NAPAK TILAS KE JEJAK-JEJAK MASA REMAJA DI MASA LALU

Kenangan masa remaja akan selalu melekat di hati hingga kapanpun juga. Dan ketika kesempatan untuk “melintasi” kembali nostalgia itu dari masa kini, datang, maka tentu peluang itu tak akan disia-siakan.

Termasuk ketika saya berniat untuk napak tilas jejak-jejak masa remaja saya di Kota Maros (berjarak lebih kurang 30 km dari Makassar) saat menjadi narasumber pada Blogilicious Maros, tanggal 1-2 September 2012 lalu. Bersama keluarga, saya pernah tinggal di Maros pada sekitar tahun 1982 – 1995. Saya melewati masa-masa SD, SMP, SMA disana, ketika ayah saya masih bekerja sebagai Pegawai Negeri di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih VI, Kanwil Pertanian Sulawesi Selatan. Kami sekeluarga tinggal di rumah dinas dibelakang kantor ayah. Dan ketika ayah saya pensiun (1995), kami semua diboyong ke rumah sendiri di Bumi Antang Permai Makassar. Saya merantau ke Jakarta tahun 1995 setelah diterima bekerja di PT Kadera-AR Indonesia (kini bernama Toyota Bushuko Indonesia)–sebuah perusahaan joint venture Jepang Indonesia yang memproduksi kursi dan asesoris mobil — di Pulogadung. Praktis, sejak saat itu, saya tidak pernah mengunjungi Maros lagi.

Pada kesempatan acara Blogililcious di Maros, saya sangat gembira bisa jumpa dengan kawan lama saya, Andy Kurniawan (akrab saya panggil Wawan) yang juga menjadi “saksi hidup” awal saya menjalani masa-masa memulai aktifitas menulis di SMA. Seperti yang sudah saya tuliskan disini, bersama Wawan kami merintis terbitnya Bulletin Siswa ala stensilan SMAN 1 Maros, dimana kami berdua menjadi penulis, editor, lay-outer, tukang ketik, office boy, sekaligus tukang putar engkol mesin stensilan :).

Ketika tahu bahwa Wawan menjadi salah satu peserta Blogilicious, saya langsung menghampiri dan memeluknya erat-erat. Terakhir jumpa Wawan, seingat saya waktu masih di kampus UNHAS tahun 1993 waktu pulang ke Maros satu pete-pete/angkot. Kami berdua beda fakultas, saya di Fakultas Teknik Jurusan Mesin dan Wawan di Fakultas Sospol Jurusan Hubungan Internasional. Kami lalu bercakap-cakap panjang tetap aktifitas kami saat ini. Wawan kini bekerja di Pemda Kab.Maros, menangani bagian Pemuda, Olahraga dan Seni serta memiliki 3 orang anak. Wawan juga menekuni bidang Hypno Therapy dan menjadi salah satu trainer dan konsultan terkemuka di bidang ini di Sulawesi Selatan.

Dengan menumpang mobil Toyota Avanza-nya, Wawan mengajak saya mengunjungi rumahnya yang letaknya tak jauh dari SMA kami dulu. Saya masih ingat pernah beberapa kali ke rumah Wawan untuk menyelesaikan “proyek” Bulletin stensilan kami. Wawan bersama keluarga memang menempati rumah peninggalan orangtuanya. Tak banyak perubahan disana dan saya merasakan aura kehangatan persahabatan yang tulus, seperti pernah saya rasakan dulu, hampir 24 tahun silam.

Saya sempat melaksanakan sholat disana sampai kemudian menelepon beberapa kawan SMA kami yang berdomisili di Maros. Sayangnya, beberapa yang kami hubungi sedang sibuk atau telepon tidak diangkat. Saya sangat gembira ketika salah satu kawan saya di kelas II & III Fisika SMAN 1 Maros, Ismail menjawab telepon dan menyatakan siap datang ke rumah Wawan menemui saya. Kebetulan saja, Ismail yang tinggal di Bantimurung sedang mengunjungi rumah orang tuanya, dan dalam perjalanan pulang ke kediamannya di Sungguminasa sekalian akan mampir.

Saat Ismail datang, kami kembali berpelukan melampiaskan rindu. Tak banyak yang berubah pada lelaki tinggi dan humoris itu. Ismail yang kini bekerja di Nusantara Infrastructure Bosowa Group dan ayah dari 4 anak itu kemudian bercerita tentang pekerjaannya saat ini yang memang sesuai dengan latar belakang pendidikannya di Fakultas Teknik Sipil UNHAS. Kami lalu memutuskan untuk mengunjungi SMA kami dulu.

Sesampai disana, keharuan menyentak didada kami. Ruang-ruang kelas kami dulu, Laboratorium, Ruang Guru, Perpustakaan, tak banyak perubahan yang signifikan. Kami memang tiba disana pukul 16.30 WITA dimana aktivitas belajar mengajar sudah usai. Seorang siswa SMA yang masuk siang dan dalam perjalanan pulang kami cegat untuk minta tolong mengambil foto kami dari kamera saya. Sekilas nampak kebingungan diwajahnya menyaksikan 3 bapak-bapak narsis dan gaul yang juga merupakan seniornya di SMAN 1 Maros.

Saya menyaksikan ruang kelas saya dulu dimana posisi favorit saya adalah berada di dekat jendela sehingga bisa leluasa menyaksikan sang idaman hati yang berada pada kelas seberangnya. Wawan sempat menceritakan pengalaman lucunya saat bolos sekolah dulu dan nongkrong di salah satu sudut bagian depan sekolah.  Dari sana, kami lalu meluncur ke warung kopi Daeng Te’ne  yang terletak tak jauh dari jembatan yang membelah sungai Maros.

Di warkop yang konon menjadi tempat nongkrong teman-teman Komunitas Blogger Maros ini, saya berjumpa dengan sesama alumni SMAN 1 Maros yang juga satu tahun angkatan diatas saya, M.Basri. Juga saya ketemu dengan Irwansyah, teman sekolah di SD dulu Menyusul kemudian datang Abd.Haris, teman satu kelas saya juga dulu di SMA bersama istri dan anaknya. Sambil ngopi kami berbincang tentang banyak hal termasuk menggali kembali kisah-kisah lama dan indah saat melewati masa remaja di SMA dulu. Seusai sholat Maghrib, kami akhirnya berpisah. Karena satu arah menuju Makassar, Ismail mengantar saya hingga ke rumah orang tua di Bumi Antang Permai. Sungguh pertemuan yang mengesankan.

Keesokan harinya, sebelum menuju lokasi Blogilicious saya memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi SMPN 2 Maros di Bontokapetta. Di Hari Minggu yang sepi saya dengan leluasa mengambil sejumlah foto disana, termasuk ruang kelas saya dulu. Sempat terkaget-kaget karena sekarang SMPN 2 Maros telah menjadi sekolah rintisan Internasional. Beberapa ruang kelas telah dilengkapi AC, juga diatas ruang kelas saya dulu telah dibangun lantai 2 serta sistem absensi memakai sidik jari. Wow! Luar Biasa!.

Dari sana saya kembali menapak tilas bekas rumah tempat kami tinggal di Perumteks (baca kisahnya disini) yang berada tepat dibelakang kantor ayah. Suasananya sangat berbeda.

Kondisi rumah sudah semakin reyot dan rapuh setelah dibangun pertama kali tahun 1987. Disana tinggal Ibu Ruth yang juga masih karyawan di kantor ayah. Secara kebetulan, saya ketemu pula Pak Umar, mantan staf ayah saya yang kebetulan baru pulang bermain Tenis dilapangan yang terletak tak jauh dari rumah kami dulu.

Kenangan indah dimasa lalu kembali mengaduk-aduk benak saya. Tanpa terasa mata saya berkaca-kaca saat mengenang kembali masa remaja di Maros dulu. Jejak itu, walau kini berbeda, tapi masih ada dan tetap menjadi bagian dari hati saya. Sampai kapanpun.

 

 

Related Posts
KISAH MUDIK 2010 (2) : TERHALANG BANJIR DAN DERITA MACET SEPANJANG MALAM
Dari Garut, kendaraan kami melaju kencang menyusuri pebukitan yang teduh namun minim penerangan lampu jalan. Pak Heru mengendarai kendaraannya dengan hati-hati. Dibelakang, Alya terbatuk-batuk tak bisa tidur. Rupanya radang tenggorokannya ...
Posting Terkait
BBSP TRAINING PT.CSI : MENERAPKAN KONSEP KESELAMATAN KERJA BERBASIS PERILAKU
ada hari Senin (23/6) saya mendapatkan kehormatan bersama 14 kawan kantor PT Cameron Services International yang lain untuk mengikuti Observer Training BBSP (Behaviour Base Safety Process). Sebagai instruktur training ini ...
Posting Terkait
HARI INI, 40 TAHUN..
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, ...
Posting Terkait
NGEBLOG ADALAH SALAH SATU CARA SAYA MENSYUKURI KEHIDUPAN
alam acara Blogilicious Jakarta yang diselenggarakan akhir Juni silam, saya sempat terhenyak pada pertanyaan seorang peserta kepada saya yang ketika itu membawakan materi mengenai "Tips Blogging". Peserta tersebut menanyakan, "Apakah ...
Posting Terkait
POHON TREMBESI : MENEBAR KESEJUKAN, MENUAI KETEDUHAN
Lihatlah gadis yang berjalan sendiri di pinggir sungai Lihatlah rambutnya yang panjang dan gaunnya yang kuning bernyanyi bersama angin Cerah matanya seperti matahari seperti pohon-pohon trembesi Wahai, cobalah tebak kemana langkahnya pergi (“Gadis dan Sungai”, ...
Posting Terkait
KERETA SRIBILAH DAN MENIKMATI SENSASI BERKERETA DI SUMATERA
aya selalu menyukai perjalanan dengan menggunakan kereta api. Selain karena relatif aman dan nyaman, juga perjalanan berkereta senantiasa menyajikan sensasi perjalanan yang berbeda dengan moda transportasi lain seperti pesawat terbang, ...
Posting Terkait
MENGAYUH SEPEDA ONTEL, MENYUSURI RUANG KENANGAN
Sebulan lalu, Ahmad, adik ipar saya datang membawa berita gembira. Ia akhirnya menemukan sepeda onthel bekas pesanan saya di Yogya dan rencananya akan membawakan langsung ke rumah bersamaan dengan mobil ...
Posting Terkait
SELAMAT MENGORBIT SARONDE, KOMUNITAS BLOGGER GORONTALO
emuanya diawali oleh Semangat. Dengan "S" kapital yang menandai lahirnya komunitas blogger baru berbasis daerah ini. Sebuah pertemuan di akhir Mei bersama Agus Lahinta dan Suwito Pomalinggo ketika saya ke Makassar ...
Posting Terkait
MENYIBAK EKSOTISME BUDAYA JEPANG DI JAK-JAPAN MATSURI 2016
20 tahun silam, Jepang menjadi negara diluar Indonesia pertama yang saya kunjungi lebih dari sehari. Ketika itu saya mengikuti pelatihan yang diadakan Matsushita Electric Corporation selama satu bulan di salah ...
Posting Terkait
MELANCONG KE HONGKONG (1) : PESONA FANTASI MERAYAKAN 5 TAHUN HONGKONG DISNEYLAND
Pesawat yang kami tumpangi mendarat mulus di Hongkong International Airport, Jum'at pagi (18/3). Dengan penuh semangat, saya bersama kawan-kawan blogger IDBlognetwork : Priyadi Iman Nurcahyo, Nuruddin Jauhari, Setyo Budianto, Isnuansa ...
Posting Terkait
KISAH MUDIK 2010 (2) : TERHALANG BANJIR DAN
BBSP TRAINING PT.CSI : MENERAPKAN KONSEP KESELAMATAN KERJA
HARI INI, 40 TAHUN..
NGEBLOG ADALAH SALAH SATU CARA SAYA MENSYUKURI KEHIDUPAN
POHON TREMBESI : MENEBAR KESEJUKAN, MENUAI KETEDUHAN
KERETA SRIBILAH DAN MENIKMATI SENSASI BERKERETA DI SUMATERA
MENGAYUH SEPEDA ONTEL, MENYUSURI RUANG KENANGAN
SELAMAT MENGORBIT SARONDE, KOMUNITAS BLOGGER GORONTALO
MENYIBAK EKSOTISME BUDAYA JEPANG DI JAK-JAPAN MATSURI 2016
MELANCONG KE HONGKONG (1) : PESONA FANTASI MERAYAKAN

Related Posts

One thought on “NAPAK TILAS KE JEJAK-JEJAK MASA REMAJA DI MASA LALU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 15 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.