyakit" ...
Posting Terkait
CERPEN “PENGANTIN MATA BIRU” – IN MEMORIAM, TSUNAMI ACEH 2004
Para Pembaca blog ini yang budiman, Untuk mengenang kembali setahun peristiwa tsunami di Aceh, 26 Desember 2004 lalu bersama ini saya persembahkan cerpen “Pengantin Mata Biru”. Cerpen ini belum pernah dimuat dimedia manapun ...
Posting Terkait
MERABA BINTANG
Mendekat kesini anakku, Mari kita raba bintang dilangit yang hangat dan rasakan bagaimana karuniaNya mengalir dashyat dari redup kilaunya yang melenakan dan lembut mengelus jiwa seperti binar teduh mata kalian yang selalu menghimbauku untuk cepat pulang (Taken from my ...
Posting Terkait
GOOD BYE 2008, HELLO 2009!
Selalu ada kesedihan sekaligus kegembiraan menyeruak di dada ketika pergantian tahun tiba.  Dan di penghujung tahun ini, saya kembali merasakan sensasi serupa. Kesedihan karena akhirnya meninggalkan tahun yang penuh kesan dan ...
Posting Terkait
SUDAHLAH DIK, JANGAN ULANGI KETOLOLAN ITU LAGI!
"Perang batu" antar mahasiswa di UNHAS, Selasa (26/2) (Foto diambil dari situs Panyingkul) "Tidak ada konflik di Indonesia yang tidak diselesaikan orang- orang Unhas. Tetapi, di Unhas sendiri, konflik dan perkelahian tidak pernah selesai" Jusuf ...
Posting Terkait
MALAIKAT JUGA TAHU, SIAPA YANG JADI JUARANYAA..
Saya sudah memiliki reputasi tersendiri sebagai seorang tukang jahil. Waktu masih sekolah dulu, beberapa kali saya melakukan aksi-aksi usil yang menyebabkan seseorang jadi korban. Tapi kadang-kadang juga justru malah saya yang ...
Posting Terkait
ROMANTIKA “TELER” SANG PEKERJA KOMUTER
DULU, saya merasa, ayah adalah pegawai yang paling berbahagia didunia ini. Betapa tidak?. Karena rumah kami hanya berjarak 50 meter dari kantor, maka ayah berangkat tidak lebih pagi, masih sempat ...
Posting Terkait
THE ART (AND THE POWER) OF DOING NOTHING
JADI BLOGGER ITU MEMBAHAGIAKAN…
SELAMAT HARI IBU
CIPURLI, SEBUAH ANOMALI?
CERPEN “PENGANTIN MATA BIRU” – IN MEMORIAM, TSUNAMI
MERABA BINTANG
GOOD BYE 2008, HELLO 2009!
SUDAHLAH DIK, JANGAN ULANGI KETOLOLAN ITU LAGI!
MALAIKAT JUGA TAHU, SIAPA YANG JADI JUARANYAA..
ROMANTIKA “TELER” SANG PEKERJA KOMUTER

Related Posts

2 thoughts on “SAJAK ORANG LAPAR

  1. Seneng ketemu sama penggemarnya mas Rendra.

    Ternyata tetanggaan lagi, sama-sama di jababeka. Aku tinggal di Puspita T.26 Montana.

    Aku juga ikut meramaikan blog bekasi, biar ketahuan kalau tinggalnya di bekasi.

    Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.