PUISI : TERMANGU DI PUNDAK ORCHARD

Kaca-kaca bening di Wisma Atria 
seperti memantulkan wajahmu
perlahan luruh bersama cahaya senja 
yang turun dengan enggan
Pada kaki Mall Isetan dan Lucky Plaza

sementara hiruk pikuk pejalan kaki yang berseliweran 
pada pundak Orchard dari dua arah berlawanan

bergegas lincah ditingkah wangi aroma kopi Starbuck
juga tawa lepas gadis muda berdandan seronok
yang geli menyaksikan lelaki pujaannya menari “moonwalk”

Dan aku termangu, disini, 
dalam sepi, pada riuh
dalam senyap, pada gempita
lalu menghadirkanmu diam-diam di lanskap hati
dan berharap engkau ada bersamaku 
menikmati tetes embun pertama esok pagi
yang jatuh dengan anggun di pundak Orchard

Singapore,280609, 11.00 PM





  

Related Posts
PUISI : PADA PENGHUJUNG TITIAN RINDU
Langit senja ini seakan merenda batas cakrawala dengan rona merah jambu serupa ranum pipimu yang diterpa bias cerah cahaya fajar Pada titian rindu dimana kaki kita gamang menapak kamu acapkali berkata dengan mata berbinar,"Di ...
Posting Terkait
PUISI: SECANGKIR KOPI DAN KENANGAN AKHIR TAHUN
1/ Secangkir kopi yang kau seduh dengan sedih Sejatinya menjadi aura atas segala perih yang disenandungkan dengan nada lirih bersama kemilau mentari senja yang kerap membuatmu risih 2/ Di akhir tahun semua kenangan yang indah terpatri membuat ...
Posting Terkait
Sajak Sebatang Lisong oleh WS Rendra menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak - kanak tanpa ...
Posting Terkait
PUISI-PUISI CINTA – RELOADED
Pada Saatnya Pada Saatnya, Ketika musim berganti Dan gugusan mendung yang ranum Menitikkan tetes hujan pertama Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu Menyibak kabut keraguan Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu Pada Saatnya, Di ujung perjalanan Akan kubingkai ...
Posting Terkait
PUISI : TENTANG KITA, RINDU DAN MALAM YANG BIRU
Sepasang debu yang terbang liar itu adalah kita bersama segenap impian yang telah kita rangkai dalam ringkih hati juga cinta yang kita pahatkan diam-diam pada tepian angan-angan Kita melayang mengarungi siang, juga malam sementara ...
Posting Terkait
UNTUK SEPOTONG SENJA DI AKHIR TAHUN
Dalam Diam, kau termangu Sepotong senja dibatas cakrawala memaku pandangmu "Di akhir tahun, selalu ada rindu yang luluh disana, sejak dulu" katamu, pilu Terlampau cepat waktu berderak hingga setiap momen tak sempat kau bekukan dalam ...
Posting Terkait
PUISI : SAJAK UNTUK PEREMPUAN DI UJUNG SENJA
  Kita pernah memaknai arti kebahagiaan, juga kehilangan itu, disini, di ujung senja Saat mentari rebah perlahan di batas cakrawala menampilkan monolog tentang kesunyian dan separuh hati yang tertinggal entah dimana pada cemerlang cahaya ...
Posting Terkait
PUISI : PERJALANAN SEPARUH KERINDUAN
Haruskah geliat rindu yang kau simpan pada getar dawai hati, bening kilau embun dan segaris cahaya pagi membuatmu mesti berhenti pada sebuah titik yang kau namakan tepian sebuah perjalanan panjang? Kegetiran ini, katamu, melelahkan dan ...
Posting Terkait
PUISI : SERENADE LOSARI
Kaki langit tempat segala harapan kita berlabuh Serta kepak camar menyapa cakrawala Adalah muara segala impian yang telah kita rajut rapi Bersama desir rindu dan riak semangat Membangun rumah bersahaja tempat kita senantiasa pulang Dan ...
Posting Terkait
PUISI : PADA PENGHUJUNG TITIAN RINDU
PUISI: SECANGKIR KOPI DAN KENANGAN AKHIR TAHUN
MENGENANG WS RENDRA : SAJAK SEBATANG LISONG
PUISI-PUISI CINTA – RELOADED
VISUALISASI VIDEO PUISI “SEBUAH CINTA YANG MENJAUH”
PUISI : TENTANG KITA, RINDU DAN MALAM YANG
UNTUK SEPOTONG SENJA DI AKHIR TAHUN
PUISI : SAJAK UNTUK PEREMPUAN DI UJUNG SENJA
PUISI : PERJALANAN SEPARUH KERINDUAN
PUISI : SERENADE LOSARI

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *