MARI BERSELANCAR MENELUSURI KATA DI KATEGIO !

Tampilan Muka Situs Kategio

Setelah sebelumnya saya membuat artikel tentang perkenalan Kamusitas atau Kamus Komunitas di Kompasiana, kali ini saya ingin memperkenalkan kepada anda dengan Kategio.

Bingung dengan istilah ini?. Sama, saya juga pada awalnya. Namun setelah saya menelusuri situsnya, ternyata ini adalah singkatan dari Kamus, Tesaurus dan Glosarium Bahasa Indonesia. Situs “open source” interaktif yang masih dalam versi BETA ini digagas oleh Bung Ivan Lanin seorang aktivis Wikipedia Indonesia bersama beberapa rekannya.

Saya melihat bahwa situs ini sangat membantu khususnya dalam bidang Penulisan Kreatif dimana seseorang bisa mencari definisi atau sekedar padanan kata dalam bahasa Indonesia. Tidak hanya itu situs ini pula menyajikan sejumlah rangkaian peribahasa beserta maknanya.

Dihalaman depan situs Kategio per hari ini sudah terdapat koleksi 191.064 Glossarium, 70588 entri Kamus dan Tesaurus serta 1961 entri Peribahasa. Kita tinggal memasukkan kata yang kita cari pada sisi kanan atas, pilih kategorinya (Glosarium, Kamus atau Peribahasa) lalu klik “Cari”.

Sebagai contoh, saya mencoba memasukkan entri “Tanggung Renteng” dan memilih kategori Glossarium lalu klik “Cari”. Beberapa saat kemudian muncul hasilnya di lima kolom masing-masing arti dalam bahasa asing, bahasa indonesia, kata kunci, bidang dan sumber. Dalam bahasa asing istilah ini dipadankan dengan “Accountability” yang dirujuk langsung ke sumber informasinya di Wikipedia. Dalam bahasa Indonesia didefinisikan sebagai “Tanggung Gugat” dan pada kata kunci merujuk pada sejumlah kata yang terkait dengan istilah tersebut. Sementara pada kolom bidang tertera rujukan bidang/wilayah pembahasan dimaksud. Untuk kolom sumber merujuk pada orang yang memasukkan kategori tersebut di Kategio.

Saya lalu mencoba-coba memasukkan kata “sumur” dan memilih kategori Peribahasa lalu klik “cari”. Tak lama kemudian secara otomatis muncul hasilnya berupa peribahasa yang mengandung kata “sumur” yaitu “Sumur Digali, Air Terbit” dan bermakna “Beroleh Sesuatu Lebih dari yang diharapkan”.

Ketika saya mengetik kata “Pelangi” dibagian pencarian dengan kategori “Kamus”, maka muncul 6 entri hasil dan dari situ, kita bisa melakukan pencarian lebih spesifik berdasarkan kelas (Nomina-Kata Benda, Verba-Kata Kerja, Adjectiva-Kata Sifat, Adverbia-Kata Keterangan, Pronomina-Kata Ganti, Numeralia-Kata Bilangan dan Lain-lain) juga berdasarkan Tipe (Kata Dasar, Kata Berimbuhan dan Kata Majemuk). Saya kemudian mengetik Pelangi, memilih kelas “Kata Benda” dan Tipe “Kata Dasar” lalu klik “Cari” dan menghasilkan satu hasil “Pelangi” dan merujuk pada sebuah link.

Dari link diatas, saya menelusuri dengan meng-klik-nya. Hasilnya, saya mendapatkan dua definisi berdasarkan rujukan KBBI yang mendefinisikan “pe·la·ngi n 1 lengkung spektrum warna di langit, tampak krn pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan atau embun; bianglala; 2 ki warna yg beraneka macam; 3 kain atau selendang yg bermacam-macam warnanya; 4 ikan hias yg bermacam-macam warna sisiknya; dan — kecil ikan laut berwarna pelangi dng tubuh kecil”, yang terletak disisi kanan, sementara disisi Kiri ada hasil berupa definisi, kelas, sumber dan rujukan pranala luar (Wikipedia Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris). Dibawahnya ada Tesaurus berupa “Sinonim” dan “Gabungan Kata”. Sementara dibagian bawahnya lagi ada Glossarium yang menyajikan pengertian pelangi dalam bahasa Indonesia, Asing, Kata Kunci, Sumber dan Bidang.

Meski masih baru versi Beta, saya kira ini sebuah inovasi baru yang bermanfaat khususnya bagi sosialisasi istilah dan tesaurus bahasa Indonesia secara online. Terlebih situs ini membuka peluang bagi siapapun untuk berkontribusi–mirip dengan spirit wikipedia–memberikan masukan. Sayangnya, belum secara spesifik dijelaskan bagaimana prosedur dan kriteria berkontribusi disana. Tampilan situs inipun masih relatif sederhana, namun dengan konten informasi yang sudah relatif banyak saya kira, tampilan bukanlah sesuatu yang esensil sepanjang informasi yang diberikan cukup kaya dan interaktif. Harapan saya Kategio bisa terus dikembangkan dari versi Beta yang masih ada saat ini serta tetap dipertahankan eksistensinya sebagai situs non komersial.

Semoga dengan hadirnya Kategio kita akan semakin menghargai penggunaan bahasa nasional kita, bahasa Indonesia. 

Related Posts
FILM SILARIANG – CINTA YANG TAK DIRESTUI : SIMPONI CINTA PELIK DAN MELANKOLIK DARI BALIK LEKUK INDAH BUKIT DI RAMMANG-RAMMANG
ilm "Silariang-Cinta yang tak Direstui"telah berhasil membuat saya "bertamasya batin", berkelana ke ceruk-ceruk terdalam nostalgia ke daerah dimana saya lahir, besar dan tumbuh dalam budaya Bugis Makassar yang kental. Film ...
Posting Terkait
BANG RAMELAN, BAPAK BLOGGER KOMPASIANA, MERETAS JALAN MENUJU KURSI GUBERNUR DKI JAKARTA
aya sempat tersentak kaget, saat pertama kali membaca berita tentang tampilnya Pak Prayitno Ramelan yang juga dikenal sebagai Bapak Blogger Kompasiana sebagai salah satu kandidat calon Gubernur DKI Jakarta periode ...
Posting Terkait
FILM TIGA SEKAWAN : MENGUNGKAP MISTERI HANTU DI RUMAH TUA
aya akhirnya memenuhi keinginan 2 buah hati tercinta untuk menonton film ini, Sabtu (26/1) di XXI Mall Lippo Cikarang. Mereka penasaran melihat aksi 3 sekawan mengungkap misteri hantu setelah menonton ...
Posting Terkait
1. Situs Menulis Mudah Sangat menarik membaca tulisan-tulisan tentang kiat menulis di situs yang diasuh oleh Ersis W. Abbas di Banjarbaru, Kalsel, bersama Erwin D. Nugroho di Balikpapan, Kaltim ini. Patut ...
Posting Terkait
BERKAH PENGHASILAN PULUHAN JUTA RUPIAH DARI KERAJINAN JAM TANGAN
ak cuma berlaku sebagai benda fungsional, jam tangan juga bisa melengkapi busana seseorang. Kini barang tersebut tak hanya digunakan untuk menunjukkan waktu, tapi juga untuk menaikkan eksistensi diri. Bukti bahwa Indonesia ...
Posting Terkait
SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL!
Gegap gempita tahun silam kembali terasa getarannya hari ini, tepat setahun setelah hari bersejarah itu terjadi : 27 Oktober 2007. Hari itu pada momen penyelenggaraan Pesta Blogger Pertama di Blitz Megaplex ...
Posting Terkait
FILM 9 SUMMER 10 AUTUMNS : TENTANG HARAPAN YANG TAK PERNAH PUTUS
edung bioskop Hollywood XXI yang terletak tak jauh dari Hotel Kartika Chandra, Jl.Gatot Subroto, terlihat begitu ramai oleh penonton ketika kami sekeluarga tiba disana, Minggu Siang (28/4) lalu. Mayoritas penonton ...
Posting Terkait
1. Lorem Ipsum ala Indonesia Mungkin anda sudah cukup familiar dengan "Lorem Ipsum". Lorem Ipsum adalah contoh teks atau dummy dalam industri percetakan dan penataan huruf atau typesetting. Lorem Ipsum telah ...
Posting Terkait
MARI MERIAHKAN MAKASSAR INTERNATIONAL WRITERS FESTIVAL 2011
Rumah Budaya Rumata’ akan menggelar Makassar International Writers Festival (MIWF) 13-17 Juni 2011 dengan menghadirkan penulis dan penyair dari Belanda, Turki, Mesir, Amerika, Australia dan para penulis dari Makassar. ...
Posting Terkait
MEMPERTANYAKAN TANGGUNG JAWAB DAN NURANI SANG PELAKU TABRAK LARI
aya terhenyak saat membaca berita yang tertera di mailing list Cikarang Baru setelah kami sekeluarga baru keluar menonton film "Brandal-Brandal Ciliwung"  Jum'at (17/8) sore. Saya memang baru menyalakan Blackberry dan ...
Posting Terkait
FILM SILARIANG – CINTA YANG TAK DIRESTUI :
BANG RAMELAN, BAPAK BLOGGER KOMPASIANA, MERETAS JALAN MENUJU
FILM TIGA SEKAWAN : MENGUNGKAP MISTERI HANTU DI
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (7)
BERKAH PENGHASILAN PULUHAN JUTA RUPIAH DARI KERAJINAN JAM
SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL!
FILM 9 SUMMER 10 AUTUMNS : TENTANG HARAPAN
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (17)
MARI MERIAHKAN MAKASSAR INTERNATIONAL WRITERS FESTIVAL 2011
MEMPERTANYAKAN TANGGUNG JAWAB DAN NURANI SANG PELAKU TABRAK

4 comments

  1. dah ke sana … wah ternyata bagus sekali … ide yang brilian … seandainya nanti memang terbuka untuk menambahkan perbendaharaan kata, jadi tambah bagus lagi nih …
    saya sudah coba kamusnya dengan memasukkan kata “pempek” … ternyata ada … hehehe … dan itu yang benar … bukan “empek-empek” seperti yang sering diucapkan orang …

    btw, gak salah daeng nulisnya “kategio” dengan huruf “i” … bukannya “kateglo” dengan huruf “l” (el) … 🙂

    –Wah..iya terimakasih Mas atas koreksinya, iya mestinya Kateglo dan bukan kategio

  2. Udah nyoba juga hehehehe mantab banget, Pak 🙂 thx for informing (tsahhhh bahasa gueee :p) huehehehehe…. Internet mencerdaskan anak bangsa 😀 hueekekekekek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *