SHALAWAT TARHIM DAN KENANGAN SUBUH YANG BERGEMA DARI MASA LALU

Hari ini, Pak Ananto, seorang kawan di mailing list Cikarang Baru, mengirimkan email mengenai shalawat Tarhim kepada kami semua. Membacanya kembali dan mendengarkannya setelah mengunduh dari link ini, membuat batin saya tergetar.

Rasa haru perlahan-lahan menyelinap ke dalam hati ketika ingatan saya mendadak terbang melayang ke masa silam sekitar 25 tahun lalu saat saya beserta adik-adik dan orangtua bermukim di Kab.Maros, Sulawesi Selatan.

Tanpa terasa kelopak mata saya basah saat mendengar ulang dan meresapi kalimat demi kalimat Shalawat yang indah serta begitu menyentuh hati ini. Konon, seperti email Pak Ananto, Shalawat ini sangat masyhur khususnya di kota Surabaya dan sekitarnya.

Shalawat ini dikumandangkan menjelang Subuh di radio Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya, dan di akses oleh hampir seluruh masjid di Surabaya dan sekitarnya hingga ke pelosok-pelosok Jawa timur, khususnya masjid-masjid di kalangan Nahdhiyyin.

Shalawat ini juga dikumandangkan dengan lantang dari Mesjid Raya Maros, Sulawesi Selatan yang letaknya kira-kira 1 km dari rumah saya. Suara Shalawat Tahrim kerap disuarakan menjelang azan subuh. Di bulan Ramadhan, saya menikmati keindahan lantunan Shalawat ini bersama langkah-langkah kaki saya yang mantap menuju Masjid. Saya sudah memperkirakan, tepat ketika shalawat ini selesai, saya sudah tiba di depan gerbang Mesjid Raya Maros tepat ketika azan subuh dikumandangkan.

Setiap langkah saya ke mesjid diiringi oleh Shalawat ini yang tidak hanya digemakan dari Mesjid Raya Maros namun juga dari Mesjid-Mesjid disekitarnya. Begitu syahdu dan membuat batin terharu. Langit pagi seakan bergemuruh melantunkan asma Allah dan shalawat untuk baginda tercinta Rasullullah Muhammad SAW.  Dan hati saya kian bersemangat menuju ke mesjid bersujud ke hadirat Allah SWT sang pencipta yang Maha Agung.

Sayangnya, beberapa tahun terakhir ini saya jarang mendengarkan lagi shalawat Tarhim ini bergema. Saya merindukan saat-saat subuh dimasa lalu, saat dingin pagi tak mampu melerai keinginan menghadap kepadaNya, melembutkan hati yang keras dan menyingkirkan rasa lalai untuk tak segera bangun dari tidur.

Cobalah simak keindahan syair shalawat ini:

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaayk

Yaa imaamal mujaahidiin yaa Rasuulallaah

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaayk

Yaa naashiral hudaa yaa khayra khalqillaaah

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaayk

Yaa naashiral haqqi yaa Rasuulallaah

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaayk

Yaa Man asraa bikal muhayminu laylan nilta maa nilta wal-anaamu niyaamu

Wa taqaddamta lish-shalaati fashallaa kulu man fis-samaai wa antal imaamu

Wa ilal muntahaa rufi’ta kariiman

Wa ilal muntahaa rufi’ta kariiman wa sai’tan nidaa ‘alaykas salaam

Yaa kariimal akhlaaq yaa Rasuulallaah

Shallallaahu ‘alayka wa ‘alaa aalika wa ashhaabika ajma’iin


Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu

duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu

duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik

Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu

Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu

Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi

Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur

Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu

dan engkau menjadi imam

Engkau diberangkatkan ke Sitratul Muntaha karena kemulianmu

dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu

Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah

Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.

Sumber Foto:

“Menjulang Ke Langit” karya Mas Eko Eshape di Citography 

Related Posts
BUKU SHOCKING SERIES & “KELINCAHAN” MENANGKAP FENOMENA
Sabtu kemarin (31/3) seusai berenang bersama anak-anak di Snowbay Taman Mini Indonesia Indah, kami sekeluarga mampir di Gramedia Matraman untuk menghadiri peluncuran buku "Shocking Series" ("Shocking Japan", 'Shocking Korea", "Shocking ...
Posting Terkait
MENULIS ITU MENGABADIKAN EKSISTENSI
"lmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan ...
Posting Terkait
BERSAMA KITA BISA, DI WETIGA
  Si Battala menerima tumpeng dari si Gembul. Sementara Mas Ndoro menyaksikan sembari tertawa terpingkal (foto by Pepih Nugraha)    Jum'at malam (24/10) saya menghadiri perhelatan dalam rangka peresmian ...
Posting Terkait
KISAH PERJALANAN KE PERTH (2) : CAMAR YANG GENIT DI SISI DERMAGA FREMANTLE
ari Rabu (28/8) kami berkesempatan untuk mengunjungi Fremantle. Hari itu, training kami memang hanya setengah hari saja, sehingga kami memanfaatkan waktu berjalan-jalan menuju kota kecil yang berjarak 19 kilometer arah barat ...
Posting Terkait
SETAHUN SETELAH AYAH PERGI..
ari ini,11 Juli 2022, tepat setahun ayahanda saya berpulang ke Rahmatullah. Membaca kembali tulisan saya setahun silam, membuat mata saya basah. Sepagi ini. Entahlah, mengapa saya tiba-tiba jadi sangat sentimentil, terutama mengenang ...
Posting Terkait
Foto bareng seusai kopdar
ahagia sekali rasanya, kemarin, Minggu (29/1) kami semua anggota dan pengurus Blogger Bekasi bertemu kembali dengan sang ketua, Mas Aris Heru Utomo yang kebetulan “mudik” ke Indonesia selama masa penugasannya sebagai diplomat Kemenlu RI ...
Posting Terkait
KUNJUNGAN SINGKAT KE MAKASSAR
um'at malam (23/12), saat saya bersama istri dan anak-anak tengah menyantap hidangan ala Sunda di Rumah Makan "Dapur Coet" sekedar merayakan hasil Ujian Akhir Rizky dan Alya yang memuaskan, tiba-tiba ...
Posting Terkait
IN MEMORIAM NITA FEBRI : SEMANGAT DALAM KETERBATASAN
Tak perlu menunggu kaya.. Tak perlu menjadi hebat Untuk bisa sekedar berbagi.. tebarkan semangat lewat ngeblog! (sumber : Blog Almarhumah Yusnita Febri, 27 Oktober 2011) ari ini, Rabu,16 November 2011, saya menerima ...
Posting Terkait
FILM “ANAK MUDA PALSU” : TENTANG KESETIAKAWANAN DAN IKHTIAR MERAIH IMPIAN
ari Kamis petang, 11 Juli 2019, seusai jam kantor, saya bergegas menuju ke Blok M Square, Jakarta Selatan. Disana, tepatnya di Studio XXI lantai 5, saya bergabung dengan teman-teman alumni ...
Posting Terkait
BLOGILICIOUS GORONTALO YANG SENSASIONAL !
elalu ada hal-hal menarik dibalik setiap penyelenggaraan Blogilicious. Termasuk ketika saya menjadi narasumber dalam acara seminar dan workshop blog yang dilaksanakan di aula Universitas Negeri Gorontalo pekan lalu tanggal 15-16 ...
Posting Terkait
MENGAYUH SEPEDA ONTEL, MENYUSURI RUANG KENANGAN
Sebulan lalu, Ahmad, adik ipar saya datang membawa berita gembira. Ia akhirnya menemukan sepeda onthel bekas pesanan saya di Yogya dan rencananya akan membawakan langsung ke rumah bersamaan dengan mobil ...
Posting Terkait
HARAPAN ITU AKAN TERBIT DI MARISO
Terkait posting saya sebelumnya mengenai gerakan kampanye tahun anti kelaparan dan gizi buruk, pada Hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2008 nanti hasil akumulasi sumbangan yang terkumpul akan disalurkan kepada perkampungan ...
Posting Terkait
BERKAH HADIAH DI BULAN APRIL
lang Tahun saya ke 41 tahun ini yang saya rayakan tiap tanggal 9 April memberikan kesan yang sangat mendalam. Setelah sebelumnya menang Ipod Nano pada lomba Twitter bertagar #WanitaMasaDepan dalam ...
Posting Terkait
PROSESI UPACARA”MOMEATI” ANANDA ALYA DWI ASTARI GOBEL DI MAKASSAR
khir tahun silam, tepatnya tanggal 25-26 Desember 2016, kami sekeluarga melaksanakan liburan ke Makassar sekaligus menyelanggarakan prosesi adat Gorontalo "Momeati" atau baeat untuk putri bungsu saya Alya yang baru saja ...
Posting Terkait
MUDIK LEBARAN KE YOGYA (3) : DARI MUSEUM BENTENG VREDEBURG HINGGA KE KOMPLEKS MAKAM RAJA IMOGIRI
ekitar pukul 11.30 siang, Rabu (30/7), kami check-out dari hotel Malioboro Palace dan dengan menumpang taksi kami pulang ke Kuncen. Disana kami bertemu dengan kakak Ipar saya, mas Sukarjana yang ...
Posting Terkait
BLOGILICIOUS BANDUNG : SENSASI BERBAGI WALAU HANYA SEHARI
ajar merekah cerah di Cikarang ketika Bis Primajasa menuju Bandung yang saya tumpangi menembus pagi, Sabtu (18/6). Saya menyaksikan, perlahan bias mentari kian menampakkan gemilang sinarnya lewat kaca jendela saat ...
Posting Terkait
BUKU SHOCKING SERIES & “KELINCAHAN” MENANGKAP FENOMENA
MENULIS ITU MENGABADIKAN EKSISTENSI
BERSAMA KITA BISA, DI WETIGA
KISAH PERJALANAN KE PERTH (2) : CAMAR YANG
SETAHUN SETELAH AYAH PERGI..
KEMERIAHAN KOPDAR BERSAMA KETUA BLOGGER BEKASI
KUNJUNGAN SINGKAT KE MAKASSAR
IN MEMORIAM NITA FEBRI : SEMANGAT DALAM KETERBATASAN
FILM “ANAK MUDA PALSU” : TENTANG KESETIAKAWANAN DAN
BLOGILICIOUS GORONTALO YANG SENSASIONAL !
MENGAYUH SEPEDA ONTEL, MENYUSURI RUANG KENANGAN
HARAPAN ITU AKAN TERBIT DI MARISO
BERKAH HADIAH DI BULAN APRIL
PROSESI UPACARA”MOMEATI” ANANDA ALYA DWI ASTARI GOBEL DI
MUDIK LEBARAN KE YOGYA (3) : DARI MUSEUM
BLOGILICIOUS BANDUNG : SENSASI BERBAGI WALAU HANYA SEHARI

34 comments

  • Setelah download videonya dari youtube dan mendengarkannya, bayangan saya langsung melayang ingat kampung halaman. kebetulan rumah dekat dengan masjid, ingat betul Sholawat ini selalu terdengar sebelum Adzan Shubuh berkumandang. Melihat video laen dr Emha Ainun Nadjib tambah bergetar ketika tahu begitu dalam makna sholawat ini.

    Ya Karimal Akhlak Ya Rasulallah.

  • Assalamualaikum wr wb.

    Mas terima kasih atas teks bacaan takhrimnya.
    kalau bisa pakai yang tulisan arab biar lebih afdol ^-^* dan lebih mudah cara membacanya.

    dan kalau bisa kirim ke imail saya yamas
    terima kasih banyak atas teksnya semoga Allaoh SWT mnjadikan kita orang yang selalu taat dan bersyukur. amin

  • Pak,
    3 minggu yang lalu dari sekarang atau ketika menulis pesan ini, saya telah mendownload diputar berulang-ulang dirumah dan alhamdulillah sampai hapal dan Insya Allah dengan artinya(dimana sangat dan begitu hebatnya bulu ini merinding) dan saya punya niat untuk membacakan sebelum sholat shubuh tapi sampai hari ini belum terlaksana.

    Insya Allah akan saya mencoba melantumkan syair ini antara masjid dan mushola di Cikarang- Lemahabang, karena selain bekerja juga saya berjualan sembako dan sayuran dipasar lemahabang yg menuntut saya bangun pagi2 sekali.

    Yaa Man asraa bikal muhayminu laylan
    Yaa Man asraa bikal muhayminu laylan nilta maa nilta wal-anaamu niyaamu

    Sulaeman Mursyid
    Cikarang Kota

  • Betul sekali mas, sekarang ini jarang sekali di kumandangkan shalawat tarhim di mesjid2, terutama di kota tempat saya tinggal sekarang (Bandung), yang saya tau cuman di mesjid agung saja. Tapi alhamdulillah, di kota saya lahir (Martapura),masih sering dikumandangkan sebelum subuh. Setiap kali mendengarkan, pasti selalu teringat kenangan akan masa kecil di kampung halaman…semoga Allah S.W.T memberkati kita semua

  • Assalamu Alaikum Wr Wb…

    Alhamdulillah… akhirnya dapat juga Shalawat Tahrimnya, saya copy ya… terimakasih banyak….

    Wassalamu Alaikum Wr Wb..

  • Seperti kisah anda dan yang lain, saya juga mengalami hal yang sama. Saya sudah lama sekali tidak lagi mendengar Sholawat Tarhim ini. Bahkan saya gak inget namanya. Ketika saya cari di youtube dan ketemu, seketika saya kembali ke masa lalu di kampung halaman saya di Kebumen, Jawa Tengah sekitar tahun 70 – 80. Masya Alloh merinding saya mendengarnya kembali. Apalagi penjelasan Emha di youtube, semakin memahamkan makna keagungan rasulullah.
    Masya Alloh merinding karena inget kemuliaan rosululloh dan indah dan syahdunya suasana saat itu, mendengar alunan sholawat tarhim. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada manusia yang paling mulia, pembawa petunjuk dari Yang Maha Kuasa.
    Seperti kisah anda dan yang lain, saya juga mengalami hal yang sama. Saya sudah lama sekali tidak lagi mendengar Sholawat Tarhim ini. Bahkan saya gak inget namanya. Ketika saya cari di youtube dan ketemu, seketika saya kembali ke masa lalu di kampung halaman saya di Kebumen, Jawa Tengah sekitar tahun 70 – 80. Masya Alloh merinding saya mendengarnya kembali. Apalagi penjelasan Emha di youtube, semakin memahamkan makna keagungan rasulullah.
    Masya Alloh merinding karena inget kemuliaan rosululloh dan indah dan syahdunya suasana saat itu, mendengar alunan sholawat tarhim. Semoga kesejahteraan dilimphkan kepada manusia yang paling mulia pembawa petunjuk dari Yang Maha Kuasa.

  • Pingback: Terkenang dengan Shalawat Tarhim yang Indah | Catatanku

  • Pingback: Shalawat Tarhim | Tentang Segala yang Mampu Diungkapkan

  • assalamualaikum…
    wah,, artikel yang bagus,,,
    saya mahasiswa kesehatan masyarakat, uin syarif hidayatullah,,, 20 tahun.. menjadi ta’mir masjid al-muhajirin di jalan sedap malam… sering kali jamaah subuh membutuhkan waktu yang lebih lama untuk persiapan ke masjid,, barangkali hal itu terjadi karena baru bangun ketika adzan di kumandangkan..
    sudah lama saya berniat menghidupkan sholawat tarhim ini sebelum subuh dan maghrib,, dan hinga saat ini masih belum terlaksana,, kasetnya pun juga belum ada.. mohan do’a dari saudara semua semoga tidak ada kendala dalam pelaksanaannya,,,, amienn…
    wassalam..

  • Alhamdllh dpt download tahrimnya.teringat ketika masakecil sering dengar di masjid mushalla di banjarmasin,tapi sekarang jarang sekali diputar di masjid mushalla di bjrmasin.moga para tamir masjid mushalla kembali memutarx nunggu shalat subuh.kalau dengar tahrim yg begitu syahdu dan indah insyaallah jamaah shalat subuh bertambah shafnya

  • Shalawat tahrim selalu menjadi pertanda bahwa waktu sholat hampir tiba, di tempat saya di kota tenggarong kaltim, masjid-masjid besar selalu memperdengarkannya menjelang setiap waktu sholat 5 waktu. Telinga saya sudah akrab dengan dengan shalawat ini, bahkan ada rasa yang janggal jika saya berada di suatu tempat atau kota di mana menjelang waktu sholat sholawat ini tidak di perdengarkan. Subhanallah kita tidak mengetahui siapa nama pelantun sholawat tahrim ini, atau dimana dia berada sekarang, apakah masih hidup atau tidak? Waullahuahlam….tapi suara yang dilantunkannya begitu merdu dan merasuk ke hati membuat kita ingat dengan Sang Maha pencipta alam semesta yaitu Allah SWT

  • Setahu saya bahwa setiap ibadah itu harus ada perintahnya. Mohon kiranya yang menjadi dasar shalawat tarhim ini. seingat saya (saya pernah tinggal di Saudi Arabia 2 th)saya tidak mengenal shalawat ini dari mesjid di sana. Jazakallohu khoir.

  • Syukron jazakallah mas atas textnya.
    Tp sepanjang saya muter2 di sulawesi (makassar, kendari, bau2, ereke, kolaka, unaaha) tarhim ini slalu dkumandangkan stiap akan adzan shalat 5 waktu di smua masjid deh mas. Gak hnya shubuh aja. Cm d jawa memang jarang terdengar. Hnya mnjelang shubuh dan itupun d msjd2 trtentu aja.

  • SHOLAWAT TARHIM INI PERTAMA KALI DISIARKAN MELALUI RADIO YASMARA (YAYASAN MASJID RAHMAT) SURABAYA MULAI TAHUN 1968 SAMPAI SAAT INI (2011)

    SIARAN INI KEMUDIAN DI RELAI OLEH CORONG MASJID-MASJID LAINNYA TERMASUK MASJID AMPEL SURABAYA(KRN ITU SEBAGIAN ORANG MENYEBUTNYA SBG SHOLAWAT TARHIM AMPEL).

    SHOLAWAT TARHIM INI DIBACAKAN OLEH JUARA DUNIA MTQ SAAT ITU (TH 60-AN) SYAIKH MAHMUD AL HUSHOIRI YANG TELAH WAFAT PULUHAN TAHUN YANG LALU.

    DI MASJID RAHMAT SURABAYA SELAIN SHOLAWAT TARHIM JUGA DIBACAKAN JUZ AMMA DAN BEBERAPA SURAT LAINNYA SAAT MENJELANG AZAN DHUHUR/ASHAR/MAGHRIB.

    PERMASALAHAN INI PERNAH DIANGKAT OLEH JAWA POS TH 2007.

    SEMOGA INFO DIATAS MEMBANTU

  • Subhaanallah… ternyata begitu banyak saudara2ku yang merasakan hal serupa. Dan saya baru tahu kalau ternyata shalawat ini begitu luas dulu dikumandangkan di Indonesia. Lamaa sekali tak kudengar lantunan tarkhim ini, terutama sejak mukim di Solo dan sekarang Karanganyar. Baru beberapa tahun lalu dengar lagi di masjid Assegaf Psr. Kliwon dan terakhir di radio Al-Hidayah. Rasa penasaran yang mengusik, didorong oleh kerinduan mendengarkannya lagi, akhirnya dapat menuntunku ke sini…

  • Alhamdulillah Radio maupun Masjid2 di Gorontalo masih mendendangkan Shalawat ini.. Memang Shalawat ini menjadikan hati tentram….

  • Sholawat ini msh diputar dimasjid2 smpai saat ini. Emang 10th didaerah cikarang sy bm pnh dengar tp di Fas FM slalu muter tiap subuh, dicibitung tiap subuh slalu muter jg. Apalagi daerah papua, sy di sana cm 4bln dan dsana ditiap mau adzan, jadi 5x sehari.

  • Assamua’aLaikum..Terima kasih ikhwanul muslim..telah memuat shalawat TARHIM dlm situs ini..! Karena saya sdh Lama Mencari serta ingin memiliki teks dan nada nya…sekarang sdh Saya DAPATkan….* amiin WassaLaam

  • emir faisal banjarmasin

    Subhanallah aku bisa mendengar TARHIM ini kembali setelah saya berusia 50 thn dan mencarinya di sini. Di desa kelahiranku di Pagatan aku tinggal dekat Mesjid Jami dan aku saat itu masih kanak2, setiap menjelang ajan subuh selalu dikumandangkan tarhim ini dan rekaman Surah Ar Rahman. Hingga puluhan tahun aku terbiasa mendengar tarhim ini sampai saya pindah ke Banjarmasin sdh jarang terdengar tarhim ini. Begitu mendengar tarhim ini disi saya jd kembali teringat kampung halaman dan kedua org tua yg sdh tiada. Satu keanehan yg saya ingat setiap kali tarhim ini dikomandangkan di Mesjid anjing liar yg banyak dikampung ku itu melolong panjang seperti menangis melihat sesuatu hingga membuat bulu kuduk berdiri. Tapi yg jelas tarhim ini mampu menanamkan keimanan dan kecintaan kpd Allah dan Rasulnya kpd diri saya, sekalioun di tanah Arab seperti yg. Pernah datangi berhaji tdk populer mungkin. Trimakasih

  • Shalawat tarhim ini pertamakalinya saya dengar di bekasi. Dulu saya tinggal di jakarta / jl. casablanca sekarang. Setiap menjelang azan subuh setelah imsyak saya sering mendengar bacaan yang dibawakan oleh alm KH. Abdullah Syafei dari radio Assyafi’iyah. Ada yang tahu?

    • saya rindu mendengarkan sholawat tarhim yang senyap-2 terdengar dari mesjid Albarkah Assyafiyah matraman jakarta yang berjarak 1km dari rumah. suara alm kyai syafei begitu menggetarkan. ada yang tau dimana bisa mengunduhnya…? terima kasih sudah berbagi

  • Bolehkah pemirsa berkirim artikel ke blog ini, dan apa saja syaratnya? Apakah ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh pengirim tulisan?

    Atas perhatiannya kami aturkan terimakasih.

    • Amril Taufik Gobel

      Terimakasih atas apresisi anda, sejauh ini saya belum membuka blog saya ini untuk artikel tamu dari luar, sementara ini saya yang kerjakan sendiri semua untuk menjaga konsistensinya

  • Terimakasih bnyk info nya mas Sangat berharga bagi saya
    Sekali lagi terimakasih bnyk

  • ya… nenetes air mataku…..

  • terharu baca tulisannta kanda

  • Alhamdulliah sy membaca banyak respon tentang solawat tarhim,,dan alhamdullilah sy sendiri sampai saat ini msh sering mengumandangkan solawat ini sambil menantikan datangnya azan magrib,khusus di bulan Ramadhan hampir setiap menjelang subuh sy mengumandangkan solawat ini, dan sdh ada beberapa orang yg minta catatan solawat ini dari sy,,

  • Salams emuanya,
    saya dari Jombang.

    kalau sholawat ini bukan hanya di masjid-masjid besar di surabaya dan sekitarnya… melainkan di musola-musola kecil dikampung, di hampir pelosok jawa timur.

    Kalau di Jogja ini jarang ada dengar masjid/ musola yang muter (mungkin karna Jogja ini basic nya Muhammadiyah. satu.

    Dua, di sini dah tinggi dan tebal betul dinding bangunannya. kalaupun ada yang muter, tidak begitu terdegar. sekarang saya kan masih nge-kos, mau keluar jamaah subuh, tidak bisa. soalnya digembok gerbangnya, baru buka jam 5.30-an. padahal kan pengen subuhan di musola/masjid, terus jalan-jalan pagi sekalian, pulang mampir bubur ayam :D.

    nah, jadi saya download sholawat tarhim ini (kemarin dapat dari http://www.4shared.com/get/fmeDEsTQ/Al_Husairi_-_Shalawat_Tarhim.html , sudah saya jadikan nada alarm jam 3 buat sholat tahajjud, dan saya puter lagi sampai adzan subuh. hemm, indahnya.

    selain sangat syahdu dan haru ini sholawat, _karna saya pertama kali dengar dulu di jawa timur_ sholawat ini juga sangat jatim sekali ya.

    omong-omong, ini tidak ada rekaman ulang dari pelantun yang berbeda dan baru ya? hehe….

  • Subhanallah…saya sangat terharu….mendengarnya…

  • waah..dikampung saya masih mas… alhamdulillah..
    Kalau kebetulan yg baca suaranya merdu, bener2 bikin terharu

  • Pengen nangis kalau denger sholawat ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.