MENULIS DI KORAN TEMPO MELALUI INDONESIANA

10257328_10152400399533486_6239498043142472507_nTulisan resensi film “Spiderman-2” yang saya buat dan tayangkan di situs blog Tempo “Indonesiana” dimuat di Koran Tempo edisi Minggu,11 Mei 2014. Sungguh sebuah kehormatan besar buat saya karena pihak Indonesiana memberikan apresiasi pada artikel tersebut sebagai tulisan terpilih yang diterbitkan dari sejumlah tulisan teman-teman dari Komunitas Blogger Reporter Indonesia (BRID), dimana saya aktif sebagai salah satu anggotanya.

Revolusi radikal di dunia teknologi informasi komunikasi saat ini menjadi momentum dashyat yang tak terlerai. Konsumen media yang selama ini duduk pada posisi obyek yang pasif justru menjelma menjadi kekuatan baru sebagai penyedia berita.

Perkembangan media online, blog, user generated contents dan social networking system yang melaju sangat pesat memungkinkan siapapun menjadi pewarta, creator, bahkan produser sekalipun. Proses produksi media berbasis internetpun menjadi kian murah.

“Celah” ini yang dilihat secara cerdas dan tangkas oleh Indonesiana, juga Kompasiana yang lebih dulu menggalang partisipasi para blogger, untuk menyajikan kisah-kisah ala “orang biasa” dan bukan wartawan profesional. Semangat untuk berbagi kabar-kabar “akar rumput” diakomodir melalui Indonesiana . Merekalah berada pada garda paling depan-dengan segenap gairah, empati dan inisiatif-mengabarkan dan menyajikan berbagai kisah yang luar biasa dari perspektif orang biasa.

10269579_10152400418528486_6094625358882571429_n

Ya, Indonesiana, membuka sebuah “sudut tak biasa” di dunia maya yang memberi bentangan ruang begitu luas bagi pewarta warga (Citizen Reporter) untuk berekspresi, berimpresi dengan segenap gairah serta beragam sentuhan emosi untuk mengabarkan banyak hal yang mungkin saja tak tersentuh bahkan malah “diabaikan” oleh Media Mainstream.

Kabar yang menjadi sebuah representasi aktual atas praktek demokrasi partisipatif yang melibatkan warga biasa dengan tidak hanya bercerita dan melaporkan namun juga berbagi kesan, sekaligus berdialog secara interaktif dengan para pembaca, memanfaatkan teknologi internet. Lepas dari elitisme dan keangkuhan media mainstream yang kerap kali “terdikte” oleh “otoritas” sang pemilik media , “kecenderungan” orientasi pasar pembaca atau “sponsor” pesanan untuk pihak-pihak tertentu.

Nirwan Ahmad Arsuka dalam buku “Makassar Di Panyingkul (Pilihan Kabar Orang Biasa 2006-2007)” menggambarkan secara gamblang dan ekspresif “gairah berbagi kabar ala pewarta warga” pada prolog buku yang merupakan kompilasi tulisan warga biasa berbasis kota Makassar di situs “Panyingkul”.

“Lewat warta yang ditulis oleh orang-orang biasa ini, tulis Nirwan, “akan terdengar denyut nadi sebuah kota yang sanggup melihat dirinya apa adanya sambil terus membuka mata pada dunia luar, yang tak gentar meneliti koreng lukanya”.

Menariknya, kolaborasi dengan media mainstream seperti Koran Tempo membuat tulisan-tulisan di Indonesiana menjadi jauh lebih luas jangkauan pembacanya. Sinergi konstruktif ini tentu saja sangat baik bagi penguatan opini masyarakat sipil untuk kian kritis menelaah situasi serta pada akhirnya membangun iklim demokrasi kian berkembang. Saya banyak berharap, baik Kompasiana yang secara rutin menghadirkan halaman “Freez” di Harian Kompas dan Indonesiana yang juga menghadirkan ruang khusus para bloggernya di Koran Tempo akan menjadi bagian dari lokomotif perubahan untuk Indonesia yang lebih baik melalui tulisan-tulisan yang mencerahkan, yang mencerdaskan.

Mari merayakan jurnalisme Orang Biasa !

Terimakasih Indonesiana !

Related Posts
“GEBRAKAN” SASTRA DARI MAKASSAR
Media citizen journalism Panyingkul! (www.panyingkul.com), kafe baca Biblioholic, penerbit Nala Cipta Litera dan Forum Tenda Kata meluncurkan inisiatif Sastra dari Makassar, upaya yang dikerjakan secara independen dengan mengandalkan partisipasi lembaga ...
Posting Terkait
ICE AGE, WAHANA BARU DUFAN ANCOL & SENSASI YANG MENYERTAINYA
ari Kamis, 10 April 2014 yang kebetulan juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Perkawinan saya ke-15, saya menghadiri undangan peresmian wahana baru"Ice Age" di Dunia Fantasy Ancol. Bersama sejumlah rekan ...
Posting Terkait
MUDIK CERIA BERSAMA IDOLA CILIK, PETER PAN DAN DIAN PIESESHA
Pagi belum sempurna benar melingkupi hari ketika kami sekeluarga bersiap mudik keYogya pada hari Senin (29/9). Kedua anak saya, Alya dan Rizky sudah siap dan sangat antusias menjajal pengalaman baru ...
Posting Terkait
“JAM SESSION” WITH CIMART BAND
Meski tak terlihat bulan, malam begitu cerah di Cikarang. Bintang terlihat mengintip malu-malu dilangit utara. Syukurlah, cuaca begitu bersahabat, saya membatin, karena malam ini saya, untuk pertama kalinya akan datang ...
Posting Terkait
JAKARTA NIGHT FESTIVAL 2013 YANG SENSASIONAL !!
eusai mengikuti One Day Blogger Tour di Bintaro Jaya, Sabtu (22/6) (baca reportasenya disini) saya bergegas menuju Hotel Ibis Tamarin, Jl.Wahid Hasyim dimana disana, istri dan kedua anak saya menanti ...
Posting Terkait
‘BERAKSI” DI WORLD BOOK DAY INDONESIA 2008
USAI menghadiri hajatan sunatan anaknya Pak Ketua RT didekat rumah (sekaligus makan siang gratis 😀 ), Hari Sabtu siang, 26 April 2008, saya bergegas berangkat menuju lokasi acara World Book ...
Posting Terkait
KESUPERMARKET.COM : “SMART E-GROCERY” DAN SOLUSI PRAKTIS BELANJA DIGITAL
uaca Jakarta terlihat begitu bersahabat saat saya tiba di Ranch Market Pondok Indah, Senin siang (21/11). Setelah beberapa hari sebelumnya kerap diguyur hujan menjelang petang, dalam acara peluncuran portal kesupermarket.com ...
Posting Terkait
Pada hari kedua training di Singapura (Selasa,30/6), suasana terasa lebih cair dibanding kemarin yang relatif lebih kaku karena belum kenal satu sama lain. Natasha, satu-satunya wakil dari Rusia yang terkesan ...
Posting Terkait
RESENSI BUKU DEMONSTRAN DARI LORONG KAMBING : KIPRAH MONUMENTAL SANG AKTIVIS KAMPUS”KEPALA ANGIN”
Judul Buku : Demonstran Dari Lorong Kambing Karya : Amran Razak Penerbit : Kakilangit Kencana Cetakan : Pertama, 2015 Jumlah Halaman : 285 ISBN : 976-602-8556-48-4 mran Razak adalah legenda, juga sebuah fenomena... Nama beliau sudah lama ...
Posting Terkait
MENITI KESEJUKAN PAGI DI BOTANICAL GARDEN KOTA JABABEKA
inggu pagi, 13 November 2011 saat embun masih melekat erat di dedaunan pohon dan rerumputan, ketika matahari bersembunyi malu-malu di ufuk timur, saya memacu sepeda MTB Thrill Agent hitam saya ...
Posting Terkait
“GEBRAKAN” SASTRA DARI MAKASSAR
ICE AGE, WAHANA BARU DUFAN ANCOL & SENSASI
MUDIK CERIA BERSAMA IDOLA CILIK, PETER PAN DAN
“JAM SESSION” WITH CIMART BAND
JAKARTA NIGHT FESTIVAL 2013 YANG SENSASIONAL !!
‘BERAKSI” DI WORLD BOOK DAY INDONESIA 2008
KESUPERMARKET.COM : “SMART E-GROCERY” DAN SOLUSI PRAKTIS BELANJA
SURAT DARI ORCHARD (2)
RESENSI BUKU DEMONSTRAN DARI LORONG KAMBING : KIPRAH
MENITI KESEJUKAN PAGI DI BOTANICAL GARDEN KOTA JABABEKA

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.