PUISI : SEBARIS BIANGLALA DI SELASAR JIWA

Kelam langit senja telah membawa kita

Pada sebuah cerita tentang kenangan yang terdampar di sudut hati

tentang cinta yang mengapung rendah antara harapan dan kenyataan

serta  sebait kidung lirih bersenandung dengan syair rindu tak bertepi

juga waktu yang tak jua beranjak saat mataku memaku matamu

“Kita,” katamu,” adalah sebaris bianglala di selasar jiwa, yang menggoreskan warna

dengan bias pesona di tiap lariknya, menyepuh lembut bilik sanubari dan

memaknai setiap kata “pulang” adalah sebuah jalan menuju kepadamu”

Setelah senja berlalu meninggalkan jejak-jejak merah saga di batas cakrawala

Kita akan berangkat kembali dengan arah berbeda

membawa kesunyian  dan kepiluan masing-masing

pada gelap malam serta doa yang kita gantungkan di langit

bersama asa yang musykil dan gigil kangen yang tak jua pudar

Cikarang,211010

 

Related Posts
PUISI : RESIDU RINDU
Ketika harapan tak terjelmakan dan ilusi tentangmu hanyalah bagian dari noktah kecil yang bersinar redup di langit malam, maka segala impian yang telah kita bangun mendadak sirna diterpa angin sementara kerlip kunang-kunang tetap tak ...
Posting Terkait
PUISI : SEPERTI LANGIT BERSELIMUT BIANGLALA
Deru angin bulan Juli Mengantar surat terakhirmu dengan lampiran rindu di tepiannya juga duka di kusam lembarannya Ada lara lekat disana juga api asmara yang menyala sia-sia "Seperti langit berselimut bianglala, dimana segala warna dan rupa, berpadu ...
Posting Terkait
PUISI : MENGENANG NAMAMU PADA LIRIH DESAU ANGIN
  Dalam banyak kisah, kita selalu percaya bahagia selalu ada di penghujung hilirnya sementara duka dan tangis hanyalah ornamen pelengkap yang kerap melekat ringkih di sepanjang perjalanan lalu akan luruh satu-satu meninggalkan jejak kelam dibelakang Saat ...
Posting Terkait
PUISI : MENITI GARIS EDAR PESONAMU
Bagai harum hutan pinus di sisi bukit atau wangi melati di pekarangan Aroma cinta yang kau taburkan melayang lembut dengan konfigurasi warna-warni pada lanskap kesunyian yang terhampar sepanjang perjalanan pada atmosfir lara yang telah kita ...
Posting Terkait
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
Kerapkali, kamu menganggap setiap noktah cahaya bintang di langit yang berpendar cemerlang, adalah bagian dari serpih kebahagiaan yang menguap ke langit "Setidaknya, aku bisa menyaksikan rasa yang hilang itu disana, menikmatinya dan ...
Posting Terkait
PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
Seperti mendengarkan dongeng cinta yang absurd Kita selalu terbuai dalam pesona yang kerap kita sendiri tak bisa menafsirkannya Dan pada malam, ketika bintang berkelip genit di rangka langit serta rembulan perlahan meredup dibalik ...
Posting Terkait
VIDEO PUISI, SEBUAH EKSPERIMEN BARU
einginan saya untuk membuat musikalisasi puisi-puisi yang pernah saya tulis masih tetap membara dalam hati meskipun hingga saat ini masih belum jua terwujud. Sebuah ide mendadak terbit di benak seusai ...
Posting Terkait
PUISI : REMBULAN MENGAPUNG DI BERANDA MATAMU
Adakah Kilau Rembulan Yang Mengapung indah di beranda matamu adalah sebuah ruang renung untuk memahami lebih dalam setiap desir luka, serpih tawa, isak tangis, jerit rindu dan keping kecewa yang memantul pelan dari dinding ...
Posting Terkait
PUISI : SEHELAI PASMINA BIRU UNTUK ISTRIKU
Kita telah lama membincang pagi dan senja, pada malam, ketika gelap meluruh pelan dari kisi-kisi jendela kamar kita dan kenangan yang telah kita rajut bersama larut dalam kelam Sehelai pasmina biru, untukmu, istriku, ...
Posting Terkait
PUISI : DI TEPI KALIMALANG, AKU DUDUK DAN TERMANGU
  Riak air berwarna kusam mengalir pelan di sepanjang batang tubuhmu, Kalimalang Pada tepiannya aku termangu dan menyesap segala cerita tentang anak-anak yang tertawa riang menceburkan diri ke dalammu tentang sampah yang mengapung disekitarmu tentang tawa ...
Posting Terkait
PUISI : RESIDU RINDU
PUISI : SEPERTI LANGIT BERSELIMUT BIANGLALA
PUISI : MENGENANG NAMAMU PADA LIRIH DESAU ANGIN
PUISI : MENITI GARIS EDAR PESONAMU
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
VIDEO PUISI, SEBUAH EKSPERIMEN BARU
PUISI : REMBULAN MENGAPUNG DI BERANDA MATAMU
PUISI : SEHELAI PASMINA BIRU UNTUK ISTRIKU
PUISI : DI TEPI KALIMALANG, AKU DUDUK DAN

3 comments

Leave a Reply to ichwana Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.