PUISI : MENARI DI LINTASAN PELANGI

Sepagi ini kita bercakap tentang hujan

yang jatuh dari langit laksana hunjaman jarum-jarum air

Pada tanah basah tempat kita berpijak.

dan rindang pepohonan dimana kita berdiri dibawahnya

“Sebagaimana setiap kisah pilu dituturkan,” katamu perih,”Seperti inilah

kita menjalani setiap detak waktu dalam rinai hujan dengan rasa sesal

yang menggumpal dan menyayat”

Kamu lalu membasuh tetes hujan yang menerpa pipi

sekaligus menghapus tetes airmatamu jatuh tak terlerai.

“Sebagaimana setiap cerita dikisahkan,” kataku lirih,”seperti inilah kita mesti

memaknai pertemuan serta perpisahan dengan penuh rasa syukur, menyaksikan

segala yang pernah ada dan kini menghilang sebagai bagian dari setiap jejak

yang terpacak sepanjang jalan, lalu terbang

menyisakan cahaya laksana kerlip kunang-kunang menerangi malam”

 

Sepagi ini kita berbincang tentang pelangi

yang melengkung indah di rangka langit seusai hujan

Lalu kamu bercerita tentang mimpimu menari di lintasannya

bercanda bersama burung-burung yang terbang didekatnya

serta menyentuh lembut awan dengan lentik jemarimu

Kamu menuturkan kisah tentang segala kenangan kita,

tentang hujan yang menghanyutkan segala perih,

tentang desir angin senja yang meniupkan kerinduanmu dari musim ke musim

tentang wangi melati di pekarangan yang menghembuskan asa saat fajar merekah

tentang buram kaca jendela seusai gerimis yang kerap membuatmu galau

tentang aku, yang telah mewarnai larik pelangi, menemani kaki-kakimu lincah menari

dan selalu bertahta di cakrawala hatimu

Jakarta, 210611

Sumber Gambar

Catatan:

Puisi-puisi cinta saya yang lain bisa anda baca pada buku kumpulan puisi “Menyesap Senyap”, baca cara pesannya disini

 

Related Posts
PUISI : SERENADE LOSARI
Kaki langit tempat segala harapan kita berlabuh Serta kepak camar menyapa cakrawala Adalah muara segala impian yang telah kita rajut rapi Bersama desir rindu dan riak semangat Membangun rumah bersahaja tempat kita senantiasa pulang Dan ...
Posting Terkait
PUISI : SEBARIS BIANGLALA DI SELASAR JIWA
Kelam langit senja telah membawa kita Pada sebuah cerita tentang kenangan yang terdampar di sudut hati tentang cinta yang mengapung rendah antara harapan dan kenyataan serta  sebait kidung lirih bersenandung dengan syair rindu ...
Posting Terkait
PUISI : PADA GENANGAN KELAM, PADA RATAP YANG TERDEKAP
Deras Hujan yang datang malam ini seperti kidung melankolis yang datang membuai perlahan tapi juga mengusung ketakutan tak terkatakan Kita menyaksikannya dengan tatap nanar sembari mendekap erat ratap yang tak terungkap Pada genangan kelam yang ...
Posting Terkait
PUISI : HUJAN MEMBAWA BAYANGMU PERGI…
  Sudah lama, aku menyulam khayalan pada tirai hujan menata wajahmu disana serupa puzzle, sekeping demi sekeping, dengan perekat kenangan di tiap sisinya lalu saat semuanya menjelma sempurna kubingkai lukisan parasmu itu dalam setiap leleh ...
Posting Terkait
PUISI : TENTANG DIA, YANG BERJARAK DENGAN RINDU PADAMU
Barangkali, kepanikan yang melanda dirimu hanyalah serupa gerhana yang melintas sekilas lalu pergi meninggalkan sebaris jelaga di hatimu bersama tangis getir disepanjang jejaknya Sementara dia, yang berjarak dengan rindu padamu tersenyum sembari membawa cahaya musim semi meninggalkan ...
Posting Terkait
PUISI: SECANGKIR KOPI DAN KENANGAN AKHIR TAHUN
1/ Secangkir kopi yang kau seduh dengan sedih Sejatinya menjadi aura atas segala perih yang disenandungkan dengan nada lirih bersama kemilau mentari senja yang kerap membuatmu risih 2/ Di akhir tahun semua kenangan yang indah terpatri membuat ...
Posting Terkait
Ya Allah, Pada Teduh MaghfirahMU Aku luluh terharu dalam sujud panjang Mengharap ampunan dan RidhaMU yang tak bertepi Pada bentang cakrawala, lengkung bianglala, bening kilau embun direrumputan bahkan pada jernih airmataku yang menitik pelan diujung sajadah di ...
Posting Terkait
SAJAK UNTUK LELAKI TEGAR DARI BATUSITANDUK
: untuk almarhum Maksum.A.Kararok  Kita telah mengurai malam, mempelajari makna yang ada di baliknya dengan hati riang Kita juga telah menelaah setiap siang bersama teriknya yang membakar tubuh bersama sungging senyuman Kita telah ...
Posting Terkait
PUISI : SEPOTONG EPISODE DI SUDUT PASAR MALAM NGARSOPURO
ita telah menganyam janji disana, pada sepotong sudut temaram bersama bintang yang menggigil dan kilau lampu di pasar malam Ngarsopuro "Kenangan itu mesti dikekalkan disini, bersamamu, agar senja yang mengapung indah dimatamu tak ...
Posting Terkait
PUISI : SEPANJANG BRAGA DAN SETERUSNYA.. (II)
emindai kembali jejakmu di sekujur tubuh Braga pada pagi ketika embun baru saja melapisi atas aspalnya dan halimun putih tipis yang melingkupi bagai sayap bidadari erat mendekap seperti melihatmu lagi tersenyum menyongsong hangat ...
Posting Terkait
PUISI : SERENADE LOSARI
PUISI : SEBARIS BIANGLALA DI SELASAR JIWA
PUISI : PADA GENANGAN KELAM, PADA RATAP YANG
PUISI : HUJAN MEMBAWA BAYANGMU PERGI…
PUISI : TENTANG DIA, YANG BERJARAK DENGAN RINDU
PUISI: SECANGKIR KOPI DAN KENANGAN AKHIR TAHUN
PUISI : LURUH DALAM TEDUH MAGHFIRAH-MU
SAJAK UNTUK LELAKI TEGAR DARI BATUSITANDUK
PUISI : SEPOTONG EPISODE DI SUDUT PASAR MALAM
PUISI : SEPANJANG BRAGA DAN SETERUSNYA.. (II)

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *