PUISI : CAHAYA DI TUNGKU HATI

Menelisik potongan rindu yang entah kau letakkan dimana

seperti mengais serpih-serpih kenangan yang tercecer

bersama debu jalanan, belukar ilusi, hening malam dan

nyala lampu mercury yang membias hangat, memantulkan cahaya

pada genangan air di pinggir jalan

Gigil kangen ini, katamu pilu, serupa tatih langkahku yang gamang

meniti dari sunyi ke sunyi dengan tembang lirih melantunkan namamu

Kita merangkai segala kisah lama itu pada berlembar-lembar puisi

mencatatnya dengan jemari gemetar seraya meniupkan asa

pada setiap jejeran huruf yang menandai memori kolektif kita

Lembayung pucat dan semilir angin bertiup lembut

memahat getar asmara kita di langit,

menyisakan spektrum keheningan,

saat kita memulai pendakian hasrat itu sendiri-sendiri

lalu memandangnya dari kejauhan dengan tatap nanar

sambil berbisik lirih: bentang jarak adalah niscaya namun

cinta adalah episode yang tak akan usai dan

padam cahayanya di tungku hati..

Jkt,14022011

 

Related Posts
PUISI : SEPOTONG EPISODE DI SUDUT PASAR MALAM NGARSOPURO
ita telah menganyam janji disana, pada sepotong sudut temaram bersama bintang yang menggigil dan kilau lampu di pasar malam Ngarsopuro "Kenangan itu mesti dikekalkan disini, bersamamu, agar senja yang mengapung indah dimatamu tak ...
Posting Terkait
PUISI : MENGHAYATI BENING NUANSAMU
Adakah kerlip bintang di langit dan spektrum cahayanya yang berkilau menerangi jernih bola matamu adalah tanda harapan masih terbersit disana? Setelah luka kehilangan itu perlahan pudar jejaknya dan kita kembali mengais-ngais remah-remah kenangan yang tersisa lalu menyatukannya kembali ...
Posting Terkait
SAJAK SEORANG IBU UNTUK ALMARHUM ANAKNYA DI GAZA
Bermimpilah yang indah, anakku saat kucium keningmu dengan mata basah lalu kukalungkan selendang berkotak pada lehermu dimana serpih mortir Israel laknat itu menembusnya dan membuatmu meregang nyawa lalu menyebut nama ibu dan ayah berulang-ulang menahan rasa ...
Posting Terkait
PUISI : LANSKAP KESUNYIAN DAN EMBUN DI TEMARAM PAGI
Keheningan, katamu, adalah rangkaian aksara yang menggantung pada rapuh rangka langit dan pada desau angin berhembus pelan membelai dedaunan Di "rahim" ingatan, kata-kata yang seharusnya kau ucapkan dengan lugas berhenti pada basah bibirmu ...
Posting Terkait
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
Semburat cahaya senja merah jingga menerpa sendu wajahmu ketika jemari lentikmu lemah menuding langit Pada sebuah titik yang engkau namakan "ujung penantian" dan tak pernah bisa kumaknai secara jelas apakah itu akan menjadi akhir ...
Posting Terkait
PUISI : KOTA KECIL DAN KEHENINGAN ITU
Senyap yang menggantung pada kelam kota kecil kita Adalah desah nafas rindu yang kita tiupkan perlahan pada langit, bulan separuh purnama, rerumputan pekarangan dan desir angin yang mengalir lembut menerpa pipimu yang telah basah ...
Posting Terkait
PUISI : JALAN PULANG MENUJUMU
Kelam yang dibekap gerimis senja tadi kini membayang jelas di bening matamu menorehkan luka, sepi, hampa, resah, dan rindu yang retak juga mimpi yang terbelah Pada genangan sisa hujan di jalan ada kenangan memantul cemerlang juga seiris ...
Posting Terkait
PUISI : ELEGI DINI HARI
Sepi Malam dan Kerik Jengkerik di Beranda Adalah dendang nyanyian rindu terlukis diam-diam pada rangka langit dan bintang yang mendelik cemburu sementara embun luruh perlahan menyentuh pucuk rerumputan, kaca jendela, helai daun, juga bening mataku ...
Posting Terkait
PUISI : DI TEPI KALIMALANG, AKU DUDUK DAN TERMANGU
  Riak air berwarna kusam mengalir pelan di sepanjang batang tubuhmu, Kalimalang Pada tepiannya aku termangu dan menyesap segala cerita tentang anak-anak yang tertawa riang menceburkan diri ke dalammu tentang sampah yang mengapung disekitarmu tentang tawa ...
Posting Terkait
Sajak Sebatang Lisong oleh WS Rendra menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak - kanak tanpa ...
Posting Terkait
PUISI : SEPOTONG EPISODE DI SUDUT PASAR MALAM
PUISI : MENGHAYATI BENING NUANSAMU
SAJAK SEORANG IBU UNTUK ALMARHUM ANAKNYA DI GAZA
PUISI : LANSKAP KESUNYIAN DAN EMBUN DI TEMARAM
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
PUISI : KOTA KECIL DAN KEHENINGAN ITU
PUISI : JALAN PULANG MENUJUMU
PUISI : ELEGI DINI HARI
PUISI : DI TEPI KALIMALANG, AKU DUDUK DAN
MENGENANG WS RENDRA : SAJAK SEBATANG LISONG

3 comments

  1. Cahaya merupakan jalan terang bagi kita semua,berkat cahaya kasihmu membuat kita terlena dalam pelukan kasih abadi ditungku hati yang sedang merindukan cahaya kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.