PENGALAMAN BERKURBAN: ANTARA SAPI, PARTISIPASI DAN MUTILASI

Usai sholat Idul Adha bersama seluruh keluarga di lapangan Mesjid Al-Madani Perumahan Cikarang Baru, Senin (8/12) saya bergegas menuju area tempat penyembelihan hewan kurban dibelakang rumah yang dilaksanakan oleh pengurus RT 02/RW 10 tempat dimana saya bermukim. Ini adalah kali pertama saya melakukan ibadah kurban di RT, karena 4 tahun berturut-turut, saya menunaikan ibadah ini dengan membeli kambing dan mengurbankannya di Yogya, kampung halaman istri. Kebetulan saya, beserta 6 orang tetangga lainnya “berpatungan” membeli satu ekor sapi untuk dikurbankan pada hari itu. Alhamdulillah, di RT saya terkumpul 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing kurban.

Area penyembelihan terletak disamping “anak” sungai Kalimalang yang mengalir melewati kawasan Perumahan Cikarang Baru. Saya mengenakan baju seragam komunitas blogger Anging Mammiri Makassar yang berwarna hitam selain sebagai usaha memasyarakatkan blog pada masyarakat sekeliling saya (terbukti selama acara penyembelihan dan pemutilasian, banyak warga yang bertanya pada saya apa sih blogger itu, dan saya menjelaskannya dengan senang hati) juga sebuah upaya “solidaritas duka cita” buat para hewan kurban yang menemui ajal pada hari itu 😀

sblmpembantaianitu.JPG

Sapi “patungan” saya sebelum prosesi penyembelihan dimulai

Kurang lebih 20-an orang berkumpul ditempat tersebut tidak termasuk anak-anak berusia belia ingin ikut menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban. Semuanya terlihat sangat antusias. Istri dan anak-anak saya hanya menonton dari jauh. Tidak berani mendekat. Seorang tukang jagal spesialis bertugas melakukan tugas mulia itu. Sapi “patungan” saya dapat giliran kedua, setelah sapi pertama dengan sukses disembelih.

pengikatansapi.JPG

Pengikatan sapi kurban sebelum disembelih

Saya bersama “tim patungan” bahu membahu mengikat sapi. Ajaib, ini sapi sepertinya tahu akan mengalami nasib buruk. Ia meronta-ronta. Untunglah, ia tak banyak bergerak setelah kami “memiting”-nya secara sadis dan seksama ke arah pohon lalu mengikatnya secara sistematis. Saya tidak tega menyaksikan penyembelihan itu, namun sebagai upaya partisipasi, saya berada dibagian bokong memeganginya agar tak bergerak. Dan penyembelihan pun dimulai. Sapi itu meronta hebat. Tak dinyana, ekor si sapi mendadak mampir tanpa izin diwajah saya. Ujung ekornya mengelus mesra wajah saya yang lantas membuat saya kegelian dan mundur menjauh. Gelak tawa hadirin meledak disela-sela aksi pembantaian itu gara-gara menyaksikan saya kena elusan mesra ujung ekor sapi yang mau mati.

 bloggerpemutilasimengamatikorbannya.JPG

Saya mengamati proses pengulitian sapi

Untunglah sang jagal betul-betul profesional. Tak lama kemudian, sapi malang itupun terkulai tak berdaya. Acara selanjutnya adalah “pengulitian” sapi. Kulit sapi dikuliti secara hati-hati dan setelah itu, secara bertahap bagian-bagian tubuh sapi, dimutilasi, dan dibawa ke Mushala Al-Ishlah yang terletak tak jauh dari tempat penyembelihan tersebut.

Pukul 10.00 prosesi pengulitian dan pemutilasian selesai. Saya bergabung bersama bapak-bapak warga RT 02 yang berjumlah 20-an orang memotong-motong daging sapi lebih kecil untuk dibagikan ke warga yang kurang mampu.

bloggersadispemutilasisapi.JPG

Sang Blogger sadis bertampang lugu melakukan aksi mutilasi pada sapi secara menggemaskan 😀

pemutilasian-1.JPG

Gotong Royong warga RT 02/RW 10 Bermutilasi-Ria

Kami melakukannya dengan penuh sukacita, akrab dan saling bercanda satu sama lain. Hidangan kopi dan pisang rebus menemani kami memutilasi sapi dengan penuh cinta ini. Menjelang pukul 11.30, acara pembungkusan dimulai. Potongan-potongan daging dan tulang ditata sedemikian rupa dan dimasukkan ke dalam tas kresek plastik. Anak-anak turut membantu proses “packing” ini.

persiapan.JPG

persiapan-2.JPG

Pukul 12.15, hidangan makan siang datang. Ibu-ibu warga RT 02 menyiapkan makan siang berupa ikan asin, gorengan, sayur asem dan krupuk. Setelah mencuci tangan kami semua menyantap hidangan lezat itu secara lesehan penuh nuansa kekeluargaan di area mushala Al-Ishlah.

Pukul 13.00 sekitar 400 bungkus tas kresek berisi potongan-potongan daging kurban siap dibawa ke desa Karang Mukti Cikarang Pusat yang berjarak 10 km dari rumah kami. Menurut survey dari tim hari raya kurban RT 02, daerah tersebut merupakan daerah miskin dan hampir tak pernah mendapatkan jatah daging kurban setiap Idul Adha. Saya tak dapat mengikuti rombongan kesana, karena si bungsu Alya sedang sakit batuk dan ngambek mencari babenya yang sedang asyik memutilasi sapi.  Sungguh sebuah pengalaman berharga dan menyenangkan yang saya alami hari ini.  

Related Posts
BUSANA ADAT PENGANTIN DAERAH , MENEGUHKAN KEARIFAN LOKAL
Foto mempelai wanita Minangkabau yang dikenal dengan sebutan Anak Daro. karya Febri Aziz, dalam Dji Sam Soe Potret Maha Karya Indonesia oto mempelai wanita Minangkabau yang menggunakan pakaian adat khas setempat ...
Posting Terkait
CINTA MENGALUN DARI DOA MULUT-MULUT MUNGIL ITU
SAYA selalu merindukan sensasi nikmat itu. Saat mulut-mulut mungil anak saya, Rizky dan Alya, melantunkan do’a keselamatan buat kami, kedua orangtuanya, usai sholat berjamaah. Dengan posisi duduk bersila, Rizky dan ...
Posting Terkait
Bersiap berangkat mudik ke Yogya bersama Toyota Rush, Rabu,8 September 2010
Ujian kesabaran benar-benar kami sekeluarga alami dalam perjalanan mudik Lebaran 2010 ke kampung halaman istri saya di Yogyakarta, tanggal 8 September 2010 lalu.  Kami menempuh waktu 24 jam untuk mencapai ...
Posting Terkait
PERAYAAN 1500 HARI TANPA KECELAKAAN KERJA PT CAMERON SERVICES INTERNATIONAL : ALWAYS TOGETHER AND BETTER…
ari Jum'at (5/4) suasana workshop kantor saya, PT Cameron Services International terlihat begitu semarak. Sebuah panggung sederhana dengan latar spanduk bertuliskan "Congratulation, 1500 Days Without Recordable Incident" terpacak indah sementara ...
Posting Terkait
BUKU SHOCKING SERIES & “KELINCAHAN” MENANGKAP FENOMENA
Sabtu kemarin (31/3) seusai berenang bersama anak-anak di Snowbay Taman Mini Indonesia Indah, kami sekeluarga mampir di Gramedia Matraman untuk menghadiri peluncuran buku "Shocking Series" ("Shocking Japan", 'Shocking Korea", "Shocking ...
Posting Terkait
SENSASI 43 : MERAYAKAN ULANG TAHUN DI ERA SOSIAL MEDIA
agi ini, kebahagiaan terasa menyelimuti seluruh tubuh. Ya, tepat tanggal 9 April 2013, usia saya bertambah menjadi 43 tahun. Istri tercinta membangunkan saya subuh tadi dengan kecup mesra dipipi bersama ...
Posting Terkait
BUKU “CERITA DI BALIK NODA” : UNTAIAN HIKMAH BAHKAN DARI SEPERCIK NODA
Judul Buku : Cerita Di Balik Noda (42 Kisah Inspirasi Jiwa) Penulis : Fira Basuki Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia Halaman : xii + 235 Cetakan : Pertama, Januari 2013 ISBN :978-979-91-0525-7 aya membeli buku ini ...
Posting Terkait
KEMUDAHAN, STABILITAS DAN KECEPATAN DALAM GENGGAMAN
Rizky dan Tablet Samsung Galaxy Tab 10.1 yang ditenagai oleh Telkomsel Flash ebutuhan akan hadirnya koneksi internet yang cepat, stabil dan mudah selalu menjadi dambaan semua orang di era cyber saat ...
Posting Terkait
Tadi siang (11/5), Bidadari kecil di keluarga kami yang riang dan penuh vitalitas, Alya Dwi Astari Gobel, terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan International Cikarang karena sakit Typhus. Mohon ...
Posting Terkait
PILKADA JAWA BARAT 2008 DAN KAMPANYE VIA WEB 2.0
HIRUK PIKUK kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 mulai terasa di wilayah sekitar rumah tempat saya tinggal, perumahan Cikarang Baru Kota Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kampanye yang dicanangkan sejak ...
Posting Terkait
BUSANA ADAT PENGANTIN DAERAH , MENEGUHKAN KEARIFAN LOKAL
CINTA MENGALUN DARI DOA MULUT-MULUT MUNGIL ITU
KISAH MUDIK 2010 (1) : MENIKMATI PERJALANAN DENGAN
PERAYAAN 1500 HARI TANPA KECELAKAAN KERJA PT CAMERON
BUKU SHOCKING SERIES & “KELINCAHAN” MENANGKAP FENOMENA
SENSASI 43 : MERAYAKAN ULANG TAHUN DI ERA
BUKU “CERITA DI BALIK NODA” : UNTAIAN HIKMAH
KEMUDAHAN, STABILITAS DAN KECEPATAN DALAM GENGGAMAN
ALYA SAKIT, MOHON DOANYA
PILKADA JAWA BARAT 2008 DAN KAMPANYE VIA WEB

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *