MENIKMATI RADIO SIARAN DARI DUNIA MAYA

image-4d1067dd1e024-radiokentang

Di Radiooo..aku dengar, lagu kesayanganmu
Kutelepon kerumahmu, sedang apa sayangku
Kuharap kau mendengar dan kukatakan rindu

–Kugadaikan Cintaku, alm.Gombloh

Sebuah pengalaman baru saya nikmati tadi malam : mendengar radio siaran suka-suka dari dunia maya.

Kebetulan, seusai menjalankan ritual ibadah sholat malam, saya membuka akun twitter ,menjelajahi rimba internet dan mendadak “nyangkut” pada akun twitter @radioteflon.  Penasaran, saya membuka linkhttp://radio.cahandong.org  yang ada pada akun tersebut. Dan mulailah saya merasakan sensasi mendengarkan siaran radio streaming internet yang dikelola oleh Komunitas Blogger Yogyakarta Cahandong tersebut dan semalam dipandu oleh penyiar Kak Mantje. Lagu-lagu lawas bernuansa sendu seketika mengisi ruang kerja saya dari speaker laptop, membawa saya pada imajinasi absurd dan terlena pada lamunan masa lalu yang indah. Iseng-iseng saya mengetikkan pesanan lagu “Have I Told You Lately” yang dibawakan oleh Rod Stewart dan mentioned ke @radioteflon di twitter dan segera direspon dengan cepat.


“Have i told you lately dari penyanyi bersuara serak2 basah, rod stewart. lagu ini spesial buat mas @amriltg yaa” demikian balasan dari @radioteflon lewat akun twitter saya. Dan mengalunlah suara merdu Rod Steward menembus hening malam. Saya terpekik riang dan ikut bernyanyi lirih setiap bait yang dinyanyikan oleh penyanyi gaek kondang itu. Saya mendadak merasakan euphoria tersendiri saat terkenang kembali ketika masih bersekolah di SD dan SMP dulu dimana radio menjadi satu-satunya hiburan audio di kampung.  Terkadang saya memesan lagu favorit saya lewat surat dan itu mesti menunggu hingga 3-4 hari kemudian baru diputar. Lewat telepon juga demikian, responnya tidak secepat yang saya harapkan karena mesti menunggu antrian serta tidak ada respon balik apapun dari pihak stasion radio apakah lagu saya jadi ditayangkan atau tidak.

Kini, di  Radio Teflon yang baru berdiri pertengahan November silam itu, saya tak butuh waktu lama mengirim pesanan lagu. Cukup mengetik via twitter dan mengarahkannya ke akun @radioteflon. Respon kepastian pemutaran lagu saya peroleh dengan cepat dan tentu saja akan segera menyiapkan diri untuk mendengarkan lagu pesanan saya itu. Hal lain yang menarik adalah para penyiar radio Teflon berasal dari berbagai latar belakang (umumnya adalah blogger) dengan materi siaran yang “tak terduga”. Seperti yang tertera pada Blog Nonadita (www.nonadita.com) , Radio Teflon menayangkan Konsultasi Cinta bersama Om Broto, Memetwit eh Memeradio bersama Jeng Wulan, Ngobrolin Film, Momonoshow, Jazz Chill Out & Obrolan Bola, dll. Tidak hanya itu, Radio Teflon juga menyediakan serial radio Saur Sepuh, lagu-lagu Warkop, lawakan ngapak, serta talkshow bersama beberapa narasumber yang juga “tak terduga”.

Fenomena Radio Streaming Internet sesungguhnya bukanlah hal yang baru terjadi. Pada beberapa stasiun radio terkemuka di Indonesia, aplikasi ini bisa kita temukan dengan mudah. Namun, ketika aplikasi aplikasi radio streaming ini dikolaborasikan dengan interaksi aktif lewat jejaring social media secara intens, kian mendekatkan secara emosional antara pengelola radio dan pendengarnya.  Membuat sang pendengar terasa lebih nyaman karena dilayani secara personal, interaktif dan tak berjarak. Saya menemukan keakraban virtual itu di radio Teflon, apalagi tatkala Kak Mantje dengan suara baritonnya yang khas, usil menyentil saya di siarannya semalam,”semoga dengan mendengar lagu Rod Steward ini membuat mas Amril makin terinspirasi dan mampu menghasilkan puisi-puisi romantis melankolis yang indah di blognya”. Ah, Kak Mantje bisa aja nih! J

Upaya membuat jaringan radio streaming sendiri sudah begitu mudah dilakukan oleh orang awam sekalipun.  Cukup dengan perlengkapan audio sederhana dilengkapi WinAmp,  jaringan internet yang stabil serta penambahan radio shoutcast, maka jadilah radio streaming pribadi. Jika pada radio konvensional segmentasi wilayahnya sangat terbatas, misalnya jaringan radio di sekitar Cikarang, hanya dapat didengarkan didaerah tersebut saja karena keterbatasan frekwensi/jaringan, maka radio Streaming bisa didengarkan seluruh dunia. Puluhan ribu kilometer sekalipun dari pengelola radio menyiarkannya. Internet telah memungkinkan kemustahilan itu.

Coba anda simak salah satu aplikasi radio streaming lainnya yaitu “Radio Kentang” (www.kentangradio.com).  Seperti yang saya kutip dari Koran Tempo rubrik i-Tempo tanggal 20 Maret 2010, radio yang didirikan oleh Christoforus Priyo Nugroho dan Toma Avianda dibuat secara spontan dan terinspirasi saat menonton streaming pertandingan sepakbola via internet. “Kalau nonton bola bisa streaming di Internet, kenapa siaran radio enggak bisa? Logikanya kan sama,” ujar Chris pada Koran Tempo. Keduanya akhirnya memutuskan membuat sebuah radio daring. Toma kebagian menangani sisi teknisnya, seperti mengembangkan situs web, player, dan chat room atau ruang obrol di Kentang Radio. Sedangkan Chris, yang menangani segi kontennya, yakni memperbanyak lagu-lagu di database mereka.

Yang menarik keduanya tak memiliki latar belakang pengalaman sebagai penyiar radio. Program acaranya pun ditayangkan dengan pendekatan “suka-suka”. Pokoknya disiarkan tanpa tenggat dan ketika sedang sempat.Jadi jangan heran bila anda tengah asyik terbuai oleh lagu melankolis, tiba-tiba siarannya terhenti tanpa kata perpisahan sebelumnya.Memang mereka terkesan belum terlalu serius menggarap ini karena memiliki kegiatan lain yang butuh konsentrasi tinggi. “Kentang Radio memang baru siaran saat kami punya waktu untuk siaran dan memutar lagu, jadi tak ada niat untuk asal-asalan,” kata Chris pada iTempo.

Koleksi lagu Kentang Radio sudah mencapai 36 ribu buah dari berbagai genre dan kebanyakan merupakan lagu-lagu lawas. Tidak hanya itu, kentang radio membuat sebuah aplikasi untuk “ditanam” di Facebook yang kemudian memungkinkan penyiar dan pendengar saling berinteraksi lewat ruang obrolan (chatting) sembari mendengarkan lagu yang dilantunkan.  Jadi berbeda dengan penyiar radio konvensional yang “cuap-cuap”, interaksi terbangun melalui obrolan online di ruang chatting.  Kedua pengelola Radio Kentang ini bertekad untuk tetap konsisten menggunakan dan mengembangkan radio internet ini dengan alasan selain butuh dana besar, juga aspek perizinan yang rumit untuk pengelolaan radio konvensional.

Kini, Radio Teflon atau Radio Kentang menemani aktifitas keseharian saya. Sambil menyeruput kopi di meja kerja, celetukan-celetukan nakal yang kerap membuat saya tersenyum-senyum sendiri dan lagu-lagu kegemaran saya mengalun lembut dari speaker komputer, terkadang sayapun ikut bersenandung riang mengikuti irama : Di Radiooo… aku dengaar…lagu kesayanganku..

Catatan:

Dikutip dari Yahoo OMG! Indonesia 

Related Posts
BUKU FLYING TRAVELER: “JURUS ANTI MAINSTREAM” ALA JUNANTO HERDIAWAN
Judul Buku : Flying Traveler (Berburu Momen Anti Mainstream) Penulis : Junanto Herdiawan Penerbit : B First (PT Bentang Pustaka) Penyunting : Sian Hwa dan Qha Tebal : 150 halaman ISBN : 978-602-8864-97-8 elalu menyenangkan membaca ...
Posting Terkait
MARI BERSELANCAR MENELUSURI KATA DI KATEGIO !
Setelah sebelumnya saya membuat artikel tentang perkenalan Kamusitas atau Kamus Komunitas di Kompasiana, kali ini saya ingin memperkenalkan kepada anda dengan Kategio. Bingung dengan istilah ini?. Sama, saya juga pada awalnya. ...
Posting Terkait
1. Kumpul Blogger, Ad Sense ala Indonesia? Nah..ini dia situs spesial yang mengadaptasi sistem pemasangan iklan ala google-adsense. Silahkan daftar kesana. Saya sudah ikutan lho. Lihat saja disamping kanan blog ini dan ...
Posting Terkait
FILM COBOY JUNIOR : TENTANG JADI YANG TERBAIK DAN DEMAM UNYU-UNYU
eusai mengikuti hari terakhir ujian kenaikan kelas, Sabtu (8/6) saya menunaikan "janji" kepada kedua anak saya, Rizky dan Alya, untuk menonton film Coboy Junior di XXI Mall Lippo Cikarang. Yang ...
Posting Terkait
FILM “SURGA YANG TAK DIRINDUKAN” : KETIKA BERBAGI HATI MENGHALAU ILUSI
emarin siang, Minggu (9/8), saya dan istri menyempatkan diri menonton film "Surga yang Tak Dirindukan" di Studio 5 Cinemaxx Orange County Cikarang. Kami berdua memang penggemar karya-karya Asma Nadia, termasuk ...
Posting Terkait
FILM MAN OF STEEL : SUPERIORITAS HUMANIS SANG MANUSIA BAJA
ejak kecil saya selalu menggemari tokoh Superman. Komik-komik tokoh legendaris ini selalu saya baca tuntas dengan antusiasme meluap. Saya kian bersemangat untuk segera menonton film yang mengangkat kisah hidup si ...
Posting Terkait
FILM INSIDE OUT : MENCERMATI “TINGKAH” LIMA TIPE PERASAAN
ari Sabtu (29/8) bersama si sulung Rizky, saya menonton film "Inside Out" di Studio 2 Cinemaxx Orange County Cikarang. Kebetulan disaat yang sama, istri dan putri bungsu saya Alya mengikuti ...
Posting Terkait
FILM JENDRAL KANCIL : REFLEKSI CERIA ANAK MASA KINI
Hari Sabtu (7/7) lalu, kembali saya, istri dan kedua buah hati tercinta menonton film. Saya bersyukur pada masa liburan panjang anak-anak sekarang ada begitu banyak pilihan tontonan untuk mereka di ...
Posting Terkait
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (3)
1. Tips Menulis Fiksi by Adhitya Mulya Penulis buku laris "Jomblo" (sudah difilmkan serta disinetronkan) dan "Gege Mencari Cinta", Adhitya Mulya, memaparkan pengalaman dan tipsnya dalam menulis cerita fiksi disini. Menarik dan patut ...
Posting Terkait
FILM 9 SUMMER 10 AUTUMNS : TENTANG HARAPAN YANG TAK PERNAH PUTUS
edung bioskop Hollywood XXI yang terletak tak jauh dari Hotel Kartika Chandra, Jl.Gatot Subroto, terlihat begitu ramai oleh penonton ketika kami sekeluarga tiba disana, Minggu Siang (28/4) lalu. Mayoritas penonton ...
Posting Terkait
BUKU FLYING TRAVELER: “JURUS ANTI MAINSTREAM” ALA JUNANTO
MARI BERSELANCAR MENELUSURI KATA DI KATEGIO !
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (6)
FILM COBOY JUNIOR : TENTANG JADI YANG TERBAIK
FILM “SURGA YANG TAK DIRINDUKAN” : KETIKA BERBAGI
FILM MAN OF STEEL : SUPERIORITAS HUMANIS SANG
FILM INSIDE OUT : MENCERMATI “TINGKAH” LIMA TIPE
FILM JENDRAL KANCIL : REFLEKSI CERIA ANAK MASA
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (3)
FILM 9 SUMMER 10 AUTUMNS : TENTANG HARAPAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *