PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP

Seperti mendengarkan dongeng cinta yang absurd

Kita selalu terbuai dalam pesona yang kerap kita sendiri tak bisa menafsirkannya

Dan pada malam, ketika bintang berkelip genit di rangka langit

serta rembulan perlahan meredup dibalik awan

Aku akan menyimak segala kisahmu tentang cinta, harapan, impian, kehilangan, juga

ketakutan dan kesunyian yang kadang membuat kita terjebak pada pilihan sulit

 

Seperti menonton film lama dengan gambar-gambar kusam didalamnya

Kita mencoba memaknai setiap serpih perjalanan dan kenangan

sebagai bagian dari jejak yang tak akan pernah kita hapus dari memori

namun akan segera tersamarkan oleh waktu yang bergegas

Dan pada siang, ketika mentari terik menyengat dan peluh mengalir deras dikening

Kau akan mendengarkan kisahku dengan mata berbinar seraya berbisik lirih

“Selalu ada ruang buatmu untuk segala kemungkinan, bahkan kemustahilan sekalipun”

 

Seperti menikmati petang yang luruh meninggalkan warna merah saga di batas cakrawala

Kita menelan segala getir bersama semesta yang tak jua ramah sejak sediakala

dan mencabik asa yang sudah kita genggam erat, tanpa ampun

Pada senja, dimana semuanya sirna tak bersisa

Tak perlu ada ratap yang menandai setiap gores luka

Karena, seperti katamu, hal yang musykil selalu punya tempat

dihatimu,

dihatiku

selalu …

Kuta, 26/2/2012

 

Related Posts
PUISI : MENYESAP SENYAP
Selalu, aku rasa, kita akan bercakap dalam senyap Dengan bahasa langit yang hanya kita yang tahu serta menyemai setiap harap yang kerap datang mengendap lalu meresapinya ke hati dengan getir Selalu, aku rasa, kamu tersenyum disana, ...
Posting Terkait
PUISI : MENJEJAK LANGKAH DI JEMBATAN SEJARAH
Waktu yang telah kau untai dengan tekun  bersama jejak-jejak ceria dan lukaberbaris di sepanjang selasar kenangan adalah tapak-tapak kiprahmu yang telah kau torehkan pada tahun-tahun dimana  kelam kecewa dan bening harapan menghiasi sekujur jembatan sejarah hidupmu bersama ratap ...
Posting Terkait
PUISI : TARIAN HUJAN
Kisah yang kau rajut pada rinai tarian hujan sore ini Adalah gemerlap mimpi dan getir kesedihan yang mengalun pelan menyusuri relung hati, selasar waktu dan derap putus asa yang luruh dalam hening Hujan, katamu, ...
Posting Terkait
PUISI : TENTANG DIA, YANG BERJARAK DENGAN RINDU PADAMU
Barangkali, kepanikan yang melanda dirimu hanyalah serupa gerhana yang melintas sekilas lalu pergi meninggalkan sebaris jelaga di hatimu bersama tangis getir disepanjang jejaknya Sementara dia, yang berjarak dengan rindu padamu tersenyum sembari membawa cahaya musim semi meninggalkan ...
Posting Terkait
VIDEO PUISI, SEBUAH EKSPERIMEN BARU
einginan saya untuk membuat musikalisasi puisi-puisi yang pernah saya tulis masih tetap membara dalam hati meskipun hingga saat ini masih belum jua terwujud. Sebuah ide mendadak terbit di benak seusai ...
Posting Terkait
PUISI : KOTA KECIL DAN KEHENINGAN ITU
Senyap yang menggantung pada kelam kota kecil kita Adalah desah nafas rindu yang kita tiupkan perlahan pada langit, bulan separuh purnama, rerumputan pekarangan dan desir angin yang mengalir lembut menerpa pipimu yang telah basah ...
Posting Terkait
PUISI : PADA PENGHUJUNG TITIAN RINDU
Langit senja ini seakan merenda batas cakrawala dengan rona merah jambu serupa ranum pipimu yang diterpa bias cerah cahaya fajar Pada titian rindu dimana kaki kita gamang menapak kamu acapkali berkata dengan mata berbinar,"Di ...
Posting Terkait
PUISI : HUJAN MEMBAWA BAYANGMU PERGI…
  Sudah lama, aku menyulam khayalan pada tirai hujan menata wajahmu disana serupa puzzle, sekeping demi sekeping, dengan perekat kenangan di tiap sisinya lalu saat semuanya menjelma sempurna kubingkai lukisan parasmu itu dalam setiap leleh ...
Posting Terkait
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA DJALIL
Judul Buku : Cintaku Lewat Kripik Balado Penulis : Linda Djalil Prolog : Putu Wijaya Epilog : Jodhi Yudono Penerbit : Penerbit Buku Kompas , Juni 2011 Halaman : xii + 244 Halaman Ukuran : 14 ...
Posting Terkait
PUISI : PADA SEPOI ANGIN DI BERANDA (Selamat Ulang Tahun Ananda Alya Dwi Astari Gobel)
Putriku sayang, apa yang sedang kau lamunkan di serambi depan menjelang senja? sepoi angin menggoyang-goyangkan beberapa helai rambut di keningmu dan kau tersenyum sekilas menyaksikan mentari tenggelam menyisakan cahaya redup keemasan dibalik tembok ...
Posting Terkait
PUISI : MENYESAP SENYAP
PUISI : MENJEJAK LANGKAH DI JEMBATAN SEJARAH
PUISI : TARIAN HUJAN
PUISI : TENTANG DIA, YANG BERJARAK DENGAN RINDU
VIDEO PUISI, SEBUAH EKSPERIMEN BARU
PUISI : KOTA KECIL DAN KEHENINGAN ITU
PUISI : PADA PENGHUJUNG TITIAN RINDU
PUISI : HUJAN MEMBAWA BAYANGMU PERGI…
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA
PUISI : PADA SEPOI ANGIN DI BERANDA (Selamat

Related Posts

5 thoughts on “PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − ten =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.