PUISI : REMBULAN MENGAPUNG DI BERANDA MATAMU

522739_335056709884956_100001418893126_900289_1041155912_nAdakah Kilau Rembulan

Yang Mengapung indah di beranda matamu

adalah sebuah ruang renung untuk memahami lebih dalam

setiap desir luka, serpih tawa, isak tangis, jerit rindu dan keping kecewa

yang memantul pelan dari dinding hatimu?


Kenangan yang telah dipahat rapi di sepanjang jejak waktu

tak ubahnya seperti gugusan awan bersama selarik bianglala

yang berbaris sepanjang garis cahaya mentari

serta kepak camar riang membelah langit

Harapku, semoga, langkah pasti yang kau tapak kedepan

memberi makna di taman jiwa

bersama selaksa kembang dan kepak kupu-kupu bersayap cemerlang

pada setiap dentang usia

seraya melukis potongan kisahnya di kanvas batin


dan kilau rembulan di beranda matamu

yang membasuh perih, melerai gulita

senantiasa hadir dan mengalir

tanpa henti

di sepanjang selasar hidupmu

Jkt,011209

–dipersembahkan untuk seorang kawan baik yang berulangtahun hari ini, semoga panjang umur, bahagia dan sehat selalu

 

Related Posts
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
Semburat cahaya senja merah jingga menerpa sendu wajahmu ketika jemari lentikmu lemah menuding langit Pada sebuah titik yang engkau namakan "ujung penantian" dan tak pernah bisa kumaknai secara jelas apakah itu akan menjadi akhir ...
Posting Terkait
PUISI : JIKA SUATU KETIKA KITA TAK BERSAMA LAGI
Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi Aku ingin kau mengenang segala kisah tentang kita yang telah terpahat rapi di rangka langit bersama segenap noktah-noktah peristiwa juga canda dan pertengkaran-pertengkaran kecil yang mewarnai seluruh perjalanan kita Dalam ...
Posting Terkait
PUISI : KITA TELAH MENOREH MALAM DENGAN ANGAN-ANGAN (Sajak Cinta Untuk Istriku)
Kerapkali kita menyempatkan diri duduk diberanda bercakap tentang hal-hal tak penting dan upaya-upaya menanggulangi kegetiran seraya menatap gelap yang luruh perlahan dipelupuk mata dan kunang-kunang melintas anggun membawa kerlip harapan sementara rindu memantul-mantul gemas ...
Posting Terkait
PUISI : TARIAN HUJAN
Kisah yang kau rajut pada rinai tarian hujan sore ini Adalah gemerlap mimpi dan getir kesedihan yang mengalun pelan menyusuri relung hati, selasar waktu dan derap putus asa yang luruh dalam hening Hujan, katamu, ...
Posting Terkait
PUISI : SAAT INDAH MENGENANGMU
Kenangan itu selalu berjalan tertatih dalam benak meniti sebuah perjalanan panjang tentang sebuah rasa yang tertinggal pada relung hati dimana sunyi bersemayam bersama rindu "Kadangkala," katamu,"pada lirih sajak yang kuterbangkan bersama angin senantiasa ada ...
Posting Terkait
PUISI : MENYIBAK BAYANGMU DI TEPIAN MUSI
Kaki-kaki Jembatan Ampera yang kokoh menghunjam pada dasar batang sungai anggun mengalir, seakan bertutur tentang kisah-kisah yang berlalu dari musim ke musim, tentang cinta, harapan, impian, juga kehilangan Dan di tepian Musi, mengenangmu bersama ...
Posting Terkait
PUISI : PADA SENJA YANG TERMANGU
Pada senja yang termangu Kita menyaksikan mentari rebah di pelupuk cakrawala yang redup mengatup hari Dan camar terbang dengan sayap ringkih memekik pilu di langit merah seakan mewakili setiap kehilangan yang terurai perlahan bersama ...
Posting Terkait
Kaca-kaca bening di Wisma Atria  seperti memantulkan wajahmu perlahan luruh bersama cahaya senja  yang turun dengan enggan Pada kaki Mall Isetan dan Lucky Plaza sementara hiruk pikuk pejalan kaki yang berseliweran  pada pundak Orchard dari dua ...
Posting Terkait
PUISI : PURNAMA TERISAK DI PUCUK MALAM
Purnama yang mengapung di rangka langit malam ini seperti bercerita tentang sebuah kehilangan yang pedih dan jejak-jejak luka yang tertinggal pada sepanjang bias cahaya lembutnya Purnama yang menggigil di kelam malam adalah pilu kegetiran yang kau ...
Posting Terkait
PUISI : PADA GENANGAN KELAM, PADA RATAP YANG TERDEKAP
Deras Hujan yang datang malam ini seperti kidung melankolis yang datang membuai perlahan tapi juga mengusung ketakutan tak terkatakan Kita menyaksikannya dengan tatap nanar sembari mendekap erat ratap yang tak terungkap Pada genangan kelam yang ...
Posting Terkait
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
PUISI : JIKA SUATU KETIKA KITA TAK BERSAMA
PUISI : KITA TELAH MENOREH MALAM DENGAN ANGAN-ANGAN
PUISI : TARIAN HUJAN
PUISI : SAAT INDAH MENGENANGMU
PUISI : MENYIBAK BAYANGMU DI TEPIAN MUSI
PUISI : PADA SENJA YANG TERMANGU
PUISI : TERMANGU DI PUNDAK ORCHARD
PUISI : PURNAMA TERISAK DI PUCUK MALAM
PUISI : PADA GENANGAN KELAM, PADA RATAP YANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + 18 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.