MENIKMATI RADIO SIARAN DARI DUNIA MAYA

Sebuah pengalaman baru saya nikmati minggu lalu : mendengar radio siaran suka-suka dari dunia maya

Kebetulan, seusai menjalankan ritual ibadah sholat malam, saya membuka akun twitter ,menjelajahi rimba internet dan mendadak “nyangkut” pada akun twitter @radioteflon. Penasaran, saya membuka link http://radio.cahandong.org (bisa juga dibuka di http://202.69.110.133:8000/) yang ada pada akun tersebut.

Dan mulailah saya merasakan sensasi mendengarkan siaran radio streaming internet yang dikelola oleh Komunitas Blogger Yogyakarta Cahandong tersebut dan semalam dipandu oleh penyiar Kak Mantje. Lagu-lagu lawas bernuansa sendu seketika mengisi ruang kerja saya dari speaker laptop, membawa saya pada imajinasi absurd dan terlena pada lamunan masa lalu yang indah. Iseng-iseng saya mengetikkan pesanan lagu “Have I Told You Lately” yang dibawakan oleh Rod Stewart dan mentioned ke @radioteflon di twitter dan segera direspon dengan cepat.

“have i told you lately dari penyanyi bersuara serak2 basah, rod stewart. lagu ini spesial buat mas @amriltg yaa” demikian balasan dari @radioteflon lewat akun twitter saya. Dan mengalunlah suara merdu Rod Steward menembus hening malam. Saya terpekik riang dan ikut bernyanyi lirih setiap bait yang dinyanyikan oleh penyanyi gaek kondang itu. Saya mendadak merasakan euphoria tersendiri saat terkenang kembali ketika masih bersekolah di SD dan SMP dulu dimana radio menjadi satu-satunya hiburan audio di kampung. Terkadang saya memesan lagu favorit saya lewat surat dan itu mesti menunggu hingga 3-4 hari kemudian baru diputar. Lewat telepon juga demikian, responnya tidak secepat yang saya harapkan karena mesti menunggu antrian serta tidak ada respon balik apapun dari pihak stasion radio apakah lagu saya jadi ditayangkan atau tidak.

Kini, di Radio Teflon yang baru berdiri pertengahan November silam itu, saya tak butuh waktu lama mengirim pesanan lagu. Cukup mengetik via twitter dan mengarahkannya ke akun @radioteflon. Respon kepastian pemutaran lagu saya peroleh dengan cepat dan tentu saja akan segera menyiapkan diri untuk mendengarkan lagu pesanan saya itu. Hal lain yang menarik adalah para penyiar radio Teflon berasal dari berbagai latar belakang (umumnya adalah blogger) dengan materi siaran yang “tak terduga”. Seperti yang tertera pada Blog Nonadita , Radio Teflon menayangkan Konsultasi Cinta bersama Om Broto, Memetwit eh Memeradio bersama Jeng Wulan, Ngobrolin Film, Momonoshow, Jazz Chill Out & Obrolan Bola, dll. Tidak hanya itu, Radio Teflon juga menyediakan serial radio Saur Sepuh, lagu-lagu Warkop, lawakan ngapak, serta talkshow bersama beberapa narasumber yang juga “tak terduga”.

Fenomena Radio Streaming Internet sesungguhnya bukanlah hal yang baru terjadi. Pada beberapa stasiun radio terkemuka di Indonesia, aplikasi ini bisa kita temukan dengan mudah. Namun, ketika aplikasi aplikasi radio streaming ini dikolaborasikan dengan interaksi aktif lewat jejaring social media secara intens, kian mendekatkan secara emosional antara pengelola radio dan pendengarnya. Membuat sang pendengar terasa lebih nyaman karena dilayani secara personal, interaktif dan tak berjarak. Saya menemukan keakraban virtual itu di radio Teflon, apalagi tatkala Kak Mantje dengan suara baritonnya yang khas, usil menyentil saya di siarannya ,”semoga dengan mendengar lagu Rod Steward ini membuat mas Amril makin terinspirasi dan mampu menghasilkan puisi-puisi romantis melankolis yang indah di blognya”. Ah, Kak Mantje bisa aja nih!  🙂

Upaya membuat jaringan radio streaming sendiri sudah begitu mudah dilakukan oleh orang awam sekalipun. Cukup dengan perlengkapan audio sederhana dilengkapi WinAmp, jaringan internet yang stabil serta penambahan radio shoutcast, maka jadilah radio streaming pribadi. Jika pada radio konvensional segmentasi wilayahnya sangat terbatas, misalnya jaringan radio di sekitar Cikarang, hanya dapat didengarkan didaerah tersebut saja karena keterbatasan frekwensi/jaringan, maka radio Streaming bisa didengarkan seluruh dunia. Puluhan ribu kilometer sekalipun dari pengelola radio menyiarkannya. Internet telah memungkinkan kemustahilan itu.

Coba anda simak salah satu aplikasi radio streaming lainnya yaitu “Radio Kentang” (www.kentangradio.com). Seperti yang saya kutip dari Koran Tempo rubrik i-Tempo tanggal 20 Maret 2010, radio yang didirikan oleh Christoforus Priyo Nugroho dan Toma Avianda dibuat secara spontan dan terinspirasi saat menonton streaming pertandingan sepakbola via internet. “Kalau nonton bola bisa streaming di Internet, kenapa siaran radio enggak bisa? Logikanya kan sama,” ujar Chris pada Koran Tempo. Keduanya akhirnya memutuskan membuat sebuah radio daring. Toma kebagian menangani sisi teknisnya, seperti mengembangkan situs web, player, dan chat room atau ruang obrol di Kentang Radio. Sedangkan Chris, yang menangani segi kontennya, yakni memperbanyak lagu-lagu di database mereka.

Yang menarik keduanya tak memiliki latar belakang pengalaman sebagai penyiar radio. Program acaranya pun ditayangkan dengan pendekatan “suka-suka”. Pokoknya disiarkan tanpa tenggat dan ketika sedang sempat.Jadi jangan heran bila anda tengah asyik terbuai oleh lagu melankolis, tiba-tiba siarannya terhenti tanpa kata perpisahan sebelumnya.Memang mereka terkesan belum terlalu serius menggarap ini karena memiliki kegiatan lain yang butuh konsentrasi tinggi. “Kentang Radio memang baru siaran saat kami punya waktu untuk siaran dan memutar lagu, jadi tak ada niat untuk asal-asalan,” kata Chris pada iTempo.

Koleksi lagu Kentang Radio sudah mencapai 36 ribu buah dari berbagai genre dan kebanyakan merupakan lagu-lagu lawas. Tidak hanya itu, kentang radio membuat sebuah aplikasi untuk “ditanam” di Facebook yang kemudian memungkinkan penyiar dan pendengar saling berinteraksi lewat ruang obrolan (chatting) sembari mendengarkan lagu yang dilantunkan. Jadi berbeda dengan penyiar radio konvensional yang “cuap-cuap”, interaksi terbangun melalui obrolan online di ruang chatting. Kedua pengelola Radio Kentang ini bertekad untuk tetap konsisten menggunakan dan mengembangkan radio internet ini dengan alasan selain butuh dana besar, juga aspek perizinan yang rumit untuk pengelolaan radio konvensional.

Kini, Radio Teflon atau Radio Kentang menemani aktifitas keseharian saya. Sambil menyeruput kopi di meja kerja, celetukan-celetukan nakal yang kerap membuat saya tersenyum-senyum sendiri dan lagu-lagu kegemaran saya mengalun lembut dari speaker komputer, terkadang sayapun ikut bersenandung riang mengikuti irama lagu “Kugadaikan Cintaku” yang dipopulerkan oleh alm.Gombloh: Di Radiooo… aku dengaar…lagu kesayanganku..kutelepon dirumahmu, sedang apa sayangku, kuharap kau mendengar..dan..kukatakan rindu.. 

Related Posts
KEMERIAHAN FAMILY GATHERING PT CSI DI LEMBANG BANDUNG
agi yang cerah, Sabtu (7/6) ketika rombongan keluarga besar PT Cameron Services International (CSI) sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju Lembang, Bandung untuk melaksanakan kegiatan Family Gathering. Sejumlah anak-anak karyawan baik ...
Posting Terkait
RINDU TILIAYA…
nilah salah satu jenis makanan khas Gorontalo yang senantiasa saya rindukan saat bulan Puasa tiba. Kerapkali ibu saya tercinta membuatkan makanan khas Gorontalo ini di Bulan Ramadhan, khususnya pada waktu Sahur. ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (4) : KEMEGAHAN KERATON SUMENEP DAN PESONA MASJID JAMI’ YANG MENGGETARKAN
atahari bersinar cerah, hari Sabtu (14/12), saat kami semua berkumpul di ruang makan Hotel Family Nur Sumenep. Badan saya relatif sudah terasa lebih segar, seusai sarapan dan tidur cukup setelah ...
Posting Terkait
MAGNUM CAFE, SAJIAN CITA RASA ELEGAN YANG MEMBUMI
Tiupan terompet yang membahana kencang menandai pembukaan Magnum Cafe yang terletak di Grand Indonesia West Mall Lantai 5 tadi sore, Kamis (24/2). Saya bersama khalayak penonton yang hadir (sekitar 100-an orang) ...
Posting Terkait
BLOGILICIOUS BANDUNG : SENSASI BERBAGI WALAU HANYA SEHARI
ajar merekah cerah di Cikarang ketika Bis Primajasa menuju Bandung yang saya tumpangi menembus pagi, Sabtu (18/6). Saya menyaksikan, perlahan bias mentari kian menampakkan gemilang sinarnya lewat kaca jendela saat ...
Posting Terkait
MELANCONG KE HONGKONG (1) : PESONA FANTASI MERAYAKAN 5 TAHUN HONGKONG DISNEYLAND
Pesawat yang kami tumpangi mendarat mulus di Hongkong International Airport, Jum'at pagi (18/3). Dengan penuh semangat, saya bersama kawan-kawan blogger IDBlognetwork : Priyadi Iman Nurcahyo, Nuruddin Jauhari, Setyo Budianto, Isnuansa ...
Posting Terkait
1. Hosting Gambar & Foto di I-Gambar Dulu, sekitar 5 tahun lalu saya sering hosting gambar atau foto saya di Photobucket.com dan sekarang sejak ada layanan igambar.com saya lebih sering hosting ...
Posting Terkait
MONOLOG “MAKKUNRAI” YANG MEMUKAU
MATAHARI sudah turun ke peraduannya saat saya tiba di gerbang Taman Ismail Marzuki (TIM), Senin, 24 Maret 2008 untuk menghadiri Diskusi dengan tema Perkembangan Sastra Kontemporer di Makassar: Menelisik Kumpulan ...
Posting Terkait
DZIKIR AKBAR BERSAMA USTADZ ARIFIN ILHAM DI CIKARANG
Sabtu Pagi (10/1), kami sekeluarga telah bersiap-siap menuju Mesjid Al Madani dengan mengenakan pakaian muslim berwarna putih-putih. Pada hari itu Ustadz kondang Arifin Ilham akan hadir dimesjid yang berjarak hanya 200 ...
Posting Terkait
BELAJAR FOTOGRAFI DAN MEMOTRET DENGAN HATI DI CITOGRAPHY
Komunitas Fotografi Cikarang akhirnya terbentuk juga. Berawal dari obrolan soal fotografi di mailing List Cikarang Baru disertai diskusi soal foto-foto yang ditayangkan disana, terbit keinginan untuk menggalang potensi para pecinta ...
Posting Terkait
KEMERIAHAN FAMILY GATHERING PT CSI DI LEMBANG BANDUNG
RINDU TILIAYA…
WISATA BUDAYA MADURA (4) : KEMEGAHAN KERATON SUMENEP
MAGNUM CAFE, SAJIAN CITA RASA ELEGAN YANG MEMBUMI
BLOGILICIOUS BANDUNG : SENSASI BERBAGI WALAU HANYA SEHARI
MELANCONG KE HONGKONG (1) : PESONA FANTASI MERAYAKAN
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (42)
MONOLOG “MAKKUNRAI” YANG MEMUKAU
DZIKIR AKBAR BERSAMA USTADZ ARIFIN ILHAM DI CIKARANG
BELAJAR FOTOGRAFI DAN MEMOTRET DENGAN HATI DI CITOGRAPHY

Related Posts

8 thoughts on “MENIKMATI RADIO SIARAN DARI DUNIA MAYA

  1. hmm…kita juga online dengan format aac+ (he-aac).
    Karena menurut kita disini format ini lebih enteng, tidak membebani bandwith pendengar yang koneksinya kempang kempis.

    24 jam tanpa dj dan jelas juga free.

    Salam,
    Radio Suka-suka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.