“UNSTOPPABLE” : MENJINAKKAN “ULAR BESI” YANG TAK TERHENTIKAN

image-4cf85ab735950-Chris-Pine-unstoppable-movie-image-1-600x518

Ada begitu banyak ekspektasi besar berada di benak saya untuk penasaran menonton film”Unstopable” ini. Selain nama besar sang sutradara Tony Scott (Top Gun, Beverly Hills Cop II, Days of Thunder,Crimson Tide, Enemy of the State), juga tentu saja nama beken Denzel Washington sang pemenang Academy Award aktor pendukung terbaik dalam film Glory (1989) dan pemeran utama terbaik dalam film Training Day (2001). Terlebih keduanya pernah bekerjasama sebelumnya pada film Crimson Tide (1995) yang luar biasa menegangkan itu.


Dan begitulah, setelah membaca resensi film ini di beberapa blog dan tentunya ekspektasi di benak saya untuk kembali menyaksikan film sedashyat Crimson Tide hasil paduan apik antara tangan dingin Tony Scott dan kepiawaian akting Denzel Washington, saya akhirnya “terdampar” di bioskop, menonton film yang konon terinspirasi dari kisah nyata insiden kereta api yang terjadi di Walbridge, Ohio, pada tanggal 15 Mei 2001 ini. Ketika itu terjadi peristiwa sebuah kereta melaju kencang 76 km/jam tanpa masinis yang mengendalikannya dan usaha begitu keras dilakukan untuk menghentikan kereta bernomor CSX Transportation SD40-2 #8888 tersebut. Dua jam kemudian, baru kereta tak berawak yang meluncur deras ini bisa dihentikan. Insiden ini kemudian dikenal sebagai ‘CSX 8888 Incident’ atau ‘Crazy Eights Incident’.

Jalinan kisah dalam film yang dibintangi oleh Denzel Washington yang berperan sebagai Frank Barnes, sang ahli lokomotif gaek dan Chris Pine—bintang yang melejit lewat film Startrek sebagai Kapten James.T.Kirk pada film yang disutradarai oleh J.J Abrams tahun silam—sebagai Will Colson seorang masinis muda, berangkat dari ide sederhana dengan mengadaptasi kejadian insiden CSX888.

Adalah Dewey (Ethan Suplee) seorang hostler kereta api yang lalai mengerjakan tugas sehingga menyebabkan kereta api yang membawa 47 gerbong termasuk bahan kimia berbahaya meluncur deras tanpa kendali melibas apapun yang menghalangi lajunya.

Pasangan Frank dan Will menjadi tumpuan harapan menghentikan kereta “liar” tersebut disaat keduanya justru sedang mengalami latar belakang konflik dan masalah psikologis yang mendera. Will sang karyawan baru, sedang bermasalah dengan istri dan anak-anaknya sementara Frank merasa galau karena faktor usia menjelang senja , kehadirannya dirasakan tidak dibutuhkan lagi oleh perusahaan dan akan digantikan oleh tenaga-tenaga muda yang lebih produktif. Di mata sang istri, Will tak ubahnya seorang pecundang yang tak berarti apa-apa. Sementara Frank dengan dedikasi dan loyalitas pada perusahaan yang tinggi mesti menghadapi kenyataan untuk siap disingkirkan kapan saja.

Dalam film ini juga disajikan sosok sang atasan Oscar Galvin (Kevin Dunn) yang terkesan memperhitungkan kerugian financial dibanding dampak kerusakan fisik yang diakibatkan tabrakan si“ular besi liar” perusahaannya itu. Oscar lebih memikirkan bagaimana menyelamatkan kerugian keuangan perusahaan sekecil mungkin bila terjadi kecelakaan. Sang Train Yard Master, Connie Hooper (Rosario Dawson) beradu argumen sengit dengan sang atasan, Oscar. Usulan Connie untuk menggelincirkan kereta ke wilayah yang sepi dan tak ada penduduk ditolak mentah-mentah. Oscar lebih memilih untuk menurunkan seseorang dari atas helikopter dan menghentikan kereta yang sedang berjalan kencang itu dan ujung-ujungnya justru berakibat fatal.

Konflik yang terjadi bertaut begitu rumit dan digarap sangat apik disertai adegan-adegan menegangkan berpacu dengan waktu yang memacu adrenalin. Saya sampai beberapa kali menahan nafas menyaksikan adegan seru Frank dan Will bahu membahu menghentikan laju kereta dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Dengan visualisasi kamera yang mengalir cepat momen-momen seru dan dramatis tersaji begitu memukau. Tony Scott berhasil memperlihatkan “kelas”-nya sebagai sutradara handal meracik adegan-adegan film ini begitu memikat. Saya pernah merasakan “sensasi” serupa saat menonton film “Speed” yang dibintangi Keanu Reeves dan Sandra Bullock , sekitar 15 tahun silam.

Di lain pihak, film ini juga menyajikan pesan moral menyentuh. Tentang dedikasi dan loyalitas sang karyawan tua yang dengan penuh tanggung jawab atas nama kecintaan serta kesetiaan pada profesi rela mempersembahkan yang terbaik untuk perusahaan seperti yang diperlihatkan oleh Frank atau tentang kekuatan cinta melalui pengorbanan yang penuh resiko seperti yang disuguhkan oleh Will, pada sang istri dan anaknya tercinta juga tentang keberanian serta kegigihan mencapai keinginan, dengan pertimbangan matang, meski harus menempuh tantangan bersama maut yang senantiasa lekat mengintai.

Lagi-lagi Denzel Washington memperlihatkan kemampuan mumpuni-nya sebagai Bintang peraih Piala Oscar dengan ciamik. Pesona artis berusia 56 tahun ini tetap tak kehilangan kharisma dan ketangguhannya sebagai aktor papan atas berperan sebagai Frank , karyawan tua yang gesit, teliti dan bijak dalam film yang didistribusikan oleh 20th Century Fox tersebut.

Secara keseluruhan, film ini berhasil menyuguhkan hiburan aksi menegangkan selama 98 menit. Walau mungkin idenya relatif klise, nyaris sama dengan “ramuan” film laga Hollywood pada umumnya, Unstoppable memiliki “nilai rasa” berbeda. Penasaran? Silakan menonton filmnya dan rasakan sensasinya.

Dikutip dari Yahoo OMG! Indonesia

 

Related Posts
STAR WARS VII FORCE AWAKENS : KEBANGKITAN SETELAH 30 TAHUN BERLALU
aya selalu menyukai sensasi rasa seperti ini: menantikan kehadiran film yang menjadi salah satu inspirasi, imajinasi dan kenangan masa lalu yang selalu melekat di hati, seperti Star Wars. Saya sudah ...
Posting Terkait
THE A TEAM (2010) : MEREKA BERAKSI LAGI!
"Murdock, ada paket film 3D untukmu, dari Annabele Smith!," kata seorang perawat rumah sakit jiwa di Jerman pada seorang pasien bertopi baseball yang bertampang lugu. Lelaki yang dipanggil itu mendadak terperangah, ...
Posting Terkait
ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN
Judul Buku : Gaul Jadul (Biar Memble Asal Kece) Penulis : Q Baihaqi Penerbit : Gagas Media ISBN : 979-780-346-5 Jumlah halaman : viii + 280 halaman Cetakan : Pertama, 2009 Ukuran : 13 x 19 ...
Posting Terkait
FILM COBOY JUNIOR : TENTANG JADI YANG TERBAIK DAN DEMAM UNYU-UNYU
eusai mengikuti hari terakhir ujian kenaikan kelas, Sabtu (8/6) saya menunaikan "janji" kepada kedua anak saya, Rizky dan Alya, untuk menonton film Coboy Junior di XXI Mall Lippo Cikarang. Yang ...
Posting Terkait
AYAHMU BULAN, ENGKAU MATAHARI : KISAH PEREMPUAN DALAM NARASI YANG MENGGETARKAN
Judul : Ayahmu Bulan, Engkau Matahari (Kumpulan Cerpen) Karya : Lily Yulianti Farid Cetakan : Pertama,Juli 2012 Halaman : 255 halaman Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama ISBN : 978-979-22-8708-0 enang sekali saat menerima buku ini ...
Posting Terkait
KABAR TAK BIASA, TAPI LUAR BIASA, ALA ORANG BIASA
Judul Buku : Makassar Di Panyingkul (Pilihan Kabar Orang Biasa 2006-2007) Pengantar : Nirwan Ahmad Arsuka Penerbit : Panyingkul, Cetakan Pertama, Juli 2007 Penyunting : Lily Yulianti Farid dan Farid Ma'ruf Ibrahim Halaman : ...
Posting Terkait
FILM THE CROODS : PELAJARAN TENTANG KEBERANIAN MENGHADAPI TANTANGAN
ari Sabtu (23/3) saya bersama keluarga menyempatkan diri menonton film "The Croods" di XXI Metropolitan Mal Bekasi Barat. Ini menjadi film incaran Rizky & Alya kedua buah hati saya ...
Posting Terkait
FILM “BRAVE” : TENTANG KASIH IBU DAN KEBESARAN JIWA
inggu lalu,. dua hari berturut-turut, kami sekeluarga memanfaatkan waktu liburan dengan nonton bioskop. Setelah sebelumnya menonton film "Ambilkan Bulan", keesokan harinya, Minggu (1/7) kami menyempatkan diri menonton film Brave di ...
Posting Terkait
FILM SURGA MENANTI : TENTANG SEMANGAT TAUHID & OPTIMISME MENATAP MASA DEPAN
ilm "Surga Menanti" saya tonton bersama keluarga dua pekan silam di Cinemaxxtheatre Orange County Cikarang. Sebuah film yang sudah kami sekeluarga tunggu setelah melihat promosi trailernya di salah satu kanal ...
Posting Terkait
FILM MAN OF STEEL : SUPERIORITAS HUMANIS SANG MANUSIA BAJA
ejak kecil saya selalu menggemari tokoh Superman. Komik-komik tokoh legendaris ini selalu saya baca tuntas dengan antusiasme meluap. Saya kian bersemangat untuk segera menonton film yang mengangkat kisah hidup si ...
Posting Terkait
STAR WARS VII FORCE AWAKENS : KEBANGKITAN SETELAH
THE A TEAM (2010) : MEREKA BERAKSI LAGI!
ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN
FILM COBOY JUNIOR : TENTANG JADI YANG TERBAIK
AYAHMU BULAN, ENGKAU MATAHARI : KISAH PEREMPUAN DALAM
KABAR TAK BIASA, TAPI LUAR BIASA, ALA ORANG
FILM THE CROODS : PELAJARAN TENTANG KEBERANIAN MENGHADAPI
FILM “BRAVE” : TENTANG KASIH IBU DAN KEBESARAN
FILM SURGA MENANTI : TENTANG SEMANGAT TAUHID &
FILM MAN OF STEEL : SUPERIORITAS HUMANIS SANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *