PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
Seperti mendengarkan dongeng cinta yang absurd
Kita selalu terbuai dalam pesona yang kerap kita sendiri tak bisa menafsirkannya
Dan pada malam, ketika bintang berkelip genit di rangka langit
serta rembulan perlahan meredup dibalik awan
Aku akan menyimak segala kisahmu tentang cinta, harapan, impian, kehilangan, juga
ketakutan dan kesunyian yang kadang membuat kita terjebak pada pilihan sulit
Seperti menonton film lama dengan gambar-gambar kusam didalamnya
Kita mencoba memaknai setiap serpih perjalanan dan kenangan
sebagai bagian dari jejak yang tak akan pernah kita hapus dari memori
namun akan segera tersamarkan oleh waktu yang bergegas
Dan pada siang, ketika mentari terik menyengat dan peluh mengalir deras dikening
Kau akan mendengarkan kisahku dengan mata berbinar seraya berbisik lirih
“Selalu ada ruang buatmu untuk segala kemungkinan, bahkan kemustahilan sekalipun”
Seperti menikmati petang yang luruh meninggalkan warna merah saga di batas cakrawala
Kita menelan segala getir bersama semesta yang tak jua ramah sejak sediakala
dan mencabik asa yang sudah kita genggam erat, tanpa ampun
Pada senja, dimana semuanya sirna tak bersisa
Tak perlu ada ratap yang menandai setiap gores luka
Karena, seperti katamu, hal yang musykil selalu punya tempat
dihatimu,
dihatiku
selalu …
Kuta, 26/2/2012

Ketika jantung melahirkan senyum, saat itu pula getar-getar akrab menembus semua batas. Salam Kenal Bung Daeng Battala. Andi Kata.
wauuu postingnya bagus
ada lebih baiknya lagi kunjungi aja websiti kami di http://ict.unsri.ac.id
terima kasih.
Pilihan kata2nya tak biasa Kak … indah 🙂
Oyam tolong diterima award di link:
http://mugniarm.blogspot.com/2012/03/inspiring-award-for-inspiring-bloggers.html?showComment=1331686589175#c6282614677647831636
Terimakasih 🙂
Terimakasih ya Niar atas anugerahnya yg sangat membanggakan ini
wah keren nih ke kuta