MENEMANI AYAH MEROKOK

Saya selalu merindukan “ritual” unik itu.

Duduk di beranda, menemani ayah merokok. Didepan kami, sejumlah bunga dan tanaman kesayangan ayah tertata rapi di pot bunga. Kala malam mendekati pucuknya, lalu ayahpun bercerita. Rimbun asap rokoknya mengepul-ngepul dan kami anak-anaknya mengelilingi beliau yang berucap dengan suara berat dan berwibawa dengan tatap mata nyaris tak berkedip . Saya masih ingat kami masih kecil-kecil waktu itu. di Bone-Bone, sebuah desa kecil di kaki pegunungan Velbeek, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Kisah-kisah yang beliau ceritakan mulai tentang masa kecil beliau di Gorontalo, Riwayat nabi-nabi dan Rasul atau soal rencana beliau untuk menanami pekarangan kosong disamping rumah sederhana kami dengan jagung dan singkong merupakan hal-hal yang hingga kini masih saya kenang sebagai salah satu memori indah hingga kini.

Saat kami sekeluarga pindah ke Maros, kebiasaan ini masih kami teruskan meski tidak se-intens sebelumnya. Rumah kami di Perumteks, tak memiliki beranda luas sama seperti kediaman kami dulu di Bone-Bone. Meskipun begitu kebiasaan ngobrol bersama di ruang keluarga tetap kami pelihara sebagai salah satu bentuk membangun interaksi dan komunikasi diantara kami.

Entahlah, sejak kapan ayah suka merokok. Saya sendiri, dari kecil hingga kini, tidak merokok. Pernah saya mengingatkan ayah untuk coba menghentikan kebiasaannya ini, namun ternyata beliau merasa merokok sudah menjadi bagian dari kehidupan kesehariannya. Konon ayah agak pusing kalau tidak merokok.Saya sangat menghormati apa yang telah menjadi “tradisi” khusus beliau tersebut. Syukurlah, frekwensi merokok beliau di usia 72 tahun ini tidak se-intens dulu.

Saya dan adik-adik di Bone-Bone, 1980

Setelah merantau ke Jakarta, pada tahun 1995, semakin jarang saya menikmati saat-saat kebersamaan itu. Setiap kali pulang ke Makassar, saya dan ayah biasanya ngobrol bersama didepan televisi atau terkadang di teras depan rumah di Bumi Antang Permai.

Sambil menyalakan rokoknya, saya kembali menikmati saat-saat ketika ayah bercerita sambil memandang pot-pot kaktus kesayangannya serta kembang yang biasa ayah dan ibu pelihara mengisi masa-masa pensiun, diteras depan rumah Antang. Topiknya tentu lebih “berat” bobotnya.

Disela-sela kepulan asap rokok kami sering berdiskusi soal situasi politik bangsa ini karena ayah saya ternyata masih setia berlangganan koran lokal dan mengikuti perkembangan berita di media televisi. Analisa kritis beliau terhadap kinerja pemerintahan dan legislatif meluncur tajam, sampai saya berfikir, kalau saja beliau jadi blogger, maka tentu ayah saya bisa menuangkan ide dan pemikirannya itu di blog.

“Ayahmu ini sudah terlalu tua, nak. Cukup jadi pengamat saja. Sambil merokok begini biasanya kekesalan itu hilang bersama asap rokok,” kata ayah berseloroh saat saya mengajak beliau ngeblog.

Dari mata tuanya yang masih tajam, saya melihat ayah memandang persoalan bangsa ini dengan jernih dan polos. Kadangkala kami beradu argumen namun sembari menghirup rokok dan menghembuskan asapnya ke udara, ayah saya menyajikan opini yang cerdas dan inspiratif bahkan kerapkali mampu mematahkan argumen saya,

Sejak Januari 2011 hingga kini, berkat kegiatan blogging, saya bisa pulang ke Makassar selama dua kali. Di kesempatan tersebut saya menggunakan waktu sebaik-baiknya dengan menemani ayah merokok. Mendengarkan beliau bercerita tentang banyak hal. Tentang kehidupan yang kian sulit, tentang tantangan saya dalam mendidik anak-anak yang jauh berbeda ketika ayah dan bunda saya mendidik kami dulu, tentang silang sengkarut situasi politik bangsa ini, tentang kesenangan beliau memancing tak jauh dari rumah, tentang kesibukan beliau mengurus pemakaman keluarga Gorontalo, RMD (Rumah Masa Depan) yang letaknya tak jauh dari rumah kami di Antang, tentang kerinduan beliau pada kedua adik saya, Budi di Balikpapan dan Yanti di Banjarmasin, tentang banyak hal yang mengalir lewat kepulan asap rokok beliau berkerumun disekeliling kami yang saya maknai sebagai ungkapan cinta beliau pada kami semua serta rasa syukur tak terhingga melewatkan segala denyut “nadi”kehidupan yang terus bergulir.

Pagi ini, seusai sahur, saya merindukan kembali “ritual” khas itu ketika saat ini kedua orang tua saya tercinta tengah menunaikan ibadah Umroh. Ah, saya jadi kepingin mendengarkan cerita-cerita dashyat seputar pengalaman beliau berumroh dari mulut ayah, sambil merokok.

Dan disini, di Cikarang, sembari memeluk kedua anak saya yang masih terkantuk-kantuk dibangunkan sahur, saya bertekad akan memelihara tradisi unik untuk bercerita dan bertukar fikiran bersama mereka, untuk membangun komunikasi dan interaksi yang konstruktif, walau tanpa harus merokok. Mungkin sambil menyeruput kopi dan memandang asap-asap pabrik kawasan industri Jababeka yang terus mengepul mewarnai langit. 

Related Posts
CATATAN DARI LOKAKARYA ENERGI NASIONAL : KETAHANAN ENERGI UNTUK KEDAULATAN & KEMAKMURAN NEGERI (Bagian Pertama)
agi terasa begitu sejuk dan terlihat cerah ketika saya memasuki area Hotel JS Luwansa Jl.HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Rabu (3/12). Setelah mengarungi kemacetan yang cukup panjang dari Cikarang, saya ...
Posting Terkait
ISOMAN DI AWAL RAMADHAN
Ini adalah kali pertama saya terkena virus Covid 19, sejak pandemi tersebut merebak 2 tahun silam. Hari Jum'at (1/4) saya mulai merasakan demam dan badan tidak enak, namun saya tetap ...
Posting Terkait
“CRAZY SLIDE” ATLANTIS ANCOL YANG SPEKTAKULER
ari Sabtu (15/12) kemarin, kami mendapatkan undangan dari Taman Impian Jaya Ancol untuk menghadiri peresmian wahana baru "Crazy Slide" di Atlantis. Setelah 3 bulan sebelumnya kami memenuhi undangan pada acara ...
Posting Terkait
IN MEMORIAM NITA FEBRI : SEMANGAT DALAM KETERBATASAN
Tak perlu menunggu kaya.. Tak perlu menjadi hebat Untuk bisa sekedar berbagi.. tebarkan semangat lewat ngeblog! (sumber : Blog Almarhumah Yusnita Febri, 27 Oktober 2011) ari ini, Rabu,16 November 2011, saya menerima ...
Posting Terkait
MENYUSURI SUNGAI SUMIDA, MERAYAKAN KEINDAHAN METROPOLITAN
ada tahun 1995, saat berkesempatan mengikuti pelatihan di Kyoto, terbersit keinginan di hati saya untuk bisa dapat mengunjungi juga kota Tokyo, yang keduanya berada di negeri Sakura, Jepang itu, Sayangnya, ...
Posting Terkait
SILLY DAN AKSI NYATA YANG TAK SEBATAS “HANYA”
Namanya Silly. Hanya Silly. Persis sama dengan akun namanya di twitter @justsilly. Saya mengenal sosok blogger perempuan tangguh ini pertama kali ketika ia meninggalkan jejak komentar kocak di blog saya, dua tahun silam. ...
Posting Terkait
MERIAH, PELAKSANAAN REUNI NASIONAL IKA UNHAS 2015 DI ISTANA CIPANAS
agi baru saja merekah, Sabtu (22/8) ketika saya dan Yusnawir, tetangga rumah di Cikarang yang juga adik angkatan di Teknik Mesin Unhas tiba di area halaman parkir Kementerian Perindustrian Jl.Jend.Gatot ...
Posting Terkait
‘BERAKSI’ DI MAKASSAR
PESAWAT Lion Air seri terbaru yang saya tumpangi mendarat mulus di bandara Hasanuddin Makassar tepat pukul 11.45 WITA pada Hari Sabtu,24 November 2007. Saya segera berkemas dan menyiapkan barang yang ...
Posting Terkait
UNTUK MEREKA, YANG MENYISAKAN JEJAK INDAH DI BATIN
HARI ini, 2 Mei 2008, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, izinkan saya membagi sebagian serpih-serpih kenangan tentang beberapa orang guru saya sejak SD hingga Universitas yang telah menorehkan jejak ...
Posting Terkait
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
Semburat cahaya senja merah jingga menerpa sendu wajahmu ketika jemari lentikmu lemah menuding langit Pada sebuah titik yang engkau namakan "ujung penantian" dan tak pernah bisa kumaknai secara jelas apakah itu akan menjadi akhir ...
Posting Terkait
ADA APA DENGAN CARISSA?
Carissa Putri adalah sebuah fenomena. Saya melihat aksi gadis cantik kelahiran Frankfurt, Jerman, 12 September 1984 ini dalam film "Ayat-Ayat Cinta" (2008) dan Tarix Jabrix (2008) dengan takjub. Ia memiliki talenta ...
Posting Terkait
SATU TAHUN KOMUNITAS BLOGGER BEKASI : SEBUAH MIMPI YANG MENJADI
Gelap Malam telah melingkupi kawasan pintu Tol Jatibening dan sekitarnya saat saya dan Mas Yulyanto yang mengendarai mobil Isuzu Panther melintasinya. Tak terlalu banyak kendaraan yang melewati pintu tol tersebut ...
Posting Terkait
Anak-anak Rumah Baca Mutiara Mandiri Bernyanyi diiringi KPJ (Kelompok Pengamen Jalanan) Bekasi diatas panggung acara Buka Puasa Bersama BeBlog, Sabtu (29/8) - Foto: Aris Heru Utomo
Begitu sederhana ruang belajar itu. Namun saya merasakan "aura" semangat menyala-nyala didalamnya. Ruang seluas 4 x 3 meter tiba-tiba mengingatkan saya pada kamar kontrakan di Pulogadung dulu, 14 tahun silam ketika ...
Posting Terkait
CATATAN DARI KOMPASIANA NANGKRING JAKARTA
Setelah melewatkan kesempatan mengikuti acara MoDis (Monthly Discussion) Kompasiana bersama Pak Jusuf Kalla hari Senin (22/2) karena kesibukan dikantor, kemarin sore (27/2), saya bertekad menghadiri even kopdar ala Kompasiana yang ...
Posting Terkait
Foto bareng seusai kopdar
ahagia sekali rasanya, kemarin, Minggu (29/1) kami semua anggota dan pengurus Blogger Bekasi bertemu kembali dengan sang ketua, Mas Aris Heru Utomo yang kebetulan “mudik” ke Indonesia selama masa penugasannya sebagai diplomat Kemenlu RI ...
Posting Terkait
SERAH TERIMA HADIAH IPOD NANO DI IM2 BROADBAND
Perayaan Hari Kartini tahun ini benar-benar memberikan berkah luar biasa buat saya, tidak hanya menang hadiah handphone dalam lomba Blog #KartiniDigital yang diselenggarakan XL, namun saya juga berhasil memenangkan hadiah ...
Posting Terkait
CATATAN DARI LOKAKARYA ENERGI NASIONAL : KETAHANAN ENERGI
ISOMAN DI AWAL RAMADHAN
“CRAZY SLIDE” ATLANTIS ANCOL YANG SPEKTAKULER
IN MEMORIAM NITA FEBRI : SEMANGAT DALAM KETERBATASAN
MENYUSURI SUNGAI SUMIDA, MERAYAKAN KEINDAHAN METROPOLITAN
SILLY DAN AKSI NYATA YANG TAK SEBATAS “HANYA”
MERIAH, PELAKSANAAN REUNI NASIONAL IKA UNHAS 2015 DI
‘BERAKSI’ DI MAKASSAR
UNTUK MEREKA, YANG MENYISAKAN JEJAK INDAH DI BATIN
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
ADA APA DENGAN CARISSA?
SATU TAHUN KOMUNITAS BLOGGER BEKASI : SEBUAH MIMPI
RUMAH BACA MUTIARA MANDIRI DAN SPIRIT “LASKAR PELANGI”
CATATAN DARI KOMPASIANA NANGKRING JAKARTA
KEMERIAHAN KOPDAR BERSAMA KETUA BLOGGER BEKASI
SERAH TERIMA HADIAH IPOD NANO DI IM2 BROADBAND

6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.