MENYUSURI SUNGAI SUMIDA, MERAYAKAN KEINDAHAN METROPOLITAN
Pilihan perjalanan bisa dimulai di Asakusa, salah satu tujuan wisata terkemuka di Tokyo,.lalu menuju ke Odaiba –sebuah pulau buatan di teluk Tokyo– yang terkenal dengan replika patung “Liberty”-nya yang terletak tak jauh dari jembatan Rainbow Bridge dan menjadi ikon wilayah tersebut. Odaiba “disulap” menjadi pulau tempat wisata modern dengan sarana yang lengkap setelah sebelumnya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah. Sebenarnya ada alternatif lain yang bisa digunakan untuk mencapai tempat tersebut baik melalui kendaraan pribadi, monorail ataupun kereta bawah tanah, namun tentu saja transportasi menggunakan bis air salah satu alternatif yang memikat. Terbayang, sesampainya di Odaiba, bisa menyeberang melewati jembatan Rainbow Bridge yang membentang sepanjang 798 m dan menikmati pemandangan eksotis disekitarnya.
Bis Air ini dioperasikan oleh Tokyo Cruise Ship Company dengan rute langsung Asakusa-Odaiba ditempuh selama 50 menit bertarif 1560 Yen (frekuensi 2-4 bis air setiap hari). Beroperasi tiap hari kecuali hari Selsa & Rabu kedua setiap bulan (tidak termasuk bulan Agustus) Jalur ini merupakan rute favorit dan kapal yang digunakan dirancang dengan jendela lebar yang memungkinkan pengunjung bisa leluasa menyaksikan pemandangan indah selama kapal menyusuri sungai Sumida.
Interior maupun eksterior kapal yang kerap disebut sebagai Himiko ini sekilas bagaikan pesawat ruang angkasa, berukuran 33 x 8 meter dan dirancang oleh Reydzi Matsumoto yang terkenal jadi artis dalam genre manga dan anime. Tampilan futuristik dan aerodinamis bis air yang indah ini ditambah lagi fasilitas interior dengan jendela-jendela besar, sungguh sangat memanjakan penumpang. Ketika bis air ini melaju pelan membelah sungai Sumida kita bisa menikmati pemandangan kota dengan hutan beton nan megah dan terawat rapi.
Langit biru dan sungai yang bersih menjadi nuansa kontras menemani sepanjang perjalanan. Pengalaman serupa bisa dinikmati saat menyusuri kanal-kanal sungai di kota Amsterdam dengan bis air. Saya sempat membayangkan sekiranya bis air seperti ini bisa diterapkan di negeri kita tercinta, misalnya wisata sungai Ciliwung atau Kalimalang dan tentu bisa menjadi sarana transportasi alternatif untuk menghindari kemacetan. Menyusuri Sungai Sumida akan menjadi sebuah pengalaman yang unik dan menyenangkan serta berkesan seumur hidup. So, Are you IN or OUT ?
Sumber foto : Japan Guide & Toppa



