PUISI : SEPANJANG BRAGA, DAN SETERUSNYA..

Sepanjang Braga adalah bunga-bunga kusam

Yang tumbuh dengan kisah-kisahnya sendiri

Kidung Melankolis adalah pesona rindu

dan hiruk pikuk, mungkin, hanyalah setitik nuansa

“Kita adalah nonsens!” katamu getir

Angin Parahyangan tertawa terbahak-bahak

“Kita hanya sampah, pasir, batu kali, rumput dan apa saja,”jeritmu kesal

Aspal beku yang terbaring menggeliat resah

Pada Bahunya kita diam

Malam jatuh dan langit mencucurkan air mata

“Bukan buat kita,” ulangmu berkali-kali

Dan langkah terseret satu-satu

Susuri Braga yang penat tertindih beban kita

Pada sepi jalannya kita terpaku bisu

Adakah malam masih menanti pagi?

Bandung, Juni 1991

Catatan :

Ini adalah puisi lama saya yang kebetulan saya temukan pada arsip Penerbitan Kampus Identitas UNHAS saat pulang ke Makassar minggu lalu. Diterbitkan di Identitas bulan Januari 1992.

 

Related Posts
MENERBITKAN BUKU “NARSIS” DI NULISBUKU.COM
Hari ini adalah sebuah hari yang berbahagia buat saya, karena tepat di Hari Kesepuluh Bulan Januari 2011, buku saya yang merupakan kumpulan cerita Narsis atau Narasi Romantis berjudul "Balada Lelaki ...
Posting Terkait
SEDERHANA TAPI MERIAH, KONSEP ACARA HUT PERTAMA BE-BLOG
Minggu (4/7), saya menjadi tuan rumah pelaksanaan meeting kedua rencana persiapan HUT pertama Komunitas Blogger Bekasi (BeBlog). Hadir dalam rapat kemarin, Mas Rawi Wahyudiono (yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana kegiatan ...
Posting Terkait
POSTER FILM SERAM DIPINGGIR JALAN
Tadi pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor dari atas bis AC 132 Jurusan Bekasi Timur-Lebak Bulus, saya menemukan sebuah pemandangan menarik dan sempat bikin bulu kuduk merinding. Pada Pojok Perempatan ...
Posting Terkait
MENEMANI AYAH MEROKOK
aya selalu merindukan "ritual" unik itu. Duduk di beranda, menemani ayah merokok. Didepan kami, sejumlah bunga dan tanaman kesayangan ayah tertata rapi di pot bunga. Kala malam mendekati pucuknya, lalu ayahpun ...
Posting Terkait
PISANG EPE’ DAN RONA SENJA DI PANTAI LOSARI
Senja merona di batas cakrawala. Kursi-kursi dijajarkan seiring pisang epe' dipanggang. Dan matahari tenggelam bersama harum kepulan asap pembakaran, knalpot sepeda motor juga semburat merah jingga dalam keindahan lanskap petang ...
Posting Terkait
KISAH PERJALANAN KE PERTH (2) : CAMAR YANG GENIT DI SISI DERMAGA FREMANTLE
ari Rabu (28/8) kami berkesempatan untuk mengunjungi Fremantle. Hari itu, training kami memang hanya setengah hari saja, sehingga kami memanfaatkan waktu berjalan-jalan menuju kota kecil yang berjarak 19 kilometer arah barat ...
Posting Terkait
MENANTANG KEBERANIAN LEWAT ADRENALINE RUSH BLOGGING COMPETITION
elakukan aktifitas yang bernuansa ekstrem, yang memicu laju adrenaline tubuh terpacu kencang kerapkali saya ikuti dalam beberapa kesempatan.Meski sempat juga membuat rasa takut saya terbit ketika akan melakukan kegiatan itu, ...
Posting Terkait
DESPERATE SEEKING CHILD – AN EPIC STORY
Di pucuk alam, saya menyaksikan kedua anak saya, Alya dan Rizky, tertidur pulas. Putra tertua saya. Rizky, meringkuk bersama guling disampingnya. Dengkur halus terdengar dari bibirnya yang mungil. Tak jauh ...
Posting Terkait
Sang Pemenang Grup Lomba Historia dalam Sumpah Pemuda 2.0
Lapangan hijau yang terletak didepan aula Museum Kebangkitan Nasional usai deklarasi Sumpah Pemuda 2.0 terlihat ramai oleh para blogger yang begitu antusias mengikuti lomba Historia, sebuah lomba interaktif bernuansa napak ...
Posting Terkait
KEGANTENGAN IDENTIK DENGAN KEMENANGAN?
SUNGGUH menarik mencermati hasil quick-count Pilkada Jawa Barat 2008 kali ini. Pasangan HADE (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) yang menurut analisa sejumlah kalangan tidak diunggulkan untuk memenangkan Pilkada Jawa Barat ...
Posting Terkait
MENERBITKAN BUKU “NARSIS” DI NULISBUKU.COM
SEDERHANA TAPI MERIAH, KONSEP ACARA HUT PERTAMA BE-BLOG
POSTER FILM SERAM DIPINGGIR JALAN
MENEMANI AYAH MEROKOK
PISANG EPE’ DAN RONA SENJA DI PANTAI LOSARI
KISAH PERJALANAN KE PERTH (2) : CAMAR YANG
MENANTANG KEBERANIAN LEWAT ADRENALINE RUSH BLOGGING COMPETITION
DESPERATE SEEKING CHILD – AN EPIC STORY
CATATAN TERTINGGAL DARI SUMPAH PEMUDA 2.0 (Bagian Kedua)
KEGANTENGAN IDENTIK DENGAN KEMENANGAN?

Related Posts

5 thoughts on “PUISI : SEPANJANG BRAGA, DAN SETERUSNYA..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.