SELAMAT MENGORBIT SARONDE, KOMUNITAS BLOGGER GORONTALO

Semuanya diawali oleh Semangat.

Dengan “S” kapital yang menandai lahirnya komunitas blogger baru berbasis daerah ini. Sebuah pertemuan di akhir Mei bersama Agus Lahinta dan Suwito Pomalinggo ketika saya ke Makassar dalam rangka Blogilicious menjadi cikal bakal lahirnya komunitas ini. Pertemuan yang diadakan di rumah orang tua saya di Bumi Antang Permai tersebut merumuskan sejumlah konsep soal pentingnya eksistensi komunitas blogger yang menghimpun segenap potensi narablog Gorontalo di seluruh Indonesia dalam menggerakkan segala upaya-upaya positif dan konstruktif membangun propinsi yang terletak di utara Sulawesi itu melalui promosi dan sosialisasi lewat dunia maya.

Saya masih ingat betul 6 tahun silam saya pernah menggagas komunitas serupa bernama Tumbilotohe , sayangnya kurang terorganisir dengan baik sehingga dibutuhkan inisiatif baru membentuk organisasi yang lebih solid dan teratur dengan program-program yang lebih terencana serta komprehensif. Semangat kami bertiga ketika itu kian terpacu ketika menyadari ada begitu banyak narablog Gorontalo potensil yang bisa diajak bergabung mengembangkan komunitas ini. Ada Zamronie AgusJerry MontoliangFunco TanipuSteven Polapa, Richie OctavianusSofyan UliSuwito Pomalingo, Agus Lahinta, Luigi Pralangga, dll. Sayapun yang saat ini menjabat sebagai penasehat Komunitas Blogger Angingmammiri Makassar, Blogger Bekasi dan Blogger Cikarang akan berusaha memberikan masukan-masukan bermanfaat bagi pengembangan komunitas ini kedepan.

Orangtua saya yang asli Gorontalo dan telah merantau di Makassar lebih dari 50 tahun yang kebetulan ikut nimbrung dalam obrolan kami sangat mendukung dan tercetuslah ide mengangkat nama “Saronde”–sebuah kata yang singkat dan mudah diucapkan dibanding “Tumbilotohe” 🙂 — sebagai nama komunitas ini. Saronde adalah tarian adat pembuka perkawinan tradisional khas Gorontalo dan juga menjadi nama sebuah pantai eksotis berpasir putih di Gorontalo.

Ikon “Saronde” begitu melekat dihati sebagai identifikasi kontekstual Gorontalo. Apalagi menurut ayahanda saya dalam kesempatan pertemuan tersebut, syair lagu pengantar tari Saronde salah satu pengarangnya adalah almarhum kakek saya sendiri, Sun Gobel. Konon saat masih SMP dan baru selesai kursus mengetik, ayah saya diminta oleh kakek untuk mengetik syair lagu tersebut sambil didiktekan langsung. “Kalau salah ketik, langsung kena damprat,”ungkap ayah saya sambil tersenyum,

Diskusi kami kian hangat ditemani teh manis serta kue popolulu khas Gorontalo buatan ibu saya. Kami kemudian memutuskan untuk segera mewujudkan gagasan ini sesegera mungkin dengan mewujudkan website komunitas, mailing list dan perangkat-perangkat social media serta tentu saja pengurus komunitas.

Alhamdulillah, dengan bantuan Iswan, blogger Gorontalo yang jago mengoprek website, terwujudlah website komunitas ini dan sudah berhasil membentuk kepengurusan yakni:

Penasehat : Amril Taufik Gobel, Luigi Pralangga, Adhen Pateda
Koordinator  #Punggawa : Zamronie Agus
Koordinator Humas : Agus Lahinta, Rolins Humonggio
Koordinator Kopdar : Funco Tanipu, Richie Octavian
Manager / Moderator Milis : Zamronie Agus, Jerry Montoliang
Admin Twitter : Steven Polapa
Admin Web : Suwito Pomalingo, Sofyan Uli
Admin Facebook : Iswan Saleh

Jika anda tertarik menjadi anggota, silakan lihat syarat keanggotannya disini bahkan bisa berpartisipasi mengisi blog komunitasnya dengan mendaftar disana. Mailing list komunitas ini ada di saronde@yahoogroups.com dan akun twitternya @sarondeblog. Bahkan versi mobile blog ini bisa dibaca di m.saronde.org.

Grand Launching komunitas blogger ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Gorontalo.

Selamat datang Saronde, Komunitas Blogger Gorontalo!

 

 

 

Related Posts
PUISI : MINGGU SIANG, DI KAKI LANGHAM PLACE
Waktu, katamu, tak akan pernah sebaik ini mempertemukan kita Dalam dingin yang membekap jalan-jalan kota Mong Kok Serta basah hujan tadi malam masih membekas di permukaannya memantulkan bias hutan beton dan orang-orang yang ...
Posting Terkait
VIDAFEST 2017 : MENISCAYAKAN KAWASAN HUNIAN KOLEKTIF YANG LEBIH HUMANIS
Hari Sabtu (30/9) siang, saya berkesempatan menghadiri kegiatan Vidafest 2017, sebuah event Festival tahunan yang digelar di kawasan Insitu-Bumi Wedari Vida Bekasi. Ini adalah acara rutin tahunan yang ketiga kalinya ...
Posting Terkait
Hujan baru saja reda membasahi sekujur jalan Orchard, pada Senin malam, 29 Juni 2009. Pantulan lampu-lampu pusat perbelanjaan terkemuka di Singapura itu berkelip melalui genangan-genangan air di aspal. Juga ...
Posting Terkait
“GEBRAKAN” SASTRA DARI MAKASSAR
Media citizen journalism Panyingkul! (www.panyingkul.com), kafe baca Biblioholic, penerbit Nala Cipta Litera dan Forum Tenda Kata meluncurkan inisiatif Sastra dari Makassar, upaya yang dikerjakan secara independen dengan mengandalkan partisipasi lembaga ...
Posting Terkait
PUISI : SEPANJANG BRAGA, DAN SETERUSNYA..
Sepanjang Braga adalah bunga-bunga kusam Yang tumbuh dengan kisah-kisahnya sendiri Kidung Melankolis adalah pesona rindu dan hiruk pikuk, mungkin, hanyalah setitik nuansa "Kita adalah nonsens!" katamu getir Angin Parahyangan tertawa terbahak-bahak "Kita hanya sampah, pasir, batu ...
Posting Terkait
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
Edi Taslim (General Manager Kompas Cybermedia) didampingi Pepih Nugraha memberikan penjelasan soal Kompas Phone dan QR Code Kompas dalam kesempatan Kopdar kedua Kompasiana bertempat di JHCC, Minggu,14 Juni 2009 Hari Minggu ...
Posting Terkait
BUKU “IBU PERTIWI MEMANGGILMU PULANG” : CINTA INDONESIA TAK SEBATAS UTOPIA BELAKA
Judul Buku : Ibu Pertiwi Memanggilmu Pulang Penulis : Pepih Nugraha Penerbit : PT Bentang Pustaka Cetakan : Pertama, Agustus 2013 Tebal : xii + 263 halaman ISBN : 978-602-7888-62-3 udul buku ini menyiratkan secara ...
Posting Terkait
PANGGUNG KOMUNITAS YANG HEBOH DAN MERIAH DI JOGJA
Acara Puncak Pesta Blogger Jogja yang diadakan pada malam minggu (9/10) yang diadakan di Pusat Kebudayaan Koenadi Hardjosoemantri Kampus UGM Jogha berlangsung begitu semarak dan meriah. Kami rombongan panitia Pesta ...
Posting Terkait
MENULIS DI KORAN TEMPO MELALUI INDONESIANA
ulisan resensi film "Spiderman-2" yang saya buat dan tayangkan di situs blog Tempo "Indonesiana" dimuat di Koran Tempo edisi Minggu,11 Mei 2014. Sungguh sebuah kehormatan besar buat saya karena pihak Indonesiana ...
Posting Terkait
MENIKMATI SENSASI FASILITAS XPLOR SENAYAN CITY
ada hari Rabu (8/8) lalu, saya berkesempatan untuk menghadiri acara buka puasa bersama provider telekomunikasi XL Axiata bertempat di XPLOR--sebuah wahana edukasi dan hiburan khususnya bagi pelanggan provider tersebut yang ...
Posting Terkait
PUISI : MINGGU SIANG, DI KAKI LANGHAM PLACE
VIDAFEST 2017 : MENISCAYAKAN KAWASAN HUNIAN KOLEKTIF YANG
SURAT DARI ORCHARD (1)
“GEBRAKAN” SASTRA DARI MAKASSAR
PUISI : SEPANJANG BRAGA, DAN SETERUSNYA..
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
BUKU “IBU PERTIWI MEMANGGILMU PULANG” : CINTA INDONESIA
PANGGUNG KOMUNITAS YANG HEBOH DAN MERIAH DI JOGJA
MENULIS DI KORAN TEMPO MELALUI INDONESIANA
MENIKMATI SENSASI FASILITAS XPLOR SENAYAN CITY

6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *