FILM “BRAVE” : TENTANG KASIH IBU DAN KEBESARAN JIWA

Minggu lalu,. dua hari berturut-turut, kami sekeluarga memanfaatkan waktu liburan dengan nonton bioskop. Setelah sebelumnya menonton film “Ambilkan Bulan”, keesokan harinya, Minggu (1/7) kami menyempatkan diri menonton film Brave di XXI Metropolitan Mall, Bekasi. Kami terlambat tiba dan hanya mendapatkan tempat paling depan. Bioskop dipenuhi oleh anak-anak seusia Rizky & Alya.

Adegan dibuka dengan film pendek karya Enrico Casarosa yang berjudul La Luna. Dengan durasi 7 menit, film yang tahun silam berhasil mendapatkan nominasi di ajang The 84th Annual Academy Awards untuk kategori Best Animated Short Film ini cukup memikat sebagai tayangan pembuka.

Harmoni keluarga Putri Merida (Kelly Macdonald), puteri satu-satunya dari pasangan Raja Fergus (Billy Connolly) dan Ratu Elinor (Emma Thompson) yang menguasai kerajaan DunBroch, digambarkan begitu mesra dan damai di awal film.  Malang nian nasib sang putri, karena ia harus menuruti aturan kerajaan serta instruksi sang ibu untuk bertindak layaknya pewaris tahta yang anggun, lembut dan elegan. Gaya tomboi Merrida yang lebih menggemari olahraga berkuda dan panah membuat sang ibu tidak nyaman.

“Pemberontakan” Merrida atas tradisi mencapai puncaknya ketika berlangsung kompetisi untuk memilih dirinya sebagai pasangan atas satu dari tiga lamaran klan sekutu DunBroch, yakni Lord MacIntosh (Craig Ferguson), Lord MacGuffin (Kevin McKidd) dan Lord Dingwall (Robbie Coltrane) dengan masing-masing putra mahkota mereka.  Putri berambut kriwil itu melarikan diri masuk hutan dimana ia  bertemu dengan Will O’ the Wisps (Peri biru) yang kemudian menuntunnya berjumpa dengan sosok nenek sihir (Julie Walters) yang menyamar sebagai pembuat boneka kayu beruang. Sang nenek dimintanya untuk memberikan mantera sakti agar merubah keputusan sang ibu. Apa yang terjadi kemudian sungguh tak terbayangkan, karena kemudian mengubah jalan hidup sang putri selanjutnya.

Pixar Animation Studio menampilkan karakter wanita untuk pertama kalinya dalam film ini. Kecantikan visual yang menjadi andalan Pixar dibanding para pesaingnya begitu jelas terlihat, mulai dari keindahan dataran tinggi Scotlandia dengan panorama yang begitu memukau hingga penggambaran karakter yang sesuai menjadi keunggulan dari perusahaan animasi film-film animasi yang fenomenal seperti Toy Story (1995), Ratatouille (2007), Finding Nemo (2003), ataupun WALL-E (2008).

Dari segi penceritaan, filosofi kehidupan yang kental dihadirkan lewat konflik hubungan antara ibu dan anak dengan penyelesaian yang menyentuh. Merrida akhirnya menyadari jawaban atas persoalan yang tengah ia hadapi adalah berasal dari diri sendiri, dari hatinya. Itulah “mantera penyembuh” pamungkas dan paling tepat untuk melepaskan kutukan.

Ditangan penulis cerita Mark Andrews, Steve Purcell, Brenda Chapman dan Irene Mecchi alur kisah “Brave” mengalir lancar. Pesan moral tentang kebesaran jiwa juga mendapat tempat di film ini termasuk keberanian menghadapi takdir dengan tegar. Patrick Doyle yang menjadi penata musik di film berdurasi 93 menit berhasil menghadirkan nuansa romantik Scotlandia seperti lewat alat musik tradisional bagpipes atau celtic harps yang memukau.

Akhirnya, menurut saya secara sinematografi film ini berhasil membuat saya takjub atas animasi ciamik yang ditampilkan serta nilai-nilai filosifis yang menggugah, meski terus terang, terasa sedikit “berat” untuk dipahami oleh kedua anak saya (beberapa kali Rizky dan Alya menanyakan sejumlah hal yang tidak mereka mengerti dalam film ini dan kontradiktif pada apa yang mereka pelajari). Problematika perjodohan yang dialami Merrida termasuk aksi-aksi perkelahian –yang meski terkesan lucu namun agak brutal, cukup membuat tanda tanya besar dihati mereka. Saya dan ibunya mesti secara hati-hati menjelaskannya.

 

Related Posts
PETUALANGAN SERU WARTAWAN PEMBURU MUMI
nilah aksi “Tomb Rider” ala Perancis di awal abad 20-an! Demikian kesan saya seusai menonton “The Extraordinary Adventures of Adèle Blanc-Sec” (selanjutnya disingkat menjadi “Adèle”) akhir pekan lalu. Film ini diadaptasi ...
Posting Terkait
FILM “NIGHT AT THE MUSEUM-SECRET OF THE TOMB” : MENYINGKAP MISTERI TABLET EMAS
ari Sabtu (27/12) saya mengajak istri dan kedua anak saya, Rizky & Alya menonton film "Night At The Museum-Secret of The Tomb" di Studio-4 Blitz Megaplex Bekasi Cyber Park. Ada ...
Posting Terkait
“UNSTOPPABLE” : MENJINAKKAN “ULAR BESI” YANG TAK TERHENTIKAN
da begitu banyak ekspektasi besar berada di benak saya untuk penasaran menonton film”Unstopable” ini. Selain nama besar sang sutradara Tony Scott (Top Gun, Beverly Hills Cop II, Days of Thunder,Crimson ...
Posting Terkait
FILM INSIDE OUT : MENCERMATI “TINGKAH” LIMA TIPE PERASAAN
ari Sabtu (29/8) bersama si sulung Rizky, saya menonton film "Inside Out" di Studio 2 Cinemaxx Orange County Cikarang. Kebetulan disaat yang sama, istri dan putri bungsu saya Alya mengikuti ...
Posting Terkait
FILM “ANAK MUDA PALSU” : TENTANG KESETIAKAWANAN DAN IKHTIAR MERAIH IMPIAN
ari Kamis petang, 11 Juli 2019, seusai jam kantor, saya bergegas menuju ke Blok M Square, Jakarta Selatan. Disana, tepatnya di Studio XXI lantai 5, saya bergabung dengan teman-teman alumni ...
Posting Terkait
GULLIVERS TRAVELS : RAKSASA CENTIL DI NEGERI LILIPUT
ebuah motivasi romantik menjadi alasan saya untuk penasaran menonton film Gulliver’s Travel ini tanpa perlu membaca resensi filmnya lebih dulu di beberapa media, seperti biasa. Kisah Gulliver di Negeri Liliput ...
Posting Terkait
BAJAJ BAJURI THE MOVIE : KEHEBOHAN YANG KOCAK & MENGGEMASKAN
udah lama saya "mengincar" untuk menonton film ini. Sebagai salah satu serial komedi yang ditayangkan sejak tahun 2002 di TransTV, saya senantiasa menjadi penggemar setia untuk menantikan serial televisi kegemaran ...
Posting Terkait
ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN
Judul Buku : Gaul Jadul (Biar Memble Asal Kece) Penulis : Q Baihaqi Penerbit : Gagas Media ISBN : 979-780-346-5 Jumlah halaman : viii + 280 halaman Cetakan : Pertama, 2009 Ukuran : 13 x 19 ...
Posting Terkait
KABAR TAK BIASA, TAPI LUAR BIASA, ALA ORANG BIASA
Judul Buku : Makassar Di Panyingkul (Pilihan Kabar Orang Biasa 2006-2007) Pengantar : Nirwan Ahmad Arsuka Penerbit : Panyingkul, Cetakan Pertama, Juli 2007 Penyunting : Lily Yulianti Farid dan Farid Ma'ruf Ibrahim Halaman : ...
Posting Terkait
THE FATE OF FURIOUS (FF8) : KEJUTAN MENEGANGKAN DAN SPEKTAKULER
Seru. Megah, Luar Biasa. Setidaknya 3 kata itulah yang mewakili perasaan saya seusai menonton film ini di Studio 5 Bioskop Cinemaxx Orange County, Sabtu sore (15/4) bersama putra sulung saya, Rizky. ...
Posting Terkait
PETUALANGAN SERU WARTAWAN PEMBURU MUMI
FILM “NIGHT AT THE MUSEUM-SECRET OF THE TOMB”
“UNSTOPPABLE” : MENJINAKKAN “ULAR BESI” YANG TAK TERHENTIKAN
FILM INSIDE OUT : MENCERMATI “TINGKAH” LIMA TIPE
FILM “ANAK MUDA PALSU” : TENTANG KESETIAKAWANAN DAN
GULLIVERS TRAVELS : RAKSASA CENTIL DI NEGERI LILIPUT
BAJAJ BAJURI THE MOVIE : KEHEBOHAN YANG KOCAK
ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN
KABAR TAK BIASA, TAPI LUAR BIASA, ALA ORANG
THE FATE OF FURIOUS (FF8) : KEJUTAN MENEGANGKAN

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.