Ketika harapan tak terjelmakan dan ilusi tentangmu hanyalah bagian

dari noktah kecil yang bersinar redup di langit malam,

maka segala impian yang telah kita bangun mendadak sirna diterpa angin

sementara kerlip kunang-kunang tetap tak kuasa mempertahankan cahaya

dan lenyap perlahan dalam senyap, dalam gulita yang menyesakkan

Kita menyaksikan kerinduan yang dulunya lekat dalam dekapan,

melayang satu-satu ke pelukan langit bersama tatapan nanar, bisu dan tak rela.

“Entahlah, apakah kamu masih menyimpan residunya dihatimu,” katamu pilu

Sebab cinta, katamu lagi, kelak menemukan bentuknya, kapanpun itu,

pada redup bayang-bayang kepergianmu

juga pada kemilau hadirmu yang sesungguhnya semu

“Entahlah,” kataku getir

Kita akan memaknai residu rindu ini, sebagai lukisan jejak kenangan yang terpatri kekal dihati

atau hanyalah segores luka kecil yang kelak akan pulih dan terbenam bersama lalu waktu

Dan pada pagi dimana kita berdua terbangun nanti

Aku yakin, kita akan sama-sama tersenyum menyaksikan semburat mentari di ufuk

terang menyelusup ruang kamar hingga ke bawah bantal

dimana rasa itu kita simpan rapi

dalam pilu

dalam rindu..

Cikarang, 3/2/2012

Foto oleh : Yusnawir Yusuf

 

Related Posts
PUISI : TENTANG DIA, YANG BERJARAK DENGAN RINDU PADAMU
Barangkali, kepanikan yang melanda dirimu hanyalah serupa gerhana yang melintas sekilas lalu pergi meninggalkan sebaris jelaga di hatimu bersama tangis getir disepanjang jejaknya Sementara dia, yang berjarak dengan rindu padamu tersenyum sembari membawa cahaya musim semi meninggalkan ...
Posting Terkait
PUISI : SEPOTONG EPISODE DI SUDUT PASAR MALAM NGARSOPURO
ita telah menganyam janji disana, pada sepotong sudut temaram bersama bintang yang menggigil dan kilau lampu di pasar malam Ngarsopuro "Kenangan itu mesti dikekalkan disini, bersamamu, agar senja yang mengapung indah dimatamu tak ...
Posting Terkait
PUISI : MENJEJAK LANGKAH DI JEMBATAN SEJARAH
Waktu yang telah kau untai dengan tekun  bersama jejak-jejak ceria dan lukaberbaris di sepanjang selasar kenangan adalah tapak-tapak kiprahmu yang telah kau torehkan pada tahun-tahun dimana  kelam kecewa dan bening harapan menghiasi sekujur jembatan sejarah hidupmu bersama ratap ...
Posting Terkait
SAJAK SEORANG IBU UNTUK ALMARHUM ANAKNYA DI GAZA
Bermimpilah yang indah, anakku saat kucium keningmu dengan mata basah lalu kukalungkan selendang berkotak pada lehermu dimana serpih mortir Israel laknat itu menembusnya dan membuatmu meregang nyawa lalu menyebut nama ibu dan ayah berulang-ulang menahan rasa ...
Posting Terkait
Ya Allah, Pada Teduh MaghfirahMU Aku luluh terharu dalam sujud panjang Mengharap ampunan dan RidhaMU yang tak bertepi Pada bentang cakrawala, lengkung bianglala, bening kilau embun direrumputan bahkan pada jernih airmataku yang menitik pelan diujung sajadah di ...
Posting Terkait
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
Kerapkali, kamu menganggap setiap noktah cahaya bintang di langit yang berpendar cemerlang, adalah bagian dari serpih kebahagiaan yang menguap ke langit "Setidaknya, aku bisa menyaksikan rasa yang hilang itu disana, menikmatinya dan ...
Posting Terkait
PUISI : SENANDUNG SEKEPING KEHENINGAN
    Kita tak akan pernah bisa menyepuh ulang segala impian dan kenangan yang meranggas perlahan di ringkih hati lalu menyemai harap, segalanya akan kembali seperti semula "Karena apa yang tertinggal," katamu,"seperti sisa jejak kaki di ...
Posting Terkait
PUISI : KITA, KATAMU…
  Kita, Katamu Bagai dua ilalang liar yang tumbuh di hamparan rumput halus dimana embun enggan beranjak  dari selusur daunnya walau terik mentari hangat menyengat Kita, Katamu Adalah bau tanah basah seusai hujan pagi yang meruap perlahan mendekati jendela ...
Posting Terkait
PUISI : SEPANJANG BRAGA DAN SETERUSNYA.. (II)
emindai kembali jejakmu di sekujur tubuh Braga pada pagi ketika embun baru saja melapisi atas aspalnya dan halimun putih tipis yang melingkupi bagai sayap bidadari erat mendekap seperti melihatmu lagi tersenyum menyongsong hangat ...
Posting Terkait
PUISI : TITIAN KENANGAN, PADA LANGIT HATI
Sekeping Pilu yang kau tambatkan di dermaga jiwa Adalah rekaman sebait sajak dan jejak tertatih tentang perjalanan tentang luka, tentang segenap rasa yang berkecamuk di tiap lamunan "Seharusnya," katamu,"meraihmu adalah niscaya dan mendekapmu dalam ...
Posting Terkait
PUISI : TENTANG DIA, YANG BERJARAK DENGAN RINDU
PUISI : SEPOTONG EPISODE DI SUDUT PASAR MALAM
PUISI : MENJEJAK LANGKAH DI JEMBATAN SEJARAH
SAJAK SEORANG IBU UNTUK ALMARHUM ANAKNYA DI GAZA
PUISI : LURUH DALAM TEDUH MAGHFIRAH-MU
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
PUISI : SENANDUNG SEKEPING KEHENINGAN
PUISI : KITA, KATAMU…
PUISI : SEPANJANG BRAGA DAN SETERUSNYA.. (II)
PUISI : TITIAN KENANGAN, PADA LANGIT HATI

Related Posts

6 thoughts on “PUISI : RESIDU RINDU

Leave a Reply

Your email address will not be published.

13 − one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.